BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
RUMAH SAKIT


__ADS_3

"Selamat datang,Mr.A"ucap seseorang di belakang Arian dan Kimso.


Arian dan Kimso membalikkan badan mereka dan mendapati seorang pria paru baya yang tersenyum pada mereka.


Arian menatap orang itu lama hingga Arian mengambil kaca mata yang bertengger di pangkal hidungnya dan kini memperlihatkan warna mata yang begitu menghanyutkan dengan raut wajah yang begitu dingin.


"Saya minta maaf soal kemarin,mari kita duduk dulu dan membicarakan masalah bisnis kita."ucap orang itu yang tidak lain adalah Warki Oldenio.


Warki pun berjalan dan di ikuti oleh Arian dan Kimso ke meja yang sudah di pesan oleh Warki.


Sesampainya di meja itu,ternyata sudah ada Wardina beserta asistennya di sana yang membuat raut wajah Kimso menjadi semakin muram,sedang Arian hanya berwajah datar tampa ekspresi.


"Silahkan duduk,Mr.A"ucap Warki pada Arian.


Arian duduk di kursi dan Kimso berdiri di belakangnya.


"Baiklah,maafkan saya karna tidak bisa hadir kemarin,saya meminta putri saya untuk mengantikan saya,karna ada urusan mendesak"ucap Warki dengan tersenyum pada Arian.


Arian yang mendengar hal itu hanya diam,masih dengan wajah datarnya.


Merasa tidak di tanggapi,Warki hanya bisa tersenyum kikuk dan kemudian kembali berbicara.


"Kalau begitu....."ucap Warki yang terpotong karna Arian berbicara.


"Jika anda tidak bisa datang,sebaiknya jangan meminta untuk bertemu langsung,karna saya sibuk,saya sangat tidak suka bermain - main,terutama dengan orang yang menyebalkan."ucap Arian dingin membuat Warki membeku.


"Baiklah,saya minta maaf."ucap Warki dengan senyum di wajahnya.


Akhirnya mereka pun membahas masalah kerja sama,Selesai membahas kerja sama,Arian dan Warki saling berjabat tangan.


Setelah itu,Arian dan Kimso pun keluar dari restoran itu dan segera ke parkiran,sesampainya di parkiran,Arian segera memasuki mobil di ikuti oleh Kimso.


Di tengah perjalanan,Tiba2 ponsel Arian berdering.Arian melihat siapa yang menelfonya yang ternyata adalah bawahannya di Negara S.


"Hmm"ucap Arian saat sudah mengangkat telfonya.


"Tuan,sesuai dengan perintah,Kami sudah menyelesaikannya,kami membuat dia mati persis seperti sebuah kecelakaan,"ucap bawahan Arian di seberang telfon.

__ADS_1


"Bagus,kalian bisa istirahat"ucap Arian kemudian mematikan panggilan sepihak.


Arian tersenyum kecil saat mendengar bawahannya mengatakan kalau mereka telah selesai,Kimso melirik Arian sekilas dan melihat Arian yang tersenyum kecil.Kimso tau jika Arian tersenyum kecil seperti itu pasti ada hal baik yang dia dengar.


"Sepertinya ada hal baik yang kakak dengar.."tebak Kimso.


"Jendral sia**n itu sudah mati,jadi tidak ada yang menganggu lagi,"ucap Arian masih dengan senyum kecil di bibirnya.


Mereka pun tiba di hotel setelah perjalanan yang penuh dengan kesunyian.Arian turun dari mobil,belum beberapa langkah,tiba2 ponsel Arian bergetar dan itu dari ibunya.


"Halo,Ada apa,Ma....?"ucap Arian saat sudah mengangkat telfon dari ibunya.


"Arian cepatlah pulang,Ana masuk rumah sakit"ucap Naina di seberang dengan suara yang sedikit bergetar.


Arian membelalakkan matanya dan segera memutar badannya dan berlari kembali ke mobil,Kimso yang baru saja berjalan meninggalkan mobil,terkejut melihat Arian yang berlari dan masuk ke mobil di kursi kemudi.


Kimso yang melihat hal itu,kemudian masuk juga kembali ke dalam mobil dan duduk di samping kemudi.Arian menyalakan mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi membuat Kimso yang belum memakai sabuk pengaman membuat kepalanya terbentur ke samping membuat Kimso meringis tapi tertahan.


Tidak butuh waktu lama,Arian dan Kimso tiba di bandara tempat jet pribadinya berada.dengan cepat Arian turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam bandara.


Kimso mengikuti dari belakang berlari dengan cepat.


"Kita pulang,Ana masuk rumah sakit"ucap Arian kemudian naik ke jet pribadinya.


Kimso membelalakkan matanya mendengar hal itu,Kimso pun ikut naik bersama Arian.


3 jam kemudian.


Arian dan Kimso tiba di kota A,Arian turun dengan cepat dan di ikuti oleh Kimso.


Mereka segera berlari ke parkiran tempat mobil Arian berada yang dia gunakan 2 hari yang lalu.Arian masuk ke mobil di ikuti Kimso,Arian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah sakit keluarganya di mana sudah ada Ana di sana.


Tidak butuh waktu lama,Arian dan Kimso tiba di rumah sakit keluarga Li,Arian turun dari mobil dan berlari memasuki rumah sakit.


Arian berlari menelusuri koridor rumah sakit,Arian terus berlari menelusuri setiap kamar di rumah sakit milik keluarganya itu hingga dia melihat mama dan papa nya duduk di kursi tunggu di luar kamar inap VVIP.


Arian berlari menghampiri kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Ana di mana,Pa,Ma."ucap Arian saat sudah berada di hadapan orang tuanya yang duduk di kursi tunggu di luar ruangan inap VVIP.


"Ana di dalam......"ucap Naina yang terpotong karna Arian sudah meninggalkannya dan masuk ke pintu ruangan inap di belakangnya.


Arian membuka pintu dan mendapati Ana yang belum sadarkan diri sejak di bawa ke rumah sakit.Arian berjalan mendekati sang istri yang masih memejamkan matanya.


Arian membelai wajah istrinya kemudian mengecup kening istrinya lembut.Arian keluar saat sudah mencium kening Ana.


Arian menutup pintu ruangan Ana dan kini menatap kedua orang tuanya tajam.


"Kenapa bisa begini..?"tanya Arian pada kedua orang tuanya yang sedikit takut karna Arian yang sudah dalam keadaan marah.


"Ta...tadi mama dan Ana pergi ke Mall untuk membeli perlengkapan bayi,karna Ana bilang ingin sekali membeli semuanya secara langsung,akhirnya mama setuju,mama dan Ana terus berjalan di dalam mall,hingga tiba2 ada seseorang yang menyenggol Ana dan berakhir seperti sekarang....hisk....hiks,maafkan mama Arian,ini semua karna mama"ucap Naina yang mulai menangis mengingat kejadian yang menimpa menantuanya.


"Kau tenang saja,dokter bilang Ana dan bayi yang ada dalam kandungannya baik2 saja"ucap Ryung mencoba menenangkan Putranya yang sudah mengepalkan tangannya.


"Siapa...?"ucap Arian tiba2 membuat Ryung menatap putranya itu yang sudah mengeluarkan hawa membunuh dari tubuhnya.


"Kami tidak tau,kami sudah mencarinya kemana - mana tapi tidak bisa menemukan orang itu"ucap Ryung menjelaskan pada putranya itu.


"Bagaimana keadaan Ana,Pa,Ma."ucap Kimso yang baru saja tiba setelah berlari ke sana kemari.


"Di mana Mama dan Ana pergi,Mall yang mana...?"tanya Arian dingin.


"Di Mall terbesar di kota A,Arian"ucap Naina dan Arian pun pergi meninggalkan 3 orang yang hanya bisa mematung.


Arian memasuki mobilnya dan segera menancap gas menuju ke Mall miliknya.15 menit perjalanan,Arian pun tiba di Mall miliknya dan segera keluar dari mobil dan berjalan menuju ke bagian keamanan di Mall itu.


Arian membuka pintu dengan keras membuat para security yang bertugas di ruangan itu terkejut.


"Boss"ucap Mile yang memang sudah berada di dalam ruangan cctv itu bersama dengan penjaga lainnya untuk mencari siapa yang berani menyenggol Ana.


Arian berjalan mendekati kontrol cctv dan segera mencari hal yang ingin dia cari.


Tidak lama kemudian,Arian menemukan rekaman di mana seseorang dengan sengaja menyenggol istrinya.Mile yang melihat hal itu terkejut,bagaimana tidak terkejut,mereka sudah mencari sedari tadi tapi tidak menemukan apa pun.


Arian memperhatikan rekaman itu begitu pun dengan Mile dan penjaga di sana,Arian mengepalkan tangannya saat melihat siapa yang sudah menyenggol istrinya.

__ADS_1


"SIA**N"geram Arian saat melihat siapa yang sudah menyenggol istrinya.


__ADS_2