
Setelah bercerita,ke 4 wanita itu tertawa lepas membuat keadaan mansion yang tadinya sunyi menjadi ramai.
"Paman Ryung,pernah jatuh dari pohon mangga,Bibi"ucap Fania di sela2 tawanya.
Naina mengangguk membuat tawa ketiga wanita hamil itu semakin keras.
"Aku rasa itu pengalamannya yang paling buruk"ucap Naina menghentikan tawanya.
Mereka terus berbincang - bincang dengan di iringi tawa,seperti tidak memiliki masalah.
*****
Di sisi lain,Arian masih berkutak dengan berkas2 yang sangat banyak,Dia harus menyelesaikan pekerjaannya di perusahaan ayahnya dengan cepat karna beberapa hari lagi Arian harus ke negara B untuk urusan kontrak perusahaan ayahnya.
Arian masih fokus pada berkas2nya hingga tiba2....
Brak
Pintu terbuka dengan keras menampakkan Rafael yang berpakaian sedikit berantakan,Arian yang melihat hal itu bisa menyimpulkan kalau Rafael baru saja menghadiri rapat.
Bisa di bilang,semenjak mereka bertiga sudah menikah,semua orang tua mereka memberikan posisi di rektur di perusahaan keluarga masing2 tampa ada bantahan.
Rafael masuk setelah menutup pintu dan berjalan ke sofa dan kemudian duduk sambil menghembuskan nafasnya lelah membuat Arian hanya menatap malas sahabatnya itu,Karna dia tau jika Rafael sudah datang ke tempatnya pasti hanya datang untuk curhat masalah yang menimpanya setelah Sarah hamil.
"Arian,Sarah masih jauhin gue,dia bilang kalau gue bau,padahal baru aja udah mandi.terus pas datang kantor papi malah harus hadirin rapat penting,mana lama lagi,"ucap Rafael dengan 1 kali tarikan nafasnya.
Arian yang mendengar hal itu hanya acuh,dia tau jika Rafael pasti akan membahas hal itu.
"Makanya mandi yang bersih"ucap Arian tidak mengalihkan pandangannya pada berkas yang di pengangnya.
"Lo pikir gue kalau mandi ngga bersih apa"ucap Rafael tidak terima.
"Siapa tau"ucap Arian lagi dan kini menatap Rafael yang juga menatapnya.
"Sepertinya kau sedang buru2 ya..?"tanya Rafael yang melihat Arian yang hanya menatapnya sekilas kemudian kembali fokus pada berkas di hadapannya.
"Aku akan pergi ke negara B beberapa hari lagi,"ucap Arian yang kini dengan raut wajah serius.
"Oh masalah kontrak kerja sama untuk pembangunan perusahaan cabang di negara B ya,aku dengar2 perusahaan itu juga bekerja sama dengan perusahaanmu dan pemilik perusahaan itu adalah ketua mafia di negara B,apa kau ingin bermain dengan mereka..?"tanya Rafael membuat Arian menghentikan tangannya yang membuka berkas kontrak kemudian menatap Rafael yang menatapnya penuh tanda tanya.
"Jika mereka tidak macam2 atau mencari masalah lebih dulu,mereka akan hidup,tapi jika mereka mencari masalah maka mereka tidak akan bertahan hidup meski hanya 1 hari"ucap Arian yang kini berwajah datar membuat Rafael menelan salivanya dengan susah payah.
__ADS_1
"Jika kau tidak memiliki kesibukan di sini,kau bisa pergi karna aku tidak ingin ada pengganggu"ucap Arian menekan kata pengganggu.
Rafael yang mendengar hal itu,lagi2 menelan salivanya dengan susah payah.
"Baru juga begini"ucap Rafael santay sedang Arian yang mendengar hal itu mendadak kesal.
"Tadi kau bilang apa"ucap Arian sambil tersenyum membuat Rafael membulatkan matanya dan segera berdiri dari duduknya dan keluar dari ruangan Arian sebelum sebuah pulpen melanyang dan mengenai dinding.
Rafael keluar dari ruangan Arian membuat Arian,bisa bernafas lega.Arian memijit kepalanya yang sedikit pusing,bagaimana tidak,Dia memiliki pekerjaan yang menumpuk yang ingin dia selesaikan dengan cepat agar bisa pulang dan menemani sang istri.
Tiba2 pintu terbuka menampakkan Kimso yang menatap Arian dengan tatapan sedikit terkejut.
"Kakak baik2 saja"ucap Kimso saat sudah berjalan mendekat ke meja Arian setelah tadi menutup pintu lebih dulu.
"Aku baik2 saja,kau tidak perlu khawatir"ucap Arian kini kembali fokus pada berkas2 yang menumpuk di hadapannya.
Kimso yang mendengar hal itu hanya mengangguk mengerti,dan kemudian menyimpan map yang di pengangnya di depan Arian.
"Ini map yang berisikan berbagai informasi detail soal perusahaan di negara B yang ingin menjalin kerja sama dengan kita,terutama soal perusahaan milik Warki Oldenio."ucap Kimso membuat Arian mengambil map itu dan membukanya.
Arian membacanya dengan teliti bahkan tidak membiarkan sedikit pun terlepas dari penglihatannya.
Kimso keluar dari ruangan Arian meninggalkan Arian yang masih fokus pada pekerjaannya.Tidak terasa waktu makan siang pun tiba,Arian beranjak dari kursi kebesarannya dan berjalan menuju pintu dan membukanya karna dirinya ada rapat di luar dengan klien.
Raut wajah Arian berubah menjadi kesal saat membuka pintu dan melihat hal yang membuatnya jadi iri.
*****
Beberapa saat yang lalu,Kimso yang keluar dari ruangan Arian melihat meja Fira,dimana Fira sedang sibuk dengan pekerjaannya.Kimso tersenyum melihat hal itu dan kemudian mendekati meja Fira dan menyapa kekasihnya itu.
Kimso dan Fira sudah pacaran selama kurang lebih 5 bulan sejak pernikahan Rafael dan Sarah sekaligus resepsi pernikahan Arian dan Ana.
"Lagi ngapain...?"ucap Kimso membuat Fira sedikit terkejut dan kemudian mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk dan melihat Kimso yang sedang tersenyum padanya.
"Kamu ngapain di sini..??"tanya Fira pada Kimso.
"Lagi bawain kak Arian sesuatu yang di butuhkan aja"ucap Kimso,Fira yang mendengar hal itu hanya mengangguk mengerti.
"pas jam makan siang,kita pergi kencan,mau ya"ucap Kimso membuat wajah Fira bersemuh merah.
"Emang kamu ngga sibuk..?"tanya Fira malu2.
__ADS_1
"Aku tidak sibuk kok,kita makan di restoran di dekat kantor ini ya,tinggal 15 menit lagi nih jam istiraha siang"ucap Kimso tidak sabar.
"aku mau tapi....,Hari ini ada rapat di luar sama pak direktur"ucap Fira membuat senyum di wajah Kimso pudar seketika.
"Maaf ya,lain kali aja deh"ucap Fira lagi dan Kimso hanya mengangguk pelan.
Mereka terus bercerita bahkan sampai tidak sadar sudah jam makan siang.senyum terukir di wajah kedua orang itu yang begitu bahagia.
Tiba2 Kimso merasa dingin di bagian belakang lehernya dan dia pun memengang lehernya yang terasa seperti mendapat tatapan dingin dari seseorang.
Kimso menggelengkan kepalanya menepis semua fikirannya dan kembali fokus pada pacarnya,mereka terus bersenda ria tampa memlerdulikan sekitar.
Tampa mereka sadari ada seseorang yang berjalan mendekati mereka dengan wajah yang begitu kesal.
"Oh iya,kamu tau tidak,tadi aku berjalan di bawah matahari tapi sayangnya mataharinya redup,kamu tau kenapa..?"tanya Kimso mulai mencoba merayu pacarnya itu.
Fira mengelengkan kepalanya tanda tidak tau.
"kenapa mataharinya redup,karna cahayanya sudah berpindah ke pada orang yang behitu cantik di depanku ini"rayu Kimso membuat wajah Fira memerah dan kemudian menunduk.
Kimso tersenyum kecil melihat hal itu dan kemudian memainkan rambut Fira yang memang di biarkan tergerai.
Di tengah ke asyikan Kimso merayu Fira,Tiba2 ada seseorang yang menarik telingat Kimso membuat empunya teriak dan membuat Gira mengangkat kepalanya dan membulatkan matanya melihat seseorang dengan tampang kesal sedang menarik telinga kekasihnya.
"ADUUUUUHH"
-
-
-
-
-
HAPPY READYNG ALL
SEMOGA SUKA
JANGAN LUPA LIKE
__ADS_1