BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
PULANG


__ADS_3

Pukul 4 sore.


Arian dan Ana tengah bersiap - siap untuk pulang ke kediaman Ryung.


Liyana dan Young sudah pulang tadi karna harus mengurus urusan perusahaan yang mengharuskan Young untuk pergi ke luar kota,tentu saja Liyana juga harus ikut untuk menemani suaminya itu sekaligus menjadi sekertaris dadakan Young.


Ana sudah selesai bersiap,begitu pun dengan kedua bayi mereka yang sudah berada di gendongan Ryung dan Naina.


"Udah selesai..?"tanya Arian pada istrinya itu.


Ana mengangguk dan Arian pun bersiap untuk mengendongnya ala bridel style.


"Kak Arian mau apa...??"tanya Ana pada suaminya itu yang sudah bersiap untuk mengendongnya ala bridel style.


"Mau gendong kamu"ucap Arian cepat membuat Ana terkejut.


"Ngga perlu kak Arian,Aku mau jalan aja."ucap Ana membuat Arian kembali menengakkan badannya yang tadinya sedikit menunduk.


"Kalau di gendong,bisa2 kita jadi pusat perhatian"ucap Ana lirih yang masih bisa di dengar oleh Arian.


Arian tersenyum kecil mendengar perkataan Ana yang merasa malu jika harus menjadi pusat perhatian semua orang di rumah sakit itu.


Tampa aba2,Arian mengendong tubuh mungil istrinya itu membuat Ana refleks mengalungkan tangannya di leher Suaminya itu.


Arian pun berjalan keluar dari ruangan itu di ikuti oleh Ryung yang mengendong Revan dan Naina yang mengendong Revin.


Ana menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya itu,karna kini mereka menjadi pusat perhatian para perawat dan dokter yang sedang bertugas.


Arian terus berjalan tampa peduli dengan tatapan orang padanya yang tengah mengendong Ana.Para dokter yang berjalan melewati mereka,menyapa Arian tapi sama sekali tidak di pedulikan oleh Arian yang hanya memasang wajah datar.


Sesampainya di parkiran,Arian menurunkan istrinya itu di samping mobil dan kemudian membukakan pintu dan Ana pun masuk dengan wajah yang memerah.


Naina dan Ryung duduk di kursi belakang dengan Revan dan Revin di gendongan mereka,Sedang Ana duduk di samping kursi kemudi dan Arian yang duduk di kursi kemudi dan menyalakan mesin mobil dan menancap gas dan melajukannya dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


30 menit kemudian.


Mereka pun tiba di kediaman Ryung dan bersiap untuk turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


Lagi2 Arian menggendong Ana ala bridel style dan masuk ke dalam rumah menuju ke kamarnya yang sudah di pindahkan ke lantai dasar sejak 2 bulan yang lalu.


Arian membuka pintu tampa menurunkan Ana dari gendongannya.Saat pintu kamar terbuka,Ana terkejut dengan apa yang di lihatnya,tempat tidur bayi beserta semua perkengkapan bayi yang sebelumnya berada di lantai atas di kamar yang sudah mereka siapkan untuk kamar bayi mereka,kini berada di dalam kamar mereka.


Semua sudah Arian siapkan saat kemarin dirinya pulang ke rumah untuk mandi,Arian memerintahkan semua pelayan untuk memindahkan semua perlengkapan bayi yang berada di kamar di lantai atas ke kamarnya yang berada di lantai dasar.


Arian menurunkan Ana di atas tempat tidur yang berukuran king size itu,Naina dan Ryung masuk ke dalam kamar dan berjalan mendekati 2 tempat tidur bayi yang berada di dalam kamar itu dan menidurkan Revan dan Revin di tempat tidur mereka masing2 yang sudah tertera nama mereka.


"Ana kamu istirahat saja dulu.Arian bisa kita bicara sebentar"ucap Ryung membuat Arian menatapnya.


Arian mengecup puncuk kepala Ana dan kemudian keluar mengikuti kedua orang tuanya itu.


Setelah Arian keluar dari kamar,Ana berjalan perlahan ke arah 2 tempat tidur bayi yang berdampingan di mana Revan dan Revin tengah tertidur lelap.


"Di lihat dari mana pun,kalian sangat mirip dengan Daddy kalian,semoga saat kalian besar nanti,kalian akan menjaga Daddy dan Mommy"ucap Ana pada kedua putranya.


"Arian,Papa sama mama sudah sepakat,kalau sebaiknya kamu dan Ana mengunakan jasa Babysitter untuk membantu kalian mengurus kedua putra kalian"ucap Ryung membuat Arian menatapnya dingin dengan tangan yang terkepal menahan emosi.


Ryung tau,jika dia menyebutkan kata2 babysitter pada Arian,itu pasti akan mengubah mood putranya itu menjadi buruk.


"Bukan maksud Papa tidak percaya pada Ana atau pun kamu,Tapi...."ucap Ryung yang terpotong karna Arian sudah berbicara.


"Tidak.. "ucap Arian singkat dengan wajah dinginnya.


Ryung menghembuskan nafasnya dan menatap Naina yang juga menatapnya.


"Tapi,Arian....."ucap Ryung yang lagi2 terpotong karna Arian berbicara.


"Tidak,sekali aku bilang tidak,berarti tidak"ucap Arian menekan kata2nya.

__ADS_1


"Apa papa dan mama fikir,aku tidak bisa merawat kedua putraku,"ucap Arian membuat Ryung dan Naina tersentak.


"Bukan begitu,Arian.kami hanya...."ucap Ryung yang terhenti karna Arian sudah menatapnya tajam.


"Aku akan merawat putra2 ku dengan baik,kami tidak perlu mengunakan jasa babysitter atau apapun,dan lagi kalian kan ada,untuk apa mengunakan jasa babysitter,aku sudah bilang tidak berarti tidak"ucap Arian kemudian berdiri sari duduknya dan berjalan menaiki tangga.


Arian terhenti di anak tangga ke 5,kemudian kembali berbicara membuat Kedua orang tuanya terkejut.


"Aku tidak akan membiarkan sesuatu yang menimpaku,menimpa putraku.aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi"ucap Arian kemudian kembali menaiki tangga.


Naina yang mendengar hal itu menangis,Ryung pun memeluk istrinya berusaha untuk menenangkannya dari tangisnya.


Tampa Ryung dan Naina sadari,tidak jauh dari mereka seseorang tengah terdiam mendengar semua perkataan Arian barusan,orang itu tidak lain adalah Ana.


Ana berniat untuk keluar dan memanggil Arian,tapi saat di hampir sampai di ruang tamu yang memang tidak terlalu jauh dari kamarnya,Ana mendengar suaminya yang menolak mentah2 saran dari sang mertua yang menyarankan untul memakai jasa babysitter dengan raut wajah marah.


Ana berjalan mendekati ke ruang tamu dan kemudian berbicara membuat Naina segera menghapus air matanya dan Ryung merubah raut wajahnya senormal mungkin agar tidak membuat Ana curiga.


"Papa,Mama,Kalian baik2 saja..?"ucap Ana saat sudah berada di hadapan kedua mertuanya itu dan kemudian duduk berhadapan dengam mereka.


"Eh,Ana..,kami baik2 saja"ucap Ryung dan Naina yang sudah menghapus air matanya.


"Pa,Ma,Ana sudah dengar semuanya,jadi kalian tidak perlu lagi menyembunyikannya dari Ana,"ucap Ana membuat Ryung dan Naina terkejut.


"Kenapa kak Arian begitu tidak ingin memakai jasa babysitter dan juga apa maksud perkataan kak Arian yang mengatakan tidak ingin hal yang menimpanya juga menimpa Revan dan Revin"ucap Ana membuat Ryung menghembuskan nafasnya.


"Baik,Papa akan cerita semuanya padamu,"ucap Ryung yang membuat Naina kembali menangis.


Ryung menceritakan semua masa lalu Arian saat masih kecil.Ana yang mendengar hal itu terkejut dan bahkan menutup mulutnya dengan tangannya tidak percaya jika sang suami memiliki masa lalu yang begitu menyakitkan,sungguh tidak di sangka.


Setelah Ryung selesai bercerita,Ana berdiri dari duduknya dan kemudian meminta ijin pada mertuanya untuk naik ke atas dan menemui suaminya.


Saat menaiki tangga,Ana terus memikirkan semua yang baru saja dia dengar tentang masa kecil suaminya,dia benar2 tidak percaya jika semua hal itu menimpa suaminya bahkan membuat suaminya harus kehilangan seseorang yang begiti berarti.

__ADS_1


'Kenapa kak Arian tidak cerita hal itu denganku,Apa karna di khawatir'ucap Ana dalam hati sambil terus menaiki tangga untuk menemui suaminya yang pasti berada di kamar mereka sebelumnya.


__ADS_2