
Ryung terkejut bukan main sampai2 gelas yang di genggamnya terjatuh dan pecah.
"Kamu bilang apa tadi....?"tanya Ryung dan Naina bersamaan.
"Ana hamil,dan usia kehamilannya baru hampir 2 bulan,dokter bilang kalau Ana tidak boleh terlalu banyak pikiran,jadi ku harap Papa dan Mama jangan membuatnya pusing"ucap Arian membuat Naina tiba2 berdiri dan langsung duduk di tengah2 Arian dan Ana.
Arian yang melihat hal itu hanya bisa terdiam.
"Selamat ya sayang,jangan terlalu kerja berat.Oh dan juga,mulai sekarang kamu tinggal di sini aja ya sama Mama dan papa,Biar ada yang jagain kamu kalau Arian pergi kerja"ucap Naina panjang lebar.
Ana sedikit bingung menangkapi celoteh Naina,Ana pun menatap Arian yang masih terdiam melihat tingkah ibunya yang begitu bahagia.Arian tersenyum saat Ana melihatnya dengan tatapan tanda tanya.
Saat Ana ingin berbicara,Tiba2 pintu utama terbuka dan seorang pria paru baya berteriak begitu keras membuat semua orang Menatapnya heran.
"ARIAN,..."teriak Houyang saat dia sudah masuk dan melihat semua orang menatapnya penuh tanda tanya,kecuali Arian yang hanya memasang wajah datar.
Houyang berjalan dan mendekati semua orang yang sedang duduk di sofa ruang tamu.saat Houyang tiba di depan mereka,dia menatap semua orang dengan wajah garangnya dan kini tatapannya jatuh pada Ana.
Ana yang di tatap seperti itu mulai gugup dan sedikit takut karna tatapan Houyang yang terlihat begitu marah.Houyang minta Ana mendekatinya,awalnya Ana sedikit takut tapi Naina memberikan senyumannya sehingga Ana memberanikan diri untuk berdiri dan berjalan mendekati Houyang.
Tiba2 Houyang memeluk Ana membuat Ana membulatkan matanya.
"Oh cucuku,Bisakah kau panggil aku kakek,sayang"ucap Houyang saat sudah melepaskan pelukannya.
Awalnya Ana bingung tapi,Ana pun tersenyum kemudian memanggil Houyang dengan sebutan kakek.
"apa kabar,Kakek"ucap Ana sambil tersenyum.
Houyang ikut tersenyum saat Ana memanggilnya kakek dan berniat untuk memeluk Ana lagi tapi Arian segera berdiri dan menarik Ana ke pelukannya.
"Apa yang ingin kau lakukan,kakek"ucap Arian memeluk Ana dengan erat.
"Apa kau ini cemburu,Aku hanya ingin memeluk Ana saja sebagai sambutan selamat datang Dan juga karna berhasil melelehkan gunung es yang tebal"ucap Houyang sedikit menyindir Arian.
"Kita akan bahas itu saat makan malam nanti,Sekarang sudah siang istriku perlu tidur siang"ucap Arian dan mengendong Ana ala bridel style.
Sebenarnya itu hanya alasan Arian,sebenarnya dia hanya ingin berduan dengan istrinya di kamarnya dari pada harus meladeni kakeknya yang tidak akan pernah membuat dia nyaman,mungkin Ana juga tidak nyaman,begitu fikir Arian.
Arian mengendong Ana menaiki tangga menuju ke kamarnya,karna kamar Arian ada di lantai 2.Mereka semua hanya terdiam melihat Arian dan Ana pergi ke lantai Atas.
Houyang duduk di sofa tunggal kemudian berbicara yang membuat 2 pasang suami istri itu menatapnya.
"Aku sangat senang karna Arian sudah menikah,Itupun dengan putrimu,Young"ucap Houyang dengan senyum di wajahnya.
Young yang mendengar hal itu tersenyum.
"Saya juga sangat senang tuan besar Li"ucap Young yang membuat raut wajah Houyang sedikit masam.
"Young jangan memanggilku dengan sebutan itu lagi,mulai sekarang kau juga bisa memanggilku seperti Ryung,begitu pun denganmu Liyana"ucap Houyang membuat sepasang suami istri itu tersenyum dan kemudian mengangguk.
"Oh iya,bagaimana kalau kita melakukan resepsi pernikahan Arian dan Ana,"ucap Houyang memberi ide pasalnya dia ingin melihat Arian bersama Ana di pelaminan dan juga,Dia ingin pernikahan cucunya itu di kenang sepanjang masa.
"Aku rasa juga begitu,Ayah"ucap Ryung membuat Houyang semakin tersenyum.
"Kalau kamu,Young.Bagaimana...?"tanyanya yang mendapat anggukan oleh Young dan Liyana.
"Baiklah,sudah ku putuskan,kita akan mengadakan resepsi pernikahan yang cukup mewah,kita akan mengundang semua rekan bisnis kita dari semua Negara,bagaimana...?"ucap Houyang antusias.
"Ayah,aku rasa tidak perlu sampai seperti itu,"ucap Ryung sedikit ragu.
"kenapa...?"tanya Houyang pada putranya itu.
"Karna sebelum Ayah mengatakan itu pada Arian,dia pasti tidak akan setuju,karna itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama mereka di pelaminan,itu akan membuat Ana lelah"ucap Ryung panjang lebar.
"Memangnya kenapa...?"tanya Houyang lagi.
"Apakah ayah ingin kehilangan cicit ayah,aku jelas tidak ingin kehilangan cucu pertamaku"ucap Ryung membuat Houyang membeku.
"Tadi kau bilang apa...?"tanyanya memastikan.
__ADS_1
"Ana hamil,ayah.dan usia kandungannya masih muda,dia tidak boleh terlalu lelah,Apakah ayah ingin membuat Arian memasang bom di mansion utama"ucap Ryung membuat Houyang semakin terdiam dan tiba2....
"AKU AKAN JADI KAKEK BUYUT"Teriak Houyang membuat Ryung,Naina,Young dan Liyana terkejut.
Para pelayan yang mendengar hal itu terkejut bukan main.
"Ayah,kau bisa membuat semua orang di sini menjadi tuli"ucap Ryung sedikit menyindir.
bukannya tersinggung,Houyang malah semakin tertawa lepas.
"Aku benar2 tidak percaya,apa kalian tidak ingat saat Arian masih umur 10 tahun,"ucap Houyang mengingat kenangan masa kecil Arian.
2 pasang suami istri itu saling menatap dan kemudian ikut tertawa.
"Saya fikir anda sudah Lupa."ucap Young mengingat saat Ana berumur 5 tahun.
"Aku tidak mungkin lupa,aku sangat ingat saat seorang anak perempuan berumur 5 tahun berkata kalau dia akan menikah dengan Arian yang wajahnya begitu dingin dan tidak pernah tersenyum"ucap Houyang lagi kini tersenyum.
Mereka semua pun mulai mengingat semua kejadian yang tidak terduga saat Ana dan Arian masih kecil.
Flashback on
Seorang Anak perempuan berusia 5 tahun sedang bermain dengan girangnya di halaman rumahnya yang begitu besar.
"Ana sayang,kemari,"panggil Liyana pada Ana kecil.
"YA IBU,SEBENTAR"teriak Ana kecil kemudian berlari ke arah Liyana.
Saat Ana kecil tiba di hadapan Ibunya dia bertanya.
"Ibu kenapa memanggilku..?"tanya Ana kecil dengan wajah yang begitu imut.
"Kita akan pergi ke rumah teman ibu,Jadi kita harus bersiap,Oke"ucap Liyana dan Ana kecil pun mengangguk.
Setelah beberapa saat,mereka pun siap dan segera ke mobil yang sudah terparkir di halaman rumah mereka.
Ana Turun dari mobil dengan balon yang dia pengan talinya di tangannya.
"Ayo sayang,"ucap Liyana memengang tangan Ana yang bebas.
Saat tiba di pintu,Ana kecil menghentikan langkahnya membuat kedua orang tuanya menatapnya.
"Ada apa sayang..?"ucap Liyana sambil membungkukkan badannya dan menatap Ana.
"Ana mau ke sana,Bu"ucap Ana sambil menunjuk taman di pekarangan rumah keluarga Li yang begitu cantik.
Liyana pun mengangguk,lalu berbicara pada Ana.
"Boleh sayang,tapi ingat kalau kamu merasa bosan atau lelah ingat untuk masuk ke dalam Rumah ya,Atau mencari pelayan untuk mengantarmu pada ibu"ucap Liyana dan ana kecil pun mengangguk mengerti.
Ana kecil pun berlari kecil ke taman itu dengan terus menggenggam tali balonnya.
Sedang Ayah dan Ibunya masuk ke dalam rumah.
Tiba2 tali balon Ana lepas,Membuat Ana kecil mengejarnya.Balon itu tersangkut di sebuah pohon rindang di taman itu.
Ana kecil melihat tangga yang bersandar di pohon itu,Ana kecil pun menaiki tangga itu berniat untuk mengambil balonya yang tersangkut di pohon itu.
Saat Ana kecil menaiki tangga ke terakhir dan naik ke dahan pohon tiba2,Ana kecil tergelincir dan Jatuh.
"Aaaaaaaaa,Ibu...."Teriak Ana kecil terjatuh.
Lama Ana kecil berteriak tapi belum juga merasakan sakit,Ana kecil pun membuka matanya dan melihat seorang Anak laki2 berusia 10 yang mengendongnya.
anak laki2 itu adalah Arian Yang berusia 10 tahun,Arian menurunkan Ana dari gendongannya.Lama Ana menatap Arian tiba2 sebuah kata keluar dari bibir mungilnya membuat Arian pergi meninggalkannya.
"Kakak tampan sekali,Terima kasih karna susa menyelamatkan Ana"ucap Ana kecil sambil tersenyum.
Arian hanya mengabaikan itu,kemudian berbalik pergi meninggalkan Ana yang berlari kecil untuk mengejarnya.Tapi apalah daya,kaki Ana yang begitu pendek membuat Dia tidak bisa menyusul Arian dengan langkahnya yang cukup cepat.
__ADS_1
Di dalam Rumah,Young dan Liyana sedang bersenda gurau dengan Ryung dan Naina.
"Oh iya,Naina.putramu mana,apa dia sudah berangkat ke Negara S...?"tanya Liyana pada Naina.
"Dia belum berangkat,Besok baru dia berangkat ke Negara S"ucap Naina sedikit tidak rela jika putranya pergi meninggalkannya.
Tiba2 terdengar suara teriakan Ana kecil yang sedang berlari kecil dan segera memeluk Ibunya saat sudah berada di dekatnya.
"Kamu kenapa sayang..?"tanya Liyana pada putri kecilnya.
"Tadi Ana hampir jatuh dari pohon,Ibu."ucap Ana kecil membuat semua orang di sana terkejut.
"Apa. kamu baik2 aja kan sayang,mana yang sakit"ucap Liyana sangat khawatir.
"Ana tidak apa2,Ibu.Tadi ada kakak tampan yang menolong Ana"ucap Ana dengan senyum di wajahnya.
"Kakak tampan"ucap Liyana sedikit bingung.
"Iya sangat tampan,seperti...."ucap Ana kecil melihat sekeliling hingga pandangannya terhenti pada Arian yang baru turun dari lantai atas.
"Itu....,kakak Tampan"teriak Ana kecil menghampiri Arian yang baru saja menginjakan kakinya di lantai dasar.
"Halo kakak tampan"sapa Ana kecil dengan antusias.
Arian yang melihat hal itu hanya berwajah datar dan menatap Dingin Ana.
"Ana sayang,apa yang kamu katakan sayang,"ucap Liyana saat sudah berada di dekat Ana di ikuti oleh Young,Ryung dan Naina yang juga mendekat pada kedua anak kecil itu.
"Ibu ini adalah kakak Tampan yang menolong Ana tadi"ucap Ana membuat Liyana menatap Arian.
"Terima kasih,karna sudah menyelamatkan Ana Kami"ucap Liyana sambil tersenyum.
Arian hanya menatap datar,Hingga perkataan Ana membuatnya terkejut dan menatap Ana.
"Kakak tampan,Mau kah kakak tampan menikah dengan Ana"ucap Ana kecil dengan senyum di wajahnya.
Perkataan Ana membuat semua orang menatapnya,bahkan Arian yang tadinya berwajah datar berubah jadi terkejut karna perkataan Ana.
"Sayang kamu bilang apa..?"tanya Liyana mencoba memastikan perkataan putri kecilnya itu.
"Ana mau menikah dengan kakak tampan,Ibu.Karna kakak tampan sudah menyelamatkan Ana"ucap Ana dengan senyum yang tidak lepas dari wajah imutnya.
Tiba2 Arian berbicara membuat kedua orang Tuanya menatapnya tidak percaya.
"Kalau begitu cepatlah besar"ucap Arian kemudian berbalik dan pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang mematung.
Ana yang mendengar hal itu,tersenyum kemudian berkata seperti orang dewasa.
"Baiklah,Ana akan cepat besar dan menikah dengan kakak tampan"ucap Ana kecil dengan antusias.
Tampa ada yang menyadari,Arian tersenyum mendengar perkataan Ana padanya.
"Akan ku tunggu kau dewasa"ucap Arian hanya dia yang mendengarnya.
Mulai dari hari itu,Arian terus memantau pertumbuhan Ana meski dia Ada di Negara S untuk sekolah militer bersama kakeknya ayah dati ibunya.
Flashback Off
-
-
-
HAPPY READING ALL
SEMOGA SUKA
JANGAN LUPA LIKE
__ADS_1