
Fania dan Ana hanya mengelengkan kepalanya,melihat Carlson dan Arian yang tidak henti2nya menertawai Rafael.
Fania pun berbicara membuat semua orang diam dan turut mendengarkan.
"Kalau aku tidak Salah,usia kandunganmu baru 1 bulan lebih ya Ana,Dr.Rien yang hari itu memeriksamu bilang kalau kau mengandung Anak kembar Ya..?"ucap Fania yang di angguki Ana.
"dia bilang masih perkiraannya,untuk memastikannya katanya aku harus pergi lagi ke rumah sakit saat usia kandungan aku udah 12 minggu"ucap Ana yang membuat Fania mengangguk.
"kamu udah kasih tau orang tuamu soal berita kehamilanmu ini"ucap Fania membuat Ana menatap Arian.
"Kami belum memberi tahu mereka,kami akan memberi mereka kejutan saat hari itu tiba"ucap Arian sambil menatap Fania.
"hari itu...,maksudnya...?"ucap Fania bingung.
"Aku rasa tinggal beberapa hari lagi"ucap Carlson dengan senyum di wajahnya.
"Iya tinggal beberapa hari lagi"ucap Arian membuat Fania semakin bingung sedang Rafael hanya terdiam.
Fania masih belum mengerti apa yang Carlson dan Arian bicarakan,Fania pun hanya menghembuskan nafasnya menyerah dengan teka teki yang di lakukan oleh Arian dan Carlson.
"Sepertinya semenjak kau hamil,Arian jadi semakin perhatian ya"ucap Fania membuat Pipi Ana merah.
Fania yang melihat itu,tersenyum dan kemudian kembali mengoda Ana.
"Sepertinya begitu ya"ucap Fania membuat Ana tidak bisa berkata kata dan memilih menyembunyikan wajahnya di dada bidang Arian.
Arian mengelus kepala Ana yang membenamkan wajahnya di dadanya,Rafael yang melihat hal itu hanya mampu membuang arah pandangnya ke tempat lain.
Fania tersenyum melihat tingkah laku Ana yang malu2,kemudian Fania menatap Carlson yang juga menatapnya.
"Apa kau juga akan seperti itu saat kita sudah menikah nanti"ucap Fania pada Carlson.
"Tentu saja,bahkan aku bisa membuat lebih banyak Dari pada Arian"ucap Carlson menggoda Fania.
Fania yang mendengar hal itu menjadi gugup sendiri dan bahkan wajahnya mulai memerah.
"Apaan sih"ucap Fania malu2 sambil memalingkan pandangannya.
"kalau Arian bisa bikin 2,aku juga bisa kok, mungkin 3 juga bisa"ucap Carlson semakin mengoda Fania.
Fania yang mendengar hal itu,terus berusaha untuk memalingkan wajahnya dari Carlson.
Rafael yang mendengar hal itu,turut berbicara membuat 2 orang pria itu menatapnya tajam.
"kalau gue buntingin Sarah,mungkin gue juga bisa nikahin dia"ucap Rafael membuat Arian dan Carlson menatapnya tajam,sementara Ana dan Fania diam membeku mendengar Ucapan Rafael.
__ADS_1
"Kalau kau berani melakukan itu,akan ku pastikan kau tidak akan bisa berdiri lagi El"ucap Arian penuh penekanan di setiap kata2nya membuat Rafael menelan salivanya dengan susah payah.
"kalau kau berani melakukan itu,Maka aku akan memotong milikmu itu hingga kau tidak bisa lagi melakukannya dengan wanita lain"ucap Carlson sambil menatap Rafael tajam membuat Rafael bergidik ngeri.
"Idih kejam amat dah"ucap Rafael memeluk erat bantal sofa di dadanya.
mereka terus berbincang dan menasihati Rafael agar tidak melakukan hal2 yang akan membuatnya menderita.Tampa terasa hari sudah sore,Carlson dan Fania pun memutuskan untuk pulang setelah tadi sempat makan siang bersama di apartemen Arian.
Sekarang tinggal Rafael yang seperti malas untuk bergerak dari tempat duduknya.
"kak Rafael ngga pulang"ucap Ana yang kini duduk di sofa setelah dari dapur untuk mengambil buah tapi Arian mencegahnya dan memintanya untuk duduk di sofa Saja dan dia yang akan membawa buahnya nanti.
"Aku nginap di sini ya kakak Ipar,"ucap Rafael.
Saat Ana ingin menjawabnya,Arian sudah berbicara.
"Tidak2,kau kan punya apartemen sendiri,kalau kau nginap di sini,bisa2 aku dan Ana tidak bisa berduan"ucap Arian yang berjalan dari dapur sambil membawa sepiring buah yang sudah di potong2 dan kemudian duduk di samping Ana.
"Pelit amat dah lo,lo kan bisa berduaan di kamar,gue lagi malas pulang ini"ucap Rafael.
"tidak,Gue ngga bisa leluasa kalau kau ada di sini"ucap Arian membuat Rafael mau tidak mau harus memohon pada Ana.
"Kakak ipar...,boleh ya"ucap Rafael dengan wajah yang di buat seimut mungkin.
Arian yang melihat Hal itu membelalakkan matanya dan melihat Ana yang menatap Rafael sambil memakan Buah apel yang sudah di potong2 oleh Arian.
"Boleh kok,lagi pula di sini masih Ada satu kamar yang kosong"ucap Ana membuat Rafael tersenyum penuh kemenangan.
Arian yang mendengar hal itu,menepuk jidatnya membuat sang istri menatapnya penuh tanda tanya.
"Kak Arian kenapa....?"ucap Ana sambil menatap Arian yang seperti lesuh seketika.
Arian mengelengkan kepalanya dan memakan sisa apel di tangan Ana yang sudah di gigit oleh Ana,membuat Ana menatap Arian tajam.
Ana mengambil piring buah di pangkuan Arian,Lalu membawanya di pangkuannya.Saat Arian ingin mengambil buah lagi untuk meredakan rasa dongkolnya pada Rafael,Ana menepis tangan Arian membuat Arian menatapnya bingung.
"Ngga boleh,Ini punya Aku kak Arian ngga boleh ngambil lagi"ucap Ana kemudian memasuki Kamar dengan sepiring apel di tangannya.
Rafael yang melihat kejadian di depannya,berusaha untuk menahan tawanya.
Arian menatap Tajam pada Rafael membuat Rafael tertawa seketika.
"hahahahaha..."tawa Rafael membuat Arian melemparkan bantal sofa padanya dan dengan sigap di tangkap oleh Rafael.
"Lo bisa nginap di sini,tapi lo harus masak buat makan malam nanti"ucap Arian sambil menyandarkan punggungnya di sofa.
__ADS_1
"Oke,itu mah ngampang"ucap Rafael sambil menjentikkan jari2nya.
Setelah mengucapkan itu,Rafael kembali terdiam membuat Arian menatapnya penuh prihatin.Arian pun menghembuskan nafasnya.
"aku akan membantumu untuk mendapatkan Sarah"ucap Arian membuat Rafael menatapnya.
"serius kau mau membantuku..?"ucap Rafael dan Arian pun menganguk.
Melihat hal itu,Rafael pun berdiri dari tempat duduknya dan langsung menghampiri Arian lalu memeluknya dari samping dengan sangat erat.
"Makasih kakak"ucap Rafael sambil memeluk Arian dengan Erat.
"Kambi*g,lepasin woy"ucap Arian dan Rafael pun melepaskannya dan seketika Arian berpindah ke sofa yang lain.
"Kenapa sih gue kan cuma peluk"ucap Rafael bingung dengan tingkah Arian.
"jangan peluk2 peak,Gue masih normal"ucap Arian membuat Rafael terkejut.
"lah siapa juga yang bilang lo ngga normal,gue kan cuma peluk karna lo mau bantuin gue"ucap Rafael berusaha untuk mendekati Arian dan ingin memeluknya lagi.
"Lo peluk gue lagi,gue ngga bakalan bantuin lo"ucap Arian membuat Rafael menghentikan langkahnya dan menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.
"Baru juga di peluk"ucap Rafael membuat Arian membelalakkan matanya dan menatap Rafael tajam.
"Aku ingin memintamu melakukan sesuatu"ucap Arian membuat Rafael menatapnya.
"Apa..?"ucap Rafael.
Arian menatap pintu kamarnya yang tertutup rapat,lalu kemudian kembali menatap Rafael serius.Rafael yang melihat hal itu mengerti,kalau yang ingin di bahas oleh Arian adalah hal penting,Rafael pun mengeserkan badannya dan mencapai ujung sofa dekat Sofa yang di duduki oleh Arian dan mulai mendekatkan telinganya.
"Aku ingin kau yang pergi ke markas Beruang ganas dan menghancurkan mereka tepat di hari pernikahan Melinda Mo,kalau perlu ledakkan tempat itu setelah kau membunuh semua orang di sana.Aku juga akan meminta Carlson untuk membantumu melakukannya jika kau tidak bisa sendiri"ucap Arian dengan wajah dingin.
Rafael yang mendengar hal itu tersenyum.
"Kakak Tenang saja,tampa Carlson pun aku bisa melakukannya dan juga,Aku hanya perlu 50 orang untuk mengikutiku untuk menghancurkan Markas mereka,Aku ingin bersenang senang dengan mereka"ucap Rafael dengan senyum iblis di bibirnya.
"Aku harus membuat mereka seperti apa,perlu di cincang atau di potong hingga berkeping keping..?"ucap Rafael begitu menantikan hari di mana dia akan menghancurkan markas beruang ganas dan menghabisi semua orang di dalamnya.
"Terserah mau kau apakan dan juga,mereka kira2 berjumlah 1000 atau lebih,jadi ku harap kau menyelesaikannya dengan cepat"ucap Arian masih dengan wajah tampa ekpresi dan hawa dingin menyelimuti dirinya.
"baiklah,aku sudah putuskan aku akan memotong mereka berkeping keping jadi,pinjamkan aku barang itu ya"ucap Rafael antusias.
Belum sempat Arian menjawab,Suara Ana menyadarkan mereka berdua.
"Kak Arian"ucap Ana yang sudah berada di dekat sofa di depan mereka.
__ADS_1
DEG
JANGAN LUPA LIKENYA.