
Mereka semua terkejut mendengar perkataan Rafael dan kini mereka menatap Rafael penuh dengan tanda tanya.Rafael kembali berbicara membuat mereka semakin terkejut.
"Ngga usah tunangan,Mi.lansung aja nikah"ucap Rafael membuat kedua orang tuanya menatapnya tidak percaya.
Sedang Sarah dan orang tuanya yang mendengar hal itu terkejut.
"Maksud kamu apa.El...?"tanya Navira pada Rafael.
"Ngga usah tunangan,Mi.Rafael maunya langsung nikah aja"ucap Rafael semakin membuat Navira terkejut sedang Irkan mematung tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh putranya itu.
"Kamu serius..?"tanya Navira lagi pada putranya itu.
Bagaimana Navira tidak bertanya pada Rafael tentang pekataannya karna yang Navira tau,Rafael sangat tidak ingin serius pada wanita apa lagi langsung mau menikah bukan kayak Rafael aja.
"Rafael serius,Mi.masa bohong"ucap Rafael membuat Navira tersenyum bahagia.
Orang tua Sarah tersenyum mendengar hal itu,Begitu pun dengan Sarah yang tersenyum sambil menundukkan kepalanya.
"paman,bibi apa aku boleh membawa calon istriku ini jalan2"ucap Rafael pada kedua orang tua Sarah.
Sarah yang mendengar hal itu mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk kini menatap Rafael yang juga menatapnya.
"Boleh,kenapa tidak"ucap Tuan Fang dan istrinya yang tersenyum tanda setuju.
Rafael berdiri dari duduknya dan kemudian berjalan ke samping Sarah kemudian mengulurkan tangannya.
Sarah melihat orang tua Rafael yang tersenyum padanya kemudian mengangguk tanda di beri ijin.
Sarah pun menerima uluran tangan Rafael dan kemudian berdiri berniat untuk pergi.
"Kalian pergi lah jalan2,biar urusan buat pernikahan kalian akan kami bicaran jadi,bersenang - senanglah"ucap Navira dan Rafael pun pergi sambil bergandeng tangan dengan Sarah.
Di tengah perjalanan mereka ke parkiran,Rafael tidak henti2nya mengumpat pada Arian.
'Kamb**g,kamp**t,Sia**n Lo Arian,ngga bilangin gue kalau orang yang di jodohin ama Satah ternyata gue,emang teman kamp**t.gue doain keselek Air kalau nanti lo minum,Ran'umpat Rafael dalam hati yang di tujukan untuk Arian.
mereka tiba di parkiran di depan mobil Rafael,dengan sigap Rafael membukakan pintu di samping kemudi pada Sarah.Sarah kemudian masuk sambil tersenyum pada Rafael membuat hati Rafael semakin berbunga - bunga bak taman bunga.
Rafael segera masuk dan kemudian menyalakan mobilnya dan menjalankannya menuju ke suatu tempat yaitu apartemennya.
Tidak ada yang berbicara hanya ada keheningan hingga tiba2 Sarah meminta maaf pada Rafael.
"Maaf,aku minta maaf"ucap Sarah membuat Rafael menatapnya sekilas kemudian kembali fokus pada jalanan dan tersenyum
"Untuk apa minta maaf,harusnya aku yang minta maaf karna tadi pas di mall akunya tidak sopan,maaf ya Sayang"ucap Rafael kemudian mengenggam Tangan Sarah dan mengecup punggung tangan calon istrinya itu.
Sarah mengangguk membuat Rafael tersenyum.tidak lama kemudian mereka tiba di apartemen Rafael bangunan yang terlihat sederhana di luar tapi tidak di dalam.
__ADS_1
Sarah keluar dari mobil saat Rafael membukakannya pintu kemudian Sarah memperhatikan bangunan yang berdiri di hadapannya.bangunan yang terdiri dari lima tingkat.
"kok ke sini...?"tanya Sarah membuat Rafael tersenyum
"Ini apartemen aku,sayang.Aku bawa kamu ke sini biar tiap hari ada yang datang buat masakin aku makanan dan juga bangunin aku pagi2,"ucap Rafael membuat wajah Sarah memerah seketika karna malu.
Rafael menarik tangan Sarah lembut kemudian berjalan menuju lift.mereka berdua memasuki lift dan tidak lama mereka pun tiba di lantai 3.
pintu terbuka dan mereka pun berjalan menuju ke pintu apartemen milik Rafael.
"Kok sepi ya.tetangga kamu mana,Yang"ucap Sarah pada Rafael yang kini mereka sudah sampai di depan pintu apartemen Rafael.
Rafael terdiam sejenak mendengar perkataan Sarah dan kemudian dia tertawa membuat Sarah sedikit bingung kenapa Rafael tertawa padahal tidak ada yang lucu.
"Hahaha"tawa Rafael sambil menatap Sarah yang juga menatapnya.
"Kok ketawa sih,aku kan cuma nanya,emang ada yang lucu..?"tanya Sarah membuat Rafael seketika berhenti tertawa.
"Ngga ada tetangga,Sayang."ucap Rafael kemudian membuka pintu dan mempersilahkan Sarah masuk.
"kok bisa ngga ada tetangga sih,"ucap Sarah saat sudah memasuki Apartemen Rafael yang ternyata di dalam sangat2 luas berbeda dengan apartemen Arian yang dia tempati saat Ana belum mengetahui jati dirinya.
"Karna bangunan ini milik kami bertiga"ucap Rafael membuat Sarah mengernyitkan Alisnya tanda tidak mengerti.
Rafael yang melihat Sarah tau,kalau Sarah tidak mengerti dengan ucapannya.Rafael pun menarik Sarah hingga terduduk di sofa di sampingnya.
"kami membeli bangunan apartemen ini bersama jadi milik kami bertiga,bukan cuma di sini,ada juga di beberapa Negara tapi cuma 1 ngga kayak di sini yang 3,Kalau Arian mau tinggal di sini,apartemen dia di lantai paling Atas dan kalau Carlson di lantai 4."ucap Rafael membuat Sarah hanya bisa mengangguk mengerti.
Sarah kemudian berdiri membuat Rafael menatapnya.
"Kenapa...?"ucap Rafael karna tiba2 Sarah berdiri dari duduknya.
"Kotak p3knya mana...?"ucap Sarah dan Rafael pun menunjuk ke arah meja yang memiliki laci di belakang sofa tempatnya duduk.
"Ada di dalam laci di meja di laci sebelah kiri"ucap Rafael dan Sarah pun berjalan dan membuka laci kemudian mengambil kotak p3k.
Sarah berjalan ke meja di depan sofa tempat Rafael duduk kemudian pergi ke Arah dapur.
tidak lama kemudian Sarah datang dengan mangkuk yang berisi Air dan juga handuk bersih.
Sarah kemudian menaruh mangkuk yang berisi air di atas meja,kemudian membersihkan wajah Rafael dengam handuk yang sudah dia celupkan dengan air di mangkuk dan memerasnya.
"iiish"ringis Rafael saat handuk basah itu mengenai ujung bibirnya yang sedikit robek.
"Sakit"ucap Sarah yang begitu khawatir.
Rafael mengelengkan kepalanya kemudian menyentuh pipi Sarah.
__ADS_1
"Ngga sakit kok"ucap Rafael sambil tersenyum.
tidak lama kemudian,Sarah sudah selesai mengobati lebam di pipi Rafael dan juga sudut bibirnya yang sedikit robek.
Sarah kemudian berdiri dan membawa mangkuk yang berisi air itu kembali ke dapur.Sarah kembali dan sekarang mengambil kotak p3k dan menaruhnya kembali ke tempatnya.
Sarah kembali duduk dan kemudian menatap Rafael yang fokus pada tv yang baru saja di nyalakan di ruang tamu itu.
"Aku mau nanya boleh...?"ucap Sarah membuat Rafael menatapnya.
"Apa,sayang..."ucap Rafael lembut kemudian membelai rambut Sarah.
"Arian adalah tuan muda dari keluarga Li,kamu tuan muda dari keluarga Sang,terus Carlson siapa...?"tanya Sarah membuat Rafael tersenyum kecil karna ternyata Sarah juga polos kayak kakak iparnya yaitu Ana.
"Aku tuan muda dari keluarga Sang,Arian tuan muda dari keluarga Li,tentu saja Carlson tuan muda dari keluarga Sia,sayang"ucap Rafael membuat Sarah membulatkan matanya.
"Serius,apa kak Fania udah tau soal ini..?"tanya Sarah lagi.
"Dia udah tau,pas dia jadi dokter di pangkalan militer di negara S tempat aku,Arian dan Carlson tugas dan di situlah cinta mereka di mulai"ucap Rafael sambil mengingat betapa jahilnya dia dulu selalu menganggu Acara kencan Carlson dengan Fania dengan berbagai ke usilannya.
"Aku boleh minta sesuatu dari kamu ngga."ucap Sarah membuat Rafael tersadar dari lamunannya yang mengingat kejahilannya pada Carlson.
"apa,..?"tanya Rafael.
"bisakah kamu berjanji kalau kamu tidak akan menduakan aku dan akan setia sampai mau memisahkan"ucap Sarah mengacungkan jari kelingkingnya membuat Rafael terdiam kemudian tersenyum.
"Aku berjanji,bahkan jika ada badai besar pun akan aku lewati untuk bisa bertemu dengan kamu"ucap Rafael kemudian mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Sarah.
Sarah kemudian memeluk Rafael dan Rafael pun memeluk Sarah dan mencium puncuk kepala Calon istrinya itu.
Sejauh mana pun kita melangkah kita tidak akan bisa menghindari takdir,Kemana pun kita menghindar kita tidak akan pernah bisa lari dari takdir,orang yang mungkin kita cintai belum tentu mencintai kita dan orang yang menurut kita baik belum tentu yang terbaik untuk kita.
-
-
-
-
-
HAPPY READING ALL
SEMOGA SUKA
JANGAN LUPA LIKE
__ADS_1