BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
SARAH NGAMBEK


__ADS_3

Ckiit


Rafael mengerem mobilnya secara tiba2 membuat Arian menatapnya tajam.


"kau serius..??"tanya Rafael pada Arian yang menatapnya dingin.


"Jika kau melakukan hal seperti ini lain kali,akan ku pastikan kau pergi ke tempat yang sangat jauh."ucap Arian dengan nada dinginnya.


Bukannya takut,Rafael malah kembali bertanya membuat Arian harus menjawab pertanyaan Rafael.


"Kau serius..?,apa jangan2 yang tadi itu..."ucap Rafael mengingat para pembunuh yang di habisi oleh Arian.


"Dia yang mengirim para pembunuh itu,orang tua sia**n itu memang mau mati,maka aku akan mengabulkannya."ucap Arian yang kini menatap lurus ke depan.


"Sia**n,Dia bahkan mencoba membunuhmu sebanyak 2 kali dengan waktu itu,benar2 tidak bisa di ampuni."ucap Rafael yang sudah megepalakan tangannya.


"Kita bahkan sudah tidak memiliki hubungan dengan militer,apa yang dia inginkan..?,jangan2 dia ingin balas dendam padamu gara2 mempermalukannya hari itu"ucap Rafael sambil mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.


"Bisakah kau menjalankan mobilnya,Aku ingin pulang dan bertemu dengan istriku."ucap Arian dengan wajah datarnya membuat Rafael tersadar dari lamunannya.


Rafael memutar bola matanya malas dan segera menyalakan mobilnya dan melaju dengan cepat ke kediaman keluarga Li.


Akhirnya mereka tiba di kediaman Ryung,Rafael segera memarkirkan mobilnya di depan rumah dan kemudian keluar dari mobil setelah Arian keluar dari mobil.


Arian dan Rafael berjalan memasuki rumah dan mendapati rumah yang dalam keadaan sunyi.Arian dan Rafael saling memandang 1 sama lain hingga tiba2 terdengar suara dari ruang makan.


Mereka berdua berjalan memasuki ruang makan dan di dapatnya Naina dan 3 orang wanita hamil yang sedang menikmati makan siang mereka dengan suasana yang begitu ramai bak pasar.


"Sayang..."ucap Rafael membuat 4 wanita itu menatapnya.


"Kok kamu bisa di sini sih,katanya mau pergi kerja."ucap Sarah saat melihat Rafael dan Arian yang berdiri di dekat meja makan.


Arian menghampiri Ana dan duduk di sebelahnya sedang Rafael juga duduk di samping Sarah,membuat Fania menatap kedua pria itu datar.


"Kok makannya dikit sih,sayang.makan yang banyak biar mereka sehat"ucap Arian mengambil sendok di piring Ana dan kemudian menyuapi Ana.


Ana memakan makanan yang di suapi oleh suaminya dengan lahap dan juga dengan senyum di wajahnya.Rafael yang melihat hal itu,juga mengambil sendok yang di pengang Sarah dan ingin menyuapi istrinya itu tapi...,Sarah sudah menatap Rafael tajam membuat Rafael menaruh sendok itu di piring.


"Tumben cepat pulang,Arian."ucap Naina membuka suara karna mendadak semua orang diam.


"Lagi mau pulang,Ma."ucap Arian sambil menyuapi istrinya.


"emang pekerjaan kakak udah selesai..?"tanya Ana dengan mulut yang masih mengunyah.


"hari ini ada masalah,jadi aku pulang cepat,sayang"ucap Arian dan Ana pun mengangguk mengerti.


"Ehem"deheman Sarah dan Fania membuat Arian dan Ana menatap mereka bahkan Rafael pun menatap istrinya bingung.


"Kamu kenapa,yang.tenggorokan kamu sakit"ucap Rafael pada istrinya itu.


Sarah yang mendengar hal itu hanya bisa mengeleng tidak percaya,betapa polosnya suaminya itu.


"tenggorokan aku ngga sakit,cuma tangan aku aja yang sakit pengen banget mukul orang"ucap Sarah cuek sambil membuang muka dari suaminya.


Rafael menghembuskan nafasnya dia tidak tau kapan sang istri akan memaafkannya.

__ADS_1


"Sayang,jangan dengarkan apa yang di ucapkan oleh Zen,"ucap Rafael memelas pada Sarah.


Kini sepasang suami istri itu menjadi pusat perhatian oleh Naina,Fania,Ana dan Arian.


"Tapi benarkan sebelum kamu kenal sama aku,kamu suka dekat2 sama banyak cewek"ucap Sarah membuat Rafael mengusap wajahnya kasar.


Rafael menatap Arian yang juga menatapnya dengan tatapan seolah - olah bertanya.


"kamu kenapa,Sa...?"tanya Ana yang memang sudah kelewat kepo.


Sarah menghembuskan nafasnya,lalu menatap Ana dan kemudian berbicara.


"Kamu ngga tau sih,Na."ucap Sarah sambil menghembuskan nafasnya dan kemudian menceritakan yang terjadi beberapa hari yang lalu.


Flashback On.


Sarah sedang duduk di sofa di ruang tamu di apartemen Rafael yaitu tempat tinggalnya sekarang.


"Sayang,mau makan apa lagi...?"tanya Rafael pada Sarah.


Hari ini Rafael tidak masuk kantor lantaran ingin menemani istrinya dan juga mengambilkan semua yang di inginkannya.


"Mau makan pizza."ucap Sarah dan Rafael pun mengangguk dan mengetik nomor di ponselnya lalu menelfonnya.


Saat Rafael sudah memesan pizza,Rafael pun berjalan berniat untuk duduk di samping Sarah,saat Rafael ingin duduk,tiba2 Sarah berbicara membuat Rafael menatap bingung istrinya itu.


"Kamu udah mandi kan,sayang"ucap Sarah mengipas wajahnya dengan tangan.


"Udah kok,Yang"ucap Rafael mengendus tubuhnya sendiri yang masih ada bau farfum.


"Kamu bau tau,pergi mandi lagi sana," ucap Sarah sedikit menjauh dari Rafael.


"Kalau ngga pergi mandi,jangan dekat2 sama aku"ucap Sarah membuat Rafael menghembuskan nafasnya dan masuk ke dalam kamar untuk segera mandi.


15 menit kemudian.


Rafael keluar dengan rambut yang basah dan memakai kaos lengan pendek berwarna putih beserta celana pendek rumahan.


Rafael terkejut saat keluar dari kamar dan melihat Sarah sedang berbincang dengan seseorang yang tidak lain adalah Zen.


"Apa yang kau lakukan di sini,Zen..?"tanya Rafael saat sudah berada di dekat sofa yang di duduki oleh sang Istri.


"Kak Rafael,aku hanya datang untuk mengantarkan berkas"ucap Zen pada Rafael yang sudah duduk di sofa tunggal di samping sofa yang di duduki oleh Sarah.


Rafael mengangguk mengerti dan kemudian mengambil berkas yang ada di atas meja.


Rafael melihat isi dari berkas2 yang di bawa oleh Zen,saat Rafael tengah fokus pada berkas,tiba2 Zen berbicara membuat Rafael menatap Zen tajam.


"Oh iya,kak.Yunia man......"ucap Zen yang terpotong karna sudah di tatap tajam oleh Rafael membuat Zen bungkam seketika.


"Kok ngga di terusin,"ucap Sarah yang mulai merasa ada yang ganjal antara suaminya dan Zen.


"Ngga apa2 kok,Yang"ucap Rafael dengan tersenyum kikuk sedang Zen hanya bisa menunduk.


"Aku ngga tanya sama kamu,aku tanya sama Zen.Kok ngga di lanjutin Zen,siapa Yunia...??"ucap Sarah yang mulai mengintrogasi kedua pria di hadapannya.

__ADS_1


"Bukan siapa2...."ucap Rafael yang terpotong karna Sarah sudah menatapnya tajam.


"Zen,jawab...,jangan cuma diam"ucap Sarah membuat Zen mau tidak mau mengangkat kepalanya dan menatap Rafael yang menatapnya seperti mengatakan bahwa kau tidak boleh mengatakannya.


"Jawab..."ucap Sarah tegas.


"Yunia itu....,mantan pacar Kak Rafael,"ucap Zen membuat Rafael serasa ingin mengubur dirinya sekarang juga.


sedang Sarah yang mendengar hal itu,membelalakkan matanya dan wajahnya sekarang berubah menjadi marah.


"Terus Yunia itu kenapa..,"ucap Sarah lagi2 membuat Zen menatap Rafael yang hanya bisa memejamkan matanya.


"Dia bilang mau ketemu sama Kak Rafael"ucap Zen membuat Sarah berdiri dari duduknya membuat kedua pria itu menatapnya.


"Nanti malam jangan tidur di dalam kamar sama aku,kamu tidur di kamar tamu,"ucap Sarah kemudian berjalan ke pintu kamarnya.


"Kamu bau"ucap Sarah lagi saat sudah berada di depan pintu kamar dan kemudian membukanya dna masuk.


BRAK


Sarah menutup pintu dengan keras membuat kedua pria itu tersentak.


"Kak,sepetinya di kantor lagi ada masalah,aku pergi dulu"ucap Zen tiba2 berdiri dan segera berlari ke arah pintu keluar membuat Rafael mematung di tempatnya dan....


"Zen Kamp**t"umpat Rafael pada Zen yang sudah keluar dari apartemennya.


Rafael berjalan mendekati pintu kamarnya dan kemudian mengetuknya pelan.


Tok...tok...tok.


"Sayang,buka pintunya dong,jangan dengerin si Zen itu,dia mah gitu emang"ucap Rafael membujuk Sarah.


"Aku ngga mau dekat2 sama kamu,kamu bau tau ngga,bikin aku mau muntah dan lagi urus mantanmu itu,kalau belum selesai jangan harap bisa tidur sama aku"teriak Sarah dari dalam kamar.


Rafael menghembuskan nafasnya dan memijit kepalanya yang sedikit pusing akibat ulah dari Zen.


'Zen sia**n,'umpat Rafael dalam hati.


Selama 3 hari itu,Rafael tidur di kamar tamu karna Sarah yang tidak suka akan aroma tubuh Rafael yang membuatnya mual dan juga masalah mantan Rafael yang belum selesai.


Flashback Off.


-


-


-


-


-


HAPPY READYNG ALL


SEMOGA SUKA

__ADS_1


MAAF JIKA EPISODE KALI INI AGAK MEMBOSANKAN YA.


JANGAN LUPA LIKE


__ADS_2