BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
KOTA B


__ADS_3

Ana terdiam membuat Arian sedikit tidak enak untuk meninggalkan Ana.tiba2 Ana mengangkat kepalanya dan tersenyum pada Arian.


"Kak Arian mau ke kota B besok,...?"tanya Ana dan Arian pun mengangguk.


"Ya udah,kakak siap2 gih,"ucap Ana lagi dengan senyum di wajahnya.


Arian yang melihat hal itu,tau jika Ana sedang memaksa untuk tersenyum padanya.


"Maaf,ini yang terakhir,aku tidak akan pergi jauh lagi setelah ini,aku janji akan pulang saat urusannya sudah selesai,aku janji"ucap Arian memengang tangan istrinya itu.


Ana mengangguk mengerti membuat Arian tersenyum kecil.


'Aku janji,ini yang terakhir aku pergi jauh dari kamu,kalau saja orang sia**n itu tidak memintanya aku pasti tidak akan pergi,maaf aku harus meninggalkanmu di saat2 seperti ini'ucap Arian dalam hati.


Pukul 7 malam di kediaman Ryung.


Saat ini Arian dan Ana sedang makan malam bersama dengan Ryung dan Naina.


Lama hening Arian pun berbicara membuat Ryung dan Naina menatapnya.


"Ma,Pa..."ucap Arian membuat kedua orang tuanya menatapnya.


"Besok aku akan pergi ke kota B untuk perjalanan bisnis"ucap Arian membuat Ryung mengernyitkan alisnya.


"Bukankah itu beberapa hari lagi,kenapa cepat sekali"ucap Ryung heran karna yang dia tau soal pertemuan dengan pemilik perusahaan di kota B dengan perusahaannya masih beberapa hari lagi.


"ini perusahaan Arian,Pa.soal perusahaan papa,papa saja yang pergi"ucap Arian membuat Ryung terdiam.


"Tapi kan....."ucap Ryung yang terpotong karna Arian sudah menatapnya tajam.


Arian memberi isyarat pada Papanya untuk melihat Ana yang hanya terdiam,Ryung yang melihat hal itu mengerti dan kemudian mengangguk.


"Baiklah,selesaikan pekerjaanmu di sana dengan cepat"ucap Ryung menghembuskan nafasnya.


kalau bukan karna Ana,Ryung tidak akan mengalah.tapi karna menantunya itu yang terlihat sedih jadi dia pun mengiyakan perkataan putranya itu.


"Oh iya,Ma.aku ingin kamarku dan Ana di pindahkan ke lantai dasar,aku takut jika terjadi sesuatu pada Ana saat aku tidak ada dan juga karna Ana pasti lelah harus naik turun tangga"ucap Arian dan Naina pun mengangguk mengerti.


"Kau tenang saja,Mama akan menjaga menantu mama dengan baik"ucap Naina membuat Ana tersenyum kecil.


Mereka pun makan dengan sedikit bergurau agar Ana tertawa.selesai makan,Arian naik ke kamarnya untuk berkemas,meski hanya beberapa hari,Arian harus membawa baju,karna dia orang yang tidak ingin repot jika harus membeli baju lagi di sana.


Selesai berkemas,Arian pun kembali ke lantai dasar.


Sementara itu di lantai dasar,Ana dan Naina beserta Ryung sedang berbincang - bincang.


"kamu tenang saja,Arian pasti pulang dengan cepat,dia tidak akan lama di sana"ucap Naina menyemangati menantunya itu.


"Iya,Ma.Ana ngerti kok,Kak Arian juga udah janji"ucap Ana dengan senyum di wajahnya.

__ADS_1


"Sayang,tidur yuk,"ucap Arian saat sudah berada di sofa di belakang ayahnya membuat Ryung sedikit terkejut bahkan sudah memengang dadanya.


"Kau itu,seperti hantu saja"ucap Ryung pada Arian.


Naina dan Ana yang mendengar hal itu tertawa,sedang Ryung jangan di tanya,dia benar2 ingin memukul putranya itu karna membuat dirinya di tertawakan oleh istri dan menantunya.


"Maaf,Pa.Arian sengaja"ucap Arian membuat Ryung membelalakkan matanya dan menatap putranya itu yang tertawa karna sudah mengerjainya.


"Anak nakal"ucap Ryung semakin membuat Naina dan Ana tertawa.


Arian mendekati Ana dan kemudian mengulurkan tangannya untuk membantu sang istri berdiri.


"Kami pergi tidur dulu,Ma,Pa."ucap Arian yang di balas anggukan kepala oleh kedua orang tuanya.


Arian memapah Ana berjalan ke kamar yang sudah di siapkan oleh Naina tadi,kamar di lantai dasar yang tidak terlalu jauh dari kamar milik papa dan mamanya.


Arian membuka pintu yang berwarna putih dan kemudian memapah sang istri untuk berbaring di tempat tidur.


Tidak lama setelah Ana membaringkan badannya dia pun terlelap,Arian yang melihat hal itu tersenyum kecil.


"Good night,My wife"ucap Arian kemudian mengecup puncuk kepala istrinya dan tertidur.


pukul 7.00 pagi


Arian terbangun dari tidurnya dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri.beberapa menit kemudian,Arian keluar dari kamar mandi dan mendapati Ana yang sudah terbangun dari tidurnya dan bersiap untuk turun dari tempat tidur.


Arian yang melihat hal itu,segera menghampiri Ana dan membantunya untuk turun dari tempat tidur.


Arian memapah Ana untuk masuk ke dalam kamar mandi dan menunggu hingga Ana selesai mengosok gigi dan mencuci mukanya.


Ana memandang Arian yang belum juga keluar padahal dia ingin mandi,Ana menatap Arian lama seperti memberi kode pada suaminya untuk keluar.


Arian yang mengerti isyarat sang istri,hanya tersenyum dan kemudian keluar.


Arian keluar dari kamar mandi dan segera memakai kemejanya.Tidak lama kemudian,Ana keluar dari kamar mandi memakai kimono mandinya.


Arian sudah rapi dengan penampilannya tinggal memakai jasnya saja,Arian melirik ke arah lintu kamar mandi yang terbuka dan mendapati istrinya yang memakai kimono mandi membuat Arian terdiam sejenak.


Entah mengapa melihat hal itu membuat Arian sedikit gerah,Arian segera mengalihkan pandangannya sebelum dia menerkam istrinya itu.


'Sadar,Arian.Ana lagi hamil tua,tunggu sampai 40 hari sudah lahiran,sabar'ucap Arian dalam hati menenangkan dirinya.


20 menit kemudian


Arian sudah siap dan Ana pun sudah memakai bajunya,kini mereka berada di depan rumah.mobil yang ingin di gunakan oleh Arian ke bandara sudah siap di depan rumah.


"Aku pergi dulu ya"ucap Arian mengecup kening istrinya.


"Hati2 di jalan"ucap Ana dan Arian pun mengangguk.

__ADS_1


"Aku pergi dulu,Ma.titip jagain Ana ya,Ma."ucap Arian dan Naina pun mengangguk.


Arian segera memasuki mobil dan bergegas ke bandara.


20 menit kemudian.


Arian tiba di bandara,Arian kemudian turun dari mobil di mana sudah ada Kimso yang mununggunya di sana,Kimso menghampiri Arian dan membungkuk pada Arian.


"Semua sudah siap,Jet pribadi sudah siap untuk berangkat,tinggal menunggu kakak saja"ucap Kimso pada Arian.


"Ayo.."ucap Arian kemudian berjalan dengan koper kecil yang di bawa oleh Kimso tempat pakaiannya.


3 jam kemudian.


Arian dan Kimso tiba di Kota B,Saat keluar dari bandara sudah ada mobil yang tersedia di sana.sebelum pergi,Kimso menelfon anggota Dragon Night yang berada di kota B untuk menjemput mereka di bandara.


Arian memasuki mobil di ikuti oleh Kimso yang duduk di samping kemudi.hampir 20 menit mereka naik mobil,akhirnya mereka tiba di hotel yang sudah di pesan oleh Kimso.


Kimso memesan 2 kamar VVIP untuknya dan Arian.mereka masuk mengunakan jalur khusus karna Arian yang tidak ingin di lihat oleh banyak orang.


Sesampainya Arian di kamarnya,dia merebahkan dirinya di atas tempat tidur yang berukuran king zise.Tidak lama setelah itu,Arian pun terlelap.


Pukul 7.00 malam di kota B.


Arian dan Kimso kini berada di restoran tempat pertemuan antara dirinya dan Warki Oldenio.mereka memesan ruangan khusus yang tersendiri,jadi tidak akan ada orang yang masuk kecuali mereka dan juga orang yang sudah membuat janji yaitu Warki Oldenio.


Tidak lama kemudian,seorang wanita masuk beserta asistennya yang juga seorang wanita.


Arian dan Kimso mengernyitkan alisnya mendapati yang masuk ke ruangan itu adalah seorang wanita bukan pria.


"Maaf membuat anda menunggu,Mr.A."ucap Wanita itu dengan nada mengodanya.


"Maaf,anda siapa..?"tanya Kimso yang mulai risih dengan penampilan wanita itu.


bagaimana tidak risih coba,wanita itu memakai baju yang terbuka sedikit di dada memperlihatkan belahan dadanya membuat Kimso menjadi risih.


"Ah maaf,namaku Werdina Oldenio,aku adalah wakil dari perusahaan Oldenio Group,tuan Oldenio tidak bisa hadir,jadi saya yang mengatikannya,dan wanita yang di belakang saya adalah asisten saya."ucap Werdina panjang lebar masih dengan nada mengodanya.


'Tidak aku sangka,ternyata pemilik dari H&G Group adalah pria yang begitu tampan,sangat tampan.sampai aku tidak bisa mengalihkan pandanganku darinya.'ucap Werdina dalam hati sambil menatap Arian yang hanya berwajah datar.


Werdina kemudian berjalan ke sofa dan kemudian duduk berhadapan dengan Arian dengan gaya duduknya yang begitu mengoda,ya mengoda bagi siapa saja,tapi tidak bagi Arian dan Kimso.


Kimso yang melihat hal itu seakan ingin muntah,entah mengapa,tapi dia benar2 tidak suka dengan wanita di hadapannya itu.


"Bisakah kalian meninggalkan kami berdua,"ucap Werdina membuat Kimso menatap Arian yang hanya berwajah datar.


Arian yang mendengar hal itu,memberikan isyarat pada Kimso untuk keluar,Kimso pun mengangguk dan keluar dari sana di ikuti oleh sekertaris Werdina.


Tidak lama setelah Kimso dan sekertarisnya keluar, Wardina berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Arian dan tiba2 duduk di pangkuan Arian membuat Arian mengernyitkan alisnya.

__ADS_1


"Halo tampan,Bagaimana jika menikmati malam ini bersama denganku"ucap Wardina sambil mengelus dada Arian dengan sensual.


__ADS_2