
Seseorang memukul Kevin hingga terjatuh ke lantai,semua pandangan mengarah pada orang itu yang tidak lain adalah Serkan tangan kanan Ryung Li.
Semua orang terkejut dengan sarkan yang tiba2 memukul Kevin padahal Kevin tidak mencari masalah dengannya.Tiba2 Liyana Dan Young datang menghampiri Ana dan Arian yang berdiri berdampingan sambil melihat Melinda yang membantu Kevin untuk berdiri.
"Ana,Arian.."Ucap Liyana saat dirinya sudah berada di hadapan Ana dan Arian.
Sarkan menatap Arian berniat untuk bicara tapi Arian memberikannya isyarat untuk tetap Diam.
"Kamu baik2 aja sayang...?,dan lagi apa yang terjadi di sini...?"tanya Liyana sedang Young hanya berdiri di sampingnya sambil terus menerus menatap Arian.
"Tidak apa2 Bu,tadi ada sedikit masalah"ucap Ana membuat semua orang di sana semakin terkejut.
Melinda yang mendengar hal itu mengernyitkan alisnya,kenapa Ana memanggil Nyonya Kim dengan sebutan Ibu.
"Nyonya dan Tuan Kim,selamat datang.."sapa Tuan Liu dan juga tuan Mo.
"Oh iya,hampir saja aku lupa,selamat untuk pernikahan putra dan putri kalian ya,dan perkenalkan ini Ana dia adalah putriku"ucap Liyana membuat semua orang terkejut bukan main,sedang Melinda membulatkan matanya tidak percaya.
Kevin yang mendengar hal itu terkejut,bagaimana bisa Ana hanya orang yang masuk ke universitas mengunakan beasiswa,bagaimana mungkin dia nona muda dari keluarga Kim.
"Oh iya,sayang ibu mau memperkenalkanmu pada seseorang...?"ucap Liyana sambil tersenyum.
3 keluarga besar memasuki ruangan membuat seluruh pasang mata memandang mereka dengan penuh kekaguman.
"Liyana,mana putri dan menantumu yang ingin kau kenalkan pada kami"ucap Naina mendekati Liyana bersama dengan suaminya dan Keluarga Sia dan Sang.
Mereka belum melihat wajah Arian karna membelakangi mereka.
"Ini Ana putriku dan Ini..."ucap Liyana yang terpotong karna Ryung sudah berbicara.
"Arian..."ucap Ryung saat Arian memutar badannya dan Kini berhadapan dengan Ayah dan ibunya,Tuan Sia dan nyonya Sia,Tuan Sang dan nyonya Sang.
"Oh..,kalian saling kenal.Jadi aku tidakbperlu basa basi lagi,perkenalkan dia menantuku,Arian"Ucap Liyana dengan senyum di wajahnya.
Perkataan Liyana membuat Ryung,Naina,Tuan dan Nyonya Sia,Tuan dan Nyonya Sang terkejut bukan main.Bahkan Sarkan mematung di tempatnya.
Arian tersenyum manis pada kedua orang tuanya yang begitu terkejut.Tiba2 Ryung berbicara mencoba memastikan pendengarannya.
"Tadi kau bilang dia menantumu..?"ucap Ryung sambil menunjuk Arian dan kemudian menatap sahabatnya Young yang hanya memalingkan wajahnya.
Liyana mengangguk dan Ryung mengulang kembali perkataannya.
"Dia benar2 menantumu..?"tanyanya lagi dan Liyana lagi2 mengangguk.
Ryung menatap Young yang terus menerus menghindari tatapannya.
__ADS_1
"Sayang,tutup telingamu."ucap Arian membuat Ana seolah bertanya kenapa harus menutup telinganya,Tapi tampa menunggu Ana menutup telinganya dan sedetik kemudian.
"ARIAN BERANINYA KAU....."Teriak Ryung marah pada Arian.
"Sudah2 tenang dulu,kita dengarkan penjelasannya"ucap Naina mencoba menenangkan suaminya.
"KAU AKAN MEMBUATKU MATI JANTUNGAN DASAR ANAK NAKAL"teriak Ryung pada Arian.
Arian merubah raut wajahnya yang tadinya tersenyum menjadi datar dan menatap sang Ayah yang masih berusaha untuk mengatur nafasnya akibat berteriak tadi.
"Baru juga begitu.."ucap Arian datar membuat Ana menatapnya Heran.
"kau bi..bilang APA"Ucap Ryung menatap Marah putranya itu.
"Tuan Li,apa anda menengalnya"ucap Tuan Liu sedikit tersenyum.
Saat Ryung ingin berbicara,Ana sudah membungkuk meminta maaf padanya.
"Maaf paman Li,Atas kelakuan Suami saya"ucap Ana sambil membungkuk.
"Apa yang lakukan sayang"ucap Arian tapi mendapat cubitan dari Ana.
"Aduh....sayang,jangan di cubit"ringis Arian saat Ana memcubit tangannya.
Ryung terkejut melihat hal itu,Sungguh tidak seperti putranya saja yang selalu memasang raut wajah datar.
Semua orang semakin bingung,apa sebenarnya hubungan antara Tuan Li dan Arian.
Tiba2 Naina memeluk Ana membuat terkejut dan kata2 yang keluar dari mulut Naina membuat semua orang tercengang.
"Akhirnya aku memiliki menantu"ucap Naina membuat Liyana bingung sedang Young sudah menutup wajahnya dengan tangannya.
"Maaf bibi,aku...sssst"ucapan Ana terhenti karna Naina mempatkan telunjuknya di bibir Ana.
"Jangan Bibi tapi Mama"ucap Naina membuat Ana bingung.
"Maksudnya....?"tanya Ana sedikit bingung.
"Karna kau sudah menikah dengan anakku,bukannya sudah kewajiban seorang menantu memanggil ibu mertuanya dengan sebutan mama"ucap Naina semakin membuat Ana bingung.
Sedang para tamu semakin bertanya - tanya,kenapa bisa seorang nyonya besar meminta seorang gadis yang sudah bersuami memanggilnya mama padahal wanita itu hanya menikah dengan seorang pelayan.
"Bukankah kau sudah menikah dengan Arian"ucap Naina dan di angguki oleh Ana.
"Tapi apa hubungan Anda dengan Arian"ucap Ana semakin bingung tujuannya ke sini bukan hanya menghadiri pernikahan Melinda tapi juga untuk bertemu Sang mertua.
__ADS_1
Naina terkejut sedang Ryung mematung dan Sarkan tidak dapat berkata - kata.Young semakin menutup wajahnya dengan tangannya melihat kepolosan putrinya dan menantunya yang belum juga menjelaskan semuanya pada Istrinya.
"Maaf nyonya Muda jika saya lancang,bukankah Anda menikah dengan Tuan Arian"ucap Sarkan dan di angguki oleh Ana.
Arian menahan tawanya melihat kepolosan istrinya itu yang begitu imut di pandangannya.
Sarkan kembali berbicara membuat Ana mematung dan menatap suaminya itu.
"Jadi sudah jelas,kalau anda harus memanggil nyonya Li dengan sebutan Mama karna Tuan Arian adalah putranya atau lebih tepatnya....,Tuan Muda dari keluarga Li"ucap Sarkan membuat semua orang di sana terkejut bahkan Melinda dan Kevin mematung.
Ana menatap Arian dari ujung kaki sampai ujung rambut dan menatap Sarkan lalu menunjuk Arian dan Sarkan menganguk mengiyakan.
Saat Arian ingin berbicara,tiba2 Meliza wanita yang di tampar Ana tadi datang dengan Ayahnya dan Juga bodyguardnya.
"Ayah itu wanita yang tadi menamparku dan Juga Aku mau pria itu"ucap Meliza menunjuk Ana lalu menunjuk Arian membuat Semua orang terkejut.
"maaf untuk ketiga keluarga besar karna harus Melihat adegan ini,kau wanita yang sudah menampar putriku kah,apa kau ****** yang di maksud oleh putriku.Sebaiknya tinggalkan istrimu dan jadilah kekasih putriku dan hidupmu akan jauh lebih baik."ucap Ayah Meliza yang anggota dewan.
Naina terkejut mendengar putranya di kira seorang ******,Ryung yang melihat hal itu mulai khawatir apa yang dia takutkan sudah terjadi seseorang sudah mencari masalah dengan putranya,Ryung yakin kalau ini tidak akan berakhir baik bagi orang itu.
Arian mengubah raut wajahnya menjadi datar dan tiba2 berjalan ke depan lalu meminta Ana untuk menutup mata dan telinganya.
"Sayang,kau harus menutup mata dan telingamu karna ini tidak akan baik jika kau dengar"ucap Arian membuat Ana hanya menurut dan pergi ke Ibunya dan memelum sang ibu.
"Kalau saya tidak mau bagaimana...?"ucap Arian membuat raut wajah ayah Meliza menjadi masam dan memberi isyarat untuk bodyguardnya maju dan menghajar Arian.
2 orang maju dan bersiap untuk memukul Arian,Tapi Arian menangkis semua serangan mereka dan...
HAP
KRIET
"AAAAAA"
-
-
-
-
-
HALO KAKAK MAAF YA KALAU EPISODE KALI INI KAYAK NGEBOSENIN GITU
__ADS_1
HAPPY READYNG ALL
JANGAN LUPA LIKE