
BRAK
Pintu terbuka dengan keras,siapa lagi kalau bukan Rafael yang punya hobi buruk membuka pintu dengan keras.
Rafael berjalan mendekati sepasang suami istri itu,dimana Ana menatapnya dengan bingung sedang Arian menatapnya kesal.
"Hola,kakak ipar.Widih ada makanan,boleh makan bareng ngga...?"ucap Rafael saat melihat tapperware yang tersusun di atas meja di depan sofa tempat Arian dan Ana duduk.
"Ngapain kamu ke sini...?,"ucap Arian kesal karna Rafael lagi2 datang ke kantornya.
Ana yang mendengar sang suami berucap seperti itu,kemudian menatap suaminya dengan tatapan agak kesal.
"Kak Arian kenapa sih,ngga boleh kayak gitu ih,"ucap Ana membuat Arian menghembuskan nafasnya pasrah dari pada harus menentang perkataan istrinya.
Arian bukannya tidak suka jika Rafael datang ke kantornya hanya saja,Setiap kali Rafael datang dia pasti akan mengoceh tidak karuan membuat Arian gagal fokus.meski Arian sudah berusaha untuk tidak menghiraukan perkataan sahabatnya itu dengan pura2 menganggap kalau Rafael tidak ada di ruangan itu.
Dan juga,selama 2 hari berturut - turut Rafael datang,pasti ada saja hal tak terduga yang terjadi seperti Arian yang terkejut dan memuncratkan Air yang dia minum dan membuat berkas2 menjadi berantakan.
Flashback On.
Setelah pernikahan Carlson,Esoknya Arian kembali ke kantor ayahnya untuk bekerja dan menyelesaikan semua berkas2 yang menumpuk bak gunung.
Arian sedikit haus dan kemudian menyeruput Air putih yang berada di gelas di hadapannya.
Saat Arian tengah menyeruput Air putih di gelas tersebut tiba2 pintu terbuka mengangetkan Arian dan reflesk memuncratkan air yang berada di mulutnya hingga mengenai semua berkas di hadapannya.
BRAK
PYURRR
Arian membulatkan matanya melihat semua berkas di hadapannya basah akibat air yang muncrat dari mulutnya.Arian kemudian melihat siapakah orang yang berani membuka pintu ruangannya.
Arian menatap kesal pada orang itu yang tidak lain adalah Rafael.Rafael yang melihat hal yang baru saja terjadi,menahan tawanya dan reflesk menghindar saat Arian melemparkan gelas yang tadi berisi air minum kepadanya.
PRANG
Gelas yang di lempar oleh Arian pecah,dan membuat Fira yang berada di luar ruangan Arian terkejut karna pintu ruangan Arian yang masih terbuka membuat gelas itu melayang dan pecah di luar ruangan Arian.
"Maaf ngga segaja"ucap Rafael tampa merasa bersalah semakin membuat Arian marah hingga sebuat teriakan di sertai umpatan keluar dari mulutnya.
"RAFAEEELLL,KAMP**T"ucap Arian dan Rafael hanya cengegesan.
__ADS_1
Hari itu menjadi hari tersial bagi Arian,Ya, hingga keesokan harinya hal itu terulang kembali,hingga Arian memberikan julukan baru bagi Rafael yaitu pembawa kesialan bagi dirinya.
ESOKNYA
Setelah kejadian kemarin,Arian harus kembali mengecek Berkas baru penganti berkas yang sudah dia buat basah,Di tengah kegiatan Arian,tiba2 pintu lagi2 terbuka dengan keras,untung saja Arian sudah menyiapkan mental dan juga sudah minum tadi.
Arian masih fokus pada berkasnya menganggap Rafael tidak ada di sana.
Rafael masuk dan mulai menyapa Arian tapi di abaikan.
"Selamat pagi,Ran."sapa Rafael tapi di abaikan oleh Arian.
Mendapat tidak ada jawaban,Rafael terus menyapa dan masih tidak mendapat jawaban.karna merasa bosan,Rafael memilih duduk di sofa di ruangan itu,dan terus berusaha mengajak Arian untuk berbicara.
Rafael terus berbicara,entah apa saja yang dia bicarakan.sedang Arian terus berkata dalam hati.
'tidak ada orang,hanya setan.tidak ada orang,hanya setan'ucap Arian dalam hati terus menerus mengulanginya.
Rafael kemudian diam karna lelah berbicara terus,sedang Arian mulai tenang karna Rafael yang sudah behenti berbicara.Arian kemudian memperhatikan apa yang dia tulis di kertas kontrak dan hal iti adalah...
Tidak ada orang,hanya setan.
Arian yang melihat hal itu membulatkan dan pulpen yang di pengangnya patah.Arian kemudian menatap Rafael yang juga menatapnya dengan wajah polos.
Rafael baru tersadar saat sudah berada di luar ruangan Arian dengan tampang bak anak kucing yang polos.Fira yang melihat hal itu terkejut bukan main,bosnya benar singa yang galak sampai2 tidak memandang bulu.
Saat itu Arian benar2 memberikan julukan baru kepada Rafael yaitu penganggu sekaligus pembawa sial bagi dirinya.
Sedang tampa Arian ketahui di luar Ruanganya,Rafael tersenyum penuh kemenangan.
'pembalasan dendam berhasil'ucap Rafael dalam hati kegirangan karna berhasil membalaskan dendamnya yaitu karna Arian sudah membohonginya soal dirinya yang ternyata adalah tunangan Sarah.
Flashback Off.
Karna hal itulah,pekerjaan Arian tidak selesai2 malahan semakin bertambah dan penyebab utamanya adalah orang yang tengah asik memakan bekal makan siangnya,Rafael Sang.
Arian masih menatap kesal pada Rafael,sedang yang di tatap hanya acuh dan makan dengan lahap padahal bukan dirnya yang di bawakan makan siang itu.
Rafael menghabiskan tumis sayur tampa memakan nasi,Rafael menaruh tapperware yang sudah kosong dan kemudian tatapannya jatuh pada daging yang di tumis dengan kecap.
Rafael siap menyambar daging itu tapi di kalah cepat oleh Arian.Arian mengambil tapperware yang berisi daging tumis itu dengan cepat sebelum orang gila di hadapannya itu mengambilnya.
__ADS_1
Rafael menatap Arian yang memengang tapperware yang berisi tumis daging dengan kecap kesukaannya.Rafael berniat untuk ingin mengambil tapperware itu,tapi sebelum tangannya mendekat,Arian sudah memukul tangannya.
Rafael segera menarik tangannya yang di pukul Arian.Kini Arian sudah menatapnya dengan tajam bahkan sudah siap meledak.Rafael menelan salivanya dengan susah payah dan memilih untuk meminum air putih.
Semua itu tidak lepas dari pandangan Ana,merasa suasana sudah tengang,Ana memilih untuk berbicara.
"Kak Arian,Ana mau pulang,udah mau sore.."ucap Ana meminta ijin pada suaminya itu.
Arian yang mendengar hal itu kemudian menatap Ana yang bersiap untuk pulang.
"Aku antar ya."ucap Arian berniat untuk mengantar Ana pulang.
"Ngga usah kak Arian,aku pulang sama kak Rafael aja"ucap Ana membuat Arian kemudian menatap Rafael yang sedikit terkejut namun kemudian tersenyum.
"Kalau gitu,Ana pulang dulu,Kak Arian."ucap Ana kemudian mengecup singkat pipi suaminya dan kemudian mengajak Rafael.
"Ayo kak Rafael,entar Sarah nungguin lagi"ucap Ana yang tau kalau Rafael dan Sarah sedang janjian kencan.
"Kalau begitu,Aku pergi dulu,Ran"ucap Rafael sambil tersenyum membuat Arian serasa ingin menjatuhkan Rafael sekarang juga lewat dinding kaca.
Arian memijit keningnya dan kemudian beranjak dari sofa berpindah ke kursi kebesarannya dan kemudian menelfon Fira untuk membuatkannya kopi.
Tok...tok...tok
"Masuk"ucap Arian karna sudah tau siapa yang datang.
Fira berjalan masuk dan mendekati meja Arian dan kemudian menaruh kopi yang di minta oleh Arian.Fira berpamitan untuk keluar setelah menyimpan kopi.
Setelah menutup pintu ruangan bosnya,Fira pun berbalik berniat untuk kembali ke kursinya,tiba2....
DUK
-
-
-
-
HAPPY READYNG ALL
__ADS_1
SEMOGA SUKA
JANGAN LUPA LIKE