
Sementara itu,Ana dan Arian sudah tiba di depan kamar Arian.Arian membuka pintu kamarnya tampa menurunkan Ana dari gendongannya.
Saat pintu kamar terbuka,Arian berjalan ke ranjang miliknya yang sudah lama tidak dia gunakan,Bisa di bayangkan Arian tinggal di Negara S selama 14 tahun,Arian sering pulang 1 kali 1 tahun tapi tidak di ketahui oleh orang tuanya.Arian hanya menginap 1 malam di apartemennya lalu esoknya kembali ke Negara S.
Arian menurunkan Ana di atas kasur berukuran King zise itu,Ana nampak terdiam sejenak melihat kamar Arian yang bernuansa putih,Di dalam kamar Arian sama sekali tidak ada lukisan atau dekorasi lainnya yang ada hanyalah sebuah bingkai yang di balik sehingga Ana tidak dapat melihat foto apa yang di pajang di bingkai itu.
Arian membuka jasnya berniat untuk pergi mandi,Saat Arian ingin membuka kemeja dia melihat Ana yang terus melihat bingkai foto yang di tutup itu.Arian mendekat pada Ana lalu duduk di samping Ana menbuat Ana mengarahkan pandangannya yang sedari tadi fokus pada bingkai foto itu menjadi fokus pada suaminya.
"Lagi mikirin apa...?"tanya Arian yang sudah membuka kemejanya dan menaruhnya di sampingnya.
"ngga kok,Ana cuma heran aja."ucap Ana membuat Arian mengernyitkan alisnya.
"Heran kenapa....?"tanya Arian lagi.
"Kok kamar kak Arian ngga ada lukisannya ya,cuma ada bingkai foto doang itu pun di balik."Ucap Ana sedikit mengkritik.
"Kalau kamu mau kasih lukisan atau dekorasi lainnya juga bisa,tinggal bilang aja sama pelayan atau sama papa dan mama"ucap Arian yang kini menidurkan kepalanya di atas paha istrinya.
"iya nanti deh,Kak Arian capek...?"tanya Ana sedikit khawatir.
"Iya capek marah2 tadi"ucap Arian membuat Ana mengelengkan kepalanya.
"Kalau gitu pergi mandi gih,biar rasa penatnya ilang"ucap Ana sambil membelai rambut suaminya yang tebal.
"Kak Arian ngga potong rambut,ini rambutnya udah panjang loh"ucap Ana menyisir rambut Arian mengunakan tangannya.
"Iya nanti,kalau anak kita udah lahir"ucap Arian membuat Ana membulatkan matanya.
"Itu mah kelamaan,Kak.Bisa2 rambut kakak udah panjang banget"ucap Ana sedikit kesal dengan suaminya itu yang selalu bercanda jika dirinya sedang serius.
Arian tersenyum saat melihat Ana yang mengembulkan pipinya karna kesal.Arian kemudian menyentuh pipi Ana dan bangun dari tidurnya dan bergegas pergi ke kamar mandi.
"Aku mandi dulu,sayang.mau mandi bareng...?"tanya Arian sedikit mengoda istrinya.
"Kak Arian.....!!"teriak Ana membuat Arian tertawa kemudian masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan istrinya yang berusaha untuk mengatur nafasnya.
Saat Arian masuk ke dalam kamar mandi,Ana kembali memandang bingkai foto itu,Karna rasa penasarannya Ana bangkit dari tempat tidur kemudian berjalan mendekati bingkai foto itu.
Ana melihat pintu kamar mandi yang masih tertutup,Tidak mungkin suaminya itu mandi dengan cepatkan.Ana mengangkat bingkai foto itu dan memperlihatkan foto seorang wanita memakai pakaian pelayan dan Seorang Anak laki2 yang tertawa.
__ADS_1
Lama Ana melihat foto itu hingga suara Arian mengangetkannya dan membuatnya refleks menaruh bingkai itu ke tempat semula seperti tadi.
"Sayang.."Ucap Arian saat melihat Ana berdiri membelakanginya.
"Ah,kak Arian udah mandi,cepat banget"ucap Ana dengan jantung yang sudah berdetak dengan cepat seperti sedang lari maraton saja.
Arian melihat Ana lalu pandangannya jatuh pada bingkai foto yang berada di belakang Ana.Arian kembali melihat Ana lalu berjalan mendekati istrinya itu.
Ana sedikit gugup saat Arian semakin dekat padanya,Bukan gugup bagaimana dia takut membuat suaminya marah atau membencinya karna lancang.
"Kamu kenapa kayak takut gitu,Udah liat ya"ucap Arian saat sudah berada di hadapan istrinya hanya dengan memakai handuk yang menutupi bagian bawahnya.
"Maaf...,aku ngga maksud.."ucap Ana merasa bersalah.
"Buat apa minta maaf,Toh semua yang aku punya juga punya kamu,jadi sayang,kamu ngga perlu takut gitu"ucap Arian kemudian mengambil bingkai foto itu.
Ana mengangguk mendengar perkataan Arian.
"Kamu tau ngga ini siapa..?"tanya Arian menunjuk wanita yang ada di foto itu.
Ana mengeleng tanda tidak tau.
"jadi dia pengasuh kak Arian,Pasti dia sangat baik ya,"ucap Ana dan Arian pun tersenyum kecut.
"Baik sangat baik,"ucap Arian lalu menaruh bingkai foto itu di tempatnya tapi sekarang tidak membaliknya.
"Dia ada dimana kak Arian,Aku juga ingin bertemu dengan orang yang sudah merawat Suamiku ini"ucap Ana sambil tersenyum.
Arian yang mendengar hal itu,Terdiam sejenak membuat Ana menatapnya dengan penuh tanda tanya pasalnya Arian kini seolah olah sedang menahan amarahnya.Melihat hal Itu Ana segera mengenggam tangan suaminya itu membuat Arian seketika merubah raut wajahnya dan tersenyum.
"Dia.......Sudah meninggal,"ucap Arian membuat Ana terdiam sedikit menyesal karna sudah mengungkit hal itu.
"Maaf,Aku tidak tau,"ucap Ana merasa bersalah.
"Tidak apa2,baiklah sekarang kita tidur yuk"ucap Arian menarik Ana menuju ke tempat tidur.
"Kak Arian mau tidur kayak gini"ucap Ana sambil melihat Arian yang hanya mengenakan handuk.
"Ngga apa2 kayak gini,Toh kamu juga udah liat semuanya"ucap Arian membuat wajah Ana memerah karna malu.
__ADS_1
"Dasar Kak Arian mesum,pakai baju dulu baru tidur"ucap Ana kemudian naik ke tempat tidur dan menutup wajahnya mengunakan selimut.
Arian pun menurut dan pergi ke lemari pakaian yang berada di kamarnya dan mengambil kaos rumahan dan celana pendek lalu segera ke tempat tidur dan memeluk istrinya yang masih berada di dalam selimut.
"Emang kamu ngga panas sayang"ucap Arian dan seketika Ana membuka selimut yang menutupi kepalanya dan menatap Tajam suaminya itu.
"Dikit"ucap Ana dan Arian menyingkirkan selimut itu dan langsung memeluk Ana dan menutup matanya,Ana yang melihat hal itu ikut menutup matanya dan membalas pelukan suaminya itu.
Tidak teras waktu makan malam pun tiba,Kini seluruh keluarga Ki berkumpul di meja makan,Young dan Liyana sudah pulang sejak tadi siang.Kini semua orang fokus pada makanan mereka hingga Houyang memecah keheningan.
"Arian,kakek ingin berbicara padamu"ucap Houyang membuat Arian menatapnya.
"apa yang ingin kakek bicarakan"ucap Arian kemudian kembali melahap makanannya.
"Bagaimana jika kita melasungkan acara pernikahanmu 2 minggu lagi"ucapan Houyang membuat Ana tersedak oleh makanan yang di kunyanya sehingga Arian segera memberikan Air dan menepuk nepuk punggung istrinya itu.
"Kau baik2 saja,Nana"ucap Houyang membuat Arian mengernyitkan Alisnya dan menatap tajam pada kakeknya itu.
"Kakek tadi memanggi Ana apa...?"tanya Arian mencoba memastikan pendengarannya.
"Nana,Itu adalah panggilan sayang Kakek pada cucu menantu kakek,Apa kau keberatan...?"ucap Houyang membuat Arian serasa ingin mengebrak meja.
"Terserah kakek saja,Asalkan acara itu tidak terlalu lama karna itu akan membuat Ana lelah"ucap Arian melepaskan tangannya dari punggung istrinya karna sudah baikan.
"Oke,dan juga soal anak kalian nanti,Mereka harus memakai marga Li,dan juga kau tidak boleh menelfon orang itu saat ini karna dia pasti....."ucap Houyang yang terpotong karna seseorang sudah berteriak keras membuat pandangan mereka semua mengarah pada sumber suara.
"SIAPA YANG TIDAK BOLEH DI TELFON"
-
-
-
-
HAPPY READING ALL
SEMOGA SUKA
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN