BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
BUJUK


__ADS_3

Sarah kini membelakangi Rafael,membuat Rafael menggaruk kepalanya sehingga rambutnya yang rapi menjadi berantakan.


"Maaf,sayang.aku udah selesaiin kok,dan lagi jangan marah gitu dong,aku benar2 minta maaf,dan aku sudah tidak memiliki hubungan dengan wanita itu,kalau kau tidak percaya tanya saja pada Arian"ucap Rafael membuat Ana,Sarah,Fania beserta Naina menatap Arian.


Arian terdiam saat semua orang menatapnya,Arian menatap Rafael yang menatapnya dengan wajah memohon membuat Arian hanya bisa menghembuskan nafasnya dan kemudian berbicara.


"Sebaiknya kau jangan percaya hal seperti itu,Rafael tidak memiliki hubungan apapun dengan wanita yang kau cerita tadi,percaya padaku.Dia sudah tidak melakukan hal seperti itu sejak mengenalmu"ucap Arian panjang lebar membuat Sarah terdiam.


Sarah menunduk mencerna semua perkataan Arian padanya,Sarah kini merasa bersalah pada suaminya itu.Sarah menatap Rafael yang juga menatapnya dengan tatapan penuh harap.


Sarah menghembuskan nafasnya dan menatap Rafael kemudian berbicara.


"Maaf,Yang.Aku minta maaf"ucap Sarah yang kini sudah menangis membuat Rafael jadi bingung sendiri


"Udah sayang,jangan nangis,aku minta maaf,oke.aku mohon sayang jangan nangis"ucap Rafael yang kini sudah mendekati Sarah dan kemudiam memeluknya membuat Sarah semakin terisak.


"Aku juga ngga tau,nih air mata ngga mau berhenti...hiks..."ucap Sarah di tengah2 tangisannya sambil terus menghapus air mata yang terus jatuh dan membasahi pipinya,bahkan kini sudah membasahi baju Rafael.


"udah2,aku ngga lakuin lagi,jangan gitu ya,nanti cantiknya ilang loh"ucap Rafael membujuk istrinya itu.


Hampir 20 menit Sarah menangis,Kini sudah mulai reda dan makan dengan di suapi oleh Rafael membuat semua orang hanya bisa mematung,bahkan Arian saja sampai tidak bisa berkata - kata lagi.


'untung saja Ana tidak seperti ini dulu saat masa2 ngidam'ucap Arian dalam hati senang karna sang istri yang pada masa ngidam tidka meminta yang aneh2.


Selesai makan siang,Sarah dan Rafael pamit untuk pulang dan Fania pun begitu,Fania menelfon Carlson untuk menjemputnya karna tadi saat ke kediaman Ryung,Fania di antar oleh sopir.


Tidak lama kemudian,Carlson datang untuk menjemput Fania.


"Maaf,sayang.tadi di jalan agak macet,jadi telat deh"ucap Carlson pada Fania yang sudah menunggunya di depan rumah bersama dengan Naina.


"Ngga apa2 kok,kalau gitu,aku pamit pulang dulu,Bi"ucap Fania yang di balas senyuman oleh Naina.


"Kami pulang dulu,Bibi"ucap Carlson saat Fania sudah masuk ke dalam mobil.


Naina pun hanya tersenyum dan kemudian Carlson pun pergi.


Sementara itu,Arian dan Ana sudah naik ke kamar mereka di lantai 2,Arian memapah istrinya itu untuk menaiki tangga.

__ADS_1


"Mulai besok,lebih baik kamar kita di pindahin ke lantai dasar dari pada kamu capek gini naik tangga"ucap Arian yang sedikit khawatir melihat istrinya naik turun tangga.


"Ngga apa2 kali,Kak."ucap Ana membuat Arian mengelengkan kepalanya.


"ngga apa2 gimana,aku ngga mau kamu capek,sayang.dan lagi aku takut kalau kamu naik turun tangga gini,nanti aku kasih tau mama buat pindahin kamar kita ke kamar di lantai dasar aja"ucap Arian kekeh membuat Ana hanya bisa menghembuskan nafasnya pasrah akan keputusan suaminya itu.


Mereka pun tiba di depan pintu kamar mereka,dengan sigap Arian membuka pintu untuk istrinya dan kemudian masuk.Arian mendudukkan Ana di tempat tidur lalu kemudian ikut duduk di samping sang istri.


"Apa ada yang sakit..?"tanya Arian dengan raut wajah yang khawatir.


"ngga ada yang sakit kok,cuma capek aja jalan terus"ucap Ana memengang pinggangnya yang lelah harus berjalan.


Arian mendekat pada Ana hingga tidak ada jarak lagi di antara mereka,Arian kemudian memijit pinggang sang istri membuat Ana tersenyum dengan apa yang di lakukan oleh suaminya itu.


Arian dudul di pinggir ranjang di samping istrinya itu,Arian kadang menghembuskan nafasnya nelihat istrinya yang seperti ini.


'Kalian itu gimana sih,Masa buat mommy kalian jadi gini,apa kalian ngga kasian apa liat mommy kalian capek kayak gini'ucap Arian dalam hati yang di tujukan untuk kedua calon anaknya yang masih di dalam kandungan.


Ana melihat raut wajah Arian yang masam,Ana mengernyitkan alisnya saat melihat hal itu.


"Ngga kenapa2,sayang."ucap Arian yang hanya di balas anggukan oleh Ana.


Tiba2 ponsel Arian berdering.


Drrrt.....drrrtt.....drrrrt


Arian tersenyum pada Ana,kemudian meminta ijin pada Ana untuk mengangkat telfon,Ana mengangguk.Arian pun beranjak dari duduknya dan kemudian keluar dari kamar.


"Halo..."ucap Arian saat sudah mengangkat telfon yang tidak lain dari Kimso


"Maaf,Kak.aku ingin memberi tahu soal kontrak kita dengan perusahaan di kota B"ucap Kimso di seberang telfon.


"Ada apa...?"tanya Arian pada Kimso di seberang telfon.


"Mereka ingin mengadakan pertemuan dengan kita,"ucap Kimso lagi.


"Terus..."ucap Arian dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"Mereka ingin bertemu dengan kita besok"ucap Kimso menenkan kata besok.


"Terus....."ucap Arian lagi yang mulai memijit kepalanya karna pusing dengan Kimso.


"mereka ingin bertemu langsung dengan kakak,"ucap Kimso membaut Arian sedikit terdiam.


"kau saja yang pergi,aku tidak bisa terlalu jauh dari Ana"ucap Arian.


"tapi mereka ingin bertemu dengan kakak langsung dan membicarakan bisnis lebih detail lagi soal kerja sama"ucap Kimso yang memang tidak bisa melakukan apa2 karna itulah yang di minta oleh pemilik perusahaan di kota B yang tidak lain adalah Warki Oldenio.


Arian mengepalkan tangannya mendengar hal itu,Arian menghembuskan nafasnya dan kemudian berbicara.


"Baiklah,aku akan berangkat besok pagi,katakan padanya untuk bertemu jam 7 malam"ucap Arian pasrah meski sebenarnya dia tidak ingin pergi tapi mau bagaimana lagi.


"Baik,kak"ucap Kimso mengerti dengan apa yang di katakan oleh Arian.


"Kimso..."ucap Arian.


"Iya,kak"ucap Kimso di seberang telfon.


"Apa kau,sudah menemui Fira"ucap Arian membuat Kimso terdiam di seberang telfon.


"Fira kenapa,Kak...?"tanya Kimso mulai meresa tidak tenang.


"Kau harus menemuinya di apartemennya,aku rasa dia masih ketakutan sekarang,karna tadi terjadi sesuatu yang membuat dia terkejut"ucap Arian membuat Kimso membelalakkan matanya.


"Baik,kak"ucap Kimso dan Arian pun mematikan sambungan telfonnya dan segera masuk kembali ke kamar.


semejak kehamilannya yang semakin lama semakin membuat perutnya membuncit,Ana memilih untuk membaca novel dari pada tidur.


Ana menoleh saat mendengar suara pintu yang terbuka dan melihat sang suami yang tersenyum padanya.


Arian mendekati Ana dan kemudian duduk di samping tempat tidur dan menatap Ana.


Arian kemudian berbicara membuat Ana terdiam.


"Sayang,besok aku akan pergi ke kota B"ucap Arian yang membuat Ana terdiam.

__ADS_1


__ADS_2