
Di ruangan lain tempat tunggu pengantin wanita nampak Ana yang sedang memainkan ponselnya dan Sarah yang mondar mandir tidak karuan.
"Na,gimana nih.Gue gugup"ucap Sarah tidak berhenti mondar mandir.
Sedang Ana hanya fokus pada ponselnya membuat Sarah mengerutu dan mengambil ponsel Ana membuat empunya menatap bingung.
"kamu ngga gugup apa,Na.malah asyik main hp lagi"ucap Sarah kemudian melihat ponsel Ana yang mana ternyata sedang chat dengan Arian.
Sarah membulatkan matanya melihat hal itu,ternyata Ana sedang asyik chatan dengan suaminya padahal baru saja berpisah beberapa jam.
"balikin,Sa.entar kak Arian marah tau kalau chatnya di balas lama banget,siniin gih."ucap Ana kemudian mengambil ponselnya kembali dan segera membalas chat suaminya yang sudah datang bertubi - tubi.
"Tuh kan,dianya marah.kamu sih Sa,pake ambil hp aku segala"ucap Ana sambil membalas pesan dari suaminya itu.
Tiba2 pintu terbuka membuat kedua wanita itu menatap seseorang yang tidak lain adalah Fania.
"Kak Fania"ucap Sarah saat Fania berjalan masuk setelah menutup pintu dan duduk di samping Ana di atas tempat tidur.
"Gugup ya"ucap Fania tiba2 saat sudah duduk di samping Ana di atas tempat tidur.
"Iya kak,dikit"ucap Sarah sambil menundukkan kepalanya berdiri di depan Fania.
"Emang gitu kok,aku juga gitu tuh pas mau nikah hari itu kan,jadi kamu tenang saja oke"ucap Fania dan Sarah pun mengangguk.
"Kamu lagi ngapain,Na."tanya Fania saat melihat Ana yang terus menerus memengang ponselnya sambil mengetik.
"Lagi chatan sama suaminya kak,"ucap Sarah yang sukses membuat Fania membulatkan matanya.
"Hah"ucap Fania tampa sadar keluar dari mulutnya.
"Raja es batu itu,lagi chatan sama kamu,Na."ucap Fania membuat Ana mengernyitkan alisnya tanda tidak mengerti.
"Maksud kakak,apaan...?"tanya Sarah membuat Fania menatapnya sedang Ana tidak henti2nya membalas pesan dari suaminya itu.
"Maksud aku itu,Arian lagi chatan sama Ana"ucap Fania membuat Sarah mengangguk sedang Ana hanya fokus pada ponselnya dan tidak peduli dengan 2 orang itu.
"Orang dingin plus datar itu lagi romantisan sama Ana dengan chat gitu"ucap Fania tidak percaya.
Sarah hanya mengangguk karna memang kebenarannya begitu.
"Kak Fania,Sarah mau nanya..?"ucap Sarah membuat Fania tersadar dari keterkejutannya.
__ADS_1
"Apaan,Sa"ucap Fania sambil menatap Sarah dan melupakan hal yang baru saja dia dengar yang membuatnya terkejut.
"kak mau nanya,pas kakak lakuin itu sama kak Carlson,sakit ngga"tanya Sarah yang sukses membuat wajah Fania memerah karna malu.
Fania terdiam sejenak sebelum berbicara kembali.
"Kamu bakalan tau sendiri entar"ucap Fania dengan wajah yang sudah benar2 memerah.
Sarah yang mendengar hal itu,lemas seketika.
"Kak Fania,kasih tau dong"ucap Sarah benar2 penasaran.
"entar kamu juga tau sendiri kok"ucap Fania lagi,hal itu benar2 membuat Sarah penasaran.
"Tapi..."ucap Sarah yang terhenti karna Fania yang sudah berbicara kepada Ana seperti sedang mengalihkan pembicaraan.
"Na,kamu ngga gugup"ucap Fania tiba membuat Sarah yang memdengarnya hanya mampu menghentikan perkataannya dan melupakan hal yang ingin dia tau.
"Ngga kok kak,Kak Arian bilang ngga boleh terlalu gugup katanya,santay aja"ucap Ana menatap Fania kemudian kembali fokus pada ponselnya dan mengetik lagi.
"Sa,jangan lesuh gitu,bentar lagi juga kamu bakal rasain sendiri dan lagi mana mau kak Fania bilang langsung ke kamu,malu tau"ucap Ana terus terang membuat wajah kedua wanita itu memerah karna malu.
Entah mengapa Ana mengatakan hal itu dengan santai membuat kedua wanita itu yang wajahnya benar2 sudah memerah akibat malu,menjadi berfikir'sepertinya Ana ketularan virus dari Arian deh,virus ngomong santay padahal lagi nyindir'begitu mungkin fikir mereka berdua dalam hati.
Sementara itu di tempat di tempat perjamuan sudah begitu ramai dan semua orang terlihat bahagia kecuali 1 orang yaitu Kimso.
Kimso berdiri dengan wajah lesuhnya di pojokan ruangan membuat siapa pun yang melihatnya merasa kasihan,bagaimana tidak,mereka pasti akan berfikir kalau Kimso sangat memderita dengan tampang yang tidak bisa di artikan.
Kimso sesekali menghembuskan nafas lelahnya karna bingung apa yang harus dia lalukan.Kimso benar2 tidak tau harus bagaimana,hari ini adalah hari terakhir untuk mencari calon istri untuk dirinya tapi malah sama sekali tidka bisa menemukan meski hanya secuil dan dia bahkan hanya mendapat kesialan.
Selama 5 hari ini,Kimso benar2 mendapat kesialan tiada henti.Hari pertama kencan buta dengan gadis yang dia kenal di sebuah aplikasi kencan malah membuatnya semakin trauma saja,bagaimana tidak trauma wanita itu bahkan bisa di bilang lebih cantik seorang banci dari pada dia padahal foto profilnya sangat cantik,hal itu benar2 menyadarkan Kimso kalau jangan pernah percaya pada sebuah foto sebelum melihat aslinya.
Kesialan Kimso tidal berhenti di hari pertama,dia terus mencari sehingga membuat dia benar2 membenci wanita.
'kakak,kau sungguh kejam memperlakukan adikmu seperti ini,lebih baik aku jadi bujang lapuk saja dari pada menikah,kau benar2 kejam kak'rintih Kimso dalam hati.
Tiba2 ada yang menepuk pundak Kimso,membuat si empunya kaget.
Dug
"Ahh,...papa,mama mengangetkanku saja" ucap Kimso sambil mengelus - elus dadanya akibat terkejut karna tiba2 pundaknya di tepuk oleh orang yang tidak lain adalah Ryung dan Naina di sampingnya.
__ADS_1
"Kamu baik2 saja,Kimso"ucap Naina khawatir pada putra angkatnya itu karna wajahnya yang terlihat lesuh.
"Baik2 saja,Ma"ucap Kimso cepat sebelum Naina semakin khawatir.
'bagaimana aku bisa baik2 saja,jika kak Arian membuat aku menderita batin begini'rintih Kimso lagi dalam hati.
"Oh iya,Arian bilang sama mama,katanya minta mama buat cariin kamu calon istri"ucap Naina yang membuat Kimso membulatkan matanya.
'Astaga,apakah kak Arian tau kalau aku tidak bisa mendapatkan calon istri jika aku mencarinya,mati aku,kencan buta sia**n'umpat Kimso dalam hati.
"Tidak usah di fikirkan,Ma.Kak Arian hanya bercanda kok"ucap Kimso dengan tersenyum.
"Tapi mama udah dapet perempuan yang baik buat kamu dan dia juga dateng ke pesta ini,mana yah perasaan tadi mama liat dia deh"ucap Naina yang membuat senyum di wajah Kimso pudar seketika di gantikan dengan wajah terkejut minta ampun.
"Ma,ngg......"ucap Kimso yang terpotong karna Naina yang sudah sedikit berteriak memamggil seorang wanita yang tidak berada jauh dari mereka.
"Sayang..."teriak Naina yang di tunjukkan untuk wanita itu.
wanita itu menoleh dan kemudian berjalan mendekat pada Naina,Ryung dan Kimso yang sudah menunduk sambil memijit kepalanya yang terasa ingin pecah.
"Iya tante,ada apa ya...?"ucap Wanita itu saat sudah berada di hadapan Naina,Ryung dan Kimso yang masih setia menunduk sambil memijit kepalanya.
"Sayang kenalin,ini anak tante yang mau di jodohin sama kamu,Kimso kenalan dulu gih"ucap Naina membuat Kimso mau tidak mau mengangkat kepalanya.
sedang wanita itu terkejut mendengar perkataan Naina dan ingin menagtakan sesuatu tapi terhenti karna Kimso yang sudah mengangkat kepalanya dan tatapan mereka pun bertemu membuat keduanya terkejut.
DEG
-
-
-
-
-
-
HAPPY READING ALL
__ADS_1
SEMOGA KALIAN SUKA
JANGAN LUPA LIKE