BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
JANJI


__ADS_3

Di dalam Kamar Arian di lantai atas,Arian sedang duduk di tempat tidurnya yang berukuran king size dengan menunduk dan menumpuh kepalanya dengan kedua tangannya.


Arian mengacak rambutnya,frustasi dengan apa yang di katakan oleh sang ayah yang menyarankan untuk mengunakan jasa babysitter.


Arian tidak ingin dan tidak akan pernah mau jika hal yang menimpanya di masa lalu juga menimpa kedua putranya,Arian tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


Tiba2 Pintu kamarnya terbuka membuat Arian menoleh dan mendapati Ana yang berjalan masuk ke kamar dan mendekatinya.


"Kau itu,keras kepala sekali ya,sudah aku bilang untuk tidak berjalan sementara waktu,karna kamu pasti akan merasakan sakit"ucap Arian mengangkat kepalanya dan melihat Ana yang sudah berdiri di hadapannya.


Tiba2 Ana memeluk kepala Arian di perutnya dan kemudian mengelus rambut suaminya itu dengan lembut.


"Kalau kak Arian ada masalah,jangan di pendam sendiri,cerita sama Ana,Ana pasti bakalan dengerin dengan baik"ucap Ana membuat Arian terdiam kemudian memeluk pinggang istrinya itu.


"Tidak ada apa2,"ucap Arian memejamkan matanya yang masih berada di perut istrinya yang sudah rata dan terbungkus dengan baju.


"Kalau kak Arian mau nangis,nangis aja.Ana ngga bakal bilang sama siapa pun"ucap Ana membuat Arian membuka matanya dan mendongakkan kepalanya dan menatap Ana yang juga menatapnya.


"Aku ngga bisa nangis sayang"ucap Arian melepaskan pelukannya pada pinggang Ana dan kemudian menarik Ana untuk duduk di pangkuannya.


"Aku udah tau semuanya kak,semuanya yang kak Arian rasain waktu kecil"ucap Ana yang kini duduk di pangkuan Arian,dengan Arian yang sudah menaruh kepalanya di bahu Ana.


Arian menghembuskan nafasnya dan kemudian berbicara.


"Maaf,aku tidak berniat untuk tidak menceritakannya padamu,aku takut kau akan khawatir,Aku minta maaf"ucap Arian masih dengan posisinya,dimana kepalanya berada di bahu istrinya.


"Aku ngga marah sama kakak,aku cuma ngga mau kakak pendam semua sendiri sementara ada Ana yang bisa jadi pendengar yang baik"ucap Ana membuat Arian mengangguk mengerti.


"Ya udah,kita turun ya,kalau mau istirahat di kamar di bawah aja,sekalian jagain Revan sama Revin"ucap Ana lagi dan Arian lagi2 mengangguk.


"Ya udah,lepasin tangan kakak gih,aku ngga bisa berdiri kalau kakak ngga lepas tangan kakak"ucap Ana pada Arian yang tangannya masih berada di perut Ana.


Arian melepaskan pelukannya di perut sang istri,Ana pun berdiri dari pangkuan Arian dan kemudian berbalik dan menghadap suaminya lalu mengulurkan tangannya dan memengang tangan Arian kemudian menariknya berdiri dari duduknya.


Ana dan Arian pun keluar dari kamar dan kemudian berjalan ke tangga untuk turun ke lantai dasar.


Saat sampai di lantai dasar,Arian melihat Ryung dan Naina yang masih duduk di sofa di ruang tamu,Arian berusaha untuk melupakan perkataan Ayahnya dan kemudian berjalan melewati ruang tamu menuju ke kamarnya,meninggalkan Ana yang terdiam tidak sambil menatap sang mertua yang juga menatapnya dengan senyum di wajah mereka.

__ADS_1


Ana pun tersenyum kembali pada kedua mertuanya dan berjalan ke kamar menyusul sang suami.


Ana membuka pintu kamar dan mendapati Arian yang tengah berdiri di samping tempat tidur kedua bayi mereka dan tersenyum.


Ana mendekati Arian kemudian memeluk suaminya itu dari belakang membuat Arian sedikit tersentak.


Arian memengang tangan Ana yang melingkar di perutnya.


"Lain kali jika kak Arian ada masalah,cerita ke Ana,jangan di pendam sendiri"ucap Ana yang menyandarkan kepalanya di punggung suaminya itu.


Arian hanya mengangguk mengerti mendengar perkataan Istrinya,Arian tidak bisa menjawabnya karna ada beberapa rahasia yang tidak boleh di ketahui oleh Ana dan juga keluarganya.


Tiba2 salah 1 dari bayi mereka menangis membuat Ana melepaskan pelukannya dari Arian.Arian segera mengendong bayinya setelah sang istri melepaskan pelukannya.


"Sepertinya Revin lapar"ucap Ana melihat putranya yang tidak berhenti menangis meski Arian sudah mengendongnya.


Arian memberikan Revin pada Ana untuk di beri Asi,Ana pun menyusui Revin dengan keadaan berdiri.


Revin berhenti menangis saat Ana memberinya Asi,Tiba2 Revan menangis membuat Arian segera mengendong putranya itu.


3 menit kemudian.


Susu yang di buat oleh Arian pun jadi dan Arian pun segera memberikannya pada Revan.


Revan terdiam dan meminum susu dengan lahap di tempat tidurnya.Revan tertidur setelah menghabiskan 1 botol susu.


Arian menyimpan botol susu yang sudah kosong di atas meja di samping tempat tidur Revan.


Tidak lama setelah itu,Revin pun tertidur di gendongan Ana.Ana menurunkan Revin ke tempat tidur miliknya tentu saja di samping tempat tidur milik Revan.


"Kak Arian ngga pergi mandi,ini udah sore banget loh"ucap Ana membuat Arian mengangguk mengerti dan kemudian berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


15 menit kemudian.


Arian keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang menutupi bagian bawahnya,Arian melihat sekeliling di mana Ana ternyata sudah tertidur di tempat tidur.


Arian tersenyum melihat Ana yang ternyata sudah tertidur.Arian berjalan ke arah lemari dan membukanya kemudian mengambil pakaiannya dan membawanya memasuki kamar mandi.

__ADS_1


2 menit kemudian.


Arian sudah memakai pakaiannya kembali dan kemudian keluar dari kamar mandi dan berjalan ke sofa di kamar itu dan mengambil laptopnya dan duduk.


Arian memangku laptopnya dan kemudian membukanya dan melihat begitu banyak email yang masuk dari Kimso dan juga Fira.


Arian membuka email dari Kimso soal pekerjaan yang harus Arian kerjakan.Arian mulai mengerjakan lagi pekerjaannya yang di kirim oleh Kimso lewat email.


Di tengah2 ke sibukan Arian,tiba2 ponselnya berdering di atas meja di depannya.


Arian mengambil ponselnya dan kemudian melihat siapa yang menelfon yang ternyata adalah Desta.


"Halo..."ucap Arian saat sudah mengangkat telfonnya dan menyambungkannya dengan bluetooth headphone dan memasangnya di telinganya dan tangannya kembali mengetik di laptopnya.


"Halo Bos,selamat untuk bos,kami semua turut senang mendengarnya"ucap Desta di seberang telfon.


"Terima kasih,Desta"ucap Arian singkat.


"Oh iya,Bos.mereka juga ingin mengucapkan selamat"ucap Desta di seberang telfon kemudian mengaktifkan pengeras suara.


"SELAMAT UNTUK ANDA BOS"ucap seluruh anggota Dragon Night serempak membuat Arian refleks menjauhkan Bluetooth headphone dari teliganya.


"Terima kasih,Kalian bisa menikmati malam ini di H&G Group untuk perayaan atas kelahiran pemimpin masa depan kalian"ucap Arian melihat ke arah tempat tidur Revan dan Revin.


"TERIMA KASIH BOS,KAMI BERJANJI AKAN MENJAGA KEDUA PUTRA ANDA AGAR TETAP AMAN DAN JUGA AKAN MENJAGA ANAK BOS RAFAEL DAN CARLSON SAAT MEREKA LAHIR,"ucap anggota Dragon Night bersamaan dan lagi2 membuat Arian menarik bluetooth headphone dari telinganya.


"Aku akan memengang kata2 kalian,karna aku yakin banyak orang yang tidak senang dengan kehadiran mereka,"ucap Arian dengan tatapan mata yang mulai tajam.


"Kalian harus melindungi Putra2 ku dan juga anak Carlson dan Rafael saat mereka sudah lahir ke dunia"ucap Arian lagi.


"KAMI BERJANJI BOS"ucap mereka serempak di seberang telfon.


"Baiklah,malam ini kalian nikmati dengan baik"ucap Arian kemudian mematikan panggilan sepihak dan kembali fokus pada pekerjaannya.


'Akan ku lindungi semua yang harus ku lindungi,termasuk keluargaku sendiri,aku akan melindungi kalian dengan baik'ucap Arian dalam hati sambil melihat ke arah tempat tidur kedua putranya dan kemudian tersenyum.


Arian berharap jika hal yang menimpanya tidak akan menimpa putra2nya,dia akan melakukan apa pun untuk melindungi mereka dengan baik,meski harus melakukan hal yang mustahil sekali pun.

__ADS_1


__ADS_2