
Arian dan Rafael mematung dan melihat Ana yang sudah berdiri di hadapannya.
"Apa yang mau di potong2..?"ucap Ana membuat kedua pria itu tersentak.
"A....itu....itu..."ucap Rafael terbata lalu menatap Arian yang juga menatapnya.
"Itu sayang,Rafael bilang mau potong2 daging ayam buat di masak jadi sup untuk kita makan nanti kalau makan malam"ucap Arian menjelaskan membuat Rafael mengelengkan kepalanya tidak percaya kalau sahabatnya itu juga pandai menyembunyikannya pada Ana.
'Hebat,Aku fikir Arian cuma bisa menyembunyikannya pada keluarganya ternyata pada Ana juga bisa ya'ucap Rafael dalam hati menatap takjub sahabatnya itu.
"Oooww,jadi kak Rafael yang mau masak buat makan malam"ucap Ana dan langsung di angguki oleh Rafael.
"oh iya,hampir aja lupa,aku mau pergi beli bahan2 buat masak sup spesial buatanku,kalau gitu aku pergi dulu"ucap Rafael kemudian segera pergi dan meninggalkan Arian dan Ana yang diam tampa berbicara.
"Kak Arian,mau..."ucap Ana kini sudah berada di hadapan Arian yang masih duduk di sofa.
"Mau apa...?"ucap Arian pura2 tidak Tau.
Ana mendengus kesal,kemudian duduk di pangkuan Arian dengan menghadapkan wajahnya pada wajah Arian.
"Mau ini"ucap Ana sambil menyentuh bibir Arian.
"Yakin"ucap Arian yang langsung di angguki oleh Ana.
Arian pun mencium bibir Ana dan melumatnya yang di balas pula oleh Ana.
mereka masih Asyik dengan kegiatan mereka,bahkan Arian sudah memasukkan tangannya di dalam baju Ana dan meremas payuda*a Ana lembut,membuat Ana mendesah tapi tertahan.
Arian perlahan mengangkat baju Ana sampai di atas dada Ana,Saat Arian ingin mengemut puti*g payuda*a Ana,Tiba2 pintu terbuka dan memperlihatkan Rafael yang ternganga di ambang pintu.
Arian yang melihat hal itu,langsung membelalakkan matanya dan berteriak membuat Rafael reflesk menutup pintu.
"RAFAEEEEEELL"teriak Arian membuat Ana terkejut dan mengalihkan pandangannya ke pintu.
"Maaf tidak sengaja"ucap Rafael dan langsung menutup pintu dengan keras.
BRAK
Ana yang melihat hal itu,langsung menurunkan bajunya dan turun dari pangkuan Arian dan berlari ke kamar dan menutup pintu dengan keras.
Arian yang melihat itu menjadi kesal pada Rafael.Arian berusaha untuk mengatur nafasnya agar merasa tenang dan kemudian berjalan ke arah pintu dan membukanya.
Rafael berusaha untuk mengatur nafasnya yang tidak beraturan.Ini sudah yang ke 2 kalinya dia melihat adegan yang tidak seharusnya dia lihat.
Rafael yang mendengar pintu terbuka, mengangkat kepalanya dan mendapati Arian yang menatapnya seperti ingin memakannya hidup2.Rafael menelan salivanya dengan susah payah saat melihat pandangan Arian padanya.
Rafael tersenyum kikuk pada Arian dan tiba2.
Plak
"auwww,sakit kambi*g"ucap Rafael saat Arian memukul kepalanya.
"Lo itu selalu aja nganguin gue kalau lagi asyik"ucap Arian.Rafael hanya cengengesan.
__ADS_1
"Maaf ngga sengaja"ucap Rafael sambil mengangkat jarinya dan membentuk huruf V.
"ngapain lo balik,bukannya lo bilang kalau mau beli bahan makanan."ucap Arian masih dengan wajah kesal.
"Gue mau ambil jaket,tapi ternyata malah di suguhin pemandangan yang panas"ucap Rafael membuat Arian kembali memukul kepalanya..
Plak
"awww,sakit peak,"ucap Rafael sambil mengelus kepalanya.
"Itu hukuman kecil karna lo udah ngangu gue"ucap Arian kemudian masuk dan berjalan ke arah kamarnya.
"Cepetan ambil jaket lo,terus tutup pintu gue mau bujukin Ana"ucap Arian lagi kemudian membuka pintu kamarnya secara perlahan.
Rafael yang mendengar hal itu,segera mengambil jaketnya yang berada di atas sofa kemudian bergegas keluar dan menutup pintu.
Sedang Arian sudah masuk ke dalam kamarnya dan mendapati Ana yang membungkus dirinya dengan selimut.
Arian pun mendekati Ana kemudian duduk di pinggir ranjang di samping Ana.Arian membuka selimut yang menutupi wajah Ana,Yang Arian lihat pertama adalah wajah Ana yang merah karna malu.
"Kenapa kok langsung pergi ke kamar"ucap Arian membuat Wajah Ana semakin memerah.
"Tadi kak Rafael udah lihat kita,Ana malu kak Rafael pasti mikir aneh2 deh"ucap Ana membuat Arian tersenyum kecil.
"Tidak,dia tidak akan berani berfikir yang aneh2,Jadi kamu ngga usah malu oke"ucap Arian membuat Ana menatap Wajah Arian.
"mau lanjutin sayang"ucap Arian membuat Ana mengangguk.
Arian pun mencium bibir Ana dan di balas pula oleh Ana.Arian kemudian melepaskan baju Ana kemudian mencium kembali bibir istrinya yang menurutnya manis.
"Ahhh....emmmm.....ahhh"desah Ana saat Arian memainkan lidahnya di puti*g payuda*anya.
karna tidak tahan dengan desahan sang istri,akhirnya Arian membuka seluruh pakaiannya dan memulai aksinya.
Arian memasukkan miliknya setelah Ana klimaks,Arian pun mulai mengoyangkan pinggulnya dengan tempo lambat.Arian terus mengoyangkan pinggulnya dan Akhirnya klimaks setelah hampir 30 menit.
Arian mengeluarkan miliknya karna merasa sudah cukup,karna saat ini Ana sedang mengandung jadi dia tidak bisa berlama lama.
Arian tidur di samping Ana lalu mencium kening Ana.
Cup
"Udah"ucap Arian dan di angguki oleh Ana kemudian tertidur sambil membenangkan wajahnya di dada bidang Arian.melihat sang istri tertidur,Arian pun ikut tertidur sambil tersenyum.
Di sisi lain,Rafael tengah berjalan sambil mendorong troli dan memilih bahan makanan di salah 1 supermarket di dekat Gedung apartemen Arian.
Di sela2 kegiatannya,Rafael terus menerus mengoceh tidak jelas membuat dia menjadi pusat perhatian setiap orang yang ada di sana.
"Dasar Arian,bukannya di kamar malah di ruang tamu,nyesek gue buka pintu,seandainya aja tadi gue ngga buka pintu...hah..."ucap Rafael sambil menghembuskan nafasnya.
"Gue udah kayak orang gila aja bicara sendiri"ucap Rafael lagi.
Di tengah2 kegiatannya,tiba2 Ada seseorang yang memanggilnya,membuatnya menoleh.
__ADS_1
"Tuan..."ucap Orang tersebut yang tidak lain adalah Zen asisten Rafael.
"Apa yang kau lakukan di sini"ucap Rafael yang sudah berhadapan dengan Zen.
"Saya lagi belanja tuan"ucap Zen yang membuat Rafael melihat Zen dengan mengeryitkan alisnya.
"troli belanjaan saya ada di sana tuan"ucap Zen menunjukkan troli belanjaannya yang hampir penuh di samping rak.
Rafael pun mengangguk mengerti,kemudian terlintas di otaknya sebuah ide yang tidak akan membuatnya lelah untuk mencari sesuatu.
Rafael tersenyum membuat Zen menelan Salivanya dengan susah payah,karna sepertinya dia akan menerima tugas yang berat dari sang bos.
"Zen aku ingin kau mencarikanku sesuatu"ucap Rafael sambil tersenyum.
'sudah ku duga,setiap kali bos tersenyum pasti ada sesuatu'ucap Zen dalam hati.
"Bantu aku cari daging ayam,aku sudah mencarinya ke mana2 tapi tidak menemukannya."ucap Rafael.
"Daging ayam memang sudah habis tuan,saya tadi yang mengambil terakhir,kalau tadi saya terlambat mungkin saya tidak akan mendapatkan daging ayam itu tuan"ucap Zen sambil menunjuk trolinya di mana ada ayam kaleng beku di sana.
Rafael yang melihat itu,semakin melebarkan senyumnya lalu menatap Zen,Zen yang di tatap seperti itu oleh sang bos hanya bisa menelan salivanya.
"Zen aku rasa kau harua memberikan ayam itu padaku"ucap Rafael sambil tersenyum.
"Hah...tapi tuan...,"ucap Zen terpotong karna tatapan tajam dari bosnya itu.
"Aku akan membayarmu 2 kali dari harga daging itu,lagi pula aku sangat membutuhkannya kalau aku tidak membawa ayam itu,bisa2 Arian akan menghajarku"ucap Rafael panjang lebar.
Mau tidak mau Zen pun memberikan ayam yang berada di trolinya pada Rafael.
Rafael memberikan Zen uang dan kemudian bergegas ke kasir untuk membayar karna bahan2 yang di butuhkannya sudah ada semua.
Di kasir Rafael menjadi pusat perhatian para ibu2 yang berbelanja.
"wah lihat pria itu tampan sekali ya"
"astaga apa yang di lakukan pria tampan di supermarket"
Begitulah bisik2 ibu2 yang sedang mengantri untuk membayar belanjaan mereka.
Rafael segera membayar belanjaannya dan keluar untuk segera menyebrang jalan untuk ke gedung apartemen Arian,Karna supermarket itu berada di seberang jalan.
Saat Rafael ingin menyebrang tiba2,Matanya menatap seorang wanita yang di ngangu oleh preman,Rafael berjalan mendekati dan membuat Wanita itu yang sudah ketakutan mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk.
"HEY APA YANG KALIAN LAKUKAN"teriak Rafael saat sudah berada di dekat kerumunan preman yang berjumlah 5 orang itu,para preman itu berbalik dan mendapati Rafael yang berdiri dengan mengepalkan tangannya dengan kantong belanjaan yang sudah dia titip pada Zen,Zen hanya melihat bosnya itu dari kejauhan sambil memengang begitu banyak belanjaan.
Bukannya khawatir bosnya kenapa napa,Zen malah mengeluh di dalam hati.
'aduh bos,cepatlah tanganku sudah sakit ini,mana belanjaanku banyak lagi nambah lagi belanjaannya bos,aduh bisa2 putus tangan aku ini'ucap Zen dalam hati.
Sedang Rafael menatap marah pada Para preman itu,karna para preman itu berani menganggu gadisnya,Yap wanita itu adalah Sarah.
Sarah yang mendengar suara yang familiar,mengangkat kepalanya dan mendapati Rafael dengan wajah yang sudah memerah menahan emosi.
__ADS_1
DEG