
Pukul 07.55
Arian dan Rafael tiba di H&G Group,saat merek memasuki H&G Group sudah ada Kimso yang membungkukkan badan memyambut tuannya itu.
"Selamat datang tuan"ucap Kimso sambil membungkukkan badannya kepada Arian.
"Kumpulkan semua berkas yang harus ku tanda tangani dan bawa ke ruanganku"ucap Arian kemudian berlalu pergi menuju ruangannya.
"Baik tuan"ucap Kimso sambil membungkukkan badannya.
Saat Arian berjalan melewati Kimso,Kimso mencium bau darah dari pakaian bosnya itu.
'Bau darah,apa tuan baru saja sudah membunuh,sampai2 ada bau darah dari dirinya'ucap Kimso dalam hati kemudian pandangannya jatuh pada Rafael,yang sedang bersiul riah sambil berjalan melewatinya.
Rafael yang menyadari jika Kimso terus memperhatikannya,Rafael pun menghentikan langkahnya kemudian mendekati Kimso.
"Selamat pagi,Tuan Rafael"ucap Kimso saat Rafael sudah berada di hadapannya.
"Pagi juga Kimso,ternyata hidungmu tajam juga ya"ucap Rafael menebak pemikiran Kimso.
"Anda sangat peka Tuan,siapa yang menyerang anda dan Tuan Arian"ucap Kimso langsung bertanya.
"Kau benar2 sangat perhatian ya Kimso,sebenarnya tadi pagi saat kami berangkat ke mari,tiba2 kami di kepung oleh kelompok pembunuh,hingga membuat Arian juga harus turun tangan"ucap Rafael sambil merangkul Kimso dan berjalan ke tempat yang sepi.
"Pembunuh...?,siapa yang berani menyerang tuan Arian"ucap Kimso ketika mereka sudah sampai di tempat yang sepi di sudut ruangan.
"Apa kau mau dengar"ucap Rafael yang di balas anggukan oleh Kimso.
Flashback on
CKIT
Rafael menghentikan mobil mereka saat sudah berada di tempat sepi,Rafael dan Arian pun keluar dari mobil dan selang beberapa saat,para pembunuh yang berjumlah kurang lebih 30 orang itu pun keluar dari mobil yang mereka kendarai dan mengepung Arian dan Rafael dari segala Arah.
Masing2 dari para pembunuh itu sudah memengang senjata mereka yang berupa pedang,pisau sekaligus pistol.
Bukannya takut,Rafael hanya tersenyum devil sedang Arian dengan wajah dingin menatap seluruh pembunuh dengan tatapan tidak peduli.
"Pewaris keluarga Li dan juga pewaris keluarga Sang,Hari ini adalah hari kematian kalian"ucap Salah satu pembunuh yang sepertinya adalah pemimpin.
"Iya kah,aku tidak tau kalau hari ini adalah hari kematianku dan juga hari kematiannya"ucap Rafael sambil menunjuk Arian yang hanya bersandar pada kap depan mobil dengan tatapan dingin yang mengarah pada para pembunuh.
"Banyak bac*t,tunggu apa lagi serang mereka berdua,kita tidak di bayar mahal hanya untuk di pandang rendah oleh mereka berdua."ucap pemimpin dari para pembunuh itu.
Rafael pun maju ke depan meninggalkan Arian yang masih berada di tempatnya.
1 pembunuh maju dan bersiap untuk menyerang Rafael dan menghunuskan pedannya pada Rafael dan....
DORR
Semua pembunuh yang berada di sana terkejut,Rafael menembak pembunuh yang ingin menyerangnya tepat di kepalanya dan membuatnya tewas seketika dan...
DOR
__ADS_1
DOR
DOR
DOR
DOR
DOR
DOR
Tampa sempat menghindar,semua pembunuh yang mengunakan pistol di tembak oleh Rafael hingga tak tersisa,yang tersisa hanya pembunuh yang mengunakan pedang dan pisau.
"Akhirnya beres juga,sekarang hanya tinggal penyerang jarak dekat saja,Arian apa kau hanya ingin menonton saja atau ikut bermain..?"ucap Rafael membuat para pembunuh yang tersisa kira2 23 orang itu gemetar.
"dasar sombong,KAMI AKAN MENCINCANG KALIAN BERDUA"ucap pemimpin para pembunuh itu.
Arian mengedipkan matanya dan membuat warna matanya yang tadinya biru berubah menjadi merah membuat para pembunuh yang melihatnya terkejut.
"Sepertinya kau ingin mengamuk ya...,Arian"ucap Rafael sambil tersenyum devil.
Para pembunuh itu menyerang secara bersamaan,membuat Rafael semakin tersenyum devil.
Rafael memengang pedang yang tadi hampir mengenainya yang di gunakan oleh pembunuh yang sudah dia tembak.
SRET
Sementara itu,Arian yang dalam keadaan marah besar sudah bosan bersandar dan maju mendekati para pembunuh yang mengepung Rafael dan memukul salah satu pembunuh hingga terlempar cukup jauh,hingga menjatuhkan pedangnya di hadapan Arian.
BUK
Arian mengambil pedang itu dan menebas secara membabi buta.
SRET
SRET
SRET
Hanya dalam sekejap mata,semua pembunuh itu sudah tergeletak tak bernyawa hingga hanya menyisakan satu orang yang sudah gemetar ketakutan.
"Wah...,kau menghabisi mereka bahkan hanya membiarkan aku membunuh sedikit,kau benar2 keterlaluan Arian."ucap Rafael yang tidak terima mangsanya di ambil oleh Arian.
"Monster"ucap pembunuh yang masih hidup dengan tubuh yang sudah gemetar tidak karuan.
Bagaimana tidak gemetar,ketika dia melihat seseorang yang membunuh tampa ampun bahkan tidak membiarkan satupun anggota tubuh mereka yang tersambung pada badannya,semuanya terpisah tangan,kaki bahkan kepala mereka.
Arian memdekati pembunuh yang masih hidup itu,pembunuh itu mundur terus mundur,hingga dia terpojok di tembok.
"ja...ja...jangan bunuh aku,ku..ku...mohon"ucap Pembunuh itu saat Arian sudah berada di hadapannya dengan pedang yang sudah berlumuran darah dan juga jasnya yang sudah terkena cipratan darah,untung saja jas yang di gunakan oleh Arian berwarna hitam jadi tidak terlalu kentara.
"Siapa yang menyuruhmu untuk membunuhku dan juga Rafael"ucap Arian sambil mengarahkan pedang yang berlumuran darah pada pembunuh itu.
__ADS_1
"A..a...akan ku beritahu,tapi ku...ku mohon jangan bunuh aku"ucap Pembunuh itu ketakutan.
"Dia adalah Jendral Koderson Overion dari negara B,Dia yang telah membayar kami"ucap Pembunuh itu berharap agar tidak di bunuh oleh Arian,Tapi....
SRET
Arian menebas kepala pembunuh itu hingga terpisah dari lehernya.
"Jendral sial*n itu,sepertinya benar2 sudah bosan hidup"ucap Arian dengan warna mata yang masih merah akibat terlalu emosi.
---------------------------------------------------------------------
NOTE:Keluarga Li,bukanlah keluarga kaya yang biasa,mereka memiliki keistimewaan pada mata mereka,mata mereka dapat berubah warna saat emosi mereka sudah melampaui batas atau bisa di bilang sangat marah,ketika warna mata mereka sudah berubah menjadi merah maka keinginan membunuh sangat besar pada musuh mereka,itu salah satu alasan mengapa mereka menempati urutan pertama,sebagai keluarga besar di seluruh Asia.
---------------------------------------------------------------------
"Rafael,ayo kita pulang,telfon mereka untuk membereskan kekacauan ini"ucap Arian membuang pedang yang sudah berlumuran darah dan kemudian berjalan ke mobil dan masuk dan mengambil tisu dan membersihkan tangannya yang berlumuran darah.
"Halo...,kalian kemari dan bersihkan kekacauan di sini,aku akan mengirimkan alamatnya lewat pesan,mengerti.!!!"ucap Rafael pada seseorang di seberang telfon.
"Baik Bos Rafael"ucap Louis tangan kanan Rafael.
Rafael pun berbalik menuju mobil saat sudah mengirim alamat pada Louis lewat Sms dan mendapati Arian yang sudah dalam keadaan sedikit tenang,karna warna matanya yang sudah kembali berwarna biru.
"Apakah perlu untuk kita segera membunuh Jendral Sial*n itu..?"ucap Rafael saat sudah duduk di kursi pengemudi.
"Belum saatnya,tunggu sampai saat yang tepat,sebaiknya kau segera menjalankan mobilnya kita bisa terlambat nanti"ucap Arian sambil melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 07.30
Rafael segera menyalakan mobil dan langsung menancap gas ke H&G Group.
Flashback off
-
-
-
MAAF KAK UPDATENYA LAMA SOALNYA AKU PUSING MIKIRIN KATA2 YANG TEPAT BUAT EPISODE KALI INI,AKU BAHKAN SAMPAI ULANG 3 KALI BUAT NULIS EPISODE INI.
AKU MAU MINTA SEDIKIT SARAN DARI KAKAK2 SEMUA.
BAGUSNYA KALAU NOVEL INI UDAH TAMAT AKU LANJUTIN KE CERITA ANAKNYA ARIAN SAMA ANA ATAU TIDAK.
BUKAN APA2 SIH CUMA MAU MINTA SARAN AJA,KARNA AKU BUTUH DUKUNGAN DARI KALIAN SEMUA DAN JUGA BUTUH SARAN KARNA AKU MASIH PEMULA HIHIHI....
MAAF AKU NGOMONGNYA KEPANJANGAN KALAU GITU...
HAPPY READING SEMOGA SUKA😉
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA YA
KARNA DUKUNGAN DARI KALIAN SEMUA ADALAH PENYEMANGAT AKU BIAR BISA LEBIH BAIK LAGI DALAM NULIS NOVELNYA.
__ADS_1