BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN
MASA LALU KIMSO


__ADS_3

Kimso mengepalkan tangannya dan menggertakkan giginya tanda dia benar2 marah.


"Tidak akan ku maafkan orang yang berniat membunuh tuan Arian,akan ku pastikan dia mati"ucap Kimso yang sudah emosi.


"Sudahlah,kau tidak usah semarah itu,Arian akan memukulmu jika kau berani membuat masalah dengan orang itu,dan juga dia bilang padaku akan menghabisinya pada waktu yang tepat,jadi kau tahan2 emosimu saja dulu,oke"ucap Rafael sambil menepuk pundak Kimso.


"Saya tidak bisa diam saja saat tuan Arian ingin di bunuh oleh seseorang,kalau sampai terjadi sesuatu pada tuan Arian,saya tidak akan pernah memaafkan diri saya sendiri"ucap Kimso sedikit menunduk.


Rafael tersenyum saat mendengar perkataan Kimso yang menurutnya seperti seseorang yang ingin membayar utang.


"Kau ini,kau tidak perlu seperti itu,lagi pula dia itu iblis,apakah ada seorang iblis yang bisa mati hanya karna di tusuk oleh sebuat pisau kecil."ucap Rafael mencoba menenangkan Kimso.


"Sudahlah,pergi dan siapkan semua berkas yang Arian minta,bisa2 kau di marahi nanti karna telat memberikannya"ucap Rafael lagi,kemudian berjalan meninggalkan Kimso menuju ke ruangan Arian.


'Bagaimana mungkin aku tidak khawatir,Tuan Arian adalah orang yang sudah menyelamatkan hidupku dan membuatku menjadi seperti sekarang,kalau bukan karna dia,mungkin aku sudah mati dari dulu'ucap Kimso dalam hati kemudian pergi untuk menyiapkan berkas2 yang harus di tanda tangani oleh Arian.


Flashback On


Di sebuah gang kecil di negara A,seorang anak yang berusia 15 tahun sedang di keroyok,Anak itu menangis tampa suara,di tubuhnya bahkan sudah penuh luka2 akibat tendangan.


"Dasar pencuri,berani sekali kau mengambil uangku"ucap Salah satu pria yang terus menerus menendang Anak itu tampa henti.


"Cepat kembalikan uangku,dasar pencuri"ucap Teman pria itu.


"dasat bisu,pecahkan saja kepalanya dengan batu"ucap teman pria itu lagi.


Anak itu membulatkan matanya,lalu menutup matanya Berharap agar ketika batu itu mengenainya dia tidak akan merasakan sakit.


Saat teman pria itu ingin melemparkan batu ke kepala anak itu,tiba2 sebuah suara menghentikan mereka membuat mereka berbalik dan mendapati seorang mahasiswa menatap mereka dengan tatapan dingin.


"Apa kalian tidak punya kerjaan,sampai2 harus memukuki anak kecil"ucap mahasiswa itu membuat salah satu pria itu mengernyitkan alisnya.


"Apa urusanmu,lebih baik kau tidak usah ikut campur jika tidak ingin terluka"ucap pria itu.


Mahasiswa itu terus berjalan mendekat dan tiba di hadapan kedua pria itu.


"pergi dari sini kalau kalian masih ingin berjalan"ucap mahasiswa itu lagi sambil melihat anak itu yang sudah penuh dengan luka pada tangan,kaki dan juga sedikit goresan di keningnya.


"kau mengancamku HAH,dasar tukang ikut campur"ucap pria itu lalu melanyangkan bogemnya ke wajah mahasiswa itu,tapi di tangkap oleh mahasiswa itu sebelum mengenai wajahnya.


HAP


dan


KRETT


"Aaaaaaaa,"teriak pria itu saat tangannya di patahkan oleh mahasiswa itu.


Teman pria itu gemetar dan batu yang dia pengang terjatuh karna ketakutan.


"Bawa temanmu ini pergi,sebelum aku mematahkan kakimu"ucap Mahasiswa itu penuh penekanan.


Pria itu segera membawa temannya yang susah di patahkan tangannya oleh mahasiswa itu.


"Kau baik2 saja"ucap Mahasiswa itu kemudian mengulurkan tangannya tapi di tepis oleh anak itu.


"Kau tidak perlu takut,aku tidak akan memakanmu"ucap mahasiswa itu.

__ADS_1


"Terima kasih"ucap Anak itu lirih namun masih bisa di dengar oleh mahasiswa itu.


"Sama2,baiklah aku akan membawamu ke rumah sakit,kau perlu di obati jika tidak lukamu akan infeksi nanti"ucap Mahasiswa itu membuat anak itu membulatkan matanya lalu mendongakkan kepalanya yang sedari tadi menunduk.


"ti...ti...tidak perlu,a..a...aku tidak perlu ke rumah sakit,aku baik2 saja"ucap Anak itu sedikit gemetar.


"Kau takut ke rumah sakit"ucap Mahasiswa itu membuat anak itu tersentak.


"sepertinya aku benar,baiklah aku tidak akan membawamu ke rumah sakit,tapi lukamu haris di obati,aku akan membawamu ke apartemenku untuk mengobati lukamu,bagaimana...?"ucap Mahasiswa itu.


Anak itu terlihat sedikit berfikir,bagaimana bisa dia mengikuti orang yang sama sekali tidak dia kenal,bagaimana jika orang ini memiliki niat jahat padanya,begitu fikirnya.


Mahasiswa itu menyadari,bahwa anak itu sedikit ragu untuk menjawabnya.


"kau tidak perlu takut,aku tidak memiliki niat jahat sama sekali,baiklah jika kau tidak percaya,aku akan memperkenalkan diriku padamu,namaku Arian Li,siapa namamu..?"ucap Mahasiswa itu yang tidak lain adalah Arian saat berumur 17 tahun.


Anak itu menatap langsung mata Arian,mata biru yang sama sekali tidak memiliki niat buruk padanya,mata yang begitu tenang,tapi menyimpan kepedihan yang mendalam,kesakitan dan ketakutan yang mungkin tidak akan pernah di lihat oleh orang lain.


"Namaku Kimso"ucap Kimso kecil.


Arian membalikkan badannya kemusian berjongkok lalu mengatakan sesuatu yang membuat Kimso menatap tidak percaya bahwa masih ada orang baik di dunia ini.


"Naiklah aku akan mengendongmu ke apartemenku kemudian mengobati lukamu,aku tau kalau kau pasti kesulitan dalam berjalan"ucap Arian.


Awalnya Kimso ragu,tapi setelah tadi melihat mata Arian dia memberanikan diri lalu mencoba untuk berdiri dan kemudian mendekati punggung Arian.


Arian pun menggendong Kimso di punggungnya lalu berjalan ke apartemennya.


Setelah lama berjalan,akhirnya Kimso dan Arian tiba di apartemen.Arian membuka kunci tampa menurunkan Kimso dari punggungnya.


"Duduklah dulu,aku akan mengambil kotak p3k dan air hangat"ucap Arian kemudian pergi.


Setelah beberapa saat,Arian datang dengan kotak p3k dan air hangat yang berada di wadah yang tidak terlalu besar.


Arian menaruh kotak p3k dan air hangat di meja lalu menyelupkan handuk yang dia kalungkan di lehernya ke dalam air hangat.


"Buka bajumu,aku harus membersihkan darah yang sudah mengering dari lukamu itu lalu mengoleskan obat"ucap Arian pada Kimso.


Setelah beberapa saat semua luka Kimso sudah di perban dan Arian pun membereskan semuanya lalu kembali ke dapur untuk mengambilkan air minum untuk Kimso.


Arian kembali dengan segelas air di tangannya dan juga baju yang dia pengang.Arian menaruh air itu di atas meja kemudian menyodorkan baju yang dia pengang pada Kimso.


"Pakailah,"ucap Arian kemudian duduk di sofa tunggal di samping Kimso.


Beberapa saat hening tidak ada siapa pun yang berbicara,tiba2...


KRUUUUK


Arian terkejut kemudian menatap Kimso yang tertunduk karna malu,perutnya yang bersuara sangat keras akibat lapar.


"Kau lapar..?"ucap Arian yang di angguki oleh Kimso.


"Dasar Anak bodoh,kalau kau lapar kenapa kau tidak bilang"ucap Arian kemudian berdiri dan...


TUK


"Aduuh"ucap Kimso saat kepalanya di ketuk oleh Arian.

__ADS_1


"Kemarilah"ucap Arian memberi isyarat pada Kimso untuk mengikutinya.


Arian dan Kimso tiba di dapur,Arian memberi isyarat pada Kimso untuk duduk di kursi sementara dia memasak.


Setelah kurang lebih 30 menit semua masakan Arian pun sudah siap untuk di santap,Kimso yang melihat hal itu berdecak kagum karna melihat Arian yang begitu pintar memasak.


"Makanlah"ucap Arian dan dengan cepat Kimso menyendok nasi ke piringnya kemudian semua lauk yang di masak oleh Arian.


Kimso makan dengan lahapnya seperti orang yang tidak pernah makan dalam setahun.Arian terus menatap Kimso,dia mulai mengerti jika Anak yang berada di hadapannya ini begitu menderita.


"Apakah kau ingin mengikutiku"ucap Arian yang membuat Kimso menghentikan makannya dan menatap Arian yang juga menatapnya.


"Aku akan melindungimu dan juga membuatmu hidup nyaman,kau tidak akan mati kelaparan dan juga aku akan menyekolahkanmu,membiayai semua kebutuhanmu asalkan,kau mau mematuhi perintahku dan menjadi orang kepercayaanku"lanjut Arian.


Kimso yang mendengar hal itu,diam dengan mulut yang penuh dengan makanan.Kimso memikirkannya,seseorang yang mau melindunginya bahkan ingin menyekolahkannya,membiayai hidupnya sungguh jarang bisa bertemu dengan orang yang seperti ini,tapi apa tujuannya.


"Aku tidak memiliki keahlian apapun dan juga aku hanyalah seorang gelandangan,apa yang kau lihat sehingga mau menolongku.."ucap Kimso pada Arian setelah menguyah makanan di mulutnya.


"penderitaan,penderitaan yang kau alami hampir sama dengan yang aku alami,perbedaannya hanyalah kau menderita karna harus bertahan hidup di dunia yang keras ini tampa ada siapapun yang ingin membantuhmu sedang aku,menderita karna hal yang mungkin tidak akan bisa kau pahami"ucap Arian membuat Kimso bingung.


"yang terpenting adalah kau tidak akan hidup menderita dan aku akan mengajarkanmu beladiri agar kau bisa melindungi dirimu saat aku tidak berada di dekatmu,bagaimana...?"ucap Arian membuat Kimso berfikir.


'Apa yang di katakan orang ini ada benarnya juga dan lagi ini sangat menguntungkan untukku,Dan juga seandainya tadi dia tidak datang mungkin aku sudah mati,dia adalah penyelamat hidupku,baiklah sudah ku putuskan Aku akan mengikuti kakak ini dan menjadi kuat setelah aku menjadi kuat giliran aku untuk melindunginya,sekarang dia adalah keluargaku aku akan melindunginya meski harus mengorbankan nyawa sekalipun'ucap Kimso dalam hati.


"Baik,saya mengerti tuan Arian"ucap Kimso membuat Arian membulatkan matanya.


PLAK


"Aduuuuh,kenapa anda memukul kepala saya"ucap Kimso sambil mengusap kepalanya.


"jangan memanggilku tuan,cukup dengan nama atau kakak,karna aku tua 2 tahun darimu"ucap Arian yang tidak terima jika di panggil tuan oleh Kimso.


"tapi itu tidak mungkin tuan,bagaimana bisa saya memanggil anda dengan nama anda"ucap Kimso yang sudah membuat Arian sedikit jengkel.


Arian jadi ingat kepada salah satu orang yang menyebut dirinya sahabatnya Arian yang selalu membuat Arian jengkel dengan kata2 yang keluar dari mulut sahabatnya yang tidak lain adalah Rafael.


"baiklah,terserah kau saja,aku akan melatihmu saat badanmu sudah pulih total,mengerti"ucap Arian yang sudah tidak ingin beradu mulut dengan Kimso karna itu akan mengingatkannya pada Rafael yang menyebalkan.


"Baik Tuan"ucap Kimso lalu melanjutkan makannya.


Sejak saat itu,Kimso berjanji untuk menjadi prisai sekaligus pedang untuk Arian karna Arian adalah satu2 keluarganya.


Flashback off


-


-


-


-


-


BUAT KAKAK SEMUA JANGAN LUPA LIKE


HAPPY READING😀😀

__ADS_1


__ADS_2