
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu dibuat tercengang dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Rara. Tanpa aba-aba wanita itu menarik gaun yang dipakai oleh Lily. Wajahnya datar, tanpa ekspresi dia menyiram kepala perempuan itu membuat Lily terkejut bukan main dengan serangan tiba tiba yang dilakukan oleh Rara, wanita Savage yang membuat semua lawannya ketar ketir.
Marco, Max, Daniel dan Yamamoto yang berdiri di sisi ruangan sambil berbincang, dia buat tercengang dengan apa yang baru saja dilakukan Rara.
“ Ya ampun, anak ini sejak dulu selalu begitu, tidak ada aba aba langsung menyerang, ahhhhh kupikir dia berubah, nyatanya darah mafia itu begitu kental di dalam darahnya,” celetuk Yamamoto dengan mata membulat sempurna.
Daniel, Max, Marco dan anak buah yang berjaga disana juga menatap kosong ke arah wanita itu, sangat mengerikan ketika dia sedang marah.
“ APA YANG KAU LAKUKAN PEREMPUAN SIALAN!" teriak Lily mengamuk sambil mengangkat tangannya hendak memukul Rara, tetapi yang dilakukan Rara malah membuat mereka semua tak bisa berkata kata. Dia menarik tangan Lily dan memutar tangan perempuan itu dengan sangat kuat bahkan sampai berbunyi ngilu di telinga mereka.
Kraakkk.... brukkk....
“ Siapa yang mengijinkanmu menghina anakku bangsat!“ umpat wanita itu. Tatapannya yang datar dan dingin berhasil membuat semua orang bergidik ngeri. Rara menahan tangan Lily karena marah dan jengkel dengan ucapan Lily yang menghina anak-anaknya.
“ Kau bisa menjelekkan aku maupun suamiku, itu manusiawi tapi kau akan jadi jal4ng siluman berkulit babi karena berani menghina anakku!!” suara Rara terdengar begitu tajam. Dia menggertak wanita itu dengan keras dan tidak memberinya ampun karena telah menghina anaknya.
“ Apa yang kau lakukan sialan, kau melukai tangan put..
“ Kau melukai hati anakku kurang ajar!!” pekik Rara. Nafasnya sampai tersengal sengal saking marahnya dengan ucapan tak senonoh dari Lily.
Richard menatap istrinya, jantung hatinya yang memperjuangkan anak anaknya, dia menatap dingin ke arah Nyonya Siska dan James . Sontak seisi ruangan itu dipenuhi dengan kemarahan.
“ Akhhh lepaskan aku... hiks hiks hiks... lepaskan aku... aku adalah seorang aktris terkenal, beraninya kau melakukan ini pada seorang publik figur.. kau akan diserang oleh fansku nanti..” pekik Lily sambil menangis sesenggukan.
“ kak James rekam ini, biar dia dihujat oleh semua penduduk negeri ini,” teriak Lily.
“ Tenang Lily, aku sudah merekamnya sejak tadi, dia tidak akan selamat dari...
Duarrr....
__ADS_1
Sebuah genjatan senjata terdengar di dalam ruanagn itu. Tak ada yang berani bergerak, sontak semuanya terdiam dalam tempat mereka masing-masing.
Beberapa kali suara pistol terdengar menyasar setidaknya enam sudut di rumah itu. Semua orang tiarap, tetapi Rara menatap sosok yang menembak kamera CCTV yang dipasang di rumah itu, dia adalah Daniel.
“ Sekarang tidak ada bukti, kau mau apa?” ejek pria itu sambil menghancurkan ponsel James dengan cara menginjaknya.
“ Si.. siapa kalian sebenarnya, Richard.. kenapa kau membawa preman ke rumah ini? Apa kau sekarang hidup sebagai preman? Kau mempermalukan almarhum ayah dan ibumu kau sangat tidak pantas berada disini, arkhhh sialan hik shiks hiks.. suamiku pasti menangis di sana... dia akan sangat bersedih.. kasihan dia....” Nyonya Siska menangis sesenggukan seraya terduduk di atas lantai, memasang air mata buaya berusaha untuk mencari perhatian tuan besar William dan istrinya.
Tetapi kedua orang itu tampak diam dan tidak menatapnya sama sekali, mereka mengalihkan perhatian mereka dan tidak peduli dengan rengekan wanita itu.
Melihat situasi yang sangat aneh ini, Giselle dan James sama sama dibingungkan.
“ bagaimana bisa kakek dan nenek bahkan tidak merespon apa pun dengan kejadian ini?” batin James.
“ Apa yang sebenarnya terjadi setelah kematian Papa mertua? Apa yang direncanakan oleh Richard, dan wanita ini... dia.. dia mirip sekali dengan Ray..” batin Giselle.
“ Jika kau sangat sayang dan kasihan padanya,kau boleh ikut menyusulnya ke kuburan dan aku akan dengan senang hati melakukannya...” Daniel berleri dan mendekati nyonya Siska, pistol itu kini berada di kepala wanita itu.
Richard menghela nafas, berkat bantuan teman dan istrinya, dia bisa menghadapi manusia jadi jadian itu. Terutama Lily yang terlalu pintar bersilat lidah dan memanfaatkan keadaan.
“ Tenangkan diri kalian dan duduk dengan benar, berikan Wanita itu pakaian, memalukan melihat tubuhnya seperti itu, bekas apa itu? Apa kau seorang perempuan malam?” ejek Richard .
Akhirnya dia berbicara. Begitu dia memulai pembicaraan semuanya terdiam dan kembali ke tempat masing masing.
Rara mendorong Lily tanpa peduli perempuan itu terluka atau tidak,” sialan kau... hiks hiks hiks,.. lihat saja kau pasti akan mati di..
“ ekhmmm.. apa kau masih mau bicara?” Marco mencampakkan sebuah kaos ke arah Lily dan menatapnya dengan tajam.
Perempuan itu terdiam dan mengambil kaos itu lalu memakainya dengan tubuh gemetaran.
__ADS_1
Rara berdiri di dekat Max, Daniel dan Yamamoto membiarkan mereka berbicara.
“ Kalian sibuk membicarkan harta warisan begitu papa meninggal dunia, apa kalian pikir kalian itu masih manusia? Terutama kau Giselle, hahah.. kau hanya orang luar, kenapa kau ikut campur dengan harta warisan ayahku?”
Giselle yang disindir tidak terima dengan ucapan Sarkas dari Richard,” tentu aku berhak karena suamiku adalah anak sah tuan Fransiskus, anak yang di terima keluarga ini berbeda dengan dirimu, anak yang dibuang dan tidak dianggap karena lahir dari perut seorang per..” dia terdiam saat akan menyinggung kata kata yang sama, lirikan Rara seolah siap untuk memangsanya.
“ Ekhmm... James lebih layak dari pada dirimu,” ucap Nyonya Siska membantu menantunya.
“ tentu saja, karena aku anak pertama dan perusahaan sudah diserahkan padaku,” ucap James.
Mereka sungguh tidak tahu malu, bahkan membicarkan harta warisan begitu sang pemilik mati. Berharap semuanya dilimpahkan pada mereka.
“ Kau tidak berhak, kurasa kau sendiri tahu kenapa Papa meninggal dunia,” ucap Richard sambil berdiri.
James terlihat kebingungan,dia melirik kesana kemari sambil menggaruk lehernya karena gugup,” apa mereka tahu? Hah tidak akan mungkin, aku melaju dengan sangat cepat hari itu, tidak akan bisa mereka mengetahui kalau kecelakaan itu karena ulahku,” batin James.
“Hah.. a.. aku tidak mungkin tahu secara Papa meninggal saat dia menemuimu, saat dia bertemu denganmu, bukankah kau yang sengaja membuat dia meninggal untuk mendapatkan semua harta ini?” ucap James melawan . Dia tidak akan takut karena tidak ada bukti sama sekali saat kecelakaan itu terjadi.
Richard berjalan dan mendekati James, dia menarik kerah baju pria itu dan menatapnya dnegan tatapan tajam,” KAU.. YANG.. MEMBUNUH PAPA BAJINGAN..” teriak Richard yang langsung melayangkan pukulan bertubi-tubi di kepala pria itu tanpa memberi James kesempoatan utnuk membalaas.
“ Anakku.. beraninya kau memukul James, dasar anak jal4ng sialan..” pekik Nyonya Siska marah.
“ jangan berani menghentikan mereka, atau aku akan benar benar menendang mu keluar dari rumah ini....” suara seseorang membuat nyonya Siska tersentak kaget,” su.. suara ini?”
“ Ve.. Vera?”
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen