Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB


__ADS_3

Hansel dan Esther mendampingi Nyonya Vera yang telah mendapatkan perawatan selama beberapa hari dan memiliki setidaknya sedikit tenaga untuk bangkit dan datang ke rumah itu dengan pengawalan ketat dari pihak polisi rekan Esther yang mengantongi beberapa surat perintah penangkapan yang belum mereka ungkapkan.


Dengan erat Esther dan Hansel menggandeng tangan nyonya Vera dan memapahnya ke dalam rumah setelah mendengar semua perdebatan tentang harta di dalam ruangan itu.


Semua orang terkejut dibuat kedatangan Nyonya Vera, bahkan Richard sampai terduduk lemas saat melihat sang ibu yang sudah berubah menjadi tua, kini berdiri di hadapannya dengan kondisi pemulihan dari sakit yang di deritanya akarena ulah tuan Fransiskus.


“ ma... Mama....” Suara pria itu tercekat, dia belum tahu kalau sang ibu masih hidup, mereka semua merahasikan hal ini dari Richard atas keinginan Nyonya vera, dia ingin terlihat sehat saat melihat putra yang tidak bisa dia temui selama 33 tahun lamanya.


Mata kedua orang itu saling bertatapan, jantung mereka berdebar kencang, ikatan yang lama terpisah itu kini terhubung kembali, Richard tidak tahu harus mengatakan apa lagi, ini sebuah keajaiban, sebuah mukjizat yang Tuhan berikan padanya karena ibunya masih hidup sampai saat ini.


“ Ve... Vera? Hah ti.. tidak mungkin..”pekik Nyonya Siska yang tak percaya melihat sosok istri pertama suaminya yang sangat dicintai oleh pria itu.


Nyonya Siska sampai dibuat specch less melihat kedatangan Vera di rumah itu. Bahkan kedua orangtua tuan Fransiskus terlihat syok dengan kehadiran Vera malam ini. Tidak ada yang menyangka dia akan datang setelah pemakaman mendiang tuan Fransiskus.


“ hah.. siapa kau.. kenapa kau datang ke rumah ini? Kau bukan bagian keluarga ini, kau tidak berhak ada disini,” James membentak Nyonya Vera.


“ Aku bahkan lebih berhak di rumah ini dibandingkan dengan anak haram seperti dirimu James Rivaldi,” ucap nyonya Vera, pelan namun penuh tekanan sambil menatap nyonya Siska yang dibuat terkejut saat mendengar nama belakang yang disematkan oleh Nyonya Vera pada putranya.


Wajahnya nyonya Siska tak bisa berbohong, ada sesuatu tentang kelahiran James yang belum dia pernah ungkapkan ke khalayak, bahwa dia mengandung anak mantan kekasihnya dan malah mengatakan kalau dia hamil anak tuan Fransiskus.


“ Rivaldi? Itu nama mantan kekasihmu kan Siska? Lama tidak bertemu, ternyata kau masih sama saja, apa yang kau incar? Harta? Kau yakin ingin mempermasalahkan pembagian harta dengan keluarga ini? Apa kau tidak tahu malu sama sekali?” ucap Nyonya Vera sambil duduk di kursi tunggal di dekat Richard yang masih melongo tak percaya dengan kedatangan sang ibunda.


Jujur saja, Nyonya Vera sudah sangat ingin memeluk putranya saat ini, rasa rindu dan kesedihan yang dia tahan selama ini , entah bagaimana dia bisa bertahan hidup setelah mendapat penyiksaan dari tuan Fransiskus, sampi dia harus hidup berpura pura gila selama puluhan tahun dan akhirnya bisa keluar dari penjara itu setelah sekian lama.


“ Ka.. kau.. lancang sekali kau mengatakan hal itu, kau siapa? Aku ini istrinya, aku yang mengatur semua keuangan rumah ini...” teriak Nyonya Siska.

__ADS_1


Nyonya Vera tersenyum tipis, dia menatap ayah dan ibu mertuanya yang sudah tak punya muka lagi di hadapan mereka. Setelah kematian tuan Fransiskus beberapa hari lalu, Richard langsung menemui kakek dan neneknya serta membawa beberapa bukti tentang bagaimana keluarga Fransiskus kini sangat hancur karena keputusan mereka menikahkkan tuan Fransiskus pada Nyonya Siska dengan cara yang ekstrem.


Hal itu malah membawa maut bagi mereka, mereka kehilangan putra kesayangan mereka dan satu satunya keturunan mereka dan mendapati fakta bahwa James, Ibunya dan Menantu Siska berkonspirasi untuk melakukan pembunuhan terhadap tuan Fransiskus demi mendapatkan seluruh harta pria itu di tangan mereka tanpa tahu rahasia pemegang kunci seluruh harta warisan adalah nyonya Vera.


Tuan William dan istrinya hanya memalingkan wajah, malu karena diri mereka yang merendahkan menantu mereka tetapi tidak menyangka sekalipun tuan Frasniskus mengurungnya selama puluhan tahun, ternyata pria itu mengatasnamakan seluruh aset atas nama istrinya.


Semuanya ternyata atas nama Nyonya Vera bahkan perusahaan pun atas nama Nyonya vera, tidak ada yang tahu karena tuan Fransiskus merahasiakannya rapat rapat. Tujuan utamanya adalah melindungi putranya.


“ Kurasa papa dan Mama sudah tahu kebenarannya sekarang bukan? Senang bertemu kalian kembali Pa, Ma, maaf Vera menantu kalian yang hina ini kembali lagi, Vera kembali untuk anak Vera bukan untuk kalian,” ujarnya tanpa takut dan gentar.


“ A.. apa apaan ini? Ti.. tidak boleh begini?apa maksudmu sekarang? Apa Papa dan Mama sudah tahu?” nyonya Siska menatap kedua mertuanya dengan tatapan terkejut.


Tuan William tak bisa mengatasi ini,” ekhmm.. semua sudah jelas, Vera telah kembali, dia yang mengatur semuanya dan ini adalah haknya , sudah tertera dalam wasiat Fransiskus, kalian uruslah, bukan urusan kami, kami sudah tua dan tidak punya banyak waktu untuk mengurus masalah ini, Ayo Ma kita pulang, Fransiskus sudah mati, tidak ada alasan bagi kita untuk tetap berada disini,” ucap Tuan William sambil menggandeng tangan istrinya. Istrinya hanya terdiam lemah karena telah kehilangan putranya, mereka pergi dari sana tanpa menoleh sama sekai.


“ papa mama jelaskan dulu apa yang terjadi, kenapa kalain malah membiarkan perempuan ini yang mengatur, aku istri Fransiskus, aku yang menjaga dia selama ini..” pekik Nyonya Siska tak terima.


“ ini bukan urusan kami lagi, Fransiskus sudah mati, kalian urus sendiri,” ucap pria itu tanpa menoleh dan pergi bergitu saja dari ruangan itu.


Giselle terdiam,dia tersadar kalau yang dia pilih menjadi sumber uangnya hanya seorang anak haram seperti yang dia ucapkan pada anak anak Richard. Dia malah mendapatkan seroang suami yang bukan kerturuan tuan Fransiskus yang berarti dia tidak punya hak apa pun di keluarga itu.


“ tidak... ini tidak mungki... hahaha ini tidak mungkin pasti ini akal akalan kalian kan. Bagaimana bisa aku justru menikahi pria yang tidak punya apa-apa?” ucap Giselle sambil menatap suaminya tak percaya.


“ Giselle apa maksudmu kenapa kau seperti ini?” tanya James yang wajahnya bonyok karena ulah Richard.


“ Kenapa kau menggodaku waktu itu James, seharusnya aku menikah dengan Richard bukan dengan anak haram seperti dirimu...” pekik Giselle tak terima.

__ADS_1


“ Ahhh biar ku beritahu, sebenarnya kalian berdua sama sama pasangan yang gila sih,” Max memotong pembicaran mereka.


“ James berselingkuh dengan seornag office girl sampai gadis itu mengandung anaknya dan Giselle keguguran saat kehamilan pertamanya tetapi mengganti bayinya dengan Ray, anak yang kau buang di tengah jalan tetapi mengatakan pada publik bahwa dia meninggal dalam sebuah kebakaran, sekedar informasi, kalian berdua itu sama sama setan..” ucap pria itu.


“ Giselle. kau berani menipu kami?” pekik James.


“arrkkkhhh sialan kau yang menipuku, kau hamili perempuan lain, sudah berapa orang yang kau tiduri James..”pekik Giselle tak teriam.


Sungguh drama yang lucu sampai membuat Rara dan Daniel tertawa di sudut sana sambil memakan popcorn menonton drama rumah tangga yang sangat pelik ini.


“ Kalau dijadikan sinetron judul yang cocok adalah, suamiku dan aku sama sama butuh ranjang tambahan,” celetuk Daniel.


Pffthhhhh....


Rara tertawa mendengar ucapan pria itu sambil mengangguk.


“ Beraninya kalian tertawa, apa kau puas melihat keluargaku hancur hah?” Lily berteriak marah dan hendak menyerang Rara tetapi tiba-tiba tangannya ditangkap oleh seseoang.


“ Jangan coba coba menyentuh wajah adikku, SIALAN...”


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2