
Kekacauan besar terjadi, Esther dan teman temannya sudah kebingungan menghadapi amukan para pasien.
“ Kelinci rakus, ini sudah sangat kacau apa yang harus kita lakukan? Bagaimana kau akan menangani ini?” bisik Esther sambil menarik Hansel menjauh dari kerumunan itu.
Hansel hanya senyum senyum sendiri sambil melirik Esther,” ayolah gadis ku, ikuti aku..” celetuk Hansel sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya lalu menarik tangan Esther dan naik kek kemudi buldoser yang dia pinjam dari seorang kakek pagi tadi untuk misinya hari ini.
“ Kau mau apa?” Esther menatap heran ke arah Hansel.
“ Rencana B...”
“ Rencana B? Kita punya Rencana B?” tanya Esther dengan polosnya.
Hansel tersenyum sambil memasang seat beltnya Esther dan menyalakan buldoser itu.
“ Saatnya Kaaburrr.... whahahahahhahaa......
Hansel menginjak gas kuat kuat dan kabur dari sana setelah membuat kekacauan gila di rumah sakti itu.
“hei mau kabur kemana kalian pengacau sialan...
“ Ke rumah bapakmu kamprett... wahahahhahaha”
“ Ya Tuhan orang ini memang harus di rawat di rumah sakit jiwa,” Esther menghela nafasmsambil tertawa melihat kelakuan pria itu.
Mereka meninggalkan lokasi rumah sakti setelah Damian dan Max berhasil keluar dan membawa Nyonya Vera dari lokasi tersebut.
“ Huffttthhh...” hela nafas sang Max terdengar di dalam mobil limosin putih yang dikemudikan oleh supir pribadinya bersama Damian yang duduk di sisi lain sedang Nyonya Vera di buat dengan posisi senyaman mungkin.
“ yang penting Nyonya Vera sudah selamat,” balas Damian sambil memutar pergelangan tangannya yang terasa sakit karena memukul habis semua penjaga di dalam rumah sakit itu.
Max mengangguk setuju, dia menatap Nyonya vera yang terlelap karena pengaruh obat yang disuntikkan Damian. Wajahnya keriput, rambutnya memutih, tampaknya wanita ini tersiksa selama hidupnya.
“ Bagaimana perasaan Richard jika melihat ibunya dalam kondisi ini?”
“ Siapa sangka akan terjadi kejadian mengerikan seperti ini, hahh.. kita harus cepat ke Rara, dia bisa berada dalam bahaya jika melawan mereka sendirian,” ujar Damian.
__ADS_1
Sementara itu,
Byuuuurrr....
Tubuh Rara di siram dengan air sedingin es membuatnya terbangun dari pingsan.
“ Sialan kenapa kau siram aku kampret... kau pikir tidak dingin dasar kepala bakso sialan, mau ku goreng kau...” pekik Rara yang terkejut karena tiba tiba disiram dengan air.
“buka penutup kepalanya,” Suara tuan Fransiskus terdengar tajam dan berat.
Penutup kepala hitam yang bertengger di kepala Rara di tarik begitu saja, terlihat Rara yang kesal dan marah sambil menatap tajam ke arah mereka,”hakkk cuihh... anjing kampung sialan,” umpat Rara.
Tuan Fransiskus hanya menatap nya dengan tatapan datar,” Bunuh dia dan bakar tubuhnya, ini akan sedikit menyiksa tetapi memusnahkah wanita ini adalah hal yang seharusnya ku lakukan sejak dulu,” ucap Tuan Fransiskus.
Rara tidak lagi terkejut mendengar ucapan sarkas pria itu,” pffthh bwahahahahhahaa... kau mau memainkan peran sebagai penjahat profesional? Ingin membunuhku? Untuk apa?” Rara tertawa terbahak-bahak sambil menatap geli ke arah pria itu.
Tuan Fransiskus tentu saja di buat merasa tidak senang dengan ucapan Rara yang begitu mengesalkan,” Perempuan jal4ng sialan, beraninya kau ....” tuan Fransiskus sampai menggertakkan giginya dan berjalan ke arah Rara dengan tatapan kesal.
“ hahahha datang kemari pembunuh... datang kemari kau pembunuh sialan....” Teriak Rara yang menggila di depan pria itu.
Tepat pada saat itu, dia melihat tangan Rara dengan cepat membuka ikatan pada tangannya dengan tangan kosong. Setidaknya Yamamoto lega kalau Rara orang yang cerdas,” dia tidak akan mati tapi semua orang di dalam gedung itu akan mati,” batin Yamamoto.
Di dalam gedung Rara dipukuli oleh beberapa pria sampai wajahnya babak belur. Rara hanya tertawa dan menerima semua pukulan atas perintah tuan Fransiskus itu.
“mau membunuhku?” tidak semudah itu tuan Fransiskus,” ucap Rara yang langsung melompat begitu tangannya terlepas . Dia menerjang anak buah tuan Fransiskus yang berbadan besar dan langsung menendang benda pribadi mereka sampai dalam hitungan satu menit, anak buah pria itu tumbang dengan biji yang pecah akibat tendangan maut dari Rara.
“ Bermain curang adalah keahlianku,: ucapnya sambil tersenyum menyeringai ke arah tuan Fransiskus.
Sedangkan Marco yang menatap dari CCTV dibuat tak bisa berkata kata dengan wanita garang yang menghabisi 7 pria berbadan besar hanya dengan tendangan maut di bagian pusaka mereka.
“ Sialan kau, kau harus mati hari ini juga berengsek, perempuan yang telah menghancurkan kehidupan putraku, kenapa kau datang lagi dan mengganggu anakku, kau harusnya mati..” Tuan Fransiskus berteriak dan mengeluarkan senjatanya menodongkannya ke arah Rara.
Rara menatap pria itu tanpa takut sedikit pun, menghadapi pria gila harus dengan cara yang gila juga, salahkan dirinya karena telah berani mencari maslah dengan Rara, putri dari pentolan kelompok mafia yang darah dunia bawah sudah mengalir di dalam dirinya.
“Mau membunuhku?” Rara berjalan sambil tersenyum menyeringai mendekati pria itu,” kau yakin ingin membunuhku di depan putramu tuan Fransiskus?” ucap Rara sambil menatap ke arah pintu dimana Richard telah tiba dan berdiri dengan tubuh terbujur kaku saat melihat istrinya terluka parah sedang tuan Fransiskus mencoba menembaknya.
__ADS_1
“ Apa yang Papa lakukan?” pekik pria itu histeris .
Degh...
Bak dihujam batu yang keras dan tajam, jantung tuan Fransiskus berdebar kencang saat mendengar suara putranya.
“ Ri.. Richard? “ dia terkejut bukan main saat melihat putranya malah datang ke gedung itu bukan ke rumah sesuai petunjukanya.
“ apa yang kau lakukan disini, kau harusnya ke rumah, calon istrimu sudah menunggu disana, cepat pulang kalau kau sayang pada Papa...” teriak pria itu marah.
Richard benar benar tidak menyangka kalau sang ayah akan berubah sedrastis ini,” Istriku ada di depan Papa dan Papa hendak membunuhnya? Kenapa Papa seperti ini?” teriak Richard.
“ Dia bukan istrimu, Papa tidak pernah setuju kamu menikah dengan perempuan sialan ini, kamu hanya di jebak oleh James, Giselle dan ibu tirimu, kamu seharusnya menikah dengan perempuan yang Papa pilihkan,” ucap pria itu sambil menarik Rara dan menodongkan pistol ke kepala wanita itu.
“ rara...
“ Apa yang Anda lakukan tuan, jangan melukai Rara lagi...” Daniel sangat marah, dia benci melihat kelakuan tuan Fransiskus ini.
“ Lepaskan Rara Pa.. lepaskan istriku...”
“ tidak akan, tidak akan sebelum aku membunuh wanita sialan ini...” teriak Tuan Fransiskus sambil menatap tajam ke arah Rara.
“ Mati saja kau hari ini...” teriaknya dan...
Duarr....
“ Raraa..........”
.
.
.
Like, vote dan komen
__ADS_1