Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB


__ADS_3

Rara menatap benda pipih persegi pandang itu sambil menaruh tangannya sebagai tumpuan. Dia duduk di samping sopir tak ingin duduk di belakang.


Drrtt... drrttt.....


Benar saja panggilan yang dia tunggu sejak tadi akhirnya tiba, dia menatap nomor tanpa nama itu, nomor tidak dikenal yang menghubunginya. Segurat senyum tipis tergambar di wajah wanita itu sembari jarinya mengusap layar ponsel menjawab panggilan itu.


Rara sudah tahu penyebab kebakaran di rumah yang dulu dia tempati, Bibinya, Nyonya Korry adalah pelakunya, dan wanita itu sedang menghubunginya sekarang.


Rara menjawab panggilannya tetapi tidak berbicara sepatah kata pun, hanya mendengar ocehan wanita itu,” halo anak, ini Bibi... Bibi sangat merindukanmu, bisakah kamu datang ke rumah bibi? Bibi sedang sakit, uhuk uhuk uhuk.. Bibi mau minta maaf, Bibi sadar kalau Bibi salah selama ini, Bibi ingin berbicara denganmu sebelum Bibi benar-benar mati, hiks.. hiks hiks hiks... arrkkhh aku benar benar sakit.. datanglah Rara.. Bibi benar-benar merindukanmu, akhirnya Bibi merasakan karmanya...”wanita itu menangis dan meracau hebat di balik panggilan telepon itu.


Rara menyeringai sambil mendengar ucapan wanita itu, hampir tawanya lepas saat mendengar akting buruk dari wanita itu.


Dia memutus sambungan teleponnya dan..


“ Bwahahhahaha... hei pak, kau dengar ucapannya tadi hahahha, sungguh akting yang sangat buruk ya kan?” Rara tertawa terbahak-bahak, rasanya sangat geli mendengar ucapan Bibinya yang terlalu berlebihan.


“ Pak kita memutar dan pergi ke rumah itu, aku yakin kau sudah diberi tahu rencana ini bukan?” tanya Rara sambil menaikkan sebelah alisnya.


“ baik nyonya, tapi apa Anda akan baik-baik saja?” tanya pria itu.


“ tenanglah, semua kan baik-baik saja,” ucapnya dengan yakin sambil mengeraskan rahangnya menatap tajam jalanan yang mereka lalui.


Mobil itu melaju menuju rumah Bibi Rara. Tidak butuh waktu lama mereka tiba di rumah yang seharusnya milik Rara dan ayahnya tetapi direnggut paksa dengan segala tipu daya oleh sang Bibi yang menguras habis wanita itu sejak dia muda.


“ Ahh sudah lama aku tidak datang ke tempat ini,” gumamnya sambil keluar dari dalam mobil dan mobil itu pergi setelah mengantarkan Rara kesana.


Rara berdiri sambil menatap rumah besar yang menjulang tinggi ke atas, rumah hasil kerja kera ayahnya tetapi di renggut seluruhnya oleh Nyonya Korry yang serakah.


Dia berdiri di depan gerbang sambil menunggu dan melirik ke kana dan kiri,” Kupikir akan cepat,” batinnya sambil tertawa kecil.


Dia menatap jam tangannya sambil mengerucutkan bibirnya, akhirnya yang ditunggu pun datang. Wanita itu berdiri seolah tidak tahu apa-apa, dan...

__ADS_1


Lima orang pria bertubuh besar datang dari belakangnya dan mendekati wanita itu lalu menarik tangannya dengan kasar,” siapa kalian, kenapa menahanku seperti ini?” teriak Rara dengan wajah paniknya.


“ Ikut kami atau kau akan mati...” ucap mereka sambil menarik Rara dengan kasar dan menutup mulutnya lalu memasukkan wanita itu ke dalam mobil hitam yang mereka bawa.


Mobil itu pergi dari sana dengan Rara yang memberontak.


“ Lepaskan aku bajingan jangan menyentuhku kalian siapa...” pekik Rara sambil menarik tangannya dari orang-orang itu.


Bughh...


Sebuah pukulan telak mendarat di lehernya dan wanita itu pingsan tak sadarkan diri karena pukulan dari pria berbaju hitam itu.


Sementara itu, Nyonya Korry yang menyaksikan penangkapan Rara tersenyum dan langsung menghubungi tuan Fransiskus,” kamis sudah membawanya ke tempat tujuan tuan, silakan lakukan pembayaran sesegera mungkin,” ucapnya dengan senyuman licik.


“ Hmm.. sudah ku kirim, “


Rara di bawa dengan mobil itu menuju sebuah lingkungan kumuh yang sudah lama tidak ditempati bahkan pemulung saja tidak tinggal di tempat menyeramkan yang berbau lumpur itu.


Yamamoto memberikan ponselnya dan menunjukkan video Elliot dan Gege yang menangis minta tolong di tengah kobaran api.


Senyuman merekah di wajah tuan Fransiskus,” akhirnya semua selesai, kini tidak ada seorang pun yang akan mengganggu urusanku menjadikan Richard sebagai sosok yang kuinginkan entah itu perempuan bayaran ini ataupun anak anaknya yang tidak berguna itu,”ucap pria itu sambil tertawa puas.


“ Kerja bagus Yamamoto, tidak sia sia aku bekerja dengan organisasi hitam seperti kalian,” ucap pria itu sambil tertawa.


Yamamoto hanya mengangguk tanpa memberikan komentar apa pun,” dasar bodoh, kau mungkin akan memilih kematian hari ini,” batin Yamamoto.


“ Apa yang akan kau lakukan dengan wanita yang di rumah sakit jiwa itu?” tanya Yamamoto.


“ Aku sudah mengirim orang untuk membunuhnya hari ini,” ujarnya sambil tertawa.


Yamamoto tidak percaya dengan apa yang dia dengar, dia tidak tahu kalau pria itu akan membunuh perempuan yang dia kurung di rumah sakit jiwa tak jauh dari lokasi mereka berada.

__ADS_1


“ kau benar-benar sudah gila tuan, dia istrimu bukannya kau mengatakan kalau sangat mencintainya? Tapi kenapa kau membunuhnya?” tanya Yamamoto.


Tuan Fransiskus tertawa,” Kenapa kau penasaran? “ tanya tuan Fransiskus dengan nada mengejek.


“ bukan apa apa, hanya heran saja, bagaimana bisa pria yang mengatakan sangat mencintai istri dan anak nya malah ingin membunuh keluarga yang dicintai,” ujar Yamamoto.


“ Terserah padamu, aku sudah melakukan bagianku, aku akan kembali jika kau butuh bantuan,” ucap Yamamoto sambil beranjak dari sana.


Tuan Fransiskus menatap pria itu sambil menodongkan pistolnya ke kepala Yamamoto dan pria Jepang itu menyadarinya. Dia hanya tersenyum menyeringai sambil menatap ke depan ,” jika kau berani melepaskan satu saja pelurumu maka jangan salahkan aku kau akan melihat kematian Richard,” Yamamoto berbalik sambil tersenyum.


Tuan Fransiskus terkejut saat menyadari ada setidaknya sepuluh laser alat tembak yang terarah ke mata, dan jantungnya.


“ Mau bermain curang denganku? Ketahui lawanmu tuan Fransiskus,” ucap Yamamoto sambil berjalan dan mendekati pria itu menarik senjatanya dan mengarahkan benda itu ke kepalanya sendiri,” tembak.. hahahah ayo tembak aku...” ucap Yamamoto sambil tertawa menatap pria itu.


“ bukan sekali dua kali aku menghadapi pria picik seperti dirimu Fransiskus, pria gila yang hendak membunuh menantu dan cucunya sendiri demi uang, hahahha bodohnya anakmu yang tidak tahu apa-apa itu tapi mempercayai semua ucapanmu,” ucap Yamamoto dengan lantang.


“ Bukan urusanmu bajingan, aku menyerah kau pergilah dan bisnis kita selesai sampai disini,” ucap tuan Fransiskus menurunkan senjatanya.


Yamamoto tertawa, dia menyeringai menatap tuan Fransiskus,” hmmm.. pilihan yang tepat...” ucap pria itu sambil melangkah dari sana .


Tuan Fransiskus tahu kalau Yamamoto lawan yang kuat dan yang dibutuhkan pria itu hanya uang bukan yang lain.


“ Dia memang lawan yang kuat,” ucapnya sambil menyimpan senjatanya dan menatap Rara yang dibawa ke dalam gedung.


Sementara itu Yamamoto terlihat berlari dengan wajah panik sambil menghubungi Damian,” Hei anak ayam, cepat pergi ke alamat yang ku kirim padamu, mereka akan membunuh seseorang yang berkaitan dengan suami Clara di sana jangan sampai terlambat kalau kalian tidak mau pertumpahan darah terjadi, aku akan mengurus Rara disini,” ucap pria itu panik sambil menatap ke arah gedung tak terpakai itu.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2