
Wajah Rara bersemu merah, dengan tatapan polos dia menatap suaminya yang telah bangun dari tidurnya.
“ Ri.. Richard?”
“ Hmm... apa sayang?” balas Richard dengan suara seraknya yang berat tetapi terdengar sangat menggoda di telinga Rara.
Jujur saja, wanita yang mendengar suaranya pasti akan dibuat gagal jantung saking indahnya suara yang berat dan terkesan menggoda itu belum lagi tangan nakal Richard mulai mengusap punggung Rara dengan lembut.
“ Ehh... a... aku.. aa.. apa kau sa.. sadar ? bukan ma.. makasdu kau, apa kau.. hemm...
Richard langsung menyambar buah cherry kesukaannya, benda kecil dan manis yang sangat dia rindukan, buah kesukaannya dan candu bagi dirinya.
Rara terdiam, seolah baterainya habis, otaknya berhenti bekerja saat sang pujaan menyentuh bibirnya dengan lembut. Richard mengecup bibir istrinya sejenak lalu melepaskannya,” maaf apa nafasku bau? Aku kan tidurnya lama,” ucap Richard yang teringat dengan masa komanya.
“ pffthh bwahahahhaa.....” tawa istrinya pecah saat itu juga, Rara tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan suaminya yang malah mengkhawatirkan hal itu.
Rara tersenyum bahagia sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah Richard. Jujur, perasaan Rara bertumbuh setiap hari saat dia memikirkan dan merawat suaminya.
“ Tenang saja, aku membersihkannya setiap hari,” ucap Rara sambil mengecup Richard lagi.
“ Aku mencintaimu Richard, sangat.” Ucap Rara di sela sela ciumannya. Wanita itu mengambil alih dan menyatakan perasaannya pada sang suami sambil menangis bahagia.
Rara mengecupnya dengan rakus, pria itu membalas permainan istrinya dengan lembut, menyalurkan rasa cinta yang juga dia miliki di hatinya . Dan semakin besar setelah dia tahu bahwa Rara yang merawatnya selama ini tanpa jijik dan segan .
“ Aku juga mencintaimu Rara, sejak awal aku sudah mencintaimu, kau saja yang ngeyel dibilangin, “ ejek Richard.
“ hahahha... maafkan aku, jadi kau serius waktu itu?” tanya Rara yang langsung dibalas dengan anggukan kepala oleh sang suami.
“ Aahahha terima kasih.... “ seru Rara dengan teriakan bahagia.
“ muaahh...muahhh...muaahhh... aku sangat menyayangimu.. terima kasih sudah bangun , terima kasih banyak manusia robotku hahhaa...”
“ Manusia robot apa nya? Dasar monyet tembok,, “
“ Pffthhh hahahhaa... aku bahagia...” ucap Rara sambil menangis.
“ Kalau bahagia kenapa menangis hmm? Apa hari harimu begitu sulit?” tanya Richard sambil menghapus air mata istrinya.
__ADS_1
Rara mengangguk,” jujur saja, sangat sulit, tapi semua terbayar karena kau sudah bangun,” ucapnya.
“ Ahhh.. jadi apa istrku mulai saat ini telah jadi seutuhnya milikku?” tanya Richard.
Rara mengangguk, “ hu..um... tapi milik anak anak juga hahhaha.. mereka sangat merindukanmu, “ ucap Rara sambil tertawa.
“ aku juga ingin melihat mereka segera,”
Keduanya berpelukan dengan mesra seolah dunia ini adalah milik mereka berdua sedangkan yang lain ngutang.
“ Apa yang terjadi padamu? Kenapa memakai banyak tato?” tanya Richard.
Rara duduk tegap sambil membantu suaminya bersandar,” Aku menemukan banyak hal, mungkin beberapa saat ke depan penampilanku akan terus sangar seperti preman pajak seperti ini, ku harap kamu maklum sayang,” ucap Rara yang malah berubah jadi istri bar bar spesialisasi monyet tembok.
“ Dasar, apa pun itu tapi jangan sampai membuatmu terluka,” ucpa Richrad.
“ Baiklah, tenang saja, “
“ Semalam ada seorang perempuan asing yang masuk kesini, beruntung aku cepat, dia akan menyuntikkan benda ini padamu,” Rara mengeluarkan ampul kaca yang masih penuh dan memberikannya pada Richard.
“siapa?”
“ Lalu apa rencanamu?” tanya Richard.
“ kita biarkan dia beraksi sekali lagi lalu....
Plakk... Plakkkk... Plakkkk...
“ katakan, siapa yang meminta kalian melakukan ini dan sejak kapan?” suara bariton sang Marco terdengar menusuk telinga. Dia menghajar habis Khun, pria yang bermain-main dengan dirinya.
“ Siapa yang melakukannya? Siapa bosmu bajingan...” umpat Marco sambil melayangkan pukulan berkali-kali ke wajah Khun.
“ Hahahha... kau pikir aku akan memberitahumu berengsek, kau sudah keluar dari organisasi? Kenapa kau penasaran dengan bos kami sekarang? Lakukan saja pekerjaanmu bodoh...” walaupun dalam kondisi berlumuran darah, Khun masih mengejek dan menghina Marco yang batas kemarahannya sudah mencapai puncak ubun-ubun.
“ Sialan.. kau mematahkan lenganku, semalam sudah di pelintir sekarang dibengkokkan, bajingan kau...” kesal Khun yang ditahan oleh anak buah yang dibawa oleh Marco.
“ Apa bosmu si botak yang memimpin sekarang atau justru di kulit borok itu hmmm?” Mata Marco mengatakan segalanya bahwa dia sangat marah saat ini.
__ADS_1
“ hahaha...... kau terlalu banyak tahu, kau bisa mati loh...” ejek Khun sambil menatapnya dengan tatapan mengesalkan.
Bughhh..
Sekali lagi bogeman mentah mendarat di wajah pria itu. Semua dihancurkannya, Khun tak berkutik,, tubuhnya ambruk ke atas lantai dan seketika semunya menjadi gelap bukan karena mati lampu tapi karena kehilangan kesadaran karena pukulan super dari gorila yang sedang mengamuk.
“ Sialan, percuma aku bicara denganmu, toh manusia berengsek itu tidak akan menunjukkan dirinya,” Marco berdiri menatap kamera CCTV dalam ruangan itu .
Bibirnya tersungging ke atas, setelah menatap benda itu cukup lama, dia beranjak dari sana setelah meluluh lantahkan seisi gedung .
Pranggg....
Gelas yang dipegang oleh pria dengan bekas luka besar di kedua tangannya sampai sering di juluki si Borok gila dari Black Phanter hancur begitu saja dalam sekali genggam.
“ Kau tidak akan lolos dariku Marco, kau akan merasakan penderitaan yang sama seperti yang kau rasakan bertahun tahun yang lalu, aku akan membawa petaka itu lagi padamu, hahaha... kalian semua akan hancur di tanganku.” Geram pria itu sambil menatap tajam ke arah layar LCD.
“ Apa dia memperlambat pekerjaanmu? Kenapa sampai sekarang kau belum mendapatkan wanita itu dan juga anaknya,” pria tua bertubuh tegap berbicara dari sisi ruangan itu menatap pria pimpinan kelompok mafia itu.
“ Kau benar-benar ingin mencelakai menantu dan cucumu sendiri? Apa kau memang ingin melakukan ini? Bukannya kau mengatakan bahwa kau menyayangi putramu?” tanya pria yang kerap disapa Yamamoto itu, seorang pria berdarah campuran Jepang dan Amerika, terlihat dari wajahnya yang unik dan percampuran Asia Amerika yang sangat memukau tetapi tidak sesuai dengan karakternya yang buruk.
“ Kau benar, aku menyayangi putraku,” ucapnya.
“ Lalu? Kau membuatku bingung tuan Fransiskus, kau mengatakan menyayangi putramu tapi memilih mencelakai dia, kau hampir membunuhnya saat kejadian itu? Aneh, ada apa dengan otakmu, kau terlihat tidak beres,” tanya Yamamoto dengan tatapan heran.
Tuan Fransiskus ada disana. Otak dari segala kejadian beruntun ini adalah dirinya.
“ aku menyayangi putraku tapi belum tentu aku menyayangi istri dan anaknya, mereka yang menghancurkan hidup Richard sampai aku memilih membuangnya, dengan membunuh istri dan anaknya maka aku bisa mendapatkan anakku kembali dan menata kehidupan yang baik untuknya, aku sudah memilihkan perempuan paling tepat dan terbaik untuknya, semua sudah kupersiapakn,” ucap tuan Fransiskus.
“ Pfrththh bwahahhahahahah... apa apaan ini? Apa ini drama yang sedang laris di pasaran itu? Bagaimana bisa kau memikirkan hal-hal konyol itu? Kau hahahhaha... kau pasti akan menyesal tuan Fransiskus... kau gila.. benar benar gila...”
“Jangan mengurus urusanku, cari saja wanita itu jika kau masih ingin organisasai mu bertahan, jebak semua teman dekat Richard, buat mereka salah paham dan hancurkan hama-hama sialan yang merusak hidup putraku..” ucap tuan Fransiskus.
“ Hah... konyol, orang tua gila yang konyol.... wanita itu... dia tidak boleh dekat dengan orang ini... hah sudah lama ya Clara Maddison,” batin Yamamoto.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen