Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB,


__ADS_3

Marco, Daniel dan Max menatap kesal ke arah nyonya Siska dan Giselle yang begitu ribut dan sibuk mencari perhatian semua orang seolah ingin menetapkan di kepala semua orang bahwa Richard yang menyebabkan suaminya meninggal dunia terutama mencari perhatian orang tua Tuan Fransiskus yang tentu saja hadir dalam pemakaman itu.


Pemakaman sejak awal dirancang untuk dilakukan dengan damai dan penuh ketenangan, tetapi drama keluarga gila harta dan uang ini membuat semuanya bising dan tidak khusyuk.


“ Kau.. kau melakukan ini pada suamiku.. kau yang membunuh dia...” pekik nyonya Siska sambil mengangkat kedua tangannya hendak memukul Richard yang benar-benar terpukul.


Greepp...


Tangan nyonya Siska yang dipenuhi degan emas dan berlian di tangkap langsung oleh Rara ditemani tatapan mematikan yang membuat wanita itu terhenyak dan sadar kalau Rara bukan perempuan sembarangan yang bisa dia permainkan.


“ Jangan coba-coba menyentuh suamiku barang seujung rambut pun, kau mengatakan kau berduka atas kematian suamimu kan?” Rara mencampakkan tangan wanita itu dan menatapnya tanpa gentar.


“ semua yang hadir di sini bahkan bisa melihat bahwa ada beberapa orang yang tidak layak datang ke pemakaman ini, memakai berbagai perhiasan mahal dan gaun berwarna mencolok, apa kalian sedetik pun memberikan penghormatan bagi tuan Fransiskus untuk waktu terakhirnya? “ Rara menatap tajam ke arah Giselle dan saudarinya yang juga hadir di sana, nyonya Siska bahkan James.


“ SAMA SEKALI TIDAK...” ucap Rara dengan nada tegas dan penuh tekanan.


Semua orang menatap ke arah mereka, pakaian mereka yang mencolok seolah sedang merayakan kematian tuan Fransiskus dan gaya mereka yang mencolok membuat orang orang yang datang memang merasa risih dengan keluarga itu.


“ Sialan, wanita ini benar benar mencoba merusak moodku,” Giselle tidak suka dibantah apalagi disinggung soal gayanya, dia yang mengatur hidupnya maka dia akan melakukan perlawanan.


“ Aku... aku hanya...


“ Jangan ada yang menangis, berbicara atau melakukan apa pun, cukup diam di tempatmu dan ikuti acara dengan baik, hormati kematian Papa,” Richard menghardik mereka bahkan sebelum Giselle memulai ucapnya.


Suasana kembali hening, tatapan semua orang seolah ingin menguliti nyonya Siska, Giselle dan James yang terbungkam karena kharisma dan sifat dingin dari pasangan suami istri di depan sana.


“ Sialan, seharusnya aku yang berbicara, seharusnya aku yang memimpin acara ini, tetapi kenapa semua orang justru memuja mereka? Sialan.. sial sial.. sial.. ini tidak boleh terjadi...” geram James.


James mendekati kakek dan neneknya dari pihak ayah, ingin menghasut mereka dan mencoba merusak suasana lagi,” kakek nenek, lihatlah cucu yang tidak kalian inginkan itu, betapa memalukannya dia, kenapa pembawa sial itu yang memimpin di sini? Seharusnya aku bukan ?” bisik James.

__ADS_1


Kakek James melirik pria itu dengan tatapan dingin,” Kembali ke tempatmu, dia pewaris sesungguhnya kau hanya ekor dan selamanya kau akan jadi ekor jangan mengatakan hal buruk tentang cucuku,” balas tuan Besar William ayah tuan Fransiskus.


James terdiam seribu bahasa, bagaimana dalam beberapa hari kakek dan neneknya berubah drastis tepat setelah kematian tuan Fransiskus, “ sialan apa yang terjadi, apa yang sudah kulewatkan?” batin James .


Giselle menatap suaminya,” kenapa dia tidak berhasil? Dia kan cucu kesayangan? Ada apa sebenarnya? Kenapa pria ini tidak memiliki kekuasaan sedangkan Richard...” Giselle menatap Richard dan seketika rasa iri dan cemburu menguasai hatinya yang serakah.


“ Sialan, apa kau salah pilih sekutu? Keadaan justru berbalik semudah ini? Setelah dia menghilang tujuh tahun ,dia kembali sebagai pewaris? Tidak bisa.. seharusnya aku bersamanya...” batin Giselle.


Yang ada dalam pikiran mereka semua hanya uang , harta dan tahta yang fana tanpa memperdulikan kematian tuan Fransiskus yang menyedihkan.


“ Sial, ternyata tidak cukup hanya membunuh pria itu, seharusnya mereka semua dimusnahkan, tunggu sampai Lily kembali, maka kalian semua akan dibuat bertekuk lutut di bawah kaki anakku, sebentar lagi dia aan kembali,” batin Nyonya Siska yang masih punya kartu as untuk menebas semua orang di dalam ruangan itu.


Acara demi acara di lakukan. Pemakaman yang khusyuk pun dilaksanakan bahkan sampai membuat James terkantuk-kantuk.


Jenazah tuan Fransiskus di makamkan di pemakaman keluarga besar yang sejak turun temurun telah dijaga di salah satu lokasi pemakaman mewah di negeri itu.


Rara dan sahabat sahabat Richard dengan setia mendamping pria itu sampai semua proses pemakaman selesai. Kini Sang ayah hanya tinggal kenangan, beliau telah pergi meninggalkan dunia ini dengan pesan manis yang membuat Richard dan Rara merasa bahagia pernah memiliki seorang ayah seperti tuan fransiskus.


Jangan lupakan tim Alpha yang dibawa oleh Damian, semuanya melakukan tugas mereka dengan baik disana.


Di saat malam telah tiba, mobil mewah berwarna putih cerah memasuki area rumah itu dengan beberapa mobil penjaga yang mengkawal kedatangan mobil tersebut.


Lily Fransiskus, duduk dengan arogan dan sombong dengan gaun hitam peluh belahan yang dia pakai, kakinya yang jenjang dan putih lagi lagi dia tumpukan di atas tubuh gadis yang dia juluki sebagai gadis Bougenville.


Gadis malang yang dijadikan oleh perempuan itu sebagai budak. Dan tidak ada yang bermasalah dnegan hal itu meski gadis malang itu direndahkan.


“ Kenapa banyak sekai penjaga di rumah ini? Dan penampilan mereka cukup menyeramkan? Apa Mama dan Kakak menyiapkan ini untukku? Ahh tentru saja artis besar sudah tiba maka penyambutan meriah perlu dilakukan,” gumamnya sambil tersenyum.


Sama sekali tidak ada rasa sesal dan sedih di hatinya yang ada sebuah arogansi yang begitu tinggi dan hendak menunjukkan pada khalayak ramai bahwa dia berkuasa dan patut di puja.

__ADS_1


Di halaman, Damian sedang berbicara dengan Max yang seharian ini tidak terlalu fokus, dia menatap ke arah mobil putih yang masuk lingkungan rumah mewah itu dan melihat kedatangan Lily .


“ Akhirnya...” ucap Damiand negan senyuman menyeringai bak singa kelaparan di wajahnya.


“ Heh tatapanmu itu,” tegur Max,”aku selalu meraskana nasib buruk dari tatapan yang kau berikan itu, ada apa?” tanya Max heran sambil menatap ke arah pandang Damian.


Kini Max paham kenapa Damian menatap seperti itu ke arah rumah,” bencana besar akan tiba bagi perempuan sombong itu,” batinnya.


Hati para penjaga dan tim blakc Phanter teriris kala melihat Lily menggunakan tubuh gadis Bougenville itu sebagai tangga untuk keluar dari dalam mobil.


Lily berdiri tegap lalu mengambil tali pengikat anjing danmengikatkannya di leher gadis Bougenvile itu,” Jalan,” ucapnya memerintah.


Bahkan tim Mafia yang ada disana tidak akantega melaukan hal menyedihkanitu pada seorang gadis polos.


Damian emangamati perilaku Lily yang tidak layak disebut sebagai manusia, gadis bougenvile yang kurus kering itu disuruh berjalan seperti seekor anjing bahakn menyuruhnya menggonggong.


Tetapi dia tidak sadar kalau diainya akan segera di habisi.


“ Beraninya kau melakukan itu pada Nana......” Damian mengeraskan rahangnya, dia menatap Nana Bougenville adik mendiang kekasihnya yang dibuat meninggal oleh Lily, dan sekarang wanita itu melakukan hal keji pada Nana, sungguh tidak manusiawi.


Nana diikat dengan tali anjing, lalu tali itu dia kaitkan di tiang rumah seolah nana adalah hewan hina.


Bughh...


Sebuah tendangan mendarat di perutnya,” jangan kau berani kemana mana, anjing sialan,” ucap Lily dengan sombongnya.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen


__ADS_2