
Richard dan Rara keluar dari dalam mobil. Wajah Richard mengatakan segalanya, dia benar-benar marah ketika melihat anak itu dibawa bagai karung beras oleh sekelompok pria bertubuh besar.
" Ya Tuhan, bagaimana ini, badan mereka besar besar pula, makan apa kok begitu bongsor badannya!??" Celetuk Rara sambil membulatkan kedua matanya menatap mereka yang berdiri disana sambil menatap ke arah Rara dan Richard.
Richard menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Rara," Kau tunggu disini, badanmu terlalu kecil untuk melawan mereka, yang ada kau dipukuli!" Ucap Richard.
Rara mengangguk," Hmm kau benar, aku lama tidak berlatih, aku takut kena pukul tangannya, lihat itu, bahkan jari jarinya gemuk seperti disengat tawon, itu jari atau pisang?? besar sekali!!!" Celoteh wanita itu.
"Kau ini melihat apa, tetap disini dan berhati-hati lah!' ucap Richard yang sudah berjalan menemui ketiga pria itu.
Rara menatap Richard dari kejauhan, tiga pria berbadan besar lawan satu, rasanya sangat tidak seimbang, sama seperti saat Rara menyelamatkan Gege dari penculik hari itu.
Rara terkejut, kali ini pun dia menemukan putranya dalam keadaan yang sama, hampir diculik, jelas mereka anak kembar yang terhubung satu sama lain.
Dia menatap ketiga pria gemuk itu, rasanya dia seperti pernah melihat ketiganya dan juga logo di depan mobil mereka yang berbentuk kepala rusa.
" Siapa mereka? Logo itu seperti pernah aku lihat???" Pikir Rara sambil menggaruk-garuk kepalanya bukan karena ketombe kering tapi karena bingung.
Langkah kaki pria bertubuh tegap itu tampak berani mendekati tiga gorila besar di hadapannya.
" Sialan, kalah besar aku? Ahhh nggak peduli, sudah biasa baku hantam, hitung hitung latihan, kalau luka kan bisa dirawat emaknya anak anak," batin Richard dengan pemikiran konyolnya.
" ahh mikir apa aku sekarang!?' gumam pria itu.
" Siapa kau!?"tanya salah satu pria bertubuh besar dengan jari jari gemuk bak pisang kecil dengan cincin batuan alam yang mencekik jarinya dibawah sana saling beradu.
Menatap Richard dengan tatapan seolah ingin menguliti pria itu.
" Berikan anak itu, kenapa kalian membawanya!?" Ucap Richard sambil melirik Ray yang terletak di dalam mobil dengan tubuh penuh luka bahkan wajahnya bengkak dan hancur.
jantung pria itu langsung bergetar tak karuan saat melihat putranya dalam kondisi mengenaskan, ingin dia langsung memeluk dan melarikan Ray ke rumah sakit.
Rasanya sakit saat melihat anak itu disana," Ray...." Lirih Richard sambil menatap putranya.
" Ada urusan apa kau dengan anak itu, kami yang menemukannya, kenapa kau ikut campur hah!????"
" Dia putraku, dan kalian akan membawanya!!" Ucap Richard dengan tegas.
" Putramu!??" Mereka saling menatap lalu melihat Richard dari atas sampai bawah," Kalau dia putramu, dia tidak akan tergeletak di atas jalanan dengan kondisi tubuh seperti ini, apa kau seorang ayah yang menyiksa putranya sendiri, jika demikian maka kami tidak akan memberikannya!!!" Tegas pria itu.
__ADS_1
"Kami baru menemukannya, tolong berikan dia padaku, dia dalam kondisi darurat!!" Pinta Richard.
" Tidak!!!" Tolak mereka sambil masuk ke dalam mobil dan menutup pintu.
Richard tidak bisa tinggal diam, dia tak bisa membiarkan putranya dibawa pergi oleh orang-orang asing itu.
"Berikan dia padaku, jangan membawa anakku!!!" Pekik Richard.
Brukkk
Dengan kasar dia menarik pintu mobil itu, lalu menendang salah satu pria di dalamnya dan menarik kerah pria itu keluar mobil.
" Sudah kubilang berikan dia padaku sialan!!!!" Geram Richard sambil mendorong pria itu begitu saja seolah beratnya bukan apa apa bagi Richard.
"Beraninya kau!!!!" Geram orang itu.
" Serang dia!!!!" Pekik pria gemuk pemarah itu.
" Tunggu dulu!!!!" Rara tiba-tiba berlari dan menghampiri mereka disana dengan wajah panik.
" Rara mau apa kau kesini, jangan disini, bahaya!!" Richard menarik Rara dan menyembunyikan wanita itu di belakang tubuhnya sambil menatap para pria dengan tatapan tajam.
" Tenanglah, mereka bukan orang jahat, mereka pasti kenal siapa aku!!" Ucap Rara.
Tiba-tiba ketiga orang itu terdiam, jelas mereka sepertinya kenal dengan Rara, bahkan bukan khayalan tetapi wajah itu semakin dilihat semakin jelas kalau dia adalah Rara, teman baik ketua geng kelompok mereka.
" Nona Rara, apakah itu anda!? Senang bertemu dengan Anda!" Mereka tiba-tiba membungkuk dan memberi hormat pada Rara.
Richard dan Rara sama-sama terkejut melihat reaksi mereka bertiga.
" Se..senang bertemu kalian juga," Balas Rara membungkuk.
" Apa nona mengenal anak itu?" Tanya salah satu dari mereka.
Rara mengangguk,"dia... Putraku," jawabnya dengan suara gemetar dan lirih.
" Putra Nona!??? Maaf nona kami tidak tau, kami tadi melihatnya merangkak di jalan saat kami angkat dia pingsan, kami berniat menolongnya, kami tidak bermaksud jahat, sumpah !!!" Ucap mereka bertiga sambil mengangkat tangan.
Richard sampai terheran melihat mereka bertiga, " Sebenarnya siapa istriku!??" Pikir pria itu.
__ADS_1
" Bisa kubawa dia? Tubuhnya dalam kondisi tidak baik, kami baru menemukannya seperti yang dijelaskan tadi!" Richard langsung masuk ke dalam mobil dan memeluk Ray.
Dia menata anak itu, hampir air matanya jatuh ketika melihat wajah Ray yang babak belur. Bengkak dan penuh darah. Tubuhnya kurus, kecil dan tidak tumbuh sesuai usianya. Banyak bekas cambukan di badannya, goresan pisau dan bekas luka memar.
" Anakku sayang, maafkan Papa tidak mengenalimu hari itu sayang, senyummu yang lembut itu ahhh... Maafkan Papa," dengan lembut Richard memeluk putranya.
Rara menatap mereka dengan mata berkaca-kaca," Tuan tuan, sampaikan salamku pada Kak Eliezer, terimakasih atas bantuan kalian pada putraku, dia yang selama kucari, katakan pada kak Eliezer kalau Rara sudah menemukan anak anaknya," ucap Rara sambil membungkuk hormat pada mereka.
"Baik nona, akan kami sampaikan," jawab mereka.
Rara dan Richard bergegas membawa Ray menuju rumah sakit. Dengan kecepatan penuh Richard mengemudi membelah jalanan hutan lebat itu.
Rara memeluk putranya sambil membendung air mata. Ray pingsan, tubuhnya dingin, nafasnya tidak teratur dan denyut nadinya lemah.
Rara memeluk Ray dengan hangat, mengecup kening anak itu, membersihkan darah yang menempel di wajah Ray dan menatapnya dengan penuh kelembutan sambil menangis dalam diam.
Richard melirik istrinya, dia memperlambat laju mobilnya sambil membuka jaket yang dia pakai," Ra pakaikan ini padanya, aku akan cepat," ucap Richard.
Rara hanya mengangguk tanpa menjawab. Dengan penuh kelembutan, wanita itu membungkus tubuh putranya yang dingin,"bertahanlah nak, bertahan sayang, ini Mama... Ini Mama nak..." Lirih Rara. Sepanjang perjalanan dia memeluk putranya sambil menangis.
Hingga satu jam berlalu, mereka tiba di rumah sakit. Ternyata tiga pria gendut tadi mengikuti Rara dan Richard di belakang, mereka membantu memanggilkan perawat untuk segera menangani Ray.
" Perawat, cepat kemari ada kondisi darurat, jika tidak akan ku hancurkan rumah sakit ini!!!!" Teriak mereka sambil menunjukkan lambang Deer B12. Semuanya panik, lambang itu sama saja dengan kematian bagi rumah sakit tersebut, Tetapi berkat bantuan mereka, Ray mendapatkan penanganan medis dengan cepat.
" Selamatkan dia, kumohon dok!!!" Ucap Rara dengan tangan gemetar menyerahkan putranya pada petugas medis.
" Silahkan urus administrasi dan tunggu di ruang tunggu nyonya, kami akan menanganinya sesegera mungkin,"
Brakkk
"Tangani sekarang, kenapa sesegera mungkin!? Jangan membuat bos besar marah!!!!" Bentak pria gemuk itu sambil menatap mereka dengan tatapan kelaparan.
"Ba..baik... Ma..maaf tuan, Sa..saya tidak tau kalau kalian..
" Cepatlah!!!" Bentaknya lagi.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗