Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB : Hancur


__ADS_3

Puri Emerald hancur sampai berkeping-keping akibat ledakan besar itu. Semua orang terdiam, Rara bangkit dengan langkah tertatih menatap nanar ke arah rumah yang hancur itu dengan air mata yang menetes satu persatu.


Daniel, Damian dan seluruh anak buah Damian terdiam dengan tubuh lemas saat melihat Richard tertimpa bangunan itu setelah berhasil mendorong Rara keluar dari sana.


"Ri.... Richard.... Ri...charrd..... Ti... tidak!!!" Suara Rara tercekat, air matanya mengalir sempurna, tulang-tulang nya bagai remuk saat melihat dengan mata kepalanya sendiri, Richard ditimbun oleh beton beton yang runtuh dan meremukkan tubuh suaminya.


Brukkk...


" Ahhhh....RICHARD!!!!" Pekik Rara sambil menangis histeris berbarengan dengan suara beton yang hancur lebur akiba ledakan besar dan kebakaran itu.


" Sialan, arrkhhh Richard, Tidak... tidak mungkin... arrkhhhh Richard!!!!!" Damian dan Daniel hancur saat itu juga.


Mereka semua terjatuh ke atas tanah. Tak kuasa lagi menahan kesedihan mereka saat melihat Richard ditimbun oleh beton tersebut sampai tak kelihatan batang hidungnya.


" Tidak... arrkhhhh.... ti... tidak mungkin hiks hiks hiks... RICHARD!!!!" Pekik Rara yang mendekat ke arah rumah itulagi.


Dia berlari dengan langkah gemetar sambil menangis sesenggukan, dadanya sesak, pikirannya kalut, hatinya hancur saat melihat suaminya tidak sadarkan diri ditimpa reruntuhan Puri yang hancur berkeping-keping.


" Rara mundur!!!" Daniel berlari dan menarik Rara saat melihat kepulan asap dengan api di sudut rumah.


Dan....


Duarrrr....


tiga ledakan beruntun terjadi sekali lagi dan benar benar meluluhlantahkan rumah itu sampai tidak berwujud lagi.


" Arrkhhhhhh tidaaaakk.... lepaskan aku!!!!! hiks hiks hiks..... suamiku!!!! Richard tiidaaakkk!!!!!!" Rara menangis histeris sambil meronta-ronta dalam pelukan Daniel yang menarik tubuhnya menjauh dari ledakan itu.


Rara menangis sesenggukan sambil meronta-ronta, hendak berlari ke arah reruntuhan mencari sang suami.


Damian terjatuh ke atas tanah sambil memeluk Gege yang pingsan tidak sadarkan diri dengan tubuh membiru setelah memakan hidangan yang disiapkan pria tadi.


" Richard... ti... tidak... Richard.... tidak mungkin arrkrhhhhhhhh!!!!!!" Damian berteriak keras, tanpa terasa air matanya mengalir begitu deras.


Semua orang hancur saat melihat kejadian itu.


Merry menangis histeris, hancur sudah pertahanan mereka, tidak tahan mereka melihat kejadian itu.


Langit menjadi mendung, tubuh mereka gemetaran, teriakan perkabungan dikumandangkan, mereka semua menangis histeris di tengah kehancuran Puri Emerald dengan Richard di dalamnya.


Di saat yang sama, Max dan Marco tiba bersama orang orang merekomendasikan di lokasi itu.

__ADS_1


" Ada apa ini!!!" teriak Marco. Pria itu menatap nanar ke arah rumah yang hancur, dia menatap Rara yang menangis histeris dan ditahan oleh Daniel.


Damian dan Daniel juga menangis histeris menatap rumah itu.


" Richard, dimana dia!? Dimana Richard Damian!!!" teriak Marco panik.


Wajahnya pucat pasi, tubuhnya gemetaran, dia menatap mereka semua dan akhirat paham bahwa Richard ada diantara reruntuhan itu.


" Tidak.. tidak mungkin Richard disana kan Damian, itu tidak mungkin kan!? jawab aku!!!!" pekik Max panik.


Tetapi tangisan mereka menandakan bahwa apa yang mereka takutkan telah terjadi.


Sontak mereka semua ambruk di atas tanah dengan tubuh lemas terkulai menatap reruntuhan bangunan itu.


Rara tidak terima, dia menangis histeris, dia meronta dan memukul Daniel..


" Lepaskan aku Daniel!!!" pekik Rara sambil menendang pria itu dan melepaskan dirinya.


Rara berdiri dengan tubuh gemetaran yang diguyur air hujan.


Dia menangis sesenggukan, wanita itu berlari ke arah reruntuhan, menarik nafas sedalam dalamnya untuk menahan tangisannya.


" Richard, tidak mungkin, Richard... kau dimana Richard!!! ini tidak boleh terjadi, karena aku... tidak boleh terjadi... Richard dimana kau!!!!" pekik Rara sambil menarik reruntuhan itu sembari menangis sesenggukan.


Dia menelan air matanya sekuat tenaga, menguatkan bahunya, menguatkan hatinya mengokohkan tubuhnya untuk menemukan tubuh sang suami yang tertimpa reruntuhan.


" Richard, hiks hiks hiks... tidak... tidak bisa begin, Richard jawab aku!!!!" teriak wanita itu sambil menangis sesenggukan.


" Cepat berdiri dan bantu aku mencari Richard, jangan diam disana sialan!!!!" pekik Rara sambil menangis sesenggukan.


Marco berlari ke arah reruntuhan itu dan mulai mencari, begitupun dengan Max dan Daniel diikuti anak buah tim Alpha dan anak buah yang Marco bawa.


Mereka menarik reruntuhan itu, mencari keberadaan Richard diantara reruntuhan itu di tengah hujan lebat yang mengguyur wilayah itu.


Damian mengepalkan tangannya, dia menatap sekeliling area itu sama seperti yang dilakukan Rara.


Mata Mereka menangkap sosok pria di seberang jalan sedang berdiri dengan payung hitam, menatap ke arah ledakan itu sambil menyesap rokoknya dan tersenyum sinis menatap ke arah mereka lalu pergi dari sana dengan mobil sedannya.


Pada payung hitam itu ada lambang Harimau. Rara mengeraskan rahangnya, dia menatap kepergian mobil itu, menatapnya sambil menangis.


Demikian juga Damian, dia menatap mobil yang sama dan menoleh ke arah Rara yang tampak terguncang.

__ADS_1


Mereka terus mencari hingga Rata menarik paksa pintu yang menimpa sesuatu di bawah sana.


" Richard hiks hiks hiks... Richard bangunlah!!!!" pekik wanita itu. Dia menangis sesenggukan sambil menatap tubuh Richard yang ditimpa reruntuhan beton yang sangat besar.


" Tolong, Richard disini, Kak Marco, kak Max!!!!" pekik Rara.


Mereka segera menarik beton itu, menyelamatkan tubuh Richard dari bawah sana.


Betapa hancur hati mereka saat melihat kondisi Richard yang mengenaskan, Kepalanya berdarah, tubuhnya remuk dan wajahnya penuh dengan luka.


" Rara kembali ke mobil, cepat!!!" titah Marco.


Rara menolak, dia ingin bersama suaminya, dia menangis sesenggukan menatap pria itu tidak sadarkan diri bahkan tanda tanda kehidupan seolah tidak ada lagi.


" Cepat selamatkan dia, dia tidak bernafas!!!" pekik Rara .


" Daniel tolong bawa Rara, dia juga terluka biar aku yang urus Richard!!!" teriak Marco saya melihat kaki Rara yang tertancap serpihan kaca.


" Jangan, biarkan aku menemani, jangan begini, aku tidak mau!!!" teriak Rara.


" Kumohon, biar kami yang mengurus, Gege butuh bantuanmu, tubuhnya membiru, cepatlah, kita akan ke rumah sakit!!!" bentak Max.


Daniel dengan cepat menarik tubuh Rara dari sana. Wanita itu histeris, dia menatap suaminya yang tidak sadarkan diri dan sedang diperiksa oleh Marco dan tim Alpha bersama Max.


" Rara ayo cepat, Gege juga harus segera dibawa ke rumah sakit!!!" ucap Daniel.


Mereka semua berangkat menuju rumah sakit. Marco membawa tubuh Richard dan Rara bersama Damian membawa Gege.


Perjalanan di tengah hujan itu tampak hening, puing-puing rumah tampak dibersihkan oleh tim Alpha untuk mencari bukti dan pelaku sebenarnya dari kejadian ini.


" Apa ini jebakan? apa yang terjadi? kenapa tuan Fransiskus melakukan ini!??" batin Marco mulai menerka-nerka.


Rara menangis sesenggukan sambil memeluk putranya yang memburu dengan nafas yang mulai mengalami perubahan.


" Bertahanlah sayang, Bertahanlah, Richard bertahanlah, kalian bertahanlah kumohon!!!!!" batin Rara sambil mengusap air matanya.


" Tidak akan kubiarkan satu pun dari kalian lepas dari kejadian ini!!!" batin Damian.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2