Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB : ikut kami


__ADS_3

Brukkk


Via di dorong begitu saja sampai terjerembap di atas lantai. Wanita itu masih belum sadarkan diri sejak dibawa dari tempat dia terakhir berada.


“ bangunkan dia, ini akan cepat,” James masuk ke dalam ruangan itu. Lembab, banyak lumut dan kotor, ruangan itu sangat buruk dan tidak pantas untuk di jadikan tempat tinggal.


Pria itu masuk sambil menyesap rokoknya dan menghembuskan asap rokoknya sampai memenuhi seisi ruangan itu.


Byyurrrr.....


Mereka menyiramkan air dingin ke tubuh wanita itu sampai membuat Via terperanjat kaget .


“ Ahhhh.. hah... hahhh... di.. diaman aku....” Via panik, dia terbangun dengan tubuh menggigil karena air sedingin Es diguyur ke tubuhnya begitu saja.


James duduk di kursi tepat di depan Via sambil menatapnya dengan tatapan merendahkan.


“ Ja.. James?” ucapnya dengan suara bergetar sambil menatap James dengan mata berkaca-kaca sedang tangannya refleks memeluk perutnya sendiri.


“ James... ke.. kenapa aku disini?” tanya Via dengan suara takut. Jujur saja dia tidak menyangka kalau dia akan berada di posisi ini setelah dimanfaatkan oleh James semau pria itu.


Tangannya gemetaran dia menatap James, rasanya sangat menakutkan saat melihat pria itu seperti saat ini,” kau berkhianat sialan, kau masih bertanya kenapa kau disini hah?” James menghampiri Via dan menarik kepala wanita itu begitu saja tanpa rasa kemanusiaan sedikit pun.


“ Kau...” Dengan sangat kasar dia menjambak rambut Via. Perempuan itu hanya menangis menahan rasa sakit di kepalanya sambil mencengkeram tangan James dengan kuat berusaha melepaskan tangan itu dari kepadanya.


“ James ke.. kenapa kau seperti ini? Aku mengandung anak kita, dia bisa bahaya...” suara Via begitu lirih dan sakit tapi dia telah terperangkap dalam jebakan James. Dia telah diperdaya sepenuhnya oleh pria jahat yang telah kehilangan peri kemanusiaannya.


“ Anak? Hahahha anak di perutmu itu?” dia mencengkeram leher Via dan mengangkat Via begitu saja sampai Via tercekik karena ulahnya.


“ Le.. lepaskan aku....


“ Kau mengandung anakku? Yang benar saja Via? Apa kau serius mengatakan kalau dia anakku? Hahaha jangan jangan itu anak dari pria lain yang membayarmu untuk tidur denganmu? Kau menjijikkan beraninya perempuan rendahan sekelas cleaning service seperti dirimu mengaku mengandung anakku?” umpat pria itu dan..


PLakkkk brukkkk...


Via di tampar dan dicampakkan ke atas lantai begitu saja tanpa peduli kalau wanita itu sedang mengandung anaknya.


“ Akhhh... ja... James... hiks hiks hiks kenapa kau melakukan hal ini padaku...” pekik Via sambil menangis sesenggukan.


James tertawa terbahak-bahak,” hahhahah apa kau belum tahu atau kau pura-pura bodoh via? Kau hanya sebagai alatku untuk membunuh pria sialan itu dan sekarang kau tidak kuperlukan lagi hahahha dan terima kasih untuk permainan ranjangmu yang membosankan itu hahahah.. menjijikkan, aku tidak sudi dengan perempuan murahan seperti dirimu hahahah...”

__ADS_1


“ Asal kau tahu, aku hanya memanfaatkanmu bodoh, sadarlah, bahkan nenekmu saja mati kau tidak tahu cuihhh ,... sebaiknya kau mati menyusul perempuan tua bau tanah itu,” ucapnya sambil melemparkan sebuah foto dimana rumah Via terbakar dan di dalamnya ada sang nenek yang telah dilalap api.


“ ti.. tidak.. a... apa yang kau lakukan ... ne... nenekku... James apa yang kau lakukan arrkkkhhhh.. tidakk...” pekik Via sambil menangis sesenggukan.


“ Bakar rumah ini,” ucap James sambil beranjak keluar dari sana,” ahhh heh jal4ng, kalau kau sudah jadi hantu jangan ingat aku ya.. huhuhu aku pasti akan takut kalau aku menghampiri ku ... wleekkkk bye byee teman ranjang aku akan merindukanmu hahahhaha...” pria itu tertawa dan pergi begitu saja dari ruangan itu meninggalkan Via yang menangis sesenggukan.


Via terpukul, dia kini sadar kalau dia telah dimanfaatkan sepenuhnya oleh James. Inner childnya yang lapar akan sosok laki-laki, sosok ayah dan juga sosok ibu membuatnya menerima mentah-mentah perlakuan lembut bajingan gila bernama James itu.


Via menangis sesenggukan, menepuk dadanya yang terasa sangat sesak. Perutnya kram, jantungnya berdebar kencang. Tangisannya pecah diikuti dengan api yang menyala dan mulai membakar tempat yang langsung menjalar ke seluruh bangunan yang sudah disiram dengan bensin.


Via menangis sesenggukan tak ada niat untuk menyelamatkan dirinya dari sana.


Sedangkan James mantap rumah itu sambil tertawa bahagia,” hahahhaha semua selesai, semuanya sudah selesai, aku telah membunuh Richard dan perempuan sialan ini tidak akan membawa bawa aibku, aku akan jadi pewaris satu satunya hahahhaa....” James tertawa terbahak-bahak sambil menatap kobaran api itu.


Setelah itu dia pergi dari sana bersama anak buahnya tanpa sadar kalau tuan Fransiskus ternyata mengikutinya.


“ kalian lihat itu? Sudah ku bilang bukan kalau dia akan membunuh wanita itu?” bisik Rara yang sembunyi bersama yang lain di atas pohon sambil menatap ke bawah.


Richard yang berada di belakang istrinya menatap ke arah kobaran a[i, dia sudah bisa memanjat seperti itu berkat latihan dan terapi pemulihan yang cukup cepat, dia ini bukan manusia biasa.


“ Tapi kenapa Papa ada disana?” Richard terkejut saat melihat tuan Fransiskus berada di mobil lain dan ikut pergi kala James juga pergi dari lokasi itu.


Richard ingin turun dan mengejar tuan Fransiskus tetapi tangan Rara menahannya,” sekali kau turun dari pohon ini maka jangan harap melihatku dan anak-anak di rumah lagi,” ancam wanita itu terpaksa.


Richard terdiam dia menatap mereka semua,” jangan sekarang Richard,” kali ini Marco pun mendukung Rara.


“ Baiklah, jawabnya sambil menatap mereka heran,” Apa kalian masih curiga dengan Papa?” tanya Richard. Tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang menjawab dan Richard tahu jawabannya yang sudah jelas.


“ Ayo sekarang,” Daniel turun terlebih dahulu dan berlari ke rumah itu menerobos api dengan kain basah yang sudah dia siapkan sejak tadi di bawah sana.


“ Daniel hati-hati ..” teriak Max.


Daniel berlari ke dalam rumah itu dan menemukan Via yang duduk lemas sambil menangis meratapi nasibnya menatap foto sang nenek, keluarga satu satunya yang dia punya tetapi sudah mati di tangan James pria yang dia pikir mencintainya tapi nyatanya hanya memanfaatkan dirinya.


“ hei wanita sedang melamun apa sih, ayo cepat keluar kau mau apa disini..” omel Daniel yang tanpa aba-aba langsung mengangkat Via dari sana. Wajah wanita itu memar dan kepalanya berdarah karena ulah James tadi tetapi dia hanya diam dan terlihat shock dengan semua yang terjadi.


“ aduuh dia sepertinya syok...” Daniel dengan cepat berlari keluar dari rumah itu dan membawanya.


“Daniel kemari...”panggil Damian yang menyediakan tempat berbaring untuk Via.

__ADS_1


Rara langsung menghampiri wanita yang terlihat syok itu,” Heii sadar...” panggil Rara.


tetapi wanita itu tampak bengong, seolah dia kehilangan jiwanya.


“ Apa jangan jangan kesurupan woi arrhhhkk gimana dong kalau kesurupan..” pekik Daniel yang langsung bersembunyi di belakang tubuh Marco.


“ Jangan dekat dekat denganku bangsat...” geram Marco yang masih kesal dengan kejadian tadi.


Daniel terbelalak,”ishhh dasar pria anehhh...”


Rara menatap wantia itu,” hei sadar lah...” panggil Rara tetapi dia sama sekali tidak mendengar.


Perempuan itu menatap kosong ke arah kobaran api,” ah.. ahaahhaha ..... aku lebih baik mati .... nenek aku ikut...” dia menangis, berdiri dan berlari menuju kobaran api itu.


Rara mengejarnya dan menariknya dengan kuat, ” VIA SADARLAH BODOH...”


Plakkkk...


Rara memekik tajam dan memukul wajah wanita itu sampai Via tersadar. Wanita itu tersentak kaget, dia bergetar dan langsung menangis histeris saat itu juga di depan Rara.


“ arrhhhhhkkk... hiks hikshiks.... arhhhkkk ne.. nenek... tidak... tidak... hiks hiks ampuni aku... maafkan aku.. ini salahku... nyonya.. saya salah.. saya meracuni tuan Richard maafkan saya...”Via menangis histeris, meracau dan memeluk kaki Rara dengan erat .


Mereka semua hanya bisa terdiam. Via adalah korban dan James meninggalkannya begitu saja.


“ Sadarlah, hentikan tangisanmu yang sia-sia itu, berdiri sekarang...” tegas Rara.


“ Kau punya bayi yang harus kau perjuangkan bodoh, balaskan dendammu nanti dan minta maaf yang benar, “ ucap Rara dengan nada dinginnya.


Via terdiam gemetaran, dia menunduk sambil berdiri dan menangis sesenggukan.


“ Ikut kami jika kau benar-benar menyesal,” ucap Rara yang berjalan terlebih dahulu.


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2