
Ray sedang terlelap di dalam kamar akibat efek obat yang dikonsumsi nya. Rara mengusap wajah putranya dengan lembut, di saat yang sama sang suami mesumnya masuk ke kamar itu dan mengejutkannya.
" Rara..." Bisik Richard tepat telinga wanita itu.
" Astaga kau membuatku terkejut!!!" Kesal Rara .
"Heheh... Dia sudah lama tidurnya?" Tanya Richard sambil melirik putranya.
Raa mengangguk," ada apa?"
"Ikut aku," ucap Richard.
Namun Rara tidak menurut," ma..mau apa kau!? Aku masih terluka Richard, kau tidak kerasukan setan mesum lagi kan!??" Mata wanita itu membulat sempurna.
Hampir saja tawa Richard meledak dalam ruangan itu.
"Tidak, aku janji tidak akan, ayo kita belanja untuk kebutuhan anak anak, juga belanja dapur, aku ingin memasak sesuatu yang spesial," ujar Richard sambil menatap istrinya.
Rara memicingkan matanya, curiga dengan ucapan pria itu.
" Jangan banyak berpikir, " Richard mendekati Ray dan menatap putranya.
Dengan lembut dia mengusap wajah anak itu lalu mengecup kening Ray," tidur yang nyenyak anak Papa," bisiknya.
Richard berdiri lalu menarik tangan Rara keluar dari ruangan itu. Berjalan bergandengan tangan bukan lagi hal canggung bagi mereka, tentu saja karena mereka sudah melakukan lebih dari sekedar bergandengan tangan.
" Kita mau kemana?" Tanya Rara.
" Belanja, tapi terlebih dahulu kita ke kantor ada urusan sebentar, ayo ganti pakaianmu dulu, sudah kusiapkan di atas meja, pakai saja dengan yang itu," ujar Richard seraya mendorong Rara masuk ke dalam kamar.
" Ke kantor? Kantor apa? " Tanya Rara.
" Nanti kujelaskan, cepat ganti bajumu!" Ucap Richard.
Rara masuk ke bilik pakaian dan berjalan dengan wajah bingung. Benar kata Richard kalau pria itu sudah menyiapkan sebuah gaun di atas meja dengan blazer hitam, serta sepatu hitam berkilauan di dekatnya. Jangan lupakan tas berwarna senada dengan gaun merah maroonnya.
Rara menatap pakaian itu, sangat mewah dan berkilau," untuk apa sih aku memakai ini?" Pikir Rara.
" Raaa cepat, kita terlambat!!!" Teriak Richard dari luar.
" Pakaiannya kenapa begini Richard, ini terllau mewah!!" Balas Rara sambil mengangkat gaun indah itu dengan wajah kecut dia tidak terbiasa dengan gaun mewah seperti itu, rasanya dia tidak merasa cocok dengan pakaian seperti ini.
__ADS_1
" Cepatlah bersiap, atau kau mau aku yang mengganti pakaianmu hmm!??" Kepala Richard muncul dari balik tirai ruang ganti, menatap Rara yang terlihat tidak senang dengan pakaian yang bahkan belum dia coba itu.
" Ayolah, kau memberikan perempuan kampung pakaian semewah ini, apa menurutmu ini akan cocok untukku? Lagipula aku tidak suka pakaian seperti ini, tidak nyaman dan tidak bebas," balas Rara.
Richard terkekeh," pakailah, sekali ini saja, setelah nya aku tidak akan memaksamu," ucap Richard.
" CK.... Baiklah, dasar tukang paksa!" Kesal Rara.
Sambil mengoceh, wanita itu mengganti pakaiannya dengan gaun merah merona berkilauan yang panjangnya sampai dibawah lutut sepuluh centimeter, lalu dipadukan dengan blazer hitam berlengan panjang, diberi ikat pinggang dengan hiasan mutiara, lalu dilengkapi dengan sepatu hak tinggi bermodel Boot.
Rambutnya yang panjang dijepit begitu saja ke atas, lalu dipolesnya wajahnya dengan pelembab dan bedak ringan lalu diberi lipstik merah di bibirnya, sederhana namun sangat cantik dan elegan.
Rara selesai dan keluar dari ruangan itu sambil celingak-celinguk kesana kemari," Richard ini sangat aneh dan tidak nyaman!" ucapnya sambil menatap Richard yang berdiri di dekat kasur sembari berkutat dengan gawainya.
Pria itu menoleh lalu menatap Rara yang menutup tubuhnya dengan tirai ruang ganti.
"Hei ayolah, perlihatkan padaku, " ucap Richard menatap Rara.
" Ckk.... Kalau jelek jangan salahkan aku!!" Ucapnya sambil melepaskan tirai dari tubuhnya.
Dan tampaklah penampilan elegan, mewah dan paripurna istri Richard yang sangat cantik apalagi senyum malu malu itu membuat lesung pipinya mekar, sangat cantik!
" Sial, dia cantik! Sangat cantik!" Batin Richard.
Rara terlihat tidak nyaman dan malu dengan penampilan nya yang sangat kontras dengan penampilan nya yang dulu.
" Aku jelek ya?" Tanya Raa dengan wajah malu.
Richard terdiam dan melamun, wanita itu sangat cantik di matanya.
" Tidak, kah jelek, CK... Bagaimana bisa pakaian sebagus ini jadi jelek di tubuhmu," bukannya memuji, bibir pria itu malah mengejek Rara sambil menatapnya dengan tatapan aneh.
" CK... Sudah kubilang, kalau aku tidak cocok dengan gaun seperti ini, kau yang susah dibilangi!" Ketus Rara.
" Ya sudah biar kuganti !" Kesalnya sambil berbalik dan hendak masuk ruang ganti, tetapi dengan cepat, Richard menarik lengan wanita itu dan membuat Rara terjatuh di pelukannya.
"Akhhh kau membuat lukanya sakit Richard!!" Kepala Rara.
" Hahaha, maaf, kau sangat jelek sih, ya sudah ayo segera berangkat, kita terlambat, " Richard menggenggam tangan istrinya dengan erat dan terus menerus menatapnya dengan penuh cinta.
" Katanya jelek, kenapa di tatao terus? Apa sejelek itu?" Tanya Rara.
__ADS_1
"Hmm... Jelek sekali, " balas Richard dengan senyum mengembang di wajahnya," sampai aku tidak bisa memalingkan perhatianku dari wajahmu," lanjut di dalam hati.
Richard menggandeng tangan Rara, berjalan menuju keluar. Seluruh mata para pelayan sampai membulat dengan sempurna saat melihat suasana baru yang sangat mengejutkan di rumah itu.
" Yasshhh benar ucapanku, mereka sedang dimabuk cinta, yuuhhuuuuu segera kita akan mengadakan pesta besar!!" Seloroh Pak Dono yang berteriak kegirangan.
Para pelayan sampai terkikik geli melihat tingkah laku kepala pelayan mereka yang tak kalah gila dengan Max, Damian, Richard dan Daniel.
Pak Dono berjingkrak kesana kemari dengan wajah gembira sampai tiba-tiba saking kuatnya melompat sesuatu melorot ke bawah.
Syuuutt....
" Mampus!!!" Gumam Pak Dono sambil menatap ke bawah dan...
Jreng... Jreng...jreng...
Pakaian dalam Mickey mouse terpampang nyata di depan para pelayan dan pengawal.
" Bwahahahhahaha.... Boxer Mickey mouse!!!" Mereka semua tertawa terbahak-bahak melihat tingkah kocak Pak Dono.
" Ya ampun, malunya!!!!" Seloroh pria itu sambil menarik celananya dan berlari terbirit-birit dengan wajah merah padam saking malu dengan kejadian ini.
Max tergelak di atas lantai tiga, dia tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Pak Dono yang kocak dan selalu saja punya banyak tingkah aneh.
" rumah ini isinya orang yang gak beres semua bwahahhahahaha.... Ini sangat gila!"
Mata Max menangkap pemandangan indah pagi ini, dia tersenyum kala melihat sahabatnya Richard yang punya banyak luka dari masa lalu akhirnya bisa tersenyum dengan puas," mereka akan jadi keluarga yang harmonis, tapi banyak tantangan yang akan mereka lewati, hmmm... Semoga kau bahagia sobat!" Ucapnya sambil tersenyum bahagia.
Ponselnya tiba-tiba berdering, dia menatap benda pipih itu, raut wajahnya berubah dingin dan menyeramkan, seolah dia sedang melihat musuhnya di dalam ponsel itu.
"Menghubungi ku sekarang? Untuk apa? Apa mulutnya akan mengatakan kalau dia menyesal!? Ha.... Cuihhh... " Bukannya menjawab panggilan itu, dia mematikan ponselnya dan mencabut kartu seluler miliknya lalu mematahkan benda itu dan membuangnya ke tempat sampah.
"Sekali sampah, akan tetap jadi sampah!"
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1