Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB: Salahmu


__ADS_3

Damian menatap tajam ke arah adiknya, dia tidak menyangka kalau Hansel masih berhubungan dengan dunia bawah padahal jelas ibu mereka telah melarang.


Alasannya karena Cherry tidak ingin Hansel maupun Alvaro terjun ke dunia yang sama dengan ayah kandung mereka Nagata dan malah menghancurkan hidup mereka sendiri.


"Awas kau nanti di rumah !!" bisik Damien tepat di telinga pria itu.


Hansel menenggak kasar salivanya. Dia tau dia dalam masalah besar saat ini.


"Sialan, harusnya yang datang Eliezer, tapi aku memaksa tiba di tempat ini, sialan, benar benar sial!!!" umpatnya di alam hati.


Rara, Damian dan yang lainnya duduk di ruangan yang sama dengan beberapa berkas dan file digital di hadapan mereka. Duduk sejajar menghadap ke arah dinding yang ditempeli wajah para tersangka.


"Kalian sudah menemukan tersangka tetapi belum ada bukti yang cukup kuat, hanya dugaan saja, apa yang akan kalian lakukan?" Esther menatap foto-foto itu dengan seksama.


"Benar, apa rencana kalian setelah mengumpulkan informasi? jelas tidak ada bukti yang memberatkan mereka!" tambah Hansel .


“ Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengumumkan kematian penerus utama keluarga Fransiskus,” ucap Rara yang sontak membuat semua yang ada di dalam ruangan itu terbelalak dengan jalan pikiran Rara. Bagaimana bisa dia mengumumkan kematian suaminya sendiri padahal jelas Richard belum mati.


Braaakkk...


Tiba-tiba...


“ apa maksudmu hah? Kenapa kau yang mengambil keputusan dalam hal ini?’ suara bariton penuh kemarahan dari Marco terdengar menggelegar di ruangan itu. Dia berjalan masuk dengan langkah besar, niat hati ingin mengunjungi tuannya yang terbaring lemah dia malah mendengar ucapan tak mengenakkan dari istri tuannya.


Rara tetap tenang, dan hal ini membuat semua orang yang menyaksikan perdebatan itu terdiam. Mereka bisa melihat jiwa Richard di diri istrinya yang kuat dan tegar.


“ Karena aku istrinya, dan karena aku alasan dia terbaring seperti itu!" jawab Rara dengan nada sarkas, tak gentar menatap Marco.


Marco mengeraskan rahangnya dan menatap tajam Rara,” Jika kau sadar kau yang membuatnya terbariung seperti itu, jangan berbuat macam macam dan cukup diam sampai kami menyelesaikan masalahnya, sampai kami menemukan pelakunya, kau hanya seorang wanita jangan memperkeruh suasana dengan memanggil semua orang untuk melakukan hal yang sia sia seperti ini!" ucap Marco dengan nada merendahkan.

__ADS_1


"Tidak ada yang boleh menyentuh kasus Richard tanpa seijinku!!!" tegas Marco.


Jujur saja sejak kejadian itu, ketika dia tahu Richard berkorban demi Rara, dia malah membenci wanita itu. Dia menyalahkan Rara karena setelah bertemu perempuan itu hidup tuan mudanya hancur berantakan.


Rara terdiam, begitu juga dengan yang lain.


“ Marco jaga bicara mu, kau tahu sedang bicara dengan istri richard kan?” hardik Damian tak terima Rara diperlakukan tak hormat oleh Marco.


Marco mendengus kesal,” dia istrinya Richard bukan urusanku, yang kupedulikan adalah Richard yang harus mengalami semua kejadian buruk ini setelah bertemu dengan wanita sialan ini! "ucap Marco sambil menunjuk Rara.


“Marco apa apaan kau? Ada apa denganmu? Kenapa kau menyalahkan Rara? Tidak ada satupun dari kita yang tahu kalau akan terjadi hal seperti ini pada Richard, “ bantah Max yang juga tidak terima dengan pemikiran sesat dari Marco.


“ Semua terpukul dengan kejadian ini, aku, Damian, Rara dan Daniel bahkan anak-anak, semuanya tidak ada yang menyangka kalau ini akan terjadi, lalu kenapa kau menyalahkan Rara? Kau lihat dirimu sendiri apa kau sudah kompeten menjaga dan mengawasi orang orang di sekitar Richard, salahkan dirimu sendiri bajingan!” Max kesal, dia tidak suka melihat sisi Marco yang gelap hati seperti ini.


“ Apa pun itu, jangan melaukan apa pun, aku yang akan mengurus masalah ini, kau hanya seorang prempuan memukul satu orang laki laki saja kau tidak sanggup bagaimana kau bisa melindungi dirimu saat mencari tahu hal ini,”


“ Jangan ikut campur dan diam di kamarmu.. atau aku akan membawa Richard jauh dari sini,” ancam Marco.


Marco mengepalakan kedua tangannya,” suamimu? Apa kau bahkan mencintainya saat dia jelas telah jatuh cinta padamu? Kau.. hanya memikirkan anak anakmu bukan memikirkan Richard, jika kau mencintainya kau tidak akan membiarkan dia terluka hanya karena menyelamatkan dirimu hari itu!” ucap Marco sambil beranjak pergi dari sana.


“Marco ini tidak ada hubungannya dengan itu,” ucap Damian.


Dia dan Max sudah hapal sifat Marco, dia akan menyalahkan siapa pun ketika tuan nya terluka, tidak peduli itu orang terkasih tuannya, yang dia pikirkan hanya keselamatan Richard.


“ Cih... jangan sok mengatakan tentang cinta saat kau sendiri tidak tahu dan tidak pernah merasakan apa yang dimaksud dengan cinta, itu perasaanku dan itu urusanku!" balas Rara tak kalah tegas .


Seketika ruangan itu hening. Dua manusia yang sama sama memiliki karakter keras berdebat satu sama lain. Setelah kecelakaan itu hubungan mereka semau seoah renggang.


“ ini tidak bisa dibiarkan, Richard harus segera sadar, tanpa dia kelompok ini akan hancur, Marco sangat setia pada Richard, Daniel juga menyalahkan Rara atas apa yang terjadi pada Richard itu sebabnya dia terus mengurung diri di kamar, dan Max.. dia masih bisa diandalkan, sialan... mereka memang sengaja menghancurkan hubungan kami semua,” batin Damian.

__ADS_1


Rapat itu dihentikan, mereka tidak bisa berbicara dengan hati yang panas seperti ini. Damian mengambil alih penyelidikan, bersama Esther dia mecoba melacak pelaku yang berhubungan dnegan kejadian itu.


Sedangkan Rara, wanita itu pergi dari ruangan itu setelah berbicara dengan Hansel yang juga telah meninggalkan tempat setelah berbicara dengan Rara.


Teka teki ini akan semakin sulit dipecahkan sebab tidak ada seorang pun yang bisa mereka tanyai , saksi dan semua pengawal yang bertempur dengan mereka hari itu bak hilang di telan oleh bumi.


Rara menangis dalam diam, dia masuk ke dalam kamar perawatan suaminya. Kata kata yang dilontarkan Marco tadi jelas masih terngiang di kepalanya. Wanita itu masuk dengan wajah pucat di saat yang sama dia berpapasan denagn Daniel yang jadi pendiam sjeak kejadian itu.


“ Kak daniel..” panggil rara.


“ aku bukan kakakmu, sejak kapan aku menjadi kakak orang yang membuat sahabatku seperti ini, sejak kau datang ke rumah ini, banyak hal mengerikan yang terjadi, kau itu pembawa sial, Gege hampir diculik dan Richard mengalami kecelakaan, seandainya.. seandainya kau tidak muncul ini semua tidak akan terjadi,” ucap daniel dengan nada datar dan dingin.


Tubuh Rara gemetaran, semua orang menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Richard. Tentu saja mereka bisa berpikir pendek seperti itu karena Rara adalah orang baru bagi kelompok itu.


“ Jangan ajak aku bicara, bertingkahlah seolah kau adalah hantu, aku tidak peduli dengan apa yang kau lakukan , mau kau cari tahu mau kau berjuang aku tidak peduli, jangan bicara denganku...” ucap Daniel dengan nada dingin dan tatapan tajam .


Rara tak bisa berkata-kata. Ini adalah risiko yang harus dia terima, wanita itu menggigit bibir bawahnya, dia menahan tangisannya, menarik nafasnya dalam dalam untuk meredam rasa sakit yang dia rasakan saat ini.


Daniel keluar dari ruangan itu dengan wajah lesu dan murung, tak bersemangat untuk hidup.


Brukk.....


Rara ambruk ke atas lantai, dia menggigit bibir bawahnya sambil menahan tangisannya menatap Richard yang terbaring lemah di atas brankar.


“ Aku.. harus kuat... hiks hiks hiks.. aku harus kuat.. demi Richard.. demi dia.. aku akan menemukan pelakunya, apa pun yang terjadi akan kulakukan...” tekad Rara semakin bulat.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen


__ADS_2