
“ Yessshhhh adikku memang hebat, kamu sudah bisa Gege.. hebat....” seru Elliot sambil melompat kegirangan sembari melihat sang adik yang sudah bisa berjalan dengan lancar sebagaimana seharusnya dia berjalan sebelum kecelakaan besar yang menimpanya.
Gege tersenyum bahagia dia berlari dan menghamburkan pelukannya pada sang kakak yang menjaga dan membantunya selama sebukan lebih sampai dia bisa mencapai titik dimana dia bisa berjalan kembali seperti semula .
“ Hiks hiks hiks... terima kasih kak Elliot... Gege senang, terima kasih banyak hiks hiks hiks....” anak itu menangis sesenggukan sambil memeluk kakaknya. Rasanya sangat bahagia ketika dia memiliki seorang kakak yang begitu menyayanginya.
Hatinya berbunga-bunga, semua kesedihan dan rasa sakit yang dia alami selama ini akhirnya dibayar lunas dengan hadiah sempurna yang dia dapatkan, kakak dan Mama yang sangat menyayanginya.
Elliot menatap wajah adiknya yang lebih tinggi dari dirinya beberapa centi meter,” husshh adik kakak hebat, kamu bisa, kamu hebat, kakak bangga punya adik seperti Gege,” ucapnya sambil tersenyum dan juga menangis haru.
Rasa bahagia karena diterima dan ternyata dia memiliki keluarga yang begitu baik, menerimanya apa adanya dan memenuhi ruang kosong dan gelap yang ada di hatinya. Kedua anak kembar tak seiras ini memiliki sifat yang bertolak belakang tetapi saling melengkapi satu sama lain. Jika Gege memiliki sifat ceria, jenaka dan sedikit teledor seperti ibunya maka Elliot adalah anak yang mirip dengan karakter dingin dari Richard, dia sangat dewasa dan mampu bersikap tenang sekalipun keadaan tidak baik-baik saja.
“ sudah jangan menangis, anak laki-laki gak boleh sering-sering menangis,” ucapnya sambil menepuk kepala adiknya dengan lembut.
Gege tersenyum,” Gege hanya akan menangis di depan Mama, Papa dan kakak,” ujarnya sambil tersenyum sempurna.
Rara menatap kedua putranya dari balik pintu ruangan terapi Gege, dia menitikkan air mata tetapi dia tidak ingin terlihat cengeng , dia harus kuat .
“ Sayang,” Rara masuk ke dalam ruangan itu dengan penampilannya yang jelas sangat berbeda, masih dengan tato temporary, kaos oblong dan celana panjang berkantong .
Gege dan Elliot berbalik sambil menatap ibu mereka dengan mata membulat sempurna sembari berkedip-kedip terheran heran dengan penampilan badas tetapi keren dari sang ibu.
“ mama?” ucap mereka berdua dengan tatapan heran.
“ ahhh untuk beberapa waktu ke depan penampilan Mama akan sedikit berantakan , Mama lagi cosplay jadi preman pasar hehehhe...”
“ Bagaimana keadaan kalian sayang?” tanya Rara sambil duduk berlutut menyejajarkan tingginya dengan kedua putra tampannya.
“ mama..
“ hmm?
“ Gege sudah bisa berjalan bahkan berlari kencang,” ucap nya sambil mengambil ancang-ancang lalu...
“ Yeayyy lihat Maa... Gege bisa lari , bisa melompat, bisa menggunakan kaki Gege lagi huwaaa... Gege bahagiaa....” teriak anak itu sambil tertawa .
Rara menatap putranya sambil memeluk Elliot,” terima kasih abang Ellit sudah jagain adik buat Mama, maaf Mama kurang perhatian untuk kalian selama sebulan lebih ini, maaf sayang, Mama bangga punya anak anak sehebat kalian,” niat tak ingin menangis malah tangisan Rara pecah sambil memeluk Elliot dari belakang.
Anak itu berbalik, demikian Gege yang melihat ibunya menangis langsung memeluknya dari belakang.
__ADS_1
“ Mama... look at me... “ Elliot menatap wajah Mamanya sambil menaruh kedua tangannya di wajah sang ibu.
“ Semua akan baik-baik saja, Mama nggak perlu takut, ada abang dan adik yang menemani Mama, jangan bersedih hati, semua akan baik baik saja ya, mama jangan nangis ya?” bujuknya dengan suara lembut nan menenangkan.
“ hu..um.. Mama jangan nangis ya , Gege sayang sama Mama, Gege gak mau lihat Mama menangis begini, Mama itu orang yang kuat, “ hibur Gege.
Bagi Rara kedua putranya yang cerdas dan menggemaskan adalah kekuatan baginya. Hal yang membuatnya merasa tenang dan bahagia saat menjalani hidup yang sangat sakit dan penuh dengan lika liku ini.
“ Terima kasih nak, terima kasih telah lahir dari rahim Mama, “ ucapnya sambil memeluk erat kedua anaknya.
Setelahnya Rara membawa kedua anak itu menuju kamar Richard. Rara menggandeng tangan Gege dan Elliot di masing-masing sisinya.
“ Ada yang mau Mama tunjukin pada kalian di kamar Papa,” ucapnya.
“ Umm Ma.... kemarin Elliot lihat perempuan masuk ke kamar Papa sambil lari lari ketakutan, Elliot takut Papa kenapa-kenapa,” bisik anak itu.
Rara terdiam sejenak,” jadi dia melihat perempuan itu juga?” batin Rara.
“ Tenanglah sayang Papa baik baik saja kok” ucapnya lembut.
Rara membawa anak-anak ke kamar Richard, tetapi ekor matanya menangkap sosok pelayan yang semalam masuk ke dalam kamar suaminya sedang menatap mereka dari balik dinding ke arah dapur.
Rara mengepalkan kedua tangannya,” tunggu giliranmu,” batin Rara sambil mengeraskan rahangnya.
“ Sialan, aku tidak boleh terlalu lama disini, jika tidak tuan James akan mengamuk dan membunuhku, harus kuselesaikan hari ini juga,” batinnya .
Plakkk....
“ hei sedang apa disini...”
“ arrhhkkkk...” perempuan itu berteriak tatkala kepala beruang tepat berada di depan wajahnya .
“ Hahahahah... maafkan aku, sedang apa kau disini hah? Tidak bekerja? Mau kupotong tunjanganmu?” suara kesal dari bibir pak Dono terdengar.
“ ehh.. ma.. maafkan saya Pak, sa.. saya melamun tadi, kekasih saya baru meminta putus,” jawabnya cepat mencari alasan sambil menunduk dan menunjukkan wajah bersedih.
Pak Dono melepaskan topeng beruang yang dia pakai lalu memasangnya di kepala perempuan itu,” kalau galau jangan bekerja disini, sana cepat lakukan pekerjaanmu, cuci kepala beruang itu,” ketus Pak Dono sambil mendorong wanita itu dengan sedikit kasar.
“ sialan...
__ADS_1
“ apa kau bilang?”
“ ehh ti.. tidak ada pak.. tidak ada, saya pergi dulu,” ucapnya sambil berlari menuju ruang belakang.
Pak Dono menatap kesal pada hama pengganggu itu,” cihh sampah tidak berguna yang merusak performa kelompokku saja,” ketusnya.
Dia menatap ke lantai dua sambil tersenyum dan menaikkan jari jempolnya pada sang nyonya.
Rara balas tersenyum dengan cara yang sama,” hebat pak..” batinnya.
Pelayan suruhan James tersebut berjalan dengan langkah cepat sambil melepaskan kepala beruang yang bertengger di kepalanya, sambil mendengus kesal dia mencampakkan benda itu begitu saja ke dalam gudang.
“ menyebalkan sekali, dasar kau Dono sialan, “ geram nya.
Di saat yang sama panggilan masuk ke ponselnya berbunyi.
“ Tuan James?” ucapnya sambil tersenyum menatap nama itu.
“ Halo tuan?”
“ MAU SAMPAI KAPAN KAU DI RUMAH ITU? KAPAN KAU AKAN MELAKUKANNYA BODOH?” teriakan James hampir saja meledakkan telinga perempuan itu jika saja dia tidak menjauhkannya dari telinganya.
“ Ha.. hari ini tu.. tuan akan saya lakukan saya berjanji,”
“ Lakukan tugasmu dengan benar Via, aku tidak ingin marah padamu karena kau baik, tapi jangan sampai melewatkan waktu ini, setelah itu kau pergi dari rumah itu, kau paham?” ucap James dari seberang sana.
Via tersenyum dengan wajah bersemu merah,” heheh.. baiklah tuan, Via akan melakukan apa pun untuk Anda,” ucapnya dengan senyuman bahagia. Sepertinya perempuan ini menaruh hati pada orang yang salah.
“ baiklah, aku akan menunggumu terutama aksimu di atas kasur sayang...” bisiknya.
Via tersenyum sambil memilin bajunya,” baiklah, bayi kita juga tidak sabar bertemu denganmu,” balas Via sambil tersenyum lembut.
“ hmmm.. ku tutup ya,”
“ baiklah,”
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen