Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB : Sosok Yang Berbeda


__ADS_3

Malam kemarin saat Rara berangkat menuju bar Berlin setelah mempermak penampilannya di kantor Alpha di bawah dampingan Damian, Wanita itu mendapatkan sebuah pesan misterius berisi beberapa foto dan lokasi sebuah tempat.


“ SELAMATKAN SUAMI DAN ANAK-ANAKMU DARI AYAH MERTUAMU, INGAT PESAN KU INI, JANGAN MENGABAIKANNYA, DIA AKAN BERGERAK,” pesan aneh dan penuh tanda tanya yang pertama kali muncul di ponsel Rara.


Percaya tidak percaya, wanita itu jadi gugup dan khawatir dengan isi pesan tersebut belum lagi foto-foto tuan Fransiskus di dalam sebuah ruangan tengah berdiri sambil memegang cambuk dan ada seorang perempuan yang tergeletak di atas lantai bersimbah darah dan tampaknya tidak sadarkan diri.


Foto yang tidak diketahui sumbernya ini membuat Rara bingung, pasalnya jaman ini sudah banyak aplikasi yang bisa mengedit foto seperti itu. Dia perlu memastikan benda itu dan melacak alamat yang di maksud.


Rara menghela nafas,” Ada apa denganmu? Kau kelihatan stress? “ tanya Max seraya mengetuk kepala Rara,” Apa isi kepalamu sudah kadaluwarsa?” celetuk pria itu.


“ Ck... jangan digetok, kau pikir ini kepala moyang kau,” bukan Rara yang marah tapi Richard.


“ Uhh kepala sayangku jadi sakit ya kan? Gak apa apa, nanti ku kasih obat.” Celetuk Richard.


Huweekekkkk...


“ Richard kau membuatku mual,” ucap Damian dan Max yang dibuat tak percaya dengan si bucin tingkat dewa itu.


“ pftfhh hahaha.. kamu lebay ihhh, “


Richard hanya tertawa, dia memang secinta itu pada sang istri.


Di saat yang sama, tiba-tiba ada yang mencoba masuk ke dalam ruangan itu, beruntung langsung di kunci sehingga Richard yang sudah bangun tidak ketahuan oleh orang lain.


“ Siapa itu? Richard cepat berbaring,” ucap Damian yang langsung berdiri hendak membuka kan pintu.


Richard berbaring dan menutup matanya, anak-anak juga sudah diberitahu untuk tidak bocor soal kembalinya Richard.


Mereka semua bertingkah normal seolah mereka sedang bersedih karena Richard tak kunjung bangun.


Sedang Rara memeriksa pesan yang baru masuk lagi ke ponselnya dan wajahnya seketika itu berubah tetapi dia tutupi.


Damian membukakan pintu itu dan terlihatlah Marco dan Daniel dengan tatapan beringas mereka berdiri di depan pintu dengan dada mereka yang naik turun, deru nafas mereka terdengar begitu kasar sampai membuat Damian terkejut.


“ ada apa dengan kalian?” tanya Damian sambil memicingkan matanya.

__ADS_1


“Minggir,” ketus Marco sambil masuk ke dalam ruangan itu, sedikit lega dia rasa karena ada Damian dan yang lainnya yang menemani Richard disana.


“ Ahh kalian ternyata disini, ada penyusup di rumah ini,” ucap Daniel sambil menepuk bahu Damian dan masuk ke dalam kamar itu.


Damian hanya diam dan menatap ke arah luar dimana perempuan itu terlihat sedang menyapu di ruangan tengah sembari mencuri dengar pembicaraan mereka disana.


Damian menutup pintu dengan keras, membuat seisi rumah terkejut.


“ Omes kenapa pak?” celetuk Max.


“ ahhh ada nyamuk mau masuk, “ balasnya.


Marco dan Daniel masuk ke dalam kamar. Tanpa aba-aba Marco langsung menarik tangan Rara dari atas kasur dan mendorong wanita itu ke atas lantai tak peduli ada anak-anak yang melihat disana.


“ Jangan duduk di dekat Richard,” ucapnya dengan nada ketus sembari mendorong tubuh Rara.


“ Marco apa yang kau lakukan?” Damian dan Max tampak syok melihat kelakuan Marco yang tiba-tiba aneh seperti ini.


“ Paman kenapa mendorong Mama..” protes Gege yang langsung berlari menghampiri ibunya yang hampir ter jedot ke dinding karena ulah pria itu sedangkan Elliot terdiam membeku sambil menundukkan kepalanya tidak berani melihat apa yang dilakukan pria itu pada Ibunya.


“ Marco kau melakukannya di depan anak-anak, apa yang salah denganmu,” Damian menarik Marco, hampir saja dia kehilangan emosinya dan menghajar pria itu disini.


Daniel juga memasang sikap yang sama, dia sama sekali tidak peduli sampai tidak sadar kalau Gege sudah bisa berjalan.


Rara mengeraskan rahangnya, dia tidak akan kalah dengan pria seperti Marco yang hanya bisa bermain otot tapi tidak pakai otak.


“ Kak Max, bawa anak-anak keluar, biar kutunjukkan siapa diriku di depan pria ini,” ucap Rara dengan nada dingin dan datar sambil melipat lengan bajunya ke atas.


“ Gege, Elliot ayo ikut paman,” ajaknya dengan lembut.


“ mama...


“ Sana ikut Paman, Elliot ikut paman Max,” titahnya dengan tegas.


Max membawa anak-anak keluar, kini saatnya Rara meluruskan kesalahpahaman itu.

__ADS_1


“ Kau yang harus keluar dari rumah ini dan dari hidup Richard, karena dirimu semaunya hancur,” ucap Daniel yang lagi-lagi menyudutkan Rara.


“ Bodoh, kalian benar-benar bodoh , katanya orang yang cerdas tetapi menilai sesuatu saja benar atau tidak kalian tidak bisa,” ucap Rara dengan nada kesal.


“ Bicara yang jelas dasar perempuan bayaran, perempuan sialan kau...” teriak Marco.


Plakkkkk...


Tamparan telak mendarat di wajah pria itu. Berasal dari tangan Rara. Jujur saja rasanya sangat sakit seolah rahangnya hampir lepas,” perempuan ini? Te.. tenaganya?” Marco di buat tak bisa berkata-kata begitu pun dengan Damian dan Daniel saat mendengar suara tamparan yang sangat keras itu.


Ini kali pertama seorang perempuan memukul wajah sang Marco yang angkuh dan ganas.


“Beraninya kau..


Bugghhhh


Sekali lagi serangan menyakitkan dari tulang tangan Rara membuat pria itu meringis kesakitan,” akhhhhh,... beraninya kau sialan... hoishhh arrkkkhhhh.. kurang ajar kau...” geram Marco yang tidak bisa menahan amarahnya saat ini bahkan Rara pun hendak di hajarnya.


“ kenapa? Sakit? Kau sakit hati atau merasa di rendahkan hah? Kau bodoh Marco, kau sangat bodoh sampai percaya dengan pesan palsu yang dikirim pelakunya padamu, kau ingin menjualku pada Yamamoto? Kau pikir aku tidak tahu hah?” Rara menarik kerah Marco dan menatapnya dengan tatapan kesal.


“ apa?” Daniel dan Damian terkejut bukan main saat mendengar ucapan Rara. Mereka bahkan tak bisa berkata-kata mendengar pernyataan Rara.


Marco terdiam, bibirnya tertutup sempurna saat Rara membongkar apa yang sedang dia lakukan saat ini.


“ Bodoh, kau pria paling bodoh yang pernah aku kenal di muka bumi ini, ototmu saja yang besar tapi otakmu hanya sekecil otak ayam,” ejek Rara sambil mendorong Marco sampai pria itu sedikit terhuyung ke belakang.


Melihat Rara dari sisi ini, jelas dia adalah sosok yang berbeda, preman dan serampangan sangat cocok menggambarkan karakternya saat ini. Siapa sangka Marco akan menghadapi perempuan yang sangat pedas dalam berucap dan sangat cerdas dalam bertindak bahkan sampai melukai harga diri seorang Marco yang terkenal tegas dan penuh tak tik.


“ Siapa sebenarnya perempuan yang aku hadapi ini? Sialan...”


“ Awas kau nanti Marco jika bukan karena Rara memintaku untuk tetap diam aku pasti sudah bangun dan menghajarmu sekarang, beraninya mendorong istriku ....” Richard mengeraskan rahang sambil mengepalkan kedua tangannya menahan dirinya agar tidak bangun sebelum Rara memberi kode.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen


__ADS_2