
Damian berdiri bersama Richard di dekat pintu kamar Irene dimana Rara sedang berbicara dengan kedua sahabatnya yang bermasalah. Putri juga ternyata memiliki masalah yang sama dengan Irene. Entah bagaimana semua kejadian ini terjadi dalam satu waktu yang sama.
“ Rara benar-benar sahabat yang kuat, dia mampu menenangkan Putri dan Irene,” ujar Damian yang berdecak kagum dengan kemampuan Rara menangani masalah.
“ Dia istriku, tentu saja dia akan jadi sehebat itu,” ucap Richard dengan sombongnya,” wahh kau mulai sombong yang sekarang?”
“ Tentu saja, tapi ngomong-ngomong dimana Max? Aku tidak melihatnya hari ini,” tanya Richard.
“ Mungkin perjalanan bisnis, dia mengatakan ada urusan penting yang harus dia selesaikan sore tadi dan langsung beranjak dari rumah sakit,” jelas Damian singkat.
“Richard, ku harap kau percaya dengan ucapan Rara tentang ayahmu, tidak selamanya yang kau lihat dan kau dengar itu benar , kau harus tahu kebenaran tentang tuan Fransiskus.” Ucap Damian tiba-tiba sambil menatap Richard dengan tatapan serius.
Richard tahu kalau temannya benar-benar serius tentang masalah tuan Fransiskus, tetapi Richard tidak mau membuka hatinya untuk sesuatu yang akan membuatnya semakin hancur. Dia berusaha untuk tetap percaya pada Papanya, percaya bahwa tuan Fransiskus adalah orang yang baik seperti yang dia kenal bahkan jauh sebelum dia bertemu dengan teman temannya.
“ aku yang lebih tahu siapa ayahku, aku mengenalnya sejak aku kecil, aku percaya padanya,” ujar pria itu.
Daian tak bisa berkata-kata lagi, tidak pernah sekalipun Richard bertanya apa alasan mereka mengatakan kalau tuan Fransiskus itu bukan orang yang baik.
“ terserah padamu, apa kau tidak mau tahu alasan kenapa kami mengatakan hal itu?” tanya Damian mencoba memancing apakah Richard penasaran .
“ tidak, untuk apa, aku jelas lebih kenal dengan Papa,” jawabnya lagi yang langsung menolak penjelasan Damian bahkan sebelum penjelasan itu diungkapkan.
Damian mengangguk Paham, dia pun pasti akan berada di posisi yang sama jika tiba tiba orang lain mengatakan ibunya atau ayahnya adalah orang jahat padahal selama ini mereka merawat dia dengan baik dan melimpahinya kasih sayang bahkan ketika keadaannya sangat terpuruk. Damian paham dengan perasaan itu.
“ Baiklah, terserah padamu,” ucapnya sambil berlau dari sana menemui Daniel yang sedang duduk sambil makan bakso yang dia pesan dari luar beberapa saat lalu.
Richard berdiri menatap mereka,” aku percaya pada Papa, dia tidak akan melakukan hal yang buruk, dia adalah orang yang baik, kalian hanya belum kenal padanya.” Batin pria itu.
__ADS_1
Irene di rawat intensif di rumah sakit, Rara, Putri dengan dampingan Damian dan Daniel tetap di rumah sakit sedangkan Richard pulang ke rumah untuk menemani anak-anak .
Damian duduk di kursi panjang di lorong ruangan rumah sakit sambil menatap ponselnya, tengah melacak keberadaan Lili,” akhirnya kau menunjukkan batang hidungmu tepat setelah waktu kasus ini habis? Licik, kuakui kelicikanmu wanita jal4ng, jangan kau pikir kau akan selamat setelah semua yang kau lakukan pada Hana,” batinnya sambil menatap foto Lili dari informan yang membantunya melacak keberadaan Lily.
Rara tampak telah selesai berbicara dengan Putri dan Irene. Mulai saat ini kedua orang itu akan berada di bawah pengawasan Daniel dan tim alpha yang diperintahkan oleh Damian untuk menjaga mereka. Tempat tidur tambahan dimasukkan ke dalam kamar Irene, baik Putri dan Irene sama sama menjalani perawatan psikis atas usulan dari Damian.
jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, tampaknya Rara masih belum bisa terlelap. Dia keluar dari ruangan itu dan menemui Daniel juga Damian yang duduk di kursi pengunjung. Dia bergabung dengan kedua orang itu dan berbincang semalam suntuk.
Hingga pagi yang baru kembali berkuasa atas bumi.
Damian berdiri sambil menatap ke arah halaman rumah sakit dimana dia sedang menyeruput kopi hangat yang dia dapatkan dari kantin rumah sakit.
“ Ini harinya, ku harap semua akan berjalan dengan lancar,” batinnya sambil menatap langit yang begitu cerah.
“langitnya sangat cerah sepertinya rencana kita akan berhasil,” celetuk Daniel yang tiba tiba muncul di belakang Damian.
Rumah sakit dijaga ketat oleh tim Alpha. Mata Damian menangkap sosok pasangan fenomenal yang sedang berjalan sambil bergandengan tangan. Kemesraan mereka tidak lekang oleh waktu bahkan sejak pertama dia diadopsi oleh kedua orang itu, mereka sangat harmonis, mungkin bentuk cinta yang sebenarnya Damian pelajari dari kedua orang tua angkatnya, Grape Cornelius dan Cherry Cornelius.
“ Mom dan Daddy? Kenapa mereka datang?” pikir Damian sambil menatap pasangan itu.
“ Wah om dan tante datang, yesss.. sepertinya bawa banyak makanan...” seru Daniel yang langsung berlari menghampiri kedua orang itu.
“ Tanteee...... Ommmm.... Danieeell kangeeennn...”teriak pria itu membuat heboh seisi rumah sakit. Damian hanya bisa menepuk jidatnya sendiri, kelakuan Danial setiap bertemu orangtuanya memang sejenaka itu.
“ Ahahahaha.. kemari nak, Mom juga kangen kamu...” teriak Cherry sambil melepaskan tangannya dari lengan suaminya dan menyambut Daniel dengan senyum sehangat sinar mentari.
Grape tersenyum menatap sahabat anaknya itu, mereka tahu kalau Daniel tidak mendapatkan kasih sayang orang tua sebagaimana seharusnya dia dapatkan. Sebenarnya nasibnya hampir sama dengan anak angkat mereka Damian dan Hansel, tetapi lebih miris dan mengerikan.
__ADS_1
Daniel memeluk Cherry sambil tersenyum bahagia. Jujur saja senyuman dan hatinya yang hangat dia dapatkan dari kasih sayang kedua orang tua itu.
“ bagaimana kabarmu anak? Lama tidak main ke rumah, kalian semakin sibuk saja ya?” celetuk Grape sambil menepuk kepala Daniel.
“ Ehh heheheh.. sibuk om, memang sedikit sibuk akhir akhir ini, apalagi Richard kan baru menemukan anak anaknya, jadi belum sempat berkunjung,” jelasnya sambil tersenyum .
“ Ya sudah, ayo kita ke dalam, lihat si Alvaro sudah kecut menatap kamu peluk-peluk Tante hahahaha... dia ini kapan berubahnya?” ujar Cherry.
“ Tunggu nikah kali sayang, “ celetuk Grape.
“ aku juga berharap yang sama sayang, tapi dia benar benar telah menutup hatinya, setidaknya dia bisa hidup normal itu saja sudah hal yang melegakan, aku jadi penasaran dengan sosok Rara yang membuatnya bisa dekat dengan perempuan lain, dia pasti ibu yang luar biasa,” jelas Cherry.
“ tante benar, dia sosok yang sangat kuat, aku salut melihat perempuan itu, seandainya dia tidak menikah dengan Richard aku mungkin akan merebutnya hahahhaha...” Daniel tertawa dengan candaannya.
Kedua orang itu tersenyum,” kamu semakin bahagia nak., syukurlah,” ucap Cherry seraya mengusap lembut wajah Daniel yang dia anggap seperti anaknya sama seperti teman-teman Damian yang lain.
Mereka berjalan bersama menuju gedung rumah sakit dengan Daniel yang menggandeng keduanya di masing-masing sisinya, dia sangat bahagia bertemu dengan kedua orang ini.
Sementara itu, di sisi lain kota itu, Rara sedang dalam perjalanan pulang bersama anak buah yang diminta mengantarkan Rara menuju rumah mereka. Wanita itu mengaktifkan nomor lamanya dan menggunakan nomor itu, sambil menatap ponselnya dia menunggu panggilan dari seseorang.
.
.
.
Like, vote dan komen
__ADS_1