Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB : Anakku


__ADS_3

Rara masuk ke kamar Gege, kamar yang sangat nyaman dengan aroma bunga mawar yang sangat disukai oleh Gege.


" Waahhh Gege suka mawar juga!??" tanya Rara dengan mata berbinar kala mencium aroma kamar anak itu.


George mengangguk sambil tersenyum," iya Ma, Gege suka bunga Mawar, mungkin sama seperti Mama kandung Gege," ucap anak itu dengan suara bergetar.


Ingin rasanya dia mengatakan pada Rara bahwa dia adalah anak kandung wanita itu, anak yang selama ini dicari oleh Rara.


"ini anak Mama, apa Mama masih belum ingat??" lirih bocah itu di dalam hati.


Rara tersentuh, dia mengusap pucuk kepala bocah itu," Mama kandung Gege pasti cantik sekali ya, dia pasti orang yang berani, Mama juga suka bunga mawar," ucap Rara sambil tersenyum.


Gege membalasnya dengan anggukan kepala,"hu..um.. Mama Gege cantik, punya lesung pipi dan senyumannya sangat indah, Gege sayang Mama!!" ucap anak itu sambil menatap Rara dengan mata berkaca-kaca.


Dia benar benar bahagia, tatapannya mengatakan bahwa hatinya kini sedang berbunga karena bertemu ibu kandungnya.


" Ahhh... nak... Mama jadi teringat dengan putra mama... hiks hiks... Mama sayang padanya, tapi orang jahat mengambil dia dari Mama.... Mama..." Wanita itu menangis, tidak tahan rasanya kala dia mengingat kejadian mengerikan itu.


Air mata Gege tidak terbendung, dia juga menangis, tangan bocah itu menarik Rara dan memeluknya dengan erat.


Dia terlihat seperti orang dewasa yang menenangkan ibunya sendiri.


" Maafkan Mama sayang, Mama terbawa suasana," ucap Rara sambil mengusap air matanya.


" Ayo kesini Ma, ada yang mau Gege tunjukkan pada Mama," Gege memutar kursi rodanya mendekati tempat tidur.


Rara tersenyum menatap penataan ruangan kamar yang sangat hangat dan menyenangkan untuk anak anak.


" Duduk dulu ma," ucap Gege sambil mempersilahkan Rara duduk di kasur, tepat berhadapan dengan meja yang berisi foto kecil Gege dan beberapa foto bersama Papa dan pamannya yang gila .


Rara duduk di kasur itu," Apa Gege tidur sendirian disini?" tanya Rara.


" iya Ma, Gege tidur sendirian," jawab anak itu dengan polos. Gege melirik Mamanya yang masih belum melihat foto di meja di depan wanita itu, sedangkan Gege sedang mengambil album foto yang disimpan oleh sang ayah sejak dia kecil.

__ADS_1


" Apa Mama belum lihat? atau Mama nggak kenal sama Gege?" batin anak itu dengan harapan Rara akan mengenal dirinya sebagai anak yang selama ini dicari oleh Rara.


Rara menatap ruangan itu, kedua netra hitam pekat itu menatap foto Gege sewaktu bayi, foto bayi yang masih belum dilepas tali plasentanya, tepat hari pertama anak itu ditemukan.


Deghhh....


Seolah waktu berputar dengan lambat, dentingan jam terdengar jelas di telinga wanita itu, dia menatap figura foto itu dengan tangan gemetaran.


Dia tau, kenal dan sangat hapal dengan wajah bayi itu. Wajah yang selama ini dia cari, wajah yang selama ini jadi tujuannya bekerja keras dan menerima tawaran Richard.


"A... anakku..." gumam Rara sambil berdiri dan mendekati meja itu, dengan tangan gemetar dan suara yang tercekat dia mengambil figura foto itu. Buliran air mata mengalir deras tanpa seijinnya, jantungnya berdebar kencang, tubuhnya gemetar.


" A... anakku...." gumam nya lagi sambil mengusap foto itu dengan penuh pilu. Kedua manik matanya menatap Gege yang terdiam di depan meja belajarnya saat mendengar sang ibu.


" Ge..Gege... i...ini f...fo...foto si...siapa nak?" Suara Rara gemetar, ingin dia berteriak saat ini.


Gege menegakkan tubuhnya, dia berbalik dengan memutar kursi rodanya, kedua netranya sudah menganak sungai, dia mengulum bibirnya, menahan tangisannya agar tidak pecah, menggenggam erat remote penggerak kursi rodanya sambil menatap Rara.


Anak itu menggigit bibir bawahnya, dia menangis dalam diam,"foto Gege saat dibuang," ucap anak itu singkat.


Brukkk....


Rara terjatuh ke lantai, seketika sekujur tubuhnya lemas saat mendengar pengakuan anak itu. Foto bayi kecil itu terjatuh di atas lantai, air mata Gege dan Rara tidak lagi bisa terbendung.


Kedua nya menangis sesenggukan di dalam kamar itu dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Hati mereka, kerinduan mereka dan fakta yang mereka hadapi membuat mereka menangisinya.


" A.. anakku... Kamu...anakku... arrkhhh anakku!!!!" pekik Rara sambil menangis sesenggukan dan berlari memeluk Gege dengan erat.


Dia mengangkat putranya, mencium dan memeluk putra yang dia cari selama ini.Tangisan keduanya pecah memenuhi ruangan itu.


Hati orangtua mana yang tidak bahagia saat mengetahui keberadaan sang anak yang telah lama hilang, anak yang dia kandung dan cintai dengan sepenuh hati sekalipun anak itu adalah hasil hubungan satu malam.


Bahkan pria yang menidurinya tidak dia ingat wajahnya, tetapi anaknya selalu dalam hati dan pikirannya.

__ADS_1


Sekalipun tak bisa memeluk, Rara hanya berharap bisa melihat dan mengetahui kondisi putranya, dia akan mendukungnya dari jauh jika tidak ada kesempatan mendekati nya.


Tetapi takdir berkata lain, dia dipertemukan dengan anaknya, anak yang sangat dia sayangi saat dia bekerja.


" Anak Mama... hiks hiks hiks... anakku sayang, anakku sayang akhirnya.... akhirnya aku menemukanmu sayang, arrkhhhh bodohnya aku tidak mengenali anakku sendiri hiks hiks hiks... anak Mama... ini kamu naaakkk...Mama rindu sayang, Mama rindu sekali!!!" Ucap Rara sambil memeluk putranya berkali kali, mengecupnya berkali kali dan menatap wajah itu berkali kali untuk memastikan jika dia tidak sedang bermimpi.


Jika memang foto itu adalah Gege, maka sudah bisa dipastikan, perasaan hangat, rasa sakit yang dia rasakan ketika Gege menangis, insting keibuan yang dia miliki memang adalah hubungan batin antara dirinya dengan sang putra yang dia cari selama ini.


" Anak Mama... Ini Anak mama kan!??" Rara menatap anak itu sambil menangis.


Gege mengangguk, dia juga menangis sesenggukan dalam pelukan ibu kandungnya. Harapan terbesarnya akhirnya tercapai, dia menemukan ibu kandungnya, wanita pertama yang membuatnya tertarik dan ternyata dia adalah ibu kandung anak itu.


" Jangan tinggalkan Gege lagi hiks hiks hiks... Gege... Gege nggak mau diejek karena nggak punya ibu, Gege juga mau mengajak Mama Gege ke sekolah hiks hiks hiks....Gege mau disuapi, Gege mau disayang, Gege mau dipeluk Mama setiap hari, Gege mau diomeli seperti anak anak lain, jangan buang Gege... Maa...." ucap anak itu sambil menangis tersedu-sedu.


Tangannya yang gemuk dan putih bersih menggenggam kaos Rara yang sudah basah dengan air mata.


Rara menggelengkan kepalanya," tidak akan sayang, Mama nggak akan pernah meninggalkan kamu, apa pun yang terjadi Mama akan selalu ada buat kamu, mulai sekarang... Maafkan Mama, Mama nggak pernah buang kamu nak... Mama... Justru kehilangan kamu.... Maafkan Mama yang nggak bisa jaga kamu...." Ucap Rara dengan suara tersendat.


Gege mengangguk, dia memeluk Rara lagi, rasanya sangat puas, rasanya sangat nikmat.


" Kenapa Gege nggak langsung bilang hari itu, Gege kan lihat foto itu," tanya Rara pelan.


" Gege takut Mama akan buang Gege, Gege pikir Mama...


Rara terdiam sambil menatap Gege," Nggak sayang... Mama nggak pernah buang kamu, Mama selalu mencari kamu... maafkan Mama...." lirih Rara.


Mereka berpelukan sambil menangis. Sementara itu, Richard mendengar dari balik pintu, seutas senyuman tergambar di wajahnya, dia baru mendapatkan informasi dari Marco tentang Rara untuk memastikan Rara memang benar-benar tidak membuang putranya .


" Dia mengucapkan hal jujur, Saatnya melakukan balas dendam karena telah memporak-porandakan keluargaku selama tujuh tahun!!!!" batin Richard.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2