Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB : Nenek Sihir


__ADS_3

Telinga perempuan itu benar-benar panas kala mendengar hinaan sang bibi yang diutarakan secara langsung di depan wajahnya. Seolah Rara tengah ditelanjangi di depan umum.


Wajah Rara berubah, dia menatap wanita itu dengan tatapan tajam, dia tau nyonya Korrry hanya mencoba untuk memancingnya dan memanfaatkan dirinya lagi sebagai penghasil uang.


" Bagaimana ? apa kau mau mencobanya lagi? kali ini aku menemukan pria yang haus kasih sayang, haus pelukan dan haus elusan, kau mungkin bisa jadi perempuan bayaran untuk menghangatkan ranjangnya, seperti yang sudah sudah," ucap wanita itu seraya menatap kuku kukunya yang diisi dengan lukisan lukisan tebal nan berat dan panjang, jelas dia mirip nenek sihir dengan jari jari itu.


" Tidak bi, saya tidak butuh, hutang saya sudah lunas, jadi silahkan pergi dari sini, dan selamanya jangan datang ke tempat ini lagi, karena kita tidak punya hubungan apa pun!!!" ucap Rara dengan tegas sambil berdiri dan menunjuk pintu keluar.


" Silahkan keluar dari rumahku!!" ucap Rara dengan nada tajam.


"Kau mengusirku!? beraninya kau Perempuan jal4ng!!" Nyonya Korry tak terima diperlakukan tak layak oleh keponakan yang tak pernah dia anggap.


Plakkk...


Satu tamparan mendarat di wajah Rara, cincin cincin besar itu berhasil menggores pipi Rara dan membuatnya terluka.


" Sshhhhh.... Sialan, dasar babi gendut sialan, pergi kau dari sini!!!" pekik Rara. Sudah cukup batas kesabarannya diuji. Dahulu, hampir setiap hari perempuan itu dipukuli.sesika hati oleh nyonya Korrry, apalagi ketika Rara datang ke rumah nya dan meminta pinjaman uang pada wanita itu.


Rara sering ditendang, wajahnya ditampar bahkan tangannya sampai lebam setiap pulang dari rumah sang Bibi. Entah kenapa satu satunya keluarga ayahnya adalah wanita jahat itu, sedang ibunya adalah anak yatim piatu yang menyebabkan Rara tak mengenal keluarga dari pihak ibunya.


Betapa sial nasib mereka ketika dimanfaatkan sepenuhnya oleh perempuan serakah yang menjalankan bisnis haram itu.


Mendengar Rara mengumpat dan menyebutnya dengan kata kata mutiara nan bijak itu, Nyonya korry malah naik pitam dan tak terima.


" Beraninya kau menghinaku, hanya anak seorang wanita malam saja kau bangga, sialan, jal4ng sialan, kau sama dengan ibumu yang tidak berguna itu!!!" Nyonya Korry menarik Rara dan memukuli perempuan itu.


" Pegang dia bodoh!!" pekik wanita itu.


Rara ditahan oleh pengawal Nyonya Korry, wanita itu dipukuli habis habisan oleh sang Bibi yang tanpa hati hanya ingin memanfaatkan Rara untuk keuntungannya sendiri.

__ADS_1


Suara pukulan dan tendangan bahkan teriakan kesakitan dari bibir Rara terdengar sampai ke dalam kamar. Sontak Gege turun dari kasur dengan menyeret kedua kakinya dan mengintip dari balik pintu kala mendengar suara-suara itu.


Anak itu berbalik di atas lantai sambil tiarap, mencari tau apa yang terjadi di luar ruangan itu.


" Mama... Kenapa Mama di pukul!??? Mama... Jangan pukul Mama.... hiks hiks hiks.... Mama.... " Gege menangis sambil mengintip dari balik celah pintu kayu cokelat itu. Dia menatap Rara yang dibekuk, diperlakukan seperti sampah dan dipukuli seolah dia adalah budak.


Wanita itu menyingsingkan baju Rara, membuat dada wanita itu terekspos, hanya dengan menggunakan bra, Nyonya Korry mengambil gambar Rara yang babak belur.


" Jangan harap kau bisa lepas dariku perempuan sialan, selamanya kau akan jadi budakku," ucap wanita itu sambil mencengkram wajah Rara setelah dia mengambil foto tubuh Rara.


Perempuan itu mengeraskan rahangnya, tak ada gunanya selama ini dia berusaha menghormati dan menghargai bantuan Nyonya Korry sekalipun keluarga wanita itu sangat kejam pada dirinya.


Tak ada gunanya Rara menganggap wanita itu sebagai bibinya. Rara mengumpulkan semua kemarahan yang telah bertumpuk di dalam hatinya, dia tak Sudi diperlakukan seperti seorang perempuan murahan. Betapa teganya sang Bibi membuka bajunya di depan pria lain yang sedang memeganginya.


"Kau pikir aku selemah itu, Kau pikir aku bisa kau gunakan babi gendut sialan!!!" pekik Rara. Wajahnya sampai memerah, rahangnya mengeras dan saraf sarafnya membengkak.


Dengan sekuat tenaga, Rara melepaskan dirinya dari genggaman pria itu, lalu menghantamkan kepalanya ke dagu pria di belakangnya... Bughhh....baghhh.....


" Keluar dari rumahku sekarang sialan!!!" Rara mengamuk. Jangan sampai membuat wanita itu marah. Dengan beringasnya, Rara mengambil ponsel nyonya Korrry dan...


syuuunbg....


Brakkkk.....


Ponsel dengan lambang apel di gigit itu hancur berantakan setalah dicampakkan begitu saja oleh Rara. Hancur semua berkas di dalam ponsel milik nyonya Korrry.


Dengan berani, Rara mendorong wanita itu keluar dari dalam rumahnya," Pergi kau dar sini, dan jangan pernah kembali, jangan pernah berpikir kalau aku bisa kalian manfaatkan!!" Rara mengamuk, bahkan nyonya Korry dibua tak berdaya, wanita itu sampai takut melihat sorot mata yang begitu tajam di wajah Rara.


Pria tadi, dia tendang dan usir dari rumah itu. Seolah keadaan berbalik, Rara seperti seorang rentenir yang mengusir peminjam yang tak tau diri dari rumahnya.

__ADS_1


Nafas Rara tersengal-sengal, dia mengambil ponsel Nyonya Korry, masih menyala dan foto itu jelas ada disana, dia menghapus semua foto yang diambil nyonya Korry, lalu berjalan ke arah pintu keluar....


Syuuunnhgg.... bughh....


Ponsel itu lagi lagi melayang dan mendarat tepat di wajah nyonya Korrry.


" Clara sialan, beraninya kau memperlakukan Bibinu seperti ini, dasar jal4ng jahanam, wanita tidak tau diri yang hamil di luar nikah, mati saja kau sialan, lihat saja, akan kubuat kau menyesal karena telah melakukan hal ini padaku, akan kubuat kau menyesal sialan!!!!" pekik wanita itu.


Dia benar benar marah, tak dia sangka, Rara akan berbah jadi wanita yang berbeda dalam selang sebulan tak bertemu.


Nyonya Korry menatap rumah itu dengan tatapan berapi-api," Lihat saja, kau akan menyesal telah merusak ponselku, akan kubuat kau mati persis seperti cara ibumu si perempuan bayaran itu mati, kau akan ku bakar sama seperti wanita sialan itu!!!!" geram Nyonya Korry. Wanita itu membuang ponselnya begitu saja ke tempat sampah, sudah pecah dan tak berguna, dengan kesal dia masuk ke mobilnya masih menatap rumah Rara, lebih tepatnya rumah kontrakan yang dia kontrak pada Irena temannya.


Mereka pergi dengan kekesalan dari rumah itu, sedangkan Rara duduk terdiam di tengah ruangan. Betapa sakitnya hidup wanita itu, dia dimanfaatkan oleh banyak orang, Bahakan bibinya memanfaatkan seorang yatim piatu untuk memberikan uang setiap bulan dalam jumlah yang besar, dan Farhan teman yang jelas kenal dengannya memanfaatkannya bahkan di bagian titik paling sensitif di hidup wanita itu, dia dipermainkan oleh Farhan soal putranya.


"Hiks hiks hiks...... Kenapa aku harus hidup seperti ini? kenapa semuanya sangat mengerikan bagiku!?? Ahhkkk.... Aku membenci ini, kenapa harus aku, kenapa harus aku yang mengalami hal ini!!!!!" Rara menangis histeris sambil memukuli kepalanya sendiri.


Tiba-tiba.....


Dunnggghhg........


Telinga wanita itu berdengung, kepalanya sakit dan jantungnya berdetak kencang bahkan terasa nyeri seolah ada yang menusuk dadanya...


"Arrkhhh..... Sa....sakit..... hiks hiks hiks.... dadaku.......


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2