
Damian terkejut saat mendengar suara Putri, sahabat Rara disana. Dia segera berdiri dan mengusap wajahnya tidak ingin dilihat oleh orang lain kalau dia sedang menangis.
“ Loh kak, kenal Hana?” tanya Putri sambil meletakkan Buket bunga di atas makam Hana.
“ Kamu kenal dia juga?” tanya Damian yang tidak pernah tahu kalau Putri dan Hana saling mengenal satu sama lain.
“ Dia kakak perempuan temenku, dulu sering main di rumah mereka, tapi temenku sudah lama gak kelihatan, aku sering datang kesini siapa tahu bisa ketemu sama dia,” ujarnya sambil menatap makam Hana.
“ Temanmu? Nana kah? Adiknya Hana?” tanya Damian,” jarak umur kalian kan jauh banget, bagaimana kalian bisa temenan?” tanya Damian heran.
“ Ahhh dia kan anaknya sedikit cupu, kita ketemu di tempat les bimbingan belajar sewaktu aku SMP dan dia masih SD,kita temenan bahkan sampai berita kematian kak Hana juga aku dengar dari dia Cuma gak bisa datang karena di luar negeri waktu itu, kakak kenal kak Hana bagaimana ceritanya?” Tanya Putri yang penampilannya benar benar tertutup kali ini.
Tetapi wajahnya pucat dan di dekat lehernya seperti ada bercak bercak biru.
“ Ohh.. Kenal lama sih, Uhmm kamu sama siapa kesini? Sudah bicara dengan rara? Dia mencarimu,” jelas Damian singkat.
“ Sendiri, ahh Rara.. ka.. kami sudah bicara kak, “ jawabnya asal sambil tersenyum tetapi semanis apa pun senyuman gadis cantik yang berubah murung ini, jelas di mata Damian kalau Putri sedang berada pada titik terendah .
“ hmmm....
“ Ya sudah, aku duluan ya kak, Cuma mau antarkan bunga ke sini, orangtua kak Hana kan sudah meninggal, jadi gak ada yang mengurus makamnya, aku menyempatkan diri, ternyata kakak juga kenal, senang bertemu denganmu kak, aku pergi dulu,” ucap Putri yang langsung berbalik dari sana dan pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Damian.
Damian hanya menatap gadis itu dengan tatapan heran sambil berkancah pinggang. Sikapnya benar benar aneh menurut Damian,” dia aneh, sangat aneh,”
Damian menatap makam kekasihnya,” Nana Bougenville adikmu, sudah lama aku tidak mendengar kabarnya, dimana dia sekarang. Dia pasti kesepian tanpa keluarga , kau pergi begitu juga dengan om dan tante, anak itu benar benar malang. Kamu sih jahat, kenapa pergi secepat itu,” ujarnya dengan nada sedih.
“ Ada baiknya aku mencari keberadaan Nana, gadis itu pasti sudah besar sekarang,”
Sementara itu, Rara telah selesai bekerja. Jam menunjukkan pukul 4 sore, setelah bermain dengan cat dan paku dia beranjak dari kafe itu karena Damian tak kunjung datang,” dasar kak Damian tulait, katanya mau datang. Sampai jam segini dia nggak datang juga,” ketus wanita itu sambil melangkahkan kakinya keluar. Hanya dia yang tersisa, teman temannya dan supervisor sudah pergi setengah jam yang lalu karena rara mengatakan kalau dia sedang menunggu seseorang tetapi nyatanya orang itu sama sekali tidak datang.
__ADS_1
Dengan langkah ringan dia memanggil taksi dan melaju menuju rumah sakit jiwa dimana sahabatnya berada,” Sebaiknya ku hubungi Putri, aku sangat merindukan mereka berdua,” gumamnya sambil memeluk kotak kue dan beberapa minuman di tangannya.
Rara mengirim pesan pada putri karena gadis itu tidak menjawab panggilannya dan meminta Putri datang ke alamat yang dimaksud.
Rara membuka pesan yang di kirim Yamamoto ke ponselnya, alamat yang sama tertera dengan alamat rumah sakit dimana Irene di rawat,” sambil mencari tahu apa maksud Yamamoto mengirim alamat ini padaku, aku akan mengunjungi Irene,” batinnya.
Tak beberapa lama, dia pun tiba di rumah sakit yang dimaksud. Sebuah rumah sakti swasta yang menerima pasien dengan gangguan jiwa dan penyakit psikis.
Rara keluar dari dalam mobil tetapi di saat yang sama dia melihat keluarga Irene baru saja keluar dari rumah sakit dengan senyuman secerah mentari seolah mereka baru saja mendapatkan jackpot.
Sembari menggenggam dokumen berwarna putih, kakak laki laki Irene dan kakak iparnya berjalan dnegan senyum sumringah.
Dengan cepat rara memakai maskernya dan berjalan melewati kedua orang yang dia kenal adalah pengacau dan salah satu penyebab Irene mengalami gangguan jiwa.
“ Hahaha akhirnya kita mendapatkan dokumen ini, ,Mama pasti senang setelah membuang anak haram itu,” ucap kakak laki laki Irene.
“ Shhhttt.... jangan keras keras sayang, nanti ada yang dengar,” bisik perempuan itu.
“tu saja Giselle, kau bisa mengandalkan kakakmu ini untuk hal seperti itu,a kau akan mengajarimu caranya,” ujar kakak ipar Irene.
Betapa terkejutnya Rara saat mendapati Giselle wanita yang menyiksa anaknya berada disana dan berbicara dengan kakak ipar Irene. Melihat wajahnya pantas saja Rara merasa sedikit familiar dengan Giselle, ternyata dia adalah adik dari kakak iparnya Irene.
“ Ya Tuhan, bagaimana bisa ini terjadi, di… dia ? “ Rara benar benar terkejut, dia berjalan dengan cepat dan menghindari mereka.
Orang orang itu pergi begitu saja dari rumah sakit dengan tawa kemenangan.
“ apa yang sebenarnya terjadi?” pikir Rara.
“Rara,” suara seseorang menghentikan Langkah Wanita itu dan berhasil membuatnya berbalik.
__ADS_1
“ kak Max? sudah tiba.. mana kak Damian?” tanya Rara.
“ Dia di jalan, sudah ku beritahu untuk dating kesini, bagaimana dengan Yamamoto apa dia akan datang?” tanya Max.
“ Dia akan datuing sebentar lagi, sebaiknya kita ke dalam, sepertinya terjadi sesuatu pada Irene, keluarganya tadi datang berkunjung tetapi mereka seolah sangat senang gadis itu jadi gila,” ujar rara dengan wajah kesal.
“ Sebenarnya apa yang terjadi pada Irene? Kenapa dia jadi seperti itu?” tanya Max sambil melangkah Bersama Rara.
“ Irene adalah anak di luar nikah keluarga Bouttier, dia tidak dianggap dan selalu di siksa, nyonya Bouttier sangat membenci Irene karena menurutnya Irene lahir dari Wanita bayaran. Tetapi ayahnya irene memilih menjaga Irene sekalipun gadis itu disiksa. Beberapa tahun lalu dia juga drop tetapi tidak samapi di rawat hampir dua bulan seperti ini,” jelas rara.
“ Wahh apa mereka benar benar sebuah keluarga? Kenapa menyiksa seorang anak sampai merusak psikisnya? Menyeramkan sekali.” Celetuk Max
Mereka masuk ke dalam rumah sakit itu dengan Langkah lebar.
Tiba-tiba beberapa perawat berlari ke arah Lorong dimana ruangan sel Irene berada ,” Darurat, pasien mengamuk…”pekik salah satu dokter yang panik.
“ Dok ada apa?” Rara menarik seorang dokter yang berlari,” ahh nona Rara untung lah anda datang, Nona Irene mengamuk, dia keluar dari kamarnya dan mengacaukan seisi rumah sakit setelah keluarganya berkunjung tadi…”ucap dokter itu dengan wajah pucat. Pasalnya jika Irene mengamuk maka dia akan menggunakan benda tajam dan membahayakan orang lain.
“ sialan, dia akan melukai banyak orang,, kak Max bantu aku…” ucap rara dengan wajah panik.
Mereka sontak berlari menuju kamar Irene dengan harapan gadis itu belum melukai siapa pun.
“ Arrkkhhh mati kalian semua dasar keluarga sialan, mati kaliaaaann!!!"
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen