Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB : Bodoh


__ADS_3

Via seorang gadis belia yang bekerja sebagai seorang cleaning service di Fransiskus grup, memiliki tubuh yang indah dan karakter lemah lembut yang membuat siapa pun tertarik dengan kecantikan dan etikanya yang sangat sopan dan ramah pada semua orang.


Tak terkecuali sang CEO sendiri, pimpinan perusahaan James Fransiskus, setahun yang lalu berhasil mendapatkan gadis cantik dan segar sebagai teman ranjangnya tanpa sepengetahuan siapa pun. Dia merayu gadis polos itu dan tidur dengannya sampai berkali kali hingga Via mengandung anaknya saat ini.


Via terlalu bodoh, hanya karena bisikan dan ucapan cinta dan perbuatan secuil dari James dia ditipu oleh godaan rayu sang CEO mata keranjang yang hanya menjadikannya sebagai mainan dan tempat pelampiasan.


Perempuan itu terperangkap dalam godaan James, padahal dia adalah gadis yang baik dan penurut, tetapi dengan segala racun dan rayuan cuan dari James dia melakukan apa pun yang diminta oleh pria itu.


Dia tahu dia salah, dia tahu kalau dia jadi selingkuhan tetapi dia telah dibuat jatuh cinta karena James menolongnya membayar utang pada rentenir dan mengobati sakit sang nenek yang sudah bertahun-tahun.


Hingga dia tahu kalau dia mengandung anak James, dengan penuh kebanggaan dia mendatangi James secara pribadi di ruangan kantor pria itu dan memberikan hasil pemeriksaan kehamilan. Kandungannya menjalani usia 3 bulan.


James berjanji akan segera menikahinya jika dia melakukan satu misi terakhir sebagai perempuan teman ranjang yaitu menyusup ke rumah Richard dan membunuh pria itu.


Awalnya dia tentu menolak, tetapi ancaman dan bisikan dari setan berwujud manusia itu berhasil menariknya terlalu jauh hingga dia terjebak dan dimanfaatkan untuk membunuh seorang ayah dari dua anak.


Via keluar dari rumah itu sambil menangis, entah kenapa dia sangat sedih setelah melakukan hal itu. Sebelum keluar dia membuka pintu kamar anak-anak dan menatap mereka dengan mata berkaca-kaca, “ Maaf....”sebuah kata yang dia ucapkan sebelum dia benar-benar pergi dari rumah itu.


Via membawa barang nya, hanya barang yang dia bawa ke sana bukan barang yang dia terima di rumah itu. Berjalan mengendap-endap sambil menghapus air matanya,” aku harus melakukan ini demi bayiku, maafkan saya nyonya...” lirihnya sambil menatap kamar Rara dari ujung jalan pagar rumah itu.


Via pergi dengan berjalan kaki , menyusuri jalanan komplek yang tenang dan aman sekalipun itu adalah malam hari.


Sementara itu, di dalam kamarnya Richard langsung panik dan meraba raba tubuhnya sendiri memastikan apakah tejadi sesuatu padanya setelah Via menyuntikkan sesuatu ke tubuhnya.


“ Sialan, dia menyuntikku, apa aku akan mati?” paniknya sambil berdiri .


“ Rara.. Rara keluarlah....” teriak Richard .


Rara yang bersembunyi di dalam kamar mandi keluar setelah mendengar teriakan suaminya yang sangat panik,” ada apa? Kenapa kau panik begitu?” tanya Rara yang terlihat biasa saja.


“ Dia menyuntikku, dia benar-benar menyuntikkan sesuatu ke tubuhku bagaimana ini... “ tanya pria itu.


Di saat yang sama Damian dan yang lainnya juga masuk ke kamar pria itu.

__ADS_1


“ Hei tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa padamu, dia hanya menyuntikkan vitamin,” ucap Damian sambil tersenyum mengangkat botol ampul kosong yang sebenarnya sudah di ganti oleh Pak Dono siang tadi.


“ arrhhhh kalian membuatku takut,” Richard terduduk dengan wajah lega, dia pikir dia akan mati karena racun yang disebutkan oleh Via tadi tetapi dia hanya diberi suntikan vitamin.


Rara tampak diam saja, dia terus menatap ke luar jendela mengingat wanita tadi,” kak.. aku sedikit takut kalau akan terjadi sesuatu padanya,” ujar Rara sambil menatap mereka semua.


“ Biarkan saja, aku dia mati di tangan James juga bukan masalah,” ketus Richard..


Tokkkk...


Rara memukul punggung suaminya,” bodoh, ,dia sedang hamil, bagaimana kalau pria itu membunuhnya? Kau tidak dengar cara dia bicara tadi?’ kesal Rara.


“ Sayang yang benar saja kenapa kamu lebih peduli dengannya dibanding suamimu yang hampir terkena racun ini?” protes pria itu seolah tak setuju Rara malah mengkhawatirkan orang yang hampir mencelakainya.


“ Benar Ra, biarkan saja dia mati di tangan James, toh itu kesalahannya,” tukas Damian.


Rara menatap mereka sambil memicingkan mata,” bodoh, kalian tidak tahu bagaimana rasanya ketika sadar kalau di dalam rahim ini hadir seorang malaikat kecil, bagaimana kalau dia mati bersama bayinya, sekalipun dia jahat, dia masih seorang ibu yang terjebak dengan pria yang salah,” ucap Rara.


Mereka bertiga benar-benar di buat heran dengan wanita itu, bagaimana bisa Rara masih memikirkan seorang penjahat di kondisi seperti ini.


“ Setidaknya dia masih menunggu kedatangan bayinya, itu berarti dia masih seorang ibu yang waras,” ujar Max . jelas dalam ucapannya dia melontarkan kekecewaan pada mantan istrinya.


“ Ck.. biarkan saja dia, sekali penjahat dia akan tetap jadi penjahat bahkan keturunannya juga,” ketus Marco.


“ kalau begitu keturunanmu akan jadi apa nanti kak?” sindir Rara.


Mereka semua terdiam, sisi kemanusiaan mereka diuji disini. Benar ucapan mereka, Via juga korban disini , korban atas keserakahan James yang egois dan ingin menguasai semuanya termasuk yang bukan bagiannya.


“ Keluargamu benar-benar kacau Richard,” ucap Daniel tiba-tiba.


“ Apanya yang keluargaku, dia bukan keluargaku, hanya papa yang bagian keluargaku bukan James dan keluarga busuknya itu,” kesal Richard. Dia masih saja sensitif. Mereka yang mendengar itu hanya bisa diam sembari melirik Rara.


“ Bodoh,”

__ADS_1


“ aku tidak bisa begini, pikiranku teralihkan pada wanita itu terus, bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya?” ucap Rara.


“ lalu kau mau apa?” tanya Richard.


Rara menatap mereka sambil tersenyum dengan mata memelas. Yap jelas keempat pria maskulin dalam ruangan itu sadar apa maksud Rara saat ini.


Mereka hanya bisa geleng geleng kepala dengan sikap wanita ini. Dia memang seperti itu, rasa kemanusiaannya terlalu tinggi sampai sahabatnya yang gila dan di rawat di rumah sakit jiwa pun dia yang atur administrasinya.


Bahkan Rara meminta Yamamoto untuk mengeluarkan Putri dari klub malam dimana gadis itu bekerja.


Semantara itu, Via berjalan di tengah malam yang dingin sambil mengusap usap lengannya. “ Sayang maafkan mama ya, karena Mama terjatuh dalam semua hal ini kamu jadi menderita, mama salah, seharusnya Mama tidak melakukan itu pada mereka, kita mengaku saja, Mama gak sanggup kalau anak-anak itu kehilangan ayah mereka,” ucapnya sambil berdiri di persimpangan jalan yang dia maksud pada James.


Wanita itu menyalakan ponselnya dan menghubungi nomor Pak Dono dengan wajah gugup dan takut,” Ayolah Pak.. tolong jawab.. aku takut racunnya sudah bekerja,” batinnya sambil menahan tangisannya.


Sepanjang perjalanan dia sadar yang dia lakukan sangat salah, sekalipun diancam oleh James dia tidak seharusnya membunuh seseorang .


“ Harusnya aku sadar, maafkan aku James, aku tidak tahan, mereka terlalu baik tidak seperti yang selama ini kamu katakan,” batinnya sambil menelepon pak Dono.


“ halo, Via? Kenapa menghubungi malam malam begini?”


“ Pak Dono saya minta maaf, saya tadi.. hempkkkkk..


Bughhhh


Ponsel wanita itu terjatuh ke jalanan, dia pingsan tak sadarkan diri dan dibawa oleh dua orang pria ke dalam mobil hitam yang terparkir di seberangnya.


Sedang di mobil lain ada James yang menatap rendah ke arah Via sambil mengunyah-ngunyah permen karetnya.


“ Cihh mau berkhianat? Tidak bisa sayang...”


.


.

__ADS_1


. like, vote dan komen


__ADS_2