
George diantarkan ke sekolah, setelahnya Richard bersiap untuk ke kantor sedangkan Rara sedang mengurus putranya yang sakit.
Richard masih saja sama, dia lagi-lagi bergelut dan bertengkar dengan dasinya sampai semua barang miliknya berantakan di ruang kerjanya.
" arkjhhh sial, kenapa tidak bisa sama sekali!?? Masa iya harus minta Max pasangkan!? Ya ogah lah!!!" Celetuk pria itu sambil memutar-mutar dasi di lehernya kesana kemari tetapi tidak juga berhasil membentuk dasi yang pas sesuai keinginannya, terlalu pendek membuatnya seperti anak SD, terkadang kepanjangan seperti tali pancing.
"Prrffttthhhhh arrhhhh sial!!!" Teriak prianitu dan...
syuuutttt....
tuk!
Dasinya bertengger di atas kepala Daniel yang baru masuk ke ruang kerja Richard. Tepat di seberang kamar pria itu dengan Rara, ruang kerja yang biasa dia pakai untuk rapat dengan klien secara online atau mengerjakan pekerjaan kantor jika malas ke gedung perusahaannya.
Srruuuphhh....
"apa apaan kau!??" Ketus Daniel sembari menikmati mie instan dengan suara renyah kala dia menyeruput mie itu bagaikan makan agar agar.
" kau datang perut karet? Makan terus, gemuk nggak kurus Iya," ejek Richard.
" helehhhh kenapa juga anda yang julid pak Presdir, badan badan saya, makan makanan anda hahahha.... Kau sedang apa? Kenapa wajahmu masam begitu?" Tanya Daniel sambil meletakkan laptop berisi laporan di atas meja Richard dan duduk bersila di atas sofa dengan mangkuk minya yang masih penuh dan uapnya masih mengepul pertanda baru dimasak tapi sudah di sedap oleh si rakus itu.
"Dasar perut karet," ejek Richard," Aku sedang bergelut dengan dasi, tidak bisa juga, mengesalkan sekali!" Ucapnya lagi.
Daniel tertawa," sejak dulu kau selalu bodoh soal urusan Dasi, kenapa tidak minta bantuan istrimu pak Presdir? Dia pasti tau caranya!" Daniel meletakkan mangkuknya dan berjalan menghampiri Richard dengan sebuah dasi di tangannya.
" Sini kubantu, lebih rapi dengan Dasi!" Ucap Daniel.
"Baiklah, bantu aku, aku ingin terlihat tampan di mata seseorang hari ini, agar dia tidak memalingkan pandangannya pada pria lain!" Celetuk Richard.
" Wahhh kau ternyata tau juga ya rasanya cemburu, hahahha... "
" CK... Cepatlah pasang!"
"Richard, kau tau tidak kalau kau mau hubunganmu semakin dekat dengan Rara, maka minta dia untuk mengikatkan dasimu!" Ucap Daniel sambil menyipitkan kedua matanya menatap Richard.
" Maksudmu bagaimana? Apa hubungan keharmonisan kami dengan seutas pengikat leher ini? " Tanya Richard dengan nada ketus tapi jelas dia penasaran.
Tentu saja dia mau hubungan nya dengan Rara semakin dekat dan harmonis, karena mereka telah menjalani bahtera rumah tangga.
__ADS_1
"Begini," Daniel mengusap dada Richard dengan tatapan aneh," Rara akan menatapmu dengan tatapan seperti ini, mengedipkan sebelah matanya...Blink! Lalu memelukmu dengan lembut seperti ini!" Ucap Daniel yang otaknya juga sebelas dua belas dengan Damian si virus otak horor itu.
"Setelah itu, dia akan mengalungkan tangannya di leher mu," ucap Daniel. Richard terdiam dan membayangkan hal itu terjadi dengan dirinya dan Rara.
"Lalu, kau meletakkan tangan mu di pinggang istrimu!" Tambah Daniel yang menarik tangan Richard dan menempatkan nya di pinggangnya sendiri, sebuah praktek langsung yang sangat ekstrim dan gila.
" Kalian saling bertatapan, saling memeluk dan pelan pelan kepala kalian seperti ini .." Dengan pelan dia memiringkan kepala Richard membuat posisi mereka seolah sedang berciuman," lalu muahhh... Muahhh manjahhh...." Bisik pria itu dengan senyuman licik di wajahnya.
"Apa begini akan berhasil, menurut ku akan lebih mesra kalau aku menaruh satu tanganku di punggungnya dan satu di pinggangnya," balas Richard yang mempelajarinya dengan seksama.
" Nah pintar, begitu juga bisa," balas Daniel masih dengan posisi kepala mereka yang miring.
Netra pekat milik Richard menatap Daniel tetapi sedetik kemudian wajahnya memucat kala melihat Rara menjatuhkan jas pria itu di ujung pintu dengan mulut menganga menatap apa yang sedang mereka berdua lakukan di dalam ruangan itu dalam posisi yang ambigu.
" Ya Tuhan, aku menikah dengan laki laki aneh!!" Ucap Rara yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.
Richard dan Daniel terlihat mesra dengan posisi aneh yang membuat siapa pun berpikir yang tidak-tidak tentang kedua pria ini.
" mampus, hancur sudah nasibku!!!" Gumam Richard dengan wajah pias.
"Sialan, aku salah masuk kamar, tidak kusangka kalian berdua penyuka pentungan kayu, arrkkhhh terong makan terong!!!" Teriak Rara panik .
Rara berlari dari ruangan itu dan menutup pintu dengan pikiran kacau, bagaimana bisa dia melihat suaminya sedang bermesraan dengan orang lain, apa saingan para wanita bersuami sekarang bukan perempuan lagi tapi pria!? Yang benar saja!
"Mataku ternodai, Astaga mereka gila...."
Richard spontan mendorong Daniel sampai pria itu terjerembab ke atas lantai.
" Sialan kau Daniel, Rara melihat kita tadi!!!" dia berdecak kesal, berlari menuju pintu keluar dengan wajah masam dan melemparkan dasi itu dari lehernya.
" Ups... Bukan salah saya hahahahahah......" Daniel hanya tertawa cekikikan di dalam ruangan itu tanpa merasa bersalah sama sekali padahal dia sudah membuat anak orang salah paham dengan melakukan hal aneh itu dengan Richard.
Bukannya menyesal, dia melanjutkan makan mi di dalam ruangan itu sambil tertawa cekikikan membayangkan wajah Rara yang terkejut dengan ulah dia dan Richard.
Daniel membuka laptopnya, menatap serangakaian data yang dia peroleh.
" Ini bukan nomor yang bisa dilacak, sinyal nya dibatasi dan nomornya sudah dihapus, hanya saja arah nya berasal dari kediaman Fransiskus, kenapa sampai mengirim pesan omong kosong ini!?" Pikir Daniel.
Sedangkan Richard saat ini sedang mengejar Rara yang berjalan dengan cepat sambil menggelengkan kepalanya, sangat kacau menurutnya.
__ADS_1
"Rara tunggu dulu, kau salah paham!!" Teriak Richard sambil berlari kencang mengejar Rara.
Rara berbalik dan melihat pria itu mengejarnya, bukannya berhenti Rara malah berlari kencang menghindari Richard," Ya ampun Richard sebaiknya selesaikan dulu hubunganmu dengan Daniel, bagaimana bisa kau berselingkuh dengan dia!? Masalahnya aku saingan dengan seorang pria!? Kau gila!?? Ahhh ini benar benar aneh!!!!" Teriak Rara yang berlari kencang ke sembarang arah.
Richard mengusap wajahnya dengan kasar sambil berlari dengan kencang.
" Hey tunggu dulu, bukan begitu!!" Teriak Richard.
Rara berlari sekencang mungkin menuruni tangga dan melewati pak Dono begitu saja ," maaf pak, saya dikejar pecinta sesama jenis!!!" Teriak Rara .
" Hah!?ga..gay? Di rumah ini ada gay!??" Mata Pak Dono membulat.
" Ada pak, itu bentar lagi lewat!!!" Teriak Rara.
" Rara aku bukan gay, apa apaan kau!!!" Teriak Richard dengan wajah kesal, dia berlari dan malah terhalang tubuh pak Dono.
Srakkkkk....
Greeepp....
Karena bersinggungan dengan Pak Dono hampir saja mereka terjatuh dari tangga, beruntung Richard dengan cepat menangkap pinggang pak Dono, dan lagi-lagi dia dalam posisi ambigu bersama sesama jenisnya.
Richard menahan tubuh Pak Dono seolah mereka sedang berdansa, dengan erat dia pegang supaya tidak terjatuh.
" Tu.. tuan saya masih normal!!!" Teriak Pak Dono buru-buru melepaskan dirinya dari Richard dan berlari terbirit-birit meninggalkan pria itu disana.
" Pak Dono saya bukan gay!!!" Teriak Richard.
Seisi rumah tertawa melihat kelakuan mereka yang absurd dan aneh.
" Arrkhhhh aku bukan seperti itu!!!" Teriak Richard frustasi.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1