Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB : Pengakuan


__ADS_3

Rara duduk di dalam rumahnya sambil mengolesi luka di wajahnya. Kedua sahabatnya belum berkunjung dan hanya memberi kabar melalui pesan pendek.


Irene sedang ada tugas ke luar kota dan Putri sedang membantu restoran ayahnya yang baru renovasi di kota B.


Wanita itu duduk di atas tikar dengan cermin yang dia letakkan di atas lantai. Kasa dengan cairan antiseptik dia oleskan ke pipinya yang terluka karena ulah Nyonya Korry si leher pendek.


"Akhhhh....shhhhh... sakit sekali!!!!!" gumam wanita itu, dia mendesis kesakitan karena lukanya cukup lebar.


Beberapa kali dia mengoleskan benda itu ke pipinya, sampai lukanya sedikit kering dia memberi salep lalu memasang plester disana.


" Awhhh bagaimana kalau sampai ada lecetnya, ahhh kenapa juga dia memukul wajahku, apa belum puas setelah melilitku dengan utang dia mau melilit leherku juga dengan jari jarinya yang gemuk itu, dasar babi gendut sialan, kusumpahi kau dijadikan babi guling !!" kesal Rara.


Di saat yang sama, seorang pria nekat masuk ke dalam rumah Rara tanpa memanggil wanita itu. Sudah biasa dia lakukan dan kakinya terllau luwes memasuki rumah orang lain tanpa memanggil, sama saja dia dengan pencuri.


" Hei apa yang terjadi!?" suara Farhan berhasil membuat Rara terkejut. Pria itu menepuk dan mengusap bahu Rara.


" Ya ampun Farhan apa yang kau lakukan, hampir aku mati jantungan kau buat!!!!" teriak Rara dengan wajah pucat pasi Karena kedatangan Farhan yang sangat tiba-tiba.


Belum lagi tangan Farhan yang malah mendarat di bahunya dan mengusap pelan bahu wanita itu sambil menatapnya dengan senyuman aneh.


" Mau apa kau!??" Rara berdiri dan sedikit menghindari Farhan, dia memiliki perasaan buruk tentang kedatangan pria itu.


" Bukan apa-apa, kau ini seperti tidak pernah saja, kita kan berteman sudah sejak lama, jadi wajar aku datang ke rumahmu, ada apa denganmu!?" Farhan balik bertanya sambil beranjak dari sana menuju meja depan dan meletakkan minuman serta makanan yang dia bawa.


Rara menyerngitkan keningnya, dia menganggap Farhan teman, tapi setelah kejadian kemarin dia jadi sangat berhati-hati sebelum dia bisa menemukan keberadaan putranya.


Rara menatap Farhan yang terlihat seenaknya di rumah kontrakannya, seolah rumah itu bebas dimasuki olehnya sesuka hati.


" Farhan, sekalipun kita berteman, kau tidak boleh sembarang masuk ke rumahku, kau seperti maling!!!" Rara menyenggak pria itu, dia tidak suka dengan tipe manusia seperti Farhan.


Padahal dulu Farhan tidak seperti ini, setelah beberapa tahun terakhir dia banyak berubah.


Farhan menyunggingkan senyumnya, dia membuka kotak makanan dan dengan sesukanya seolah dia adalah pemilik rumah itu, mengangkat satu kakinya ke atas meja dan makan disana dengan gaya serampangan.

__ADS_1


"Turunkan kakimu! kau bukan siapa-siapa di rumah ini Farhan! jangan membuatku marah!!" pekik Rara kesal.


" Hei tenanglah, bukannya kau akan memberikan jawabannya hari ini!? kau harus menikah denganku jika ingin menemukan anakmu!!" ucap Farhan dengan angkuh karena dia telah memegang kartu As Rara.


Rara mengepal kedua tangannya, dia tau, pria itu yang menculik anaknya di hari dia melahirkan.


Bukannya menjawab Rara malah menghampiri pria itu dengan nafas yang memburu.


" Katakan apa kau yang menculik anakku hari itu Farhan!?? apa kau yang melakukannya!? apa aku yang menculik putraku!!!!" pekik Rara sambil menarik kerah pria itu. Makanannya sampai berhamburan ke lantai, karena dengan brutal, Rara menarik kerah Farhan sampai dia berdiri.


Netra hitam pekat milik Rara menatap tajam ke arah Farhan. Bertahun-tahun dia hidup dalam penyiksaan karena tidak tau keberadaan putranya dimana, dan ternyata pelakunya adalah Farhan.


" KATAKAN PADAKU, SIAPA YANG MENYURUHMU BAJINGAN!!!!!" pekik Rara. Kristal bening dari kedua pelupuk matanya tumpah begitu saja, dia menangis kecewa menghadapi fakta bahwa teman yang sangat dia hargai terlibat dalam kasus hilangnya putra wanita itu.


" Aku akan mengatakan siapa yang memintaku, tapi kau harus menikah dengan ku sayang, toh kau juga sudah turun mesin, tak akan ada pria yang mau menikah denganmu, gadis bayaran!!" Farhan menarik Rara dengan kuat dan membawa gadis itu ke atas meja lebar di ruang depan.


" Mau apa kau bajingan, lepaskan aku!!!" pekik Rara. Wanita itu meronta-ronta, tapi tangan Farhan begitu kuat mencengkram pergelangan tangannya.


Tatapan nanar dari mata pria itu seolah menelanjangi Rara. Dia dengan kasar memaksa untuk mencium Rara.


Srakkkkk....


Kaos Rara di tarik dengan kuat, hingga terpampang pakaian bagian dalam wanita itu.


Rara bergetar ketakutan, dia menangis meronta-ronta ," lepaskan aku Farhan jangan lakukan ini!!!!!! kumohon!!!!" pekik Rara. Tangisannya sangat kencang, tapi Farhan tidak peduli.


Mirisnya lagi, rumah Rara jauh dari rumah tetangga, wanita itu meronta tapi Farhan menindihnya dan menutup mulut perempuan itu.


" Kau pikir kau bisa lepas hah!?? Aku benar benar mencintai mu Rara, sejak SMA, tapi kau selalu menganggap ku sebagai teman, kau... kau bahkan tidur dengan pria tidak dikenal dan mengandung anak haram!? cihh... kau... kau harusnya tidur denganku hari itu Rara, dan hari ini aku akan mendapatkan apa yang kuinginkan!!!" ucap Farhan menggerayangi tubuh Rara, memeluk dan menciumi leher wanita itu, memperlakukan Rara seperti seorang perempuan pemuas.


" Hiks hiks... lepaskan aku!!! lepaskan aku... ku..kumohon jangan lakukan ini Farhan!!!!" teriak Rara kala dia merasakan tangan Farhan mulai menggerayangi bagian bawah tubuhnya.


Sekujur tubuh wanita itu merinding, dia ketakutan, trauma dan bayang bayang kejadian yang menimpanya membuat dia tak kuat. menahan takut.

__ADS_1


" Lepaskan aku!!!" pekik Rara sambil berusaha mendorong Farhan.


Plakkk...


" Diam, bertingkahlah seolah tidak terjadi apa-apa sama seperti saat kau jadi perempuan bayaran untuk memuaskan hasrat pria waktu itu, bertingkah baiklah Rara... maka aku akan memuaskan mu!!!" ucap Farhan dengan bebas melucuti pakaian Rara.


" Tidak... arrkhhhh lepaskan aku.... hiks... hiks hiks... hiks.. kenapa kau melakukan ini padaku!!!" Tangan Rara meraba raba ke atas meja, mencari sesuatu yang bisa dia jadikan senjata.


"Heheh... biar kuberi tahu, anakmu... anakmu sudah ku kirim ke ayahnya dan sekarang hidup jadi gelandangan di jalanan sana karena diusir dari keluarga besarnya, hahahha.... anakmu, anak haram itu pasti sudah mati!!!!" teriak Farhan .


Bak tersambar petir, jantung Rara hampir berhenti sejenak.


Kabar tentang putranya yang dia cari selama bertahun-tahun ternyata jelas diketahui oleh temannya sendiri.


Air mata Rara Lolos begitu saja, hancur hati, jiwa dan raganya kala mendengar pengakuan Farhan.


" Jj...jadi kau... kau yang menculik anakku!!!!" pekik Rara.


Farhan tertawa jahat," Tentu saja, bukannya sudah jelas??? aku dibayar mahal untuk itu sayang," ucap Farhan sambil mengelus leher dan dada Rara dengan tatapan sensual.


"Lepaskan aku bajingan!!!!" pekik Rara.


HEMPKKHH...


" Tidak, sebelum kau jadi milikku Rara!!!" ucap Farhan sambil menutup mulut wanita itu dengan kain dan kembali melancarkan aksi bejatnya.


" Tho...tholonghhh.... hiks hiks...hiks... arhhhhhhhhhh.... tholonghhh aku!!!!!!"


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2