Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB : Rumah Kosong


__ADS_3

Via berjalan menuju ruang tengah. Suasana gelap menyelimuti rumah itu. Malam telah kembali berkuasa dan semua penghuni rumah tampaknya telah terlelap dalam kamar mereka.


Dengan mengendap-endap dia berjalan sambil menggenggam kantong kecil berisi jarum suntik untuk melengkapi aksinya hari ini.


" Hufft aku haru berhasil, setelah itu aku akan menemui James, hahaha... James aku sangat sayang padamu, anak kita nggak sabar bertemu kamu, " batinnya sambil tersenyum licik sembari mengusap perutnya sendiri.


Via berjalan seolah tidak ada seorang pun yang tahu kalau dia sedang berniat mencelakakan Richard.


Kedua kakinya melangkah dengan pelan dan berhati-hati menuju lantai dua. Dia menatap kesana kemari, setelah menunggu tiga hari selepas aksinya yang gagal karena kuntilanak dadakan hari itu, akhirnya dia bisa menjalankan misinya setelah tidak ada orang yang mengunjungi kamar Richard.


Bayangkan saja, dia melakukan aksinya pada pukul 2.00 dini hari, tepat di titik dimana semua manusia sedang terlelap dengan begitu nyenyak.


Wanita itu membuka pintu kamar Richard dengan sangat pelan lalu bergerak penuh waspada dan berhati-hati, masuk ke dalam rumah itu.


Brukkk....


" Siapa!?" matanya membulat sempurna saat mendengar sesuatu terjatuh di balik dinding pembatas kamar.


Dia menutup kembali pintu kamar itu dan beralih ke sumber suara.


" Siapa. Disana!?" ucapnya pelan tapi penuh tekanan. Tangannya mengambil pistol hitam dari balik kantong rok yang dia gunakan. Berjalan perlahan-lahan sambil mengarahkan pistolnya ke arah kegelapan di depannya.


Langkahnya sangat pelan seolah dia berjalan di atas angin dan..


" CK.. sialan, " umpatnya saat melihat buku yang terjatuh dari meja di dekat dinding itu.


Via menarik nafas dalam-dalam lalu berbalik sambil menghilangkan kecurigaan nya," Kupikir apa tadi!?" batinnya.


Tetapi dia tidak melihat Daniel yang berdiri sambil memeluk Marco di bayangan hitam sudut lorong itu sambil menenggelamkan kepalanya di dada pria itu.


" Kau menginjak kakiku tadi sialan!!!" geram Daniel.


"Diam, jangan bergerak sialan, kau membuatku tidak nyaman bangsat!" umpat Marco saya Daniel malah bergerak kesana kemari sambil memeluknya dengan posisi ambigu itu.


Mata Daniel membulat sempurna," Bajingan keparat, beraninya kau... Tititmu hidup anj*Ng!!!" umpat Daniel yang langsung melepaskan pelukannya lalu berjalan dengan pelan menghindari Marco yang dia buat dalam posisi tidak nyaman karena Daniel menyentuh area terlarangnya.

__ADS_1


" Sialan, bisa bisanya kau ter**gsang dengan sejenismu, arrkkhhhh enyah kau kampret!!!" geram Daniel.


Marco terdiam, dia juga tidak tau kenapa itu bisa bangun di saat seperti ini. Seandainya ada cahaya tidak tahu seberapa merah dan panas wajahnya saat ini karena kelakuan absurd Daniel yang membuatnya tak bisa berkata-kata.


" Sialan, memalukan, sekian lama tak bangun kau malah bereaksi dengan sesama jenis? dasar bodoh, cepat tidur lagi!!!!" batinnya menghardik benda pusakanya yang menggembung di bawah sana.


Benar itu pelan pelan menciut mengikuti perkataan tuannya.


Damian yang bersembunyi di balik pintu menahan tawanya sangat kuat agar tidak pecah karena ulah kedua manusia yang karakternya bertolak belakang ini.


Daniel malah dibuat trauma karena pentungan besi sang Marco yang perkasa," besar sekali maaaakk... apa wanita yang menghadapinya akan tahan dengan benda Kramat itu... brrrhhhh mengerikan, ini lebih seram dari film horor!!!!" batin Daniel sambil geleng-geleng kepala.


Mereka bertiga sedang mengawasi Via atas apa yang sedang dilakukan wanita itu, tapi Daniel malah terjatuh dan menginjak kaki Marco yang malah mengundang kecurigaan Via.


Beruntung Damian cepat, dia meletakkan buku di atas lantai dekat meja di samping pintu.


Sementara ketiga pria aneh bin kocak itu bersembunyi di sana, Via kembali masuk ke dalam kamar Richard dan bersiap menjalankan aksinya. Lampu tidur yang menyinari ruangan itu, dan berkas berkas sinar membantu penglihatannya.


Dengan cepat Via bergerak. Dia mengeluarkan jarum suntik itu dan menyuntikkannya ke lengan Richard.


" Selamat menikmati kematian mu, James tidak akan pernah tergantikan oleh anak haram seperti dirimu, menderitalah dalam kelumpuhan dan mati, masuklah ke neraka pria sialan!!" bisik Via tepat di telinga Richard.


Dia tersenyum licik, tanpa mengetahui kalau Richard sudah sadar.


Setelah menjalankan rencananya, dia mengambil ponselnya dan menghubungi James.


"Ada apa menghubungi ku jam segini?" tanya James.


Via melakukan panggilan video dan tersenyum," Sayang kenapa ketus begitu, apa kau tidak merindukanku?" tanya Via dengan wajah cemberut.


Sontak wajah James panik saat Via berbicara dengan nada menggoda. Dia terlihat menatap ke arah depan. Pria itu sedang berada di ruangan kerja di dalam kamarnya, bodohnya dia panik padahal memakai earphone, sangat kelihatan dia seorang pengkhianat.


" apa apaan kau, sudah kubilang jangan mengatakan itu jika aku tidak memulai, mengesalkan sekali!!!" James menatap tajam ke arah wanita itu.


Via cemberut, dia menekuk wajahnya," kau tidak sayang lagi padaku hiks hiks hiks... padahal aku mengandung anak kita, James.. kau hiks hiks hiks... padahal aku sudah melakukan tugasku!!!' teriaknya tanpa takut sama sekali.

__ADS_1


James malah semakin panik saat Via menunjukkan kamar Richard dimana pria itu dirawat.


" Sialan, apa apaan kau!!!" geram James, ingin rasanya dia menghajar wanita itu sekarang.


" Huffthh Honey tenanglah, maafkan aku, huffttt. Dia ada disini, aku tidak bisa bebas, maaf aku emosi sesaat,” ucap James yang berpindah berbicara ke dalam kamar mandi dan berusaha membujuk Via agar tidak membuat keributan.


“ Senyum dulu dong,” ucap James dengan kata-kata penuh rayuannya itu .


“ Kamu cantik loh kalau tersenyum,” puji James dengan senyuman licik di wajahnya sekalipun hatinya mulai memberontak,” sialan aku harus memuji perempuan jal4ng ini agar dia tenang, ck.. hanya hebat di ranjang saja sisanya dia adalah beban,” batin James kesal.


Via tanpa tahu apa-apa bahwa dia hanya dijadikan oleh pria yang menjadi bosnya di kantor Fransiskus grup dengan pekerjaannya sebagai seorang cleaning Service malah terbuai dengan janji manis dari bibir pria penuh muslihat itu.


“ Heheh.. sayang aku mau bilang kalu misiku sudah berhasil, aku sudah menyuntikkan racun itu langsung ke tubuhnya,” ucap Via berbangga diri sambil menunjuk Richard yang berbaring.


“ Benarkah? Kamu berhasil? Hahahah...terima kasih sayang, cepatlah keluar dari sana, aku akan menjemputmu sekarang, aku sangat ingin bertemu denganmu...” ucap James sambil tersenyum bahagia saat misi dari teman ranjangnya berhasil dilakukan.


Via mengangguk bahagia,” baiklah aku akan langsung berangkat dari sini, aku sangat merindukanmu, temui aku di persimpangan biasa kita berjumpa ya,” ucap Via dengan mata berbinar-binar.


“ Baiklah sayang, aku sangat tidak sabar bertemu kamu dan anak kita, terutama layananmu,” ucap James dengan setengah berbisik sembari mengedipkan sebelah matanya.


Via mengangguk sambil tersipu malu. Mereka mengakhiri pembicaraan itu dan Via beranjak dari rumah itu tanpa membawa apa pun.


“ Asyik, sayang kita akan bertemu Papa, jujur saja mama kasihan sih dengan dia, tapi dia itu musuh Papa, kalau kita tidak membunuhnya, Papa akan berada dalam bahaya, ayo kita berangkat dan menemui papa mu,” ucapnya.


Namun saat melangkahkan kaki dia teringat dengan Richard yang juga adalah seorang suami dan seorang ayah,” Maafkan aku.... “ gumamnya dengan nada penuh penyesalan.


Sementara itu, James tertawa bahagia di dalam kamar mandi karena rencananya berhasil dengan sempurna, dan besok mereka akan mendengar kematian dari penerus keluarga Fransiskus.


“ hahhaha... sudah ku bilang bahwa aku akan terus berada di atas, saatnya membunuh wanita bayaran itu,” batin James dengan segala rencana liciknya.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2