
Rara menghampiri putra kecilnya yang sudah berada di depan kamar dengan seragam lengkap untuk pergi sekolah.
" Jam berapa sayang? pagi sekali kami siap siapnya?" tanya Rara sambil merapikan rambutnya dan menghampiri Gege.
" ini jam 7 loh mama, kenapa Mama dan Papa terlambat bangun? Gege mau sekolah, kak Ray masih tidur, Gege biarin tadi, kasihan masih kesakitan, Mama dan Papa ngapain sih kok lama?" tanya bocah itu penasaran.
" Habis main mainan dewasa, iya kan!!!" teriak Damian yang tau taunya berlari dan menghampiri mereka dengan tatapan penasaran.
Mata tajamnya menatap Rara dari ujung kaki sampai ujung kepala, penasaran apakah Richard benar benar melakukan adegan 29+++ yang lebih ekstrim dari adegan 21++ yang sering dilakukan Oleh Damian.
Tukkk...
Atau ketukan kuat mendarat di kepala pria itu, tangan besar baj palu Thor dari Avengers itu mendarat di kepala Damian bahkan sampai berbunyi saking kerasnya.
" Kau bicara apa Omes!? jangan mengucap yang tidak-tidak, atau aku akan memotong milik mu!!!" ancam Richard sambil melirik El Nino kesayangan Damian .
Syuuuttt
kedua tangan pria itu sontak menutupi aset negara yang harus dia jaga sebelum terkena tendangan maut dari Richard.
" Jadi belum ya, heh... kupikir akan ada berita baik, aku tidak sabar menantikan suara anak perempuan di rumah ini!" celetuk Damian.
" Suara anak perempuan apa paman?" tanya Gege.
" Mainan dewasa apanya? dan kenapa Paman tutup tutupin itu...." celetuk si bibir cerewet Gege.
" Ahh begini sayang, papa dan Mamamu sedang mempersiapkan cetakan untuk membuat adik baru untuk kian, jadi setelah mereka mencampurkan adonannya disertai remah remah cintahhh manjalitah dan juga cium cium cantik maka akan terciptalah kacang goreng kecil di... hepmmkkk....
"Dasar otak mesum gila, beraninya kau menjelaskan hal itu pada anak kecil!!!!" kali ini yang mengamuk adalah Rara.
Dengan tenaga penuh dia menarik kerah baju Damian yang mulut tidak pernah lepas dari hal mesum. Apa mimpi pria ini dulu sampai mulut Damian penuh dengan hal mesum dan imajinasi liar itu?
"Kemari kau, dasar kakak laknat, otaknya ditaruh dengkul ya!??" kesal Rara . Dia menarik Kerah Damian dengan tangan yang satu dan mendorong pria itu ke kamar lain..
bughhh... bughhh....
" Jangan bicara seperti itu di depan anak kecil, sekali lagi ku dengar awas kau, ku kebiri milikmu!!!" ancam Rara sambil mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1
" Mwehehehehhehe.... baiklah baik, akan kubicarakan saat hanya ada orang dewasa saja hahahahaha.... aku tidak sabar mendengarkan cerita Richard tentang malam pertama kalian dan...
Pletakkkk...
" Dasar orang sinting, awas kau, jawab dulu panggilan teleponmu sana, dengar kan itu, sepertinya dari perempuan yang tidur dengan mu!" ketus Marco yang keluar dari ruangan kerja itu.
" Hajar dia Kak Marco, otaknya kita ganti otak ayam saja, mengesalkan sekali!!!'
Richard, Gege dan Max tertawa terbahak bahak melihat kelakuan Adam yang satu itu. Entah kenapa dia melebihi pikiran semua orang, wajahnya sangat tampan tetapi otaknya juga overdosis mesumnya.
" Kalau sampai paman tau putranya semesum ini, paman pasti malu melihatmu," ejek Richard.
" Halaaaahh kau seperti tidak tau saja kalau Papa itu, lebih mesum dari yang kau pikirkan hahahahahaha....." Damian berdiri dan beranjak menuju ruang kerja menyambar ponselnya yang berdering.
" Orang sibuk mau kerja dulu, bye bye say... muahhhh...." celetuk pria itu sambil tersenyum manis dan mengedipkan sebelah matanya.
"huweekkkkkk......
Mual dan geli melihat kelakuan pria gila itu.
"Apa anak Papa sudah selesai? Biar Papa Antar sekarang, dimana kakakmu Ray?" tanya Richard sambil merapikan kerah baju Gege.
" Pintarnya ponakan paman Max, ini paman kasih cokelat lagi, bagi sama temannya ya," celetuk Max dengan sekotak cokelat hitam di tangannya.
" Max... lagi lagi cokelat!??" Richard sampai geleng-geleng kepala.
Max hanya tersenyum lembut," Ini buatan anak itu Richard, dia memberikan nya, aku senang dia punya banyak aktivitas meski banyak orang bilang kalau dia tidak akan berguna seumur hidupnya, bagiku ini adalah penghargaan besar," ucap Max sambil tersenyum.
"Anak siapa kak? kau punya anak?" tanya Rara.
" Eh itu... sepertinya..." Richard menatap Max, ada sebuah rahasia yang Max sembunyikan sejak lama.
Dia memiliki seorang putri penyandang cacat. Anak dengan keterbelakangan mental dan kekurangan fisik yang membuat semua orang menghinanya. Mengidap Syndrom Autisme.
Max pernah menikah di usianya yang sangat muda, bagi sebagian orang hal itu adalah kebahagiaan, tetapi bagi Max dan mantan istrinya, pernikahan dini adalah kesalahan besar bagi mereka.
Istrinya tidak siap, setelah mengajak Max menikah dia menemui dirinya hamil anak pertama mereka di usia 18
__ADS_1
tahun sedang Max usia 20 tahun kala itu. dia tidak siap, kehamilan ini sangat menyiksanya karena perubahan bentuk tubuh yang signifikan.
Akhirnya tanpa sepengetahuan Max yang kala itu belum jadi apa-apa dan masih bergantung pada orangtuanya, mantan istrinya berusaha untuk menggugurkan janin yang dia kandung.
Wanita itu memakan berbagai macam obat bahkan mengikat perutnya, namun yang didapatkan bukan keguguran, janinnya sangat kuat dan bertahan tetapi harus lahir dalam keadaan cacat untuk selamanya.
Dia dan mantan istrinya bercerai, perempuan itu menalak cerai Max dan memberikan hak asuh sepenuhnya pada Max.
"Iya aku punya anak," Max mengaku, dengan bangga dia mengeluarkan sebuah foto dari dalam dompet nya dan memberikannya pada Rara.
" Dia putri kecilku yang sangat kusayangi, usianya 8 tahun," ucap Max sambil memberikan foto gadis kecil dengan wajah mirip orang Mongol, jelas kalau dia adalah penyandang disabilitas.
Jari-jarinya tidak lengkap, hanya ada dua di masing-masing tangan, tetapi dengan begitu bahagia dia berpose memeluk Max sembari mengecup pipi pria itu.
Rara sempat terkejut melihat anak itu. Tentu saja Richard sangat menantikan reaksi Rara, dia takut Rara akan mengatakan sesuatu yang menyakiti Max.
Namun segurat senyuman yang indah tergambar di wajahnya saat melihat Serena, nama anak gadis Max," Kakak diberkahi dengan hadiah yang sangat indah dari Tuhan, dia anak yang manis Kak, kuharap aku bisa bertemu dengannya, dia unik," puji Rara dengan mata berbinar menatap foto Serena si bocah kue dengan seribu bakat yang tak biasa.
Wajah Max berubah terang, ini kali pertama dia menunjukkan foto putrinya pada orang lain dan mendapatkan reaksi tidak terduga dari wanita itu.
"Kau benar-benar sosok ibu yang hebat Ra, Serena akan senang melihatmu," ucap Max dengan tatapan bahagia melihat Rara. Mereka saling menatap dan tersenyum satu sama lain.
Bukannya senang, hal ini malah jadi alarm bagi Richard, memperingatkan kalau dirinya bak Bunga Daysy, dimana pun perempuan itu berada, karena pesonanya dia akan tetapi dikerumuni oleh lebah.
" Ekhmmm.... sudah tatapannya, mari kita sarapan pagi!!!" celetuk Richard yang langsung menarik pinggang istrinya dan menghalangi Max menatap istri cantiknya.
" Pffthhh hahahah dasar pencemburu!" ejek Max.
" Apa apaan kau ini? aneh aneh saja, kami sedang berbicara, sopankah begitu!?" ketus Rara sambil mengembalikan foto itu.
" Kau yang tidak sopan, ada suami tapi menatap pria lain!"
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗