Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB: 48 hari


__ADS_3

Richard membuka matanya untuk pertama kali setelah hampir 6 minggu dia terbaring dalam kondisi itu. Dia mengerang sakit saat membuka mata setelah sekian lama.


Rara terdiam. Suara dentingan jam dinding sangat keras seolah waktu berhenti, Rara terdiam dengan tubuh membeku, dia hampir saja ambruk saat melihat suaminya bangun kembali. Air mata Rara mengalir dengan begitu deras, “ Ri.. Richard....” suara Rara pelan tetapi penuh dengan tekanan dan kesedihan juga rasa syukur karena suaminya telah kembali.


Sesak, sakit sekali rasanya melihat Richard selama ini. Akhirnya suaminya kembali bangun setelah sekian minggu dia lewati hanya berbaring disana.


“ Kepalaku.. di.. dimana aku...” ucap Richard yang meringis kesakitan. Tubuhnya bak terasa remuk dan lemas karena hanya berbaring selama 6 minggu. Luka di tubuhnya sudah total sembuh tetapi rasanya sangat lemas karena hanya berbaring di atas tempat tidur.


“ tubuhku ahkkk...


“ Richard.... kamu sadar...” suara Rara dengan begitu sopan masuk ke telinga Richard. Pria itu menggerakkan matanya dan menatap ke arah Rara yang penampilannya jelas berbeda dengan wanita itu 6 minggu yang lalu.


“ Ra.. Rara.. a.. ada apa denganmu, wajahmu.. ka.. kau.. Rara... berapa lama aku berbaring disini, tubuhku lemas...” ucapnya sambil menatap wajah Rara.


Wanita itu menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca,” hiks hiks hiks.. aehhhh Richard kenapa tidur begitu lama.. hiks hiks hiks Richard kamu akhirnya bangun, 6 minggu lamanya Richard, enam minggu kamu berbaring disini hiks hiks hiks..” Rara menghamburkan pelukannya pada Richard. Dia menangis sesenggukan dan memeluk suaminya dengan erat.


Richard terkejut mendengar itu, tidak dia sangka sudah 48 hari lamanya dia lalui dan melewatkan setiap momen bersama istri dan anak anaknya.


“ a.. aku tidur selama itu?”


Rara mengangguk dia menangis sesenggukan, rasanya sangat rindu dengan suara sang suami yang walaupun mengesalkan tetapi telah menempati ruang spesial di hati Rara.


“Rara...”panggil Richard dengan suaranya yang lemah.


Wanita itu menghapus air matanya lalu menatap Richard sambil menggenggam tangannya dengan erat,” terima kasih sudah bangun sayang...” ucap Rara yang tanpa segan mengucapkan panggilan sayang pada suaminya.


Richard terdiam, melihat perubahan drastis pada istrinya juga melihat Rara yang semakin kurus membuat dia tidak bisa berkata kata .


“ Ra.... ada apa denganmu kamu sakit? Lalu.. ka.. kamu gak kesurupan kan sampai bisa panggil aku sayang?” celetuk Richard.


“ hahhaa.. hiks hisk Richard aku tidak bercanda.. hiks hiks hiks.. aku sangat takut... kau tahu itu? aku sangat takut...” ucap Rara yang tertawa sambil menangis sesenggukan .


Richard mengangkat tangannya dengan paksa tentunya,” aduh tanganku sakit Ra, lemes, ingin belai kamu tapi kok lemes bawaannya,” celetuk pria itu.


Rara tertawa kecil, Richard memang gila.


“ Dasar,” dia menarik tangan suaminya dan menaruhnya di wajahnya. Jari jempol Richard mengusap lembut wajah sang istri,” maaf..” ucapnya, kali ini dengan tatapan serius dan rasa bersalah karena telah membuat istrinya khawatir.


Rara mengangguk sambil mengusap air matanya, dia mengangkat tangannya dan menyapu lembut wajah sang suami yang sangat tampan,” terima kasih sudah bangun Richard, aku bersyukur setidaknya kamu gak jadi mati,” ucapnya .

__ADS_1


“ eitsss yang benar saja sayang , misiku saja belum selesai masa iya aku mati, dasar,”


“ hahah misi apa? Orang sakit seperti kamu punya misi apa hmmm? “ tanya Rara yang masih memeluk lengan Richard dengan erat sambil duduk di samping tempat tidur.


“ Misi membuat kamu jatuh cinta,” ucap Richard sambil tersenyum dengan wajah pucatnya dan mengedipkan sebelah matanya pada Rara.


“ Hahah ,,, kamu baru sakit loh, sudah bercanda saja...” balas Rara. Air mata bahagia mengalir dari kedua pelupuk matanya.


Richard menatapnya, melihat keadaan Rara saat ini, dia sepertinya sudah sedikit tahu apa yang dihadapi oleh istrinya selama 48 hari Richard tidak sadarkan diri.


“ Pasti Marco mengusiknya dan Daniel juga,” batin Richard yang sangat hafal dengan sifat kedua sahabatnya.


“Kemarilah peluk aku, aku belum bisa bergerak banyak , tubuhku sakit, aku merindukan si monyet tembok ini,” ucap Richard.


Rara mengangguk dan naik ke atas tempat tidur lalu berbaring di samping suaminya sambil memeluk Richard dengan erat.


Keduanya berpelukan sejenak, rasa rindu yang sangar besar di antara keduanya membuat Rara maupun Richard diam sejenak dan menikmati pelukan itu.


“ Apa yang terjadi padamu ra? kenapa penampilanmu seperti preman pasar? Dari mana kau dapat tato-tato aneh itu?” tanya Richard di sela-sela pelukan mereka.


Rara terkekeh,” banyak yang telah terjadi selama kamu tidur babe, banyak yang terjadi, nanti kita bahas ya, aku sangat merindukanmu,” ucap Rara.


“ Hushh dasar mesum, kamu baru bangun loh, kok otaknya langsung ke situ sih? Dasar mesum,” ejek Rara.


Richard tertawa,” aku sangat merindukanmu, maafkan aku, bagaimana keadaan anak-anak?” tanya Richard.


“ anak-anak baik, mereka sangat sehat dan menantikan Papa mereka untuk bangun,” ujar Rara.


“ aku juga merindukan mereka, 48 hariku terbuang karena kejadian itu, akhhh tubuhku malah lemas sekarang,” ucapnya pelan.


Rara memeluknya dengan sangat erat, Ricchard merasakan dengkuran halus dari istrinya yang berbau alkohol,” Ra kamu minum alkohol? “ tanya pria itu sambil menoleh.


“ Dia tidur rupanya,”


Richard menarik selimutnya dan menutupi tubuh istrinya, dengan sangat berat dia menggeser tubuhnya lalu meraih air mineral di atas meja dan menenggaknya sampai habis untuk menghilangkan hausnya.


Di saat yang sama Damian membuka pintu kamar itu dengan kasar, matanya menatap ke arah Richard.


“ apa yang terjadi tadi?” gumam Damian .

__ADS_1


“ Rara? Dia sudah disini? Cepat sekali, apa pelayan itu lari karena Rara ada disini? Tetapi dia seperti ketakutan,” ucap Damian sambil menatap Rara dan Richard yang berbaring di atas kasur.


“ Pelayan apa maksudmu?” Richard yang awalnya menutup matanya akhirnya mengeluarkan suaranya dan menatap Damian.


“ ri... Richard ka.. kau..


“ Husshhhh....


Richard menaruh tangannya di depan bibir dan melirik Rara.


Damian mengangguk Paham, tetapi dia masih tidak menyangka kalau pria itu akhirnya bangun di tengah malam yang sangat dingin ini.


“ Ba... bagaimana ke..keadaanmu?” tanya Damian dengan cara berbisik.


Richard hanya mengangguk sambil mengangkat jari jempolnya,” Pergilah, ini sudah malam, besok.. besok saja bicaranya,” ucap pria itu pelan sambil mengusir hama pengganggu yang merusak waktunya bersama sang istri tercinta.


“ Tapi kau..


“ Pergilah, ini jam tidur,”


“ tapi Richard tunggu.. kau ba..


“ Pergilah sekarang atau aku akan berteriak, besok pagi saja,” kesal Richard yang baru bangun setelah 48 hari tapi nyatanya malah membuat orang lain kesal setengah mampus karena sikapnya.


“ pergi sana.”


Damian dengan wajah bodohnya hanya menurut dan manggut-manggut padahal Richard baru saja sadar saat itu.


“ Sebenarnya apa yang terjadi?” Damian sampai geleng-geleng kepala melihat pasutri itu.


“ Ini parah, Richard sepertinya mengalami gangguan otak, makanya jadi miring sedikit,” gumam Damian.


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2