Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB : Richard Marah


__ADS_3

Mereka semua menatap Rara penasaran.


"Ahh... masalah itu dia mengirimi ku pesan, sebelum mereka berdua masuk," ucap Rara sambil menunjuk pesan yang dikirim Yamamoto ke ponselnya.


" Hei little bunny, lama tidak berjumpa, aku sedikit merindukanmu, kau sudah lihat pesan sebelumnya bukan? ku harap kau cepat bertindak, karena kau tau kan aku hanya menjalankan Bisnisku? tapi kalau kau hilang apa yang bisa ku lakukan, aku akan mengambil sedikit resiko mengingat kau adalah adikku yang menggemaskan, ahhh kau sudah punya anak saja, jaga mereka dan pergilah yang jauh jangan pernah kembali ke dunia bawah, ini menyakitkan dan si bodoh Marco itu bisa bisanya dia tertipu hahahahha......"


Pesan yang berakhir pada tawa gila dari seorang Yamamoto yang rela mengkhianati klien nya demi keselamatan teman masa kecilnya.


Marco terdiam saat membaca pesan itu, dia benar benar telah dibodohi. Karena gelap mata dia sampai tidak menyadari kalau dia tertipu oleh Yamamoto yang jelas dia kenal seperti apa orangnya.


"Lalu siapa yang memerintahkan dia melakukan semua itu? apa dia dalang di balik ledakan itu!?" tanya Richard.


Rara menggelengkan kepalanya," bukan mau membela, tetapi dalang di balik kejadian ini semua..." Rara menatap suaminya dengan tatapan sendu.


Ada rasa takut dan ragu ketika dia ingin menyampaikan kebenaran nya pada Richard. Pasalnya Yamamoto telah menyampaikan semuanya, sejak awal pesan misterius itu adalah pesan dari Yamamoto yang jelas mengenali Rara dan tidak ingin Rara menjadi korban tuan Fransiskus.


Dia mengirim pesan anonim pada Richard sampai beberapa kali untuk menyelamatkan mereka, tetapi sesuai tebakannya, Richard sama sekali tidak percaya dengan pesan kebohongan itu. Dia tidak percaya sama sekali dengan semua isi pesan Yamamoto, dia memilih percaya pada sosok ayah yang selalu tersenyum padanya.


"Siapa sayang? siapa katakan padaku? beraninya dia mengancam nyawa keluarga kita," tanya Richard tak sabar.


Mendengar ucapan Rara, Marco dan Daniel terdiam, sebab mereka juga sudah tau kalau semua kejadian ini berasal dari rumah keluarga Fransiskus, kejadian yang muncul silih berganti, ternyata Tuan Fransiskus menargetkan istri dan anak-anak Richard sedang tanpa sepengetahuan Tuan Fransiskus, anaknya dari nyonya Siska malah menargetkan Richard putra bonekanya.


Rara menatap suaminya dan semua orang disana," Dia menjadikan aku dan anak-anak sebagai target sebenarnya sedang yang lain menargetkan dirimu, " ucap Rara.


" Maksudmu? apa pelakunya bukan satu orang?" tanya Richard.


" Pelakunya adalah tuan Fransiskus dan keluarga tirimu Richard, maaf mengatakan ini tapi mereka pelaku utama semua kejadian ini," jelas Rara dengan suara pelan.


Richard terdiam, dia tidak percaya, persis seperti dugaan mereka semua bahwa dia tidak percaya ayahnya terlibat dengan semua ini.


" Hah... jangan mengada-ada Rara, aku tidak percaya dengan ucapanmu, jangan mengatakan yang tidak-tidak tentang Papa saat kau tidak bertemu dia yang sebenarnya, kau bahkan tidak mengenalnya beraninya kau mengatakan kalau Papa pelakunya, jika James dan Ibunya aku bisa percaya, tapi Papa? hah... jangan mengatakan yang tidak tidak!"

__ADS_1


Richard bahkan sampai menyenggak istrinya hanya karena mengatakan hal itu.


"Tapi Yamamoto jelas bekerja di bawah Tuan Fransiskus, Dia yang memerintah Yamamoto melakukan pengeboman hari itu, kita belum mendengar sepenuhnya penjelasan Yamamoto, jelas kalau tuan Fransiskus terli....


" Keluar!"


Seketika ruangan itu hening. Semuanya terdiam saat Richard mengusir istrinya dari dalam kamar.


" Tapi Richard, aku ingin kau sadar kalau Papamu bukan orang yang sama seperti kau pikirkan!" ucap Rara lagi.


" Clara Maddison keluar sekarang dari ruangan ku!" tegas Richard tanpa menatap istrinya.


" Richard aku sudah memberitahu mu Papamu orang yang berbahaya!" tegas Rara tak mau keluar dari ruangan itu.


" KEIUAR KU BILANG, KELUAR SEKARANG, KAU TIDAK TAU APA APA TENTANG PAPA!!" pekik Richard. Kali ini dia menatap Rara dengan tatapan penuh kemarahan, rasanya sangat marah dan kesal saat dia mendengar istrinya sendiri merendahkan ayahnya.


"Ra keluar dulu yuk, biarkan dia memenangkan dirinya, tunggu sampai dia tenang," ucap Damian sambil menarik lengan Rara.


" Aku tidak mau!" tolaknya tegas.


" Kau.... kau berteman dengan preman Rara, bagaimana bisa aku percaya dengan ucapan preman, orang-orang seperti kalian, punya pikiran yang dangkal, jelas saja kau menyalahkan Papaku tanpa bukti!" ucap Richard merendahkan Rara.


Rara terdiam mendengar ucapan suaminya," Hah.... hahahah.... ya.. kau baru sadar kalau kau menikah dengan orang rendahan? dengan seorang preman? haha.... tapi kenapa mendengarmu berbicara seperti itu aku sakit hati ya? memang fakta sih, tapi sakit mendengarnya keluar dari bibirmu! aku tidak mau bertemu denganmu terserah padamu!" Rara marah.


Dia keluar dari dalam ruangan itu sambil mendengus kesal dengan semua ucapan Richard yang sangat menyakitkan baginya.


" Richard, kau benar-benar mengerikan, bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu? di depan kami juga?" ucap Daniel yang latarbelakang nya juga lahir dari keluarga preman.


Richard terdiam, dia menatap teman-temannya, mereka tampak kecewa dengan sikap keras kepala dari pria itu.


" Kali ini saya memihak nyonya muda tuan, maaf, saya akan menjaga nyonya Rara mulai saat ini!" ucap Marco yang langsung pergi dari sana tanpa sepatah katapun.

__ADS_1


"Bro, kau sebaik memikirkan ucapan Rara tadi serta semua pesan yang masuk dan kejadian beruntun yang terjadi, Papa mu adalah orang yang paling dicurigai disini, " ujar Damian sambil menepuk bahu Richard.


Mereka meninggalkan Richard di dalam sana kecuali Max. Pria itu duduk menatap sahabatnya sambil geleng-geleng kepala," Lihatlah karena keras kepalamu hubunganmu dengan Rara kembali memburuk, bodoh, dasar manusia robot yang bodoh!" ejek Max.


Richard hanya diam, dia tidak bisa memikirkannya, bagaimana mungkin Papanya terlibat semua kejadian ini dan apa motifnya?


Sementara itu Rara berjalan sambil mendengus kesal ingin dia marah pada Richard tapi dia tidak bisa karena wajar saja Richard berkata demikian karena yang ada dalam hidup Richard selama ini adalah sang ayah.


" fyuhhhh waduhh bagaimana dong meyakinkan Richard kalau Papanya itu berbahaya!? jelas Papanya itu berbahaya!!!" ucapnya dengan di dalam ruang tengah sambil mendengus kesal beberapa kali.


Di balik dinding Via mencuri dengar ucapan Rara sambil menyimpan semua informasi yang dia dapatkan dari mereka.


" Rara kau baik-baik saja? jangan ambil hati ucapan Richard tadi," Daniel dan Marco serta Damian menghampiri perempuan itu.


" Kalian jelas dengar ucapan kan? jelas Papanya mengkhianatinya, tapi kenapa dia masih percaya!?! Semua kejadian ini terjadi karena Papanya!!" ucap Rara dengan sangat kesal .


"Apa!? jadi kecelakaan itu terjadi karena ayahnya sendiri? Wahhh James harus tahu ini!!!" batin Via.


" Rara tenang dulu, kita butuh bukti kan? Richard tidak akan percaya begitu saja!" ucap Damian.


" Tapi jelas Papanya hanya ingin mengalihkan semua harta itu pada James saudaranya, Richard hanya pelampiasan!" ucap Rara dengan suara lantang lagi.


Marco, Damian dan Daniel menyerngitkan kening mereka saat mendengar ucapan Rara.


" Kenapa kau jadi ngawur Ra?? kapan kita membi...


"suuuttthhhh...... dia baru pergi!" ucap Rara melirik Pak Dono yang berdiri di balkon memberikan kode bahwa Via ada disana dan baru saja pergi.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2