Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB: Gudang


__ADS_3

Rara menghela nafas lega setelah berhasil lolos dari kejaran Richard. Dia berada di ruangan belakang di lantai satu, sedang mengatur nafas berharap Richard tidak menemukannya.


" Huffthh dasar dia itu, homo gila ya!?" Celetuk Rara.


Tetapi tiba-tiba tangannya di tarik dan dia dibawa masuk ke dalam gudang kecil di belakang rumah.


" Ehh... Kenapa aku ditarik kesini!? Siapa...


Rara berbalik dan...


Jrenng!!!


Richard menariknya ke dalam gudang sambil menatapnya dengan tatapan tajam dan mendominasi.


" Mau lari kemana lagi hah!? Dasar perempuan keras kepala ini!"


" Ka..kau!? Le.. lepaskan aku, kau homo ya!!??" Ucap Rara.


Richard menarik tangan Rara dan mengungkung wanita itu dengan kedua tangannya sampai dia terdesak di dinding, dia menatap Rara dengan tatapan tajam.


"Aku bukan gay!" Ucapnya tegas. Tatapan mata pria itu seolah sedang menelanjangi Rara dan berhasil membuat istrinya sendiri merasa gugup tak karuan.


" Kalau bukan gay lalu sedang apa kau bersama Daniel tadi!? praktek ciuman!??" Ejek Rara dengan wajah masam.


" Iya latihan, supaya..." Richard menarik kedua tangan Rara dan mengalungkan nya di lehernya lalu menaruh tangannya di punggung dan pinggul wanita itu.


Merasakan sentuhan Richard tentu saja Rara membulatkan kedua matanya," kau!??"


"Supaya kita bisa melakukannya dengan benar!" Ucap Richard yang tanpa aba-aba langsung menyambar bibir Rara. Menyesap bibir mungil itu dan mengecup nya berkali kali dengan begitu rakus.


Dengan nakal dia menggigit bibir Rara sampai wanita itu membuka mulutnya dan dengan leluasa Richard menari nari di dalam rongga mulut Rara.


Rakus dan sangat liar, padahal baru bangun pagi seperti itu dan sekarang dia lanjutkan lagi di dalam gudang, rasanya sangat manis dan memuaskan membuat gejolak dalam diri kedua manusia itu bangkit dan detak jantung mereka bergema dengan kencang.


Seolah menjadi candu bagi Richard, dia memeluk dan mengusap punggung Rara dengan lembut, tangannya mulai nakal memberikan sentuhannya di tubuh Rara.

__ADS_1


Rara malah dibuat mabuk kepayang dengan sentuhan-sentuhan pria itu. Tubuhnya mulai terbiasa dengan cara Richard, pria itu sangat pintar memainkan perannya, kepala mereka berputar kesana kemari.


Namun mata Rara membulat sempurna saat merasakan tangan Richard yang mulai menyentuh kulit tubuhnya, seolah berjalan, kedua tangannya masuk ke balik kaos Rara dan mengusap kulit wanita itu dengan penuh kelembutan.


" ahhh.... Ri... Richard stop!!" Teriak Rara panik tetapi Richard bak kesetanan, dia malah melanjutkan permainan nya dan mengecup leher wanita itu. Sebut saja dia gila dan kehilangan kendali Karena dimabuk asmara.


"Ri.. Richard!!" Panggil Rara lagi tetapi tidak digubris olehnya.


"Lenganku dan perutku sakit!!" Ucapnya.


Setelah mendengar itu Richard berhenti dan langsung melepaskan tangannya dari tubuh Rara dengan wajah panik," sakit!? Lagi!? Ma..maafkan aku, aku kehilangan kendali, apa lukanya terbuka lagi!? Apa berdarah, maafkan aku, aku yang salah!!!" Pria itu panik dan langsung memeriksa kondisi Rara dengan seksama.


Pukkk...


" Hufft, jika tidak kubilang begitu kau tidak akan berhenti kan!? Dasar pria mesum, beraninya kau!!!' teriak Rara.


Richard terdiam sambil menggaruk kepalanya, dia saja heran kenapa dia sangat candu dengan wanita itu, rasanya sangat nyaman, aroma tubuh Rara membuatnya menggila.


" Ya maaf, habisnya kau mengatai Ku homo, aku hanya ingin membuktikan kalau aku pria sempurna!" Ujarnya dengan wajah sombong.


" Tapi...." Richard membungkuk dan kembali mengunci Rara dalam kungkungannya, dia menatap wanita itu dengan tatapan dalam.


Glekk...


Rara memalingkan pandangannya, dia sangat gugup sekaligus malu," ma...mau apa lagi Richard!??" Tanyanya dengan suara gugup.


" Kau juga menikmatinya kan, suaramu tadi pertanda kau menikmatinya, jadi tidak ada yang dirugikan disini, kita sama-sama menikmatinya!" Celetuk Richard sambil tersenyum licik dan mencolek hidung Rara.


" Kau!?? Kau tau tidak kalau itu pelecehan, kan kau yang memaksaku!!" Ucap Rara dengan suara lantang.


" Ohh ayolah honey," Richard mengusap pucuk kepala wanita itu," mau kutunjukkan permainan yang sebenarnya supaya kau bisa membedakan pelecehan dengan hubungan suami istri sah!?" Richard menaikan sebelah alisnya.


Rara kehabisan kata-kata, berlama-lama di dekat pria itu bisa membuatnya gila dan hilang kendali, " dasar mesum, kau sangat mesum Richard!!" Ucap Rara.


Dia dengan cepat keluar dari kungkungan suaminya dan berlari keluar dari dalam gudang seraya merapikan rambutnya. Dia gugup dan salah tingkah dibuat suaminya yang aneh itu.

__ADS_1


" Dia benar benar gila, bagaimana bisa dia melakukan itu, sampai aku menikmati nya!?? Arrkkhhh sialan, aku juga menikmatinya!!" Gumam Rara sambil menekuk wajahnya dan memukuli kepalanya sendiri saking kesalnya dengan apa yang terjadi tadi.


Dia menyentuh bibirnya, sudah kesekian kali dicium dengan rakus oleh Richard, benar benar di luar dugaan, hubungan mereka berkembang secepat ini.


" Huffthhh sadar Rara, sadar!!!" Gumamnya sambil menepuk wajahnya yang merona tetapi bayang-bayang kejadian tadi tidak semudah itu terlupakan, jujur saja hati kecil Rara merasa itu sangat nikmat dan Raa terlalu malu mengakuinya.


Di dalam gudang Richard tertawa bahagia, "hahahah ini kah rasanya jatuh cinta setelah sekian lama? Benar benar menakjubkan, aku jatuh cinta pada orang yang tepat kali ini hahaha... Manis, rasanya sangat manis, sepertinya aku sudah kecanduan dengan bibirnya, ahhhh menyenangkan, " gumam Richard Sambil menyentuh bibirnya.


Matanya turun ke arah pusakanya yang bangun lagi," hei junior, tenanglah, tahan dulu kenapa kau bangun sih!? Aku tidak mau bermain dengan sabun, tunggu sampai dia siap, baru kita bermain,hahahahaha kenapa aku jadi seorang si omes sih!??" Gumama pria itu sambil tertawa seperti orang gila di dalam ruangan sana.


Dia keluar dari ruangan gudang kecil it,u berjalan menyusuri rumahnya yang luas sambil mencari dimana genangan istrinya yang cantik berada.


Tetapi suara Daniel menghentikan langkah kakinya," Richard ada pesan yang sama datang lagi, kemari cepat!" Teriak Daniel dari lantai dua ruangan kerja pribadi Richard.


" Pesan yang sama? Apa kau belum tau siapa pengirimnya???" Tanya Richard sambil berlari dengan langkah besar.


" Belum, tetapi lokasinya diacak, pesan pertama yang sampai di ponselmu berasal dari rumah Fransiskus, tetapi dua pesan berikutnya berasal dari sebuah rumah sakit jiwa, lalu berasal dari sebuah panti alamat IDnya acak!" teriak Daniel.


Richard segera berlari ke arah Daniel, dia dan Daniel masuk ke ruangan itu tetapi kali ini dengan pintu yang senagj dibuka.


" Mana!?"


"Pesan yang sama muncul satu menit lalu, isinya persis sama, tapi tidak bisa dilacak, aku sangat penasaran kenapa dia mengirim pesan seperti ini sekarang? Apa yang terjadi sebenarnya!? Apa mungkin pesan itu benar!?" Tanya Daniel.


" Tidak mungkin! Mama sudah meninggal dan Papa tidak mungkin berbohong, kau yakin ada seseorang yang berusaha mengganggu hubunganku dengan Papa!" Ujar Richard dengan wajah jengkel dengan pesan tidak berbobot itu.


Tetapi Daniel memikirkan hal yang lain," selalu ada kemungkinan yang tidak diketahui, aku akan cari tahu hal ini lebih dulu, Richard sangat percaya pada Papanya, itu akan sulit!" Batin Daniel.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2