
“ orang baru tuan, dia langganan baru yang dibawa oleh tuan muda Cornelius,” bisik pengawalnya.
“ ahhh si gila perempuan itu? Dia membawa seorang perempuan kesini? ”
“ Iya tuan, menurut informasi yang saya dapatkan, perempuan itu baru kembali dari Amerika dan mencari club untuk bersenang-senang, tuan muda Cornelius memberikannya kartu akses,” jelasnya singkat.
Pria yang kerap disapa Khun itu teringat dengan kartu akses VVIP yang dia berikan pada Damian secara pribadi,” ahhh dia memakai kartu itu sekarang,” gumamnya.
“ Biarkan dia bersenang-senang, dia memang bagian dunia malam, lihat penampilannya yang gila dan minuman yang dia tenggak itu,” ucap Khun yang tertipu dengan penampilan Rara.
Dia sama sekali tidak tahu kalau Damian berhubungan dengan Richard dan perempuan yang sedang dia incar, sudah banyak cara dia lakukan untuk mencaritahu identitas Damian tetapi yang dia dapatkan hanya informasi bahwa Damian adalah anak anggota klan Hong yang terkenal kejam di China, dia tidak mau mencari gara gara dengan orang berpengaruh dan malah menghancurkan bisnisnya.
Rara menatap orang itu demikian juga Khun.
Wanita itu mengangkat botol birnya sambil mengangguk ke arah Khun. Melihat reaksi Rara yang berani, Khun tersenyum sambil membalas dengan lambaian tangan dan mengangkat gelas birnya lalu minum bersama dengan Rara seolah mereka baru saja bersulang.
Rara menenggak birnya sambil menatap wajah itu dan menghafalnya lekat di dalam kepalanya yang cerdas.
“ akan ku hapal wajah sialanmu itu berengsek, kau mungkin kaki tangan si berengsek hari itu, “ gumam Rara.
Rara sedikit banyak tau tentang Black Phanter dia jelas tahu kalau pria yang ada di lantai dua itu hanya salah satu dari bajingan yang melukai suaminya.
Bar Berlin hanya salah satu dari cabang bisnis kelompok itu.
Setelah menghabiskan minumannya Rara meletakkan botol birnya begitu saja di atas meja lalu berjalan keluar dari ruangan itu sambil memijit kepalanya yang pusing. Hatinya hancur saat melihat ibu yang melahirkannya dan mendengar ucapan perempuan itu, semakin hancur lagi saat melihat Putri yang berubah total.
Rara mengeraskan rahangnya, menarik nafas dalam dalam dan menenangkan pikirannya. Dia berdiri di luar gedung klub sambil bersandar ke dinding. Minuman beralkohol itu belum seberapa baginya. Dia termasuk perempuan yang kuat minum dan toleransi alkoholnya sangat tinggi.
Rara menatap jam di ponselnya, “ pukul 1 malam, ahhh dua jam aku mengawasi disini,” gumamnya sambil membuka topi dan kacamatanya.
Dia memijit pelipisnya, “ Hah... tak kusangka aku melihatnya disini,” gumam wanita itu tanpa ekspresi sama sekali.
Disaat yang sama, tiba tiba ada yang memegang bahunya .
Rara yang sanagt gesit langsung menarik tangan orang itu dan memutarnya dengan keras lalu menendang kakinya hingga dia terjatuh dan berlutut di atas tanah dengan tangan yang diputar ke belakang,”Arrkhh nona lepaskan aku.. aku tidak berniat buruk, maafkan aku maafkan aku...” Khun berteriak saat Rara menahan tangannya dengan posisi yang tidak pernah dia sangka.
“ wahh sialan, wanita ini hebat soal bertengkar, apa apaan tenaganya itu, seperti tenaga kuli bangunan,” batinnya takjub.
__ADS_1
Rara terkejut melihat pria itu disana,” apa maumu?” kesal Rara yang dibuat terkejut.
“ akhhh lepaskan dulu aku lepaskan, aku tidak berniat jahat,” ucapnya sambil memukul tangan Rara yang memelintirnya.
Brukk....
Rara mendorong tubuh pria itu dan melepaskannya lalu memakai kemabli kacamatanya dengan ekor mata yang melirik ke arah kamera CCTV berusaha agar wajahnya tidak terekam dengan jelas .
“ apa maumu?” tanya Rara dengan nada dingin sambil menjaga jarak dari Khun dan kamera CCTV yang merekam di bagian luar.
Khun berdiri sambil memutar tangannya yang terasa berdenyut karena dipelintir oleh Rara, dia tertawa sambil menatap wanita itu,” hahah kau sangat menarik, aku ingin menawarkan layanan eksklusif padamu dari club ini, bos besar penasaran denganmu,” ucapnya sambil tersenyum .
“ Layanan menarik apa yang kalian coba tawarkan padaku?” tanya wanita itu sambil menaikkan sebelah alisnya.
Khun tertawa,” wahh wanita ini benar benar luar biasa, pantas saja Bos besar langsung menyukaimu,” selorohnya sambil tertawa cekikikan. Dia berdiri tepat di depan kamera dan melambai,” bos dia tertarik hahahah.. kami akan bawa ke markas...” seru pria itu sambil tertawa terbahak-bahak.
“ siapa bilang aku setuju? Kau bahkan belum mengatakan tawaran menarik apa yang bisa kau berikan, jika tidak seenak barang Black Phanter aku tidak akan datang..” ucap Rara sambil naik ke atas motor.
Khun terdiam saat Rara menyebut Black phanter,” hahahha kau tahu? Tawarannya lebih baik dari itu,” ucap Khun sambil menyelipkan sebuah kertas kecil di tangan wanita itu.
Khun berdiri dan menatap rara sambil tertawa terbahak-bahak lalu menatap ke arah kamera,” kau melakukan hal bodoh, bisa bisanya kau dipelintir seorang wanita,” seseorang membentaknya dari seberang sana melalui earphone,”hahah maafkan saya tuan, kesalahan saya, tetapi tuan suka bukan?” ucapnya sambil tertawa lalu masuk ke dalam klub itu lagi dan melanjutkan kegiatannya bersenang senang dengan yang lain.
Di sisi lain gedung itu, Damian yang telah meretas sistem keamanan club mengeraskan rahangnya saat melihat Khun yang mencoba mendekati Rara,” sialan,” umpat pria yang juga mengenakan penyamaran itu. Dia berdiri dari sana dan menyeret Hansel yang sedang berjoget ria.
“ ayo pulang bodoh,”
"Hirrahhh... hirrahhh goyang bokongnya terus wohoooo..... " seltoh Hansel sambil berjoget tak karuan disana.
Pletak....
"Pulang Hansel!!!" kesal Damien sambil memukul kepala adiknya.
"yaaaa nanggung kak, belum juga peluk cium arrhhhh...
" goblok!"
Damian menarik kerah Hansel dan keluar dari klub itu tanpa menikmati layanan mereka.
__ADS_1
Sementara itu Rara melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah. Dia menangis dalam diam sambil menginjak gasnya kuat-kuat membelah jalanan kota sampai membuat semua orang yang dia lewati mengumpat kesal karena aksi perempuan itu.
“ Sialan kalian semua, sialan kalian...” pekik Rara.
Dia marah, sangat marah dan kesal dengan semua yang dia dapati hari ini.
“ Ibuku sendiri ingin menjual ku setelah lama tidak bertemu, hahahah apa selama ini dia mengawasi aku sampai hapal dengan wajahku? Wahhh ibu yang sangat perhatian ya,” gumamnya sambil menangis sesenggukan.
Lalau dia kemabli teringat dengan Putri, sahabatnya yang berubah drastis,” dan Putri apa yang terjadi padamu kenapa kau jadi bagian dari mereka bodoh, kau punya karir bagus apa yang kau lakukan disana,” Rara berdecak kesal, hidupnya hancur dan cobaan datang silih berganti.
“ Marco? Apa hubungan Marco dengan orang itu, dan suara pria tadi tidak seperti suara pria yang berbicara dengan ku hari itu, sepertinya si berengsek muka jengkol itu hanya ekornya, yap.. ketua Black Phanter memang sudah berganti beberapa kali dan aku belum bertemu kak eliezer untuk memastikan orangnya,” gumam Rara.
Tak beberapa lama dia tiba di rumah dengan keadaan tubuh berbau alkohol. Dia memarkirkan motornya jauh dari rumah agar tidak mengganggu yang sudah tidur.
Namun wanita itu terkejut saat melihat seseorang yang sedang berjalan sambil mengendap-endap di lorong rumah sambil membawa kantongan plastik. Berjalan dengan pelan saat semua orang telah terlelap.
“ Siapa dia?” pikiran Rara.
Wanita itu berjalan mengikutinya dengan pelan, memperhatikan ke arah mana dia pergi.
Orang itu berjalan dan naik ke lantai dua terlihat dari jendela luar.
“ Apa dia pelayan hari itu?” batin Rara.
Dia melihat wanita itu berjalan menuju kamar suaminya sambil mengendap-endap.
Rara terkejut, dia membuka sepatunya dan berlari dengan kencang menuju tembok yang mengarah ke kamar suaminya, tidak jauh dari tempat dia berdiri.
“ Apa yang dia coba lakukan,” batin Rara.
Dengan cepat dia memanjat menaiki tembok itu. Pantas saja julukannya adalah monyet tembok, penampilannya sangat sesuai dengan kebar-barannya yang tidak tanggung tanggung.
Sementara itu perempuan misterius itu sedang emnjalankan aksinya saat sadar semua orang sudha terlelap, Max, Marco dan daniel tidak di rumah itu dan para penjaga telah tidur.
“ Aku harus cepat, jangan sampai ketahuan,” gumamnya sambil melihat ke kanan dan kiri berharap tidak ada yang melihatnya.
" Sialan, sudah malam pun ada saja yang membuatku kesal arkhhh!!!!"
__ADS_1