Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB: Manusia Setengah Siluman


__ADS_3

" Apa!? Serampangan!?? apa kau tidak pakai otak saat mengatakan itu!?? siapa yang Serampangan, siapa yang mengejek, dasar tidak sadar diri, kau seperti tikus yang bertingkah layaknya raja hutan, sok sekali kau jadi orang!!!" Mulut pedas Rara melibas semua perkataan Richard yang tidak kalah pedas.


Kedua manusia bermulut cabai rawit ini saling menyerang satu sama lain.


" Aku akan menunggu jawabanmu besok, kau tidak akan bisa menolak, CAM. KAN. ITU!!" Richard menekankan setiap kata kata yang keluar dari mulutnya.


Tatapan mata dipadukan dengan ulat bulu tebal yang bertengger di atas kedua benda mengkilap itu berhasil membuat Rara terdiam sejenak sambil menenggak salivanya.


" Jika sampai terjadi sesuatu pada Gege maka kau akan kutuntut atas penculikan anak!" ancam Richard .


" Kita pulang!"


Richard membawa Gege dalam pangkuannya tapi anak itu malah menangis histeris saat akan dibawa keluar dari rumah.


" Huwaaa...... Nggak mau pulang!!!!!!" pekik Gege tiba-tiba, dia menangis sesenggukan sambil memukuli dada ayahnya yang seluas lautan samudera.


" George, menurut pada Papa!" Kali ini Richard membentak anak itu.


Gege terdiam, jarang ayah membentak, tetapi sekali membentak akan membuat Gege terdiam ketakutan seperti saat ini.


Rara merasa sakit kala melihat Richard membentak anak itu. Dia seolah ikut merasakan kesedihan bocah kecil yang memiliki banyak luka itu.


Air mata Gege mengalir begitu deras, dia menangis dalam diam, rasanya sangat sesak, dia menenggak air matanya kuat kuat dan berusaha agar tidak mengeluarkan suara tangisan.


Tapi apa daya, dia hanya seorang anak kecil yang dipaksa untuk dewasa oleh keadaan, dia hanya seorang anak yang butuh kasih sayang dari ibunya, dia hanya seorang anak yang banyak menyimpan luka di hatinya.


" Hiks... hiks hiks.... Huhuhuh...... Ma...maaf...... I..ini salah Gege... Se.. seharusnya Gege tidak mengejar Tante Rara... Ta..tapi, hiks hiks hiks... Karena terlalu senang melihat Tante, Gege keluar dari sekolah tanpa bilang pada guru... Ge..Gege yang sa..salah... ma..maafkan Gege... ja...jangan ma..marahi Tante hiks hiks hiks.... Maafkan Gege Pa....." Suaranya tesendat-sendat, air matanya terus mengalir, bahkan mereka yang melihat anak itu menangis ikut sesak nafas saat mendengar tangisan pilu pria kecil itu.


Tangan kecil, putih dan menggemaskan itu menggenggam erat kerah jas ayahnya, tubuhnya gemetaran, terisak-isak dengan rasa takut akan berpisah dari ibu kandungnya.

__ADS_1


Rara tak kuasa menahan air matanya, hati kecilnya berteriak pilu, dia segera berjalan dan mengambil Gege dari pangkuan Richard yang terpaku kala mendengar penjelasan Gege.


" Sayang sini sama Tante... Hushhhh.... anak baik... kamu anak baik... maaf kamu mengalami ini... husshhh tenanglah sayang.... tenang lah....." Rara menggendong Gege, menepuk punggung anak itu dengan lembut, mengayunnya seperti sedang menggendong bayi kecil yang butuh pelukan sang ibu.


Rara berjalan ke sudut ruangan, menjauhkan Gege sejenak dari Richard, berharap anak itu tenang dan merasa aman.


" Kau tidak seharusnya membentaknya Chard, kemarin juga begitu dan sekarang kau terang terangan memarahinya, kau sedang datang bulan hah!??" Max menegur Si Kulkas lima pintu dengan kesal.


Bagaimana bisa dia membentak Gege hanya karena hal seperti itu, padahal Gege sedang ketakutan.


Richard hanya diam. Pria ini bukannya tidak tau kalau dirinya salah, tapi ada sesuatu yang ingin dia lihat, kelayakan Rara untuk mengasuh Gege dan melimpahkan kasih sayang sepenuhnya pada Gege, dia sedang menguji perempuan itu.


Richard terus menatap wajah Rara, memastikan bahwa memang dia gadis yang dia tiduri hari itu. Tapi dia sangat penasaran, kenapa Rara bertingkah seolah tidak mengenali dirinya? bahkan Rara dengan mudahnya menggendong Gege seolah dia tidak melakukan kesalahan pada anak itu di masa lalu.


" Jelas dia yang membuang putraku, tetapi kenapa dia terlihat seolah tidak tau kalau Gege adalah bayi yang dia buang!? ini aneh, benar benar di luar perkiraan ku!!!" batin Richard.


" Sebaiknya aku memulai penyelidikan tentang hal ini," batin Richard menatap Rara dan Gege .


Semuanya terlihat natural, jelas kasih sayang dan perasaan yang tulus, terpancar dari wajah wanita itu.


"Lain kali jangan membentaknya, sepertinya dia punya gangguan panik, kau tidak seharusnya melakukan hal seperti itu!" Rara menatap Richard dengan tegas dan berani tak peduli aura dingin dari pemburu kulkas lima pintu itu hampir saja membekukan seluruh daratan di sekeliling mereka.


Richard tak menggubris ucapan Rara, dia mengambil Gege dari pangkuan wanita itu,"Ku tunggu jawaban mu besok, jika menolak kau akan tau akibatnya!" Richard lagi-lagi mengancam Rara.


Pria itu memeluk putranya dan mengusap wajah sedih Gege," maaf sayang, Papa salah tadi, seharusnya Papa tidak memarhimu," bisik Richard lembut sambil mengecup kepala putranya.


Dia memeluk dan meminta maaf pada Gege, hingga kepala bocah itu mengangguk sambil mengusap wajah ayahnya.


Namun Rara bukannya tenang, dia malah menahan amarah karen dengan semena-mena Richard terus menerus mengancamnya.

__ADS_1


" Sialan, kenapa juga aku harus berhubungan dengan pria kulkas ini arkhhhhhh kesalahan apa yang kubuat di masa lalu, sampai aku harus bertemu dengan manusia setengah siluman ini!!!!" gumam Rara kala Richard hampir saja keluar dari rumah.


" Aku mendengarmu nona, jangan sekali sekali kau mengatakan itu di depan Gege, persiapkan saja dirimu untuk besok, ingat ini, aku akan memberikan tawaran apa pun untukmu, jika kau butuh bantuan akan kuberikan selama kau menerima tawaranku, ini akan jadi hubungan yang saling menguntungkan " ucap Richard tanpa menoleh, " Bijaklah!" ucapnya menutup percakapan mereka dengan nada dingin.


" Grrhhhh arkkhhhhh sialan, beraninya dia.... kak Damian....kenapa kau bawa manusia jadi jadinya itu kesini, grhhhh ingin kukuliti dia lalu kucincang anggota tubuhnya dan kulemparkan ke sungai Amazon biar jadi makanan ikan piranha!!!!" Rara berteriak kesal, dia menghentakkan kedua kakinya ke atas lantai, wajahnya kesal, pipinya bahkan sampai kembang kempis.


Damian dan Max tertawa melihat tingkah Rara," Yang sabar ya Ra, dia akan memberikan tawaran bagus, kudengar kau mencari seseorang, kau mungkin bisa memanfaatkan Richard untuk mencarinya untukmu" jelas Damian seraya menepuk bahu Rara.


" Apa benar!?" Rara tampak tertarik, tentu saja jika dia memiliki seseorang yang bisa diam andalkan untuk mencari keberadaan putranya, maka bukan tidak mungkin dia bisa bertemu anaknya, setidaknya itulah yang Rara pikirkan saat ini.


" Benar, dia tidak akan berbohong, pikirkanlah baik-baik, kami pergi dulu, bye monyet tembok!!!" celetuk Damian sambil melambai serta keluar dari rumah itu.


Rara menatap kepergian mereka, tawaran bagus apa yang bisa dia dapat kan jika menjadi ibu asuh Gege??


Sementara itu, di antara semak belukar ada seekor buaya darat tengah nyasar di atas pohon mengintip ke arah rumah Rara tepat setelah Richard masuk ke dalam mobil.


Belum sempat dia melihat wajah pria itu, Richard sudah masih dahulu.


" Sialan, siapa lagi pria pria yang datang ini!??? kenapa kau begitu dekat dengan banyak pria Rara... apa tidak cukup hanya aku saja yang jadi pria paling dekat denganmu!??? sialan.... jika saja hari itu aku yang tidur denganmu... akhhh kenapa bajingan itu yang memperk*samu, seharusnya aku!! dan kita akan bersama selamanya," batin Pria yang tak lain adalah Farhan.


Segala rencana licik dan busuk dia kadang di kepalanya hanya untuk mendapatkan Rara.


" Lihat saja, akan kugunakan apa pun untuk mendapatkan dirimu Ra... entah itu membuatmu tidur denganku hehehhe.....


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2