
"Tuan kenapa kalian mengikuti kami sampai kesini?" Rara yang dirangkul oleh Richard menatap ketiga pria gemuk itu.
" Ahh kebetulan saja nona, dan kalian masuk ke rumah sakit ini, lembaga kesehatan ini terkenal dengan keangkuhannya, jika tidak melihat kami,mungkin anak itu tidak akan segera ditangani, apalagi beberapa dari mereka sangat serakah, " jelasnya dengan lembut.
Richard menatap mereka, jelas perlakuan mereka pada Rara sangat berbeda, mereka seolah sangat menghormati Rara dan melindungi segala sesuatu yang berkaitan dengan wanita itu.
" Bagaimana bisa Rara berhubungan dengan preman pasar ini? Sebenarnya siapa Rara??" Pikir Richard lagi. Tetapi yang lebih penting saat ini adalah kondisi putra mereka.
Mereka berdua menunggu di ruang tunggu operasi, " Bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk padanya Richard? Apa yang harus kita lakukan? Ahhhkkk kenapa anakku harus mengalami hal seperti ini!? Tega sekali mereka.... Tega sekali membuang anakku!!!!" Rara menahan amarahnya sambil menangis.
Dia menatap ruang operasi dengan tubuh lemas, tak sanggup rasanya membayangkan putranya sedang berjuang disana, bertarung dengan nyawnya sendiri karena ulah tangan tangan jahat yang melukainya.
Richard menggambil tangan Rara, dia menggenggam tangan wanita itu dengan lembut," Tenanglah, kita tunggu, kau seorang ibu, kau harus kuat, jangan terpuruk karena hal ini, kita sama sama berharap, dia pasti akan selamat Ra," Richard menenangkan istrinya, menepuk punggungnya dengan lembut dan menggenggam tangannya.
Rara menganggu, tangannya gemetar, air matanya tidak terbendung.
Di saat yang sama, ketika mereka sedang menunggu, Marco tiba di rumah sakit itu setelah melacak keberadaan tuannya.
" Tuan, nona, maaf saya terlambat," ucap Marco.
" Tidak masalah, tolong katakan pada Daniel untuk membawa Gege kesini, Ray sedang di ruang operasi, dan kabari Damian tentang hal ini," ucap Richard dengan nada tegas.
Marco langsung melaksanakan perintah bisanya, namun dia terkejut saat melihat anak buah Deer B12 ada disana," Rusa hutan? Sedang apa kalian disini!??" Marco menatap mereka bertiga.
"Bukan urusanmu, apa kami harus melapor kemanapun kami pergi!??" Ketus orang itu dengan wajah masam melirik Marco.
" Marco, mereka kenalanku, mereka yang menemukan Ray terlebih dahulu," jelas Rara.
"Kenalan? Nona, bagaimana bisa anda memiliki kenalan gangster gila seperti mereka!??? Apa anda tidak tau mereka itu...
"Marco kerjakan tugasmu!!" Hardik Richard dengan tatapan datar. Marco selalu panas hati melihat gangster atau komplotan mafia seperti mereka, dia sangat membenci orang-orang itu sekalipun latar belakang Marco berhubungan dengan orang-orang seperti mereka.
__ADS_1
" Ck..... Sial!" Umpat Marco. Tatapannya sangat tajam, dia menatap mereka seolah sedang menelanjangi orang orang itu.
" Aku mendengar itu Marco, apa kau barusan mengumpat ku!??"
" Ekhmm... Ti..tidak tuan, mana berani saya, " balas Marco dengan suara gugup.
Marco melakukan perintah Richard, dia menghubungi semuanya dan memberitahukan tentang kejadian ini.
Mereka terus menunggu, waktu terus berjalan dan para dokter tak kunjung keluar dari dalam ruangan operasi bahkan sampai Gege, Pak Dono, Daniel dan Damian tiba disana.
Semuanya menunggu dengan harap-harap cemas. Gege menggenggam tangan ibunya yang terlihat sangat panik dan khawatir," Ma... " Panggilnya pelan.
" Iya sayang?" Balas Rara dengan suara lemah.
Tangan kecil Gege mengusap wajah Rara," Kakak pasti akan baik-baik saja, Mama jangan khawatir, dia pasti akan kembali dengan selamat," ucap anak itu sambil tersenyum.
Rara mengangguk, dia sangat berharap ucapan putranya benar terjadi, begitu juga dengan Richard, dia sangat berharap keluarganya berkumpul tanpa kurang seorang pun .
" Apa aku akan menemukan sosok wanita yang kuat seperti Mama dan juga Rara? Mereka sosok terkuat yang pernah kujumpai, ahhh jadi kangen kan sama Mama, nanti pulang deh," batin Damian.
Daniel dan Marco menatap Gege dengan tatapan sedikit iri. Mereka anak yang tidak merasakan yang namanya kasih sayang orangtua, hidup yang mereka jalani sangat keras, sama halnya dengan Richard.
Tidak beberapa lama, akhirnya operasi berakhir. Dokter keluar dari dalam ruangan operasi dengan wajah cerah tetapi langsung berubah pucat kala melihat ketiga pria gemuk anggota gangster itu.
" Bagaimana hasilnya dok?" Rara menatap mereka dengan tatapan cemas.
" Operasi berhasil, kami harus menyedot darah yang menggenang di lambungnya karena pendarahan juga beberapa tulang rusuk yang patah, selain itu... Ekhmm... Sebaiknya kita bicarakan di ruanga saya nona, tuan, hanya orangtua saja," ucap dokter yang terus menerus dibuat gugup dengan tatapan mematika dari ketiga pria gemuk itu.
Rara dan Richard mengikuti Dokter menuju ruangan konsultasi. Sementara Nyang lainnya masih duduk menunggu di ruangan tinggi sembari Ray dipindahkan ke ruangan perawatan.
Dokter menjelaskan kondisi Ray dengan detail. Mereka menemukan keretakan pada tukang belakang, yang umumnya terjadi karena pukulan benda keras atau di tendang oleh orang dewasa, pendarahan pada bagian perut, pembengkakan pada tenggorokan dan gusi, bagian mata sebelah kiri terluka parah, kaki bagian kanan yang patah dan lengan kiri yang juga mengalami hal serupa.
__ADS_1
Kondisi Ray sangat mengerikan, jika tidak cepat ditangani, dia mungkin akan kehilangan nyawanya.
Rara dan Richard hanya bisa terdiam mendengar penjelasan ini. Dendam sudah bertumbuh dengan subur di dalam hati kedua orangtua ini.
Mereka berdua hanya menatap hasil X-ray pemeriksaan Ray. Beberapa tulang rusuknya patah, tentu saja karena ditendang oleh keluarga iblis itu.
Mereka marah, tetapi tidak ada gunanya membalas perbuatan orang-orang itu sekarang. Mereka harus menyusun rencana besar untuk membalas perbuatan orang orang jahat itu.
Raa terguncang, dia menangis sesenggukan di samping Richard. Melihat itu, Richard hanya bisa menenangkan Rara dengan merangkul bahunya.
Setelah mendengar penjelasan dari dokter, mereka berdua beranjak menuju ruangan Ray.
" Tenangkan dirimu Rara," ucap Richard sambil memegang bahu Rara di kedua sisi.
" Bagaiman aku bisa tenang kalau putraku hampir mati Richard, dia hampir mati di tangan orang orang sialan itu hiks hiks hiks... Aku harus membalas mereka, apa pun yang terjadi aku akan melakukan hal yang sama pada mereka!!!!" Geram Rara.
"Rara, lihat aku!!!"
"Tenanglah dulu, yang terpenting saat ini bukan balas dendam, tetapi kedua putra kita, kita harus fokus pada mereka dahulu, sampai keduanya benar benar pulih, aku akan menyusun rencana untuk hal ini!!" Ucap Richard.
Rara hanya bisa terdiam, dia menangis lagi dan lagi sampai air matanya mengering. Pria itu memeluk Rara dengan erat, sambil membawanya menuju ruangan Ray.
"Apa yang akan kalian lakukan? Biarkan aku membalas perbuatan mereka Richard, aku sangat marah saat ini!!!" Ucap Damian.
" Jangan sekarang, kita harus fokus pada kesehatan Ray dan Gege, balas dendam akan dilakukan dengan rencana yang matang!!" Ucap Richard.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗