
Tubuh Rara dihimpit dan digerayangi oleh Farhan. Teman Rara sejak dia SMA. Wanita itu menangis, tak ada yang bisa dia gunakan untuk mendorong mundur pria gila yang memaksa dan menyentuh lekuk tubuhnya.
" lepaskan aku... hiks...hiks... lepaskan aku Farhan!!!!!" Rara berteriak keras sambil berusaha menarik tangan nya dari cengkraman keras pria itu.
Plakkk... Plakkk... Plakkk...
Namun, lagi- lagi yang didapat perempuan itu adalah pukulan telak di kedua pipinya bahkan sampai membuat wajah Rara memar.
" Kau tidak akan pernah lepas dariku, sama seperti pria itu, aku akan buat kau mengandung anakku Rara, hanya anakku yang boleh lahir dalam rahimmu, anakmu akan kupastikan mati!!!!" teriak Farhan.
Namun tiba-tiba Kepala pria itu ditarik dengan tali rafia yang sangat tebal, lehernya diikat dan kepalanya di tutupi dengan kain hitam hingga dia tidak tau siapa yang menariknya.
" Akhhh... uhukk.. uhuk... lephhasskannnn....."
Bughh... Bughh... bughh....
Pria bertubuh kekar dengan kaos dan celana panjang berbahan katun itu duduk di atas tubuh Farhan dan menghajar pria itu habis habisan tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Tangannya yang kekar, dengan tato pedang yang sama dengan yang di lehernya mencekik leher Farhan sampai dia tidak bisa bernafas dengan benar.
Bughh... bughhh...bughhh...
Pukulan itu terdengar sangat kuat. Tubuh Farhan bagai dihantam dengan batuan besar yang terjatuh dari tebing dan menghantam badannya.
Organ dalamnya terasa berdenyut dan mulai rusak akibat serangan brutal pria gila yang dia uji kesabarannya.
" Mati kau bangsat!!" umpat Richard.
Tatapan mata berbisa, rahangnya mengeras, urat nadinya sampai mengembang. Farhan dipukulinya sampai babak belur tanpa menunjukkan wajahnya.
Sementara itu Rara terjatuh dari atas meja, pakaiannya sobek, dia hanya mengenakan pakaian dalam,tubuhnya memar akibat ulah Farhan, penyakitnya kembali kambuh.
" Akrrrkkkk..... Akhhhhhh..... sakittt!!!!!" pekik Rara. Dia meringkuk di atas lantai dengan telinga berdengung, kepalanya seperti ditusuk jarum, gangguan kecemasan nya kembali kambuh dan pendengaran nya menghilang.
Suara berdengung itu semakin kencang.Sesak, satu kata yang menggambarkan perasaan Rara saat ini. Jantungnya sakit, kepalanya pening dan pendengaran nya terganggu. Ini sangat parah, tubuh wanita itu sampai gemetaran seperti orang yang sedang kejang- kejang.
" Tuan muda, nona itu!!!" teriak Marco pria bertubuh kekar yang mendampingi Richard ke rumah itu.
Richard terkejut, dia menghentikan pukulannya pada Farhan. Berdiri dengan Panik menatap Rara yang sudah kejang-kejang. Bahkan telinga wanita itu sampai berdarah karena saraf sarafnya yang menegang.
" Marco berikan aku kain!!!" teriak Richard sambil memeluk Rara tanpa ragu meski wanita itu tidak dibalut pakaian luar.
__ADS_1
Dengan cepat Marco mengambil kain dari tumpukan kain di sudut ruangan rumah itu, memberikannya pada Richard untuk dipakaikan pada Rara.
" Urus setan sialan itu, jangan sampai dia mati!!!" titah Richard dengan tegas dan berkharisma.
Pria itu menutupi kepala dan tubuh Rara dengan kain panjang. Membungkus wanita itu seperti anak bayi dan berlari membawanya keluar dari rumah itu.
Richard membawa wanita itu, dia terlihat panik melihat kondisi Rara yang begitu menyedihkan, wajahnya terluka, di tubuhnya banyak memar dan bekas pria bajingan yang hendak melakukan hal mengerikan itu pada Rara.
Rara menangis dengan tubuh gemetaran, tidak bisa mendengar apa-apa, yang bisa dia rasakan hanya sakit kepala akut yang membuatnya seolah dipukuli dan suara dentuman keras yang membuat telinganya sampai berdarah.
Sang Presdir Abraham Real Estate tersebut terkejut bukan main saat melihat aliran cairan merah dari kedua telinga Rara. Dia menarik wajah wanita itu dengan lembut, Rara terlihat kebingungan dan panik, seperti orang bodoh yang tidak tau apa-apa.
" Hei ada apa denganmu!? kau berdarah!!!??" Richard mengguncang tubuh Rara. Tetapi wanita itu sama sekali tidak merespon.
" Hei kau dengar aku tidak!!!!??" Tanya Richard lagu. Tetapi Rara hanya meringkuk kesakitan, sama sekali dia tidak bisa mendengar suara pria itu.
" Ada apa dengannya!?? kenapa sampai seperti ini!!!" gumam ayah satu anak itu.
Rara mencengkram.kaos Richard, " To... tolong... aku... aku tidak bisa dengar apa-apa, bawa aku ke RS. Cipta... kumohon!!!!!" Rara menangis sambil menatap Richard dengan air mata bercucuran dari kedua netranya yang indah itu.
" Ku..kumohon .. hiks hiks hiks ....." Rara menangis dengan tubuh gemetaran.
Deghhh...
Buliran air mata yang sama mengalir dari netra itu, rintihan kesedihan dan terpaksa masih terekam jelas dalam ingatan Richard.
Tanpa dia sadari, tangannya bergerak mengusap air mata Rara dengan lembut, menatapnya dengan tatapan yang berbeda dibandingkan dengan hari sebelumnya.
"Apa kau bisa mendengar ku??" Tanya Richard dengan pelan, dia menggerakkan bibirnya dengan lambat agar Rara bisa membaca gerakan bibir.
Rara menatap pria itu, dia berada dalam pangkuan Richard. Dengan gemetaran, dia membaca gerakan bibir Richard, dengan cepat Rara menggelengkan kepalanya sambil menangis tersedu-sedu.
Setiap kali berada dalam kondisi itu, dia akan ketakutan dan panik. Tidak bisa mendengar apa pun membuatnya seolah mati dan tak berada di dunia ini.
Richard menghela nafas berat, " Pak tolong percepat mobilnya!" titah Richard pada sang supir.
Mereka melaju dengan kencang menuju rumah sakit, sejak awal dia memang hendak membawa wanita itu ke rumah sakit Cipta, sebab dia memiliki teman disana.
Tak beberapa lama, mereka pun tiba di rumah sakit itu, pintu mobil dibuka dengan kasar dan cepat, Richard menggendong Rara yang dibungkus dengan kain menuju ruang darurat.
__ADS_1
" Sebelah sini, ada pasien darurat!!" teriak Richard.
Di saat yang sama, seorang gadis berwajah ingin dan datar, tubuhnya tinggi, kakinya jenjang, rambutnya lurus sebahu baru saja tiba di rumah sakit itu setelah tiba dari luar kota.
" Rara!??" Irene, wanita cantik bertubuh tinggi tetapi terkesan tomboy itu terkejut kala melihat Rara dalam pangkuan Richard.
Dengan membanting mobilnya, dia berlari ke arah Richard.
" Ada apa ini!?? kenapa dengan nya! apa yang kau lakukan pada temanku!!!??" Irene merongrong Richard dan memberondongnya dengan rentetan pertanyaan tanpa melihat ke arah pria itu.
" Irene!?? kau kenal dia!??" Richard terkejut kala melihat teman satu SMA-nya disana.
Irene menengadah, betapa terkejutnya dia saat melihat pria yang pernah mengisi hatinya saat SMA, berdiri di hadapannya dengan menggendong sahabatnya sendiri.
" Ri... Richard!??" Irene terkejut, dia tak menyangka akan bertemu Richard disini.
" Se...sedang apa kau disini!??" Tanya Irene dengan suara terkejut. Jantungnya lagi lagi berdetak kencang saat melihat pria yang sampai saat ini belum bisa dia lupakan, tetapi tidak berani mengungkapkan bahwa dia jatuh cinta pada orang itu.
" Kau tidak lihat? cepat bawa dia!!" ucap Richard dengan nada dingin.
Irene tampak ling-lung, para medis tiba dengan brankar dan langsung membawa Rara ke dalam rumah sakit.
Melihat kondisi Rara, Irene sontak panik karena tubuh Rara yang dipenuhi dengan bercak biru.
" Kenapa dia sampai seperti ini!???" tanya Irene.
" Panjang ceritanya, cepat urus dia, telinga nya berdarah, dia tak bisa mendengar apa-apa!" ucap Richard.
Mendengar hal itu, Irene terdiam, " Traumanya kembali, apa yang terjadi, apa yang membuatnya seperti ini Richard, kau apakan dia!??? apa kau memukulnya!?? atau kau membentaknya!?? dia punya gangguan pada saraf telinga dan kepala, itu yang membuatnya seperti ini!!!! kenapa dia lagi-lagi mengalami hal ini!!!??" teriak Irene yang terbawa emosi.
Richard menatap Irene dengan tatapan datar," lakukan saja pekerjaan mu!!" ucap Richard dengan dingin.
Irene terdiam, dia menenggak salivanya dengan kuat, rasanya Richard sangat banyak berubah jika dibandingkan dengan masa lalu. Dia menggaruk-garuk pergelangan tangannya dengan wajah gugup.
" Kau banyak berubah Richard," ucap Irene.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗