
Keesokan harinya,
Dengan wajah kecut, Richard memapah Rara menuju rumah sedangkan Damian mendorong kursi roda Ray dan Gege dibawa oleh Pak Dono.
Hari ini Ray sudah bisa dipulangkan dan menjalani rawat jalan. Sedangkan Rara hanya butuh perawatan kecil dan mengganti plester luka untuk luka di lengan dan perut perempuan itu.
“ Akkh pelan-pelan, jangan berjalan terlalu cepat, perutku sakit,” ucap Rara yang mendesis kesakitan karena Richard yang memapahnya berjalan terlalu cepat.
“itu kan, sudah kubilang tetap di rumah sakit, kau ini bandel sekali, kalau lukamu terbuka bagaimana? Kenapa tidak bisa di beri saran, dasar perempuan keras kepala,” kesal Richard.
Pasalnya dia sudah memaksa Rara untuk tetap di rumah sakit dan menjalani perawatan lebih, tetapi perempuan itu bersikukuh untuk pulang ke rumah karena Richard sama sekali tidak membiarkannya mengunjungi Irene yang akhirnya di kurung dalam ruang isolasi sebelum dipindah ke rumah sakit jiwa.
Irene untuk sementara waktu diamankan oleh pihak rumah sakit dengan Rara sebagai wali gadis itu tetapi Richard masih belum memperbolehkan mereka bertemu dan berjanji pada Rara akan menangani Irene dengan baik.
Rara memutar malas kedua bola matanya, sehari semalam dia mendengar omelan pria itu, telinganya sampai berasap karena ulah Richard yang terus- menerus marah tidak jelas seperti perempuan yang sedang datang bulan.
“ Akhhh Richard, lepaskan aku dasar bawel, aku bisa jalan sendiri,” kesal Rara sambil melepaskan tangan Richard dari tubuhnya.
“ Mau kemana kau, jangan banyak bergerak, lukamu belum sembuh dasar bebal,” Richard berlari dan menangkap tubuh Rara, dengan pelan dia menggendong tubuh perempuan itu dalam sekali angkat seolah tak ada beratnya sama sekali.
“ Akhhh kau mau apa dasar cerewet, kenapa kau pakai acara gendong segala, turunkan aku...” teriak Rara.
“ Kau yang cerewet, menurut saja atau kucium kau, ”ancam Richard.
Sontak Rara terdiam sambil menutup mulutnya dan menatap ke belakang berusaha meminta tolong pada mereka yang melihat drama pasangan suami istri ini. Tapi mereka malah mengalihkan perhatian mereka ke arah lain seolah tidak melihat apa-apa sambil mengulum bibir menahan tawa mereka.
Ray dan Gege tertawa cekikikan melihat tingkah Papa dan Mama mereka yang malah terlihat seperti anak kecil yang sedang berdebat.
“ Anak-anak selamatkan Mama, “ gumam Rara sambil menatap kedua anak itu berharap mereka akan membantu ibunya yang dibawa oleh sang suami.
Tetapi Ray dan Gege hanya tertawa cekikikan menatap mereka.
“Max apa itu Richard? Dia tertawa seperti itu apa ini tidak salah?” bisik Damian.
“ otak mu yang salah, aku tahu kau sudah memikirkan hal mesum iya kan?” balas Max melemparkan tatapan sinis ke arah Damian.
“ Ck.. kau pikir aku hanya memikirkan hal itu setiap hari dasar bodoh,” kesal Damian sambil mendorong kursi roda Ray menuju lantai dua dimana kamar anak-anak berada.
__ADS_1
“ Tuan sepertinya kita akan segera melakukan pesta meriah , tuan dan nyonya sedang dalam masa berbunga-bunga, saya tidak sabar menunggu suara tangisan bayi perempuan di rumah hahaha... rumah ini akan berwarna lebih berwarna lagi, lebih ramai lagi...” celetuk Pak Dono .
“ kau benar pak Dono, rumah ini akan sangat ramai dengan suara tawa,” balas Damian seraya tersenyum.
Ray dan Gege dibawa menuju kamar milik Gege yang sudah dimodifikasi dan kasur lebar di letakkan di dalam sana untuk tempat mereka berdua.
“ tuan muda, sementara Anda akan tidur disini bersama tuan Gege sebelum kamar Anda selesai direnovasi, apa tidak masalah?” tanya Pak Dono.
“ Eh.. Ra.. Ray tidur di.. dimana pun tidak masalah,” jawabnya dengan suara gugup.
“ Pak Dono ini kepala pelayan di rumah kita kak, Pak Dono orang baik kok, pelan-pelan kakak akan merasa nyaman dengan Pak Dono dan juga pelayan yang lainnya,” ucap Gege sambil tersenyum dengan lembut. Ray hanya mengangguk sambil tersenyum kikuk.
Pasalnya dia tidak pernah diperlakukan dengan penuh penghargaan seperti ini, biasanya dia dibentak dan dimarahi tapi disini dia disayangi dan diajak berbicara dengan penuh kelembutan oleh semua orang.
“ Rumah ini, apa Ray boleh tinggal disini? Mereka semua sangat baik, Ray senang disini,” batin anak itu.
Sementara itu, Richard membawa Rara menuju kamar mereka, semua barang kebutuhan Rara mulai dari pakaian resmi sampai pakaian santai sudah ditambahkan ke dalam ruangan ganti di dalam kamar luas milik Richard yang kini berubah jadi kamar suami istri itu.
Dia membaringkan Rara di atas kasur dengan pelan agar tidak membuat perempuan itu kembali merasa kesakitan, ada sedikit rasa bersalah di hati Richard saat dia meninggalkan istrinya kemarin dan berakhir ditusuk oleh Irene yang tergila-gila pada Richard sampai menunjukkan perilaku obsesif dan melukai Rara.
“ Apa masih sakit?” tanya Richard.
“Ahhh di depan, biar kuambilkan sambil memeriksa anak-anak, apa kau bisa mengganti pakaianmu?” tanya Richard.
Rara menatap dirinya sendiri, “ ini akan sulit karena lenganku terasa kebas, sangat sakit jika diangkat, tapi akan kucoba,” ucap Rara.
Dengan inisiatif, Richard mengambilkan piama longgar dengan kancing depan untuk Rara,” pakailah ini, aku tidak tahu seleramu tapi setidaknya pakailah dulu yang ini supaya kau nyaman,” ucap Richard meletakkan pakaian itu di atas meja.
“ Terimakasih,”
Richard keluar dari kamar, dia berjalan dengan cepat menuju lantai satu dan mengambil paper bag berisi obat-obatan Ray dan Rara yang sudah di pisah.
Sebelum ke kamar mereka, dia beranjak menuju kamar anak-anak untuk memastikan kedua putranya nyaman.
“ Ray, Gege apa kalian tidak apa satu ruangan? Kamar Ray masih di renovasi,” ucap Richard.
“ Gege senang Pa, tidak apa apa kok,” seru anak yang sedang mengganti pakaiannya itu dengan mandiri sedangkan Ray hanya diam di atas sofa sambil menatap dengan takut-takut di dalam ruangan itu.
__ADS_1
“ loh Kak Ray kenapa di sofa?”
“ Ra.. Ray tidur disini saja, Biar Gege di atas kasur,” ucap anak itu dengan wajah ragu.
“ Pa kakak sejak tadi bilang begitu, Gege gak bisa jalan jadi gak bisa tarik kakak kesini, ngeselin kan si kakak, padahal Gege ingin kakak tidur di samping Gege,” celetuk bocah itu sambil memasang wajah cemberut.
Richard menatap kedua putranya, dia tersenyum lalu mendekati Ray dan mengangkat anak itu ke atas kasur besar yang nyaman dan empuk itu,”nak tidur di kasur ya, kamu juga bagian rumah ini sayang,” ucap Richard.
“ A.. apa boleh? Ray nggak masalah kok tidur di sofa, se.. selama ini Ray tidur di luar, atau bangku taman, jika tidak di kamar mandi, Ray sudah biasa kok, di atas sofa juga nyaman, Ray enggak masalah selama lampunya hidup,” ucapnya dengan jujur dan mata yang berkaca-kaca.
Betapa hancur hati pria itu saat mendengar ucapan anaknya, sama hanya dengan Damian, Max dan Pak Dono yang berdiri di luar pintu kamar mencuri dengar pembicaraan mereka.
“ Anak Papa terlalu baik, kamu harus tidur di tempat yang layak mulai sekarang sayang, ada Gege yang akan menemani kamu, jadi jangan takut ya, Papa, Mama, Gege dan yang lainnya adalah keluarga Ray mulai sekarang,” ucapnya sambil mengusap wajah putranya dengan lembut.
Setelah memastikan Ray nyaman di kamar itu, Richard keluar dengan wajah sendu bersamaan dengan itu, suara teriakan Daniel si Koboy membuat heboh seisi rumah..
“ Richard datang kesini ada informasi darurat...” teriak pria itu yang bisa bisanya sedang bergantung dengan tali tambang di tengah-tengah rumah dan berayun ke sana kemari seperti seekor monyet yang sedang berkeliaran di tengah hutan.
Richard menutup pintu kamar anak anaknya sebelum mereka menyaksikan monyet hutan yang terlepas dari kandang hewan itu, “ grhhhhh sudah berapa kali kubilang jangan berayun di rumahku Daniel...” kesal Richard.
“ Wahhh seru ini.. gabung ahhhh” celetuk Damian sambil tersenyum licik.
“ Jangan coba-coba Damian, jika kau tidak mau masuk neraka sekarang...” bisik setan gila yang sedang menahan kemejanya dan mencengkeram punggungnya dengan kuat sebelum Damian ikut beraksi dengan pria gila itu.
“ Ck... dasar kekanakan,” ketus Max yang tahu-tahunya sudah memegang tali tambang yang di campakkan Daniel,” wohhooooo ini giliranku...
“ Max kau juga sama gilanya, dasar bajingan tengil...” teriak Richard .
Tiba-tiba
Krak...... Brukkkk...
“ Arrrkkkkhhhhhhh “
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen