Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB : Penghangat Ranjang


__ADS_3

"Dia adalah pengawal kepercayaan tuan Marco, kalian jelas tau pria seram dari Abraham grup, aku meminjam uang padanya untuk melunasi hutang, dan semua sudah selesai dengan setan penghisap darah itu," jelas Rara.


Irene dan Putri saling menatap,"Kau pasti berbohong!" ucap mereka berdua dengan nada tegas.


Rara terkejut saat mendengar ucapan keduanya, tidak menyangka kalau Irene dan Putri tau jika dirinya sedang berbohong.


"Jujur padaku, siapa dia!??" tanya Putri dengan tatapan mengancam bersama Irene yang juga penasaran dengan apa hubungan mereka berdua.


Rara menatap mereka berdua lalu memicingkan matanya.


" Kalian yang jujur! " ucap Rara lalu menunduk Irene," kenapa kamu sejak aku tiba disini selalu mengintip dan mengamati si manusia robot itu dan kamu Putri, kamu seperti menyembunyikan sesuatu, jujur kalian berdua, apa yang sedang kalian coba sembunyikan dari aku!!!" ucap Rara yang menyerang balik kedua sahabatnya dengan pertanyaan yang berhasil membuat kedua orang itu terdiam.


deg... deg... deg ..


bak genderang yang di tabuh, jantung keduanya berdegup kencang tak karuan. Wajah Irene dan Putri mengatakan segalanya bahwa ada yang mereka sembunyikan.


Irene terlihat diam dan mengalihkan perhatiannya sambil menggenggam alat alat yang bar dilepas dari tubuh Rara sedangkan Putri kelihatan gelisah dan tidak nyaman dengan pertanyaan itu.


" eh... ekhmm... A...aku ada meeting ternyata, aku berangkat dulu ya Ra, nanti kalau sudah selesai kita bertemu di rumahmu, kamu yang sehat ya, aku pergi dulu!!!" ucap Putri dengan gelagat aneh.


Dia beranjak dari sana setelah menjatuhkan sebuah kartu nama di atas brankar Rara. Dengan pelan Rara mengambil benda itu dan menyimpannya.


Sedang Irene terlihat diam saja tak merespon," aku akan meminta perawat membantumu, aku ada jadwal pertemuan dengan anak Koas!" ucap Irene dengan wajah dingin sambil beranjak dari sana. Tetapi Rara memegang tangan Irene," Rene... ada apa denganmu? " tanya Rara pelan.


Irene yang merasa kalau Rara merebut pria yang dia suka jadi melampiaskan perasaan tak terbalasnya pada Rara," lepaskan, aku sibuk, kalau kau mau pulang pergilah, dan tolong jangan hubungi aku untuk sementara, aku punya banyak jadwal,selain itu kenapa kau berbohong soal kepergianmu tujuh tahun yang lalu, kau membuat aku dan Putri kecewa, ternyata anak yang kau kandung bukan anak hasil pernikahan yang kau ucapkan, pantas saja kau tidak pernah mengungkapkan siapa suamimu, kau hanya mengatakan menikah dan bercerai, sungguh skenario yang lucu!!!" ucap Irene.


"Kau mengarang cerita bahwa bibimu memaksamu menikah dengan pria itu, lalu kau hamil dan diceraikan, hahahah... kau memang sangat hebat mengarang cerita, dan melarang kami membahasnya karena itu aib memalukan bagimu!!!" ucap Irene lagi.


Rara melepaskan tangan gadis itu. Dia tidak menyangka kalau Irene dan Putri sudah tau rahasia yang dia sembunyikan bertahun-tahun.


Dia memang mengatakan dirinya pergi karena menikah dan sedang hamil lalu dicerai pria yang dipaksa dia nikahi, terpaksa dia berkata demikian agar keduanya tidak khawatir, tetapi justru pilihannya itu menjadi Boomerang bagi wanita itu.

__ADS_1


" Da..darimana kau tau ren? dari mana??" tanya Rara dengan mata terbelalak.


"Farhan, dia memberitahukan semuanya pada kami!" Irene menatap tegas wanita itu.


" Lagipula kau kan memang sudah tidak perawan, diperkosa pun tak masalah untukmu, kau tidur dengan pria asing dan memiliki anak, dan kau merahasiakan semuanya dari aku dan Putri, sahabat macam apa Kau Ra, aku kecewa padamu, kau bahkan kau berbohong mengatakan sudah bersuami!?? " ucap Irene tanpa menoleh sedikit pun.


" Aku tidak terlalu simpati dengan kejadian yang kau alami karena Farhan, toh dia menyukaimu, lebih baik kau menikah dengannya dan jangan dekati pria pria mapan di luar sana, kami tidak tau apa yang kau lakukan diluar Ra, karena jelas kita berbeda, tapi jangan membuat kami malu karena kau menggoda pria kaya seperti pimpinan Abraham grup!" ucap Irene dengan pedas dan tajam bak sebilah belati yang menusuk nusuk dan menghancurkan hati Rara.


" Irene!!" pekik Rara.


" Apa hah!? bukankah yang kukatakan itu benar Rara!?? kau menyembunyikan semuanya dari kami dan bertingkah seolah kau gadis baik-baik tapi kau tidur dengan sembarangan pria di luar sana sampai hamil dan melarikan diri!!!"


"Kenapa hanya Farhan yang tau!? kenapa hanya dia yang tau Ra!? apa kau tidak menganggap kami sebagai sahabatmu, aku kecewa!!" teriak Irene sambil melemparkan semua barang yang dia pegang tadi.


"Irene aku tidak memberitahu kalian karena aku...


"Halaaahhh sudahlah Ra, aku tau, kamu cuma manfaatin aku sama Putri doang kan? cuma manfaatin kami yang punya uang sedangkan kamu enggak!!" Irene masih tak menatap mata Rara.


Hati Rara benar-benar hancur. Retak berkeping-keping sudah hati wanita itu saat mendengar kata kata kasar dari Irene.


" Irene kamu ada masalah apa sih!? kok kamu tiba tiba begini!? aku ada kesalahan ya!? kalau masalah aku hamil di luar nikah aku punya alasan nggak bilang pada kalian, karena saat itu...


" Diam kau, aku gak butuh jawaban dari mulutmu yang penghianat itu, dasar perempuan murahan, kau menggoda semua pria, bahkan Richard...


" Kamu kenal dia!??" mata Rara membulat.


"Dasar penghangat ranjang!" ucap Irene sambil melangkah keluar tak menjawab pertanyaan Rara. Dia berlari dengan wajah merah dan kesal, amarahnya memuncak dan dia ledakkan di dalam kamar perawatan Rara.


Jantung wanita itu berdetak kencang, air matanya lolos begitu saja tanpa seijinnya. Ini kali pertama Rara mendengar kata kata sekasar itu dari Irene.


Tangan dan tubuh Rara gemetaran, dia menangis mendengar ucapan menyakitkan dari Irene. Tidak dia sangka kalau sahabatnya yang jelas tau seperti apa dirinya malah menuduhnya sebagai perempuan murahan.

__ADS_1


" Akhhh.... hiks hiks hiks... Irene... biar aku jelaskan... kenapa kau tiba-tiba seperti ini!? ada apa denganmu Ren? ada apa denganmu!??" Rara menangis sesenggukan sambil memukuli dadanya yang terasa sesak.


Kejadian tak mengenakkan datang bertubi-tubi menghancurkan hati dan pikirannya.


Rasanya sangat sakit ketika mendengar hinaan itu langsung keluar dari bibir sahabatnya sendiri. Dunia Rara hancur sepenuhnya.


Semalam hampir diperkosa oleh teman SMA nya sendiri, hari ini dia malah dihina dan dikatakan penghangat ranjang oleh sahabatnya sendiri.Jika sudah seperti ini, kepada siapa lagi Rara berlindung, kepada siapa lagi Rara mengadu dan menceritakan segala sesak di dalam hatinya.


"Kenapa harus aku... hiks hiks hiks... kenapa harus aku yang mengalami ini semua!!!" Rara berteriak histeris di dalam ruangannya. Hatinya benar benar sakit dan rasanya sangat menyesakkan.


Sementara itu di luar ruangan perawatan Rara, Irene masih berjalan menuju lorong rumah sakit yang sepi, dia menahan tangisnya, mengepal kedua tangannya dengan keras sambil menangis sesenggukan.


" Ahhh hahahaha.... aku melakukannya, aku menghancurkan diriku sendiri hahahahah... Rara... ahhhh ini semua karena kau mendekati Richard, Karena kau dekat dengannya, kenapa kau selalu dikeliling orang yang baik dan sayang padamu, tapi aku? aku hanya... ahhh hahahahhaha.... rasakan kau... Ra..rasakan kau hiks hiks hiks.... Rara... Hiks hiks.... hiks...." Gadis itu tertawa sambil menangis sesenggukan.


Dia berlari masuk ke dalam toilet dan mengunci dirinya disana. Irene duduk meringsut di atas lantai, keegoisannya telah memakan rasa kemanusiaannya.


Perasaannya yang tidak terbalas membuatnya marah dan iri pada Rara yang berhasil mendapatkan perhatian semua orang bahkan Richard, pria yang dia sukai selama bertahun-tahun.


" Aku... aku akan mendapatkan Richard, Ra... kau sudah tidak perawan, kau pantas mendapatkan seseorang seperti Farhan, aku tidak peduli..." gumam Irene.


" tidak!! jangan, Rara.. Rara kan tidak tau aku suka padanya!!!" ucapnya lagi seperti orang gila.


"CK... sialan, akan kulakukan apa pun!!!" ucap gadis itu.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2