
Hiruk pikuk kota kembali terdengar, setelah terlelap semalaman, dunia tidak berakhir tetapi masih ada hari baru yang harus dijalani.
Wanita berlesung pipi itu mengedipkan kedua matanya, rasanya tubuhnya sangat hangat dan sedikit berat di bagian perutnya seolah ada boneka beruang besar yang menimpa sambil memeluknya.
Rara mencoba bergerak, namun berat itu semakin nyata. Rara membuka matanya, semakin jelas terasa berat itu bahkan suara detak jantung yang teratur terdengar dengan irama dan ketikan yang stabil.
Dada itu naik turun dan nafasnya sangat teratur. Mata Rara menatap dan mempelajari apa yang sedang terjadi.
"Aku dimana??" Pikir wanita itu, namun sedetik kemudian dia tersadar dengan apa yang terjadi, dia tidur satu ranjang dengan pria yang sudah sah jadi suaminya.
Glekk....
Rara menenggak salivanya saat sadar kalau dia dan pria itu saling berpelukan dengan sangat erat satu sama lain saat ini.
"Apa yang sedang aku lakukan!??" Batin Rara sambil menundukkan kepalanya, tangannya dia lepaskan dari tubuh Richard tetapi tangan dan kaki Richard masih memeluknya dengan erat.
" Hei jangan bergerak terus, aku masih mau tidur, sebentar lagi ya, habisnya kau menggangguku semalaman, aku tidak bisa tidur karena kau menangis dalam tidurmu, kau malah datang dan memelukku dengan sangat erat, aku tidak bisa bernafas!" Ucap Richard dengan suara serak khas masih mengantuk.
" ka...kau...."
"Shhhh.... Diam ya, aku masih mengantuk, satu jam lagi bangunkan aku," ucap Richard sambil mempererat pelukannya pada Rara dan terlelap lagi.
Siapa sangka saat tidur semalam Rara mengalami mimpi buruk sampai membuat Richard tidak bisa tidur karena mendengar tangisan wanita itu.
Bahkan Rara menggeser tubuhnya dan memeluk Richard dengan erat sambil menangis sesenggukan dan mengigau seperti anak kecil.
Rara ingat hal itu, dia malah jadi malu karena kejadian semalam," ya ampun kupikir mimpi!!!" Batin Rara.
Rara tetap diam dalam posisi canggung itu, rasanya sangat aneh, tetapi nyaman di saat yang sama, tidak ada rasa takut seperti saat Farhan mencoba melecehkannya, mungkint ibunya masih merekam memori perlakuan lembut Richard di masa lalu, dan rasa tenang karena pria itu adalah ayah kandung putra kembarnya.
Rara hanya membiarkan Richard memeluknya dengan erat seolah dia adalah bantal guling, tetapi rasanya ada yang ganjal dibawah sana, Rara tidak biasa dan pahanya malah bersentuhan dengan sesuatu dibawah sana.
Dia bertahan tanpa bergerak, hampir satu jam berlalu dia dalam posisi itu, bahkan Rara sampai terlelap lagi karena sangat hangat dan nyaman.
Jika biasanya dia tidur di kamar yang dingin dan bocor, hari ini dia tidur di kamar yang sangat hangat, sudah lama rasanya Rara tidur di tempat sehangat pelukan penuh kasih dari ayahnya.
Tetapi lama kelamaan dia malah gerah dan gelisah, ingin bergerak tapi takut membangunkan Richard, alhasil dia membuat gerakan gerakan kecil yang membuat gesekan di tubuh mereka belum lagi pahanya yang terjepit diantar kedua kaki Richard.
__ADS_1
Rara terus bergerak tetapi dia tiba tiba terdiam dan sadar saat merasakan sesuatu di bawah sana seolah menegang dan bangkit dari kuburnya.
" Apa itu!??" Mata Rara membulat sempurna saat merasakan benda di sela-sela kakinya itu menegang.
Glekkk....
Rara menenggak salivanya, sebagai orang dewasa, dia tau kekacauan apa yang sudah dia buat sampai benda pusaka itu bangun dari kuburnya setelah berhibernasi selama tujuh tahun.
Richard sudah bangun, dia memutar tubuh Rara dan sedikit menggeser tubuhnya menjauh dari Rara, kedua matanya yang tajam menatap wanit itu dengan tatapan tajam," Sudah ku bilang jangan bergerak kan? Ahhhh kau membangunkannya, dasar bebal!!!" Ejek Richard dengan wajah kesal.
Rara hanya menenggak salivanya dengan kasar, dia tau dia salah tapi mana dia tau hanya karena gerakan kecil itu milik pria itu malah bangkit.
"A..apa maksudmu..." Ucapnya bertingkah pura pura polos.
Richard hanya menghela nafas berat, " dasar kau ini, apa aku harus bermain dengan Nyonya Shinzui gara gara ulahmu!? " Kesal Richard yang mencoba menenangkan dirinya dan menutup matanya untuk menahan hasratnya yang bangkit karena ulah Rara.
"Atau kau mau melakukan tugasmu sebaga istri sekarang!?? Ini juga ulahmu kan!? Jangan sok polos sayang..." Ucap Richard sambil menyipitkan kedua matanya.
Rara menggelengkan kepalanya dengan cepat, dia terlihat kaku dan canggung.
" Ma..maaf... Aku yang salah, tapi aku belum siap, bermain dengan nyonya Shinzui lah dahulu, jangan denganku," ucap Rara dengan tatapan takut dan ngeri saat menerima kata-kata pria itu.
Tatapan Richard seolah menerawang dan menerobos pikiran Rara, dan tentu saja hal itu berhasil membuat Rara gugup tidak karuan dengan pipi bersemu merah .
Kedua bola matanya bergerak kesana kemari, tidak nyaman ketika bertatapan dengan pria itu karena jantungnya yang berdebar dengan kencang.
Debaran debaran berteman benih benih cinta yang tidak dimengerti oleh sang empunya berhasil membuat insan yang indah itu salah tingkah.
"Ja..jangan menatapku terus!" Ucap Rara sambil berusaha melepaskan tangan Richard yang masih bertengger di atas pinggang nya.
Richard tersenyum, licik, sepertinya mengganggu wanita itu akan menjadi kesenangan baru bagi pria ini.
Greeppp....
Richard menarik Rara ke dalam pelukannya dan mendekap wanita itu.
"Hei lepaskan aku, kau mau apa!!!!" Teriak wanita itu sambil memukuli lengan Richard.
__ADS_1
"Berani sekali kau memelukku lagi saat kau...
"Aku ke apa!??" Richard menarik wajah wanita itu dan menatapnya," aku kenapa hmmm?" Tanya pria itu sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Kau!!!" Rara menatap tajam," kau sudah biasa ya memeluk perempuan, kenapa kau kelihatan sangat nyaman!? Apa kau sering melakukan ini!??" Kesal wanita itu.
Richard sendiri terdiam, dia saja heran tetapi alasannya dia tahu. Karena wanita itu adalah Rara, ibu anak anaknya.
"Karena itu dirimu," ucap Richard dengan suara beratnya.
Dia menatap Rara, mendekatkan wajahnya. Wanita itu terlihat gugup, dia melihat Richard mendekat, seolah ingin menciumnya. Sontak Rara menutup matanya dan menekuk wajahnya.
Pleetkkkk...
" Pffthh bwahahahhahahaha.... Kenapa kau menutup mata Rara... Apa kau berharap ku cium hahahahahah!" Richard menyentil kening wanita itu dan melompat dari atas kasur setelah berhasil mengerjai Raa.
Wanita itu terdiam, rasanya sangat malu karena dia dikerjai oleh pria yang kelihatan menyeramkan, tetapi kenyataannya sangat mengesalkan dan jahil.
"A..apa apaan kau!!!!" Rara melompat dari atas kasur dan mengejar Richard yang tertawa terbahak-bahak melihat wajah Rara yang bersemu merah karena ulah pria itu.
" Bwahahahahha mau dicium? Kemari kemari biar kucium bwahahahhaha....." Tawa Richard terdengar sangat puas, dia menjulurkan lidahnya dan mengejek Rara berkali-kali.
Wanita itu mengepalkan kedua tangannya, dia mengambil bantal bmguling dan...
" Kemari kau Richard!!!" Pekik wanita itu sambil melemparkan benda itu ke arah Richard.
" Hahahah nggak kena, kemari kemari kejar aku hahahahah" Richard berlari dan mempermainkan Rara yang dibuat kesal karena ulahnya.
Bukan lagi orang dewasa, mereka jelas anak PAUD yang sedang bermain.
Saat asik kejar kejaran, tiba-tiba pintu kamar Richard di gedor dengan sangat kuat," TUAN RICHARD, TUAN MUDA GEGE MENGAMUK!!!!" pekik Pak Dono kepala pelayan dengan suara panik.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗