Bukan Perempuan Bayaran

Bukan Perempuan Bayaran
BPB : Rara itu Sahabatmu


__ADS_3

Keesokkan harinya,


Rara dalam kondisi yang sudah stabil setelah dirawat dengan baik oleh tim dokter yang diperintahkan oleh Richard.


Wajahnya bersinar bagai mentari setelah mendapatkan perawatan yang baik dari semua tim yang diminta Richard melalui Marco.


" Ra... Rara... Clara Maddison.... Lo ada hubungan apa sama Presdir Abraham grup!??? kok bisa sampai dia turun tangan kesini buat memperhatikan keadaan Lo!!???" Putri si ratu kepo dan heboh yang baru tiba di tempat itu langsung memberondong Rara dengan pertanyaan yang penuh semangat seolah dia mendapatkan hadiah utama dalam lomba ratu kepo.


Irene melirik si gadis songong itu dari ekor matanya, setiap Putri datang, selalu saja ada keributan bak bencana alam disekitar mereka.


" Suara mu bisa dipelankan Putri liliput!? telingaku hampir pecah mending suara gombreng mu itu!!!" kesal Irene yang sedang mencabut peralatan yang dipasang ke tubuh Rara karena wanita itu sudah diijinkan pulang dan menjalani perawatan di rumah saja .


"Heheh ya maaf, habisnya kepo Rene... " ucap Putri sambil tertawa cengengesan.


Rara menatap kedua temannya," Apa kalian lebih peduli dengan siapa yang membawaku kesini dibandingkan dengan apa yang terjadi padaku? ahhh kalian mengecewakan," ucap Rara tiba-tiba dengan nada pelan dan datar pertanda dia kecewa dengan temannya yang lebih peduli dengan sosok yang membawanya kesini dibandingkan dengan apa yang terjadi padanya.


Putri dan Irene tersadar, mereka berdua sama sekali belum menanyakan apa yang terjadi pada wanita itu, tetapi sudah sibuk memikirkan siapa dan apa hubungan Rara dengan orang-orang itu.


Irene bak terkena tamparan ibu mertua di wajahnya, malu dan sangat menyesal dengan dirinya yang hanya memikirkan apa hubungan Rara dengan Richard tanpa lebih dulu penasaran dengan apa yang terjadi pada sahabatnya.


Begitu lah terkadang manusia, sampai melupakan apa yang terpenting karena sesuatu yang menarik perhatian mereka. Padahal kejadian yang akan mereka dengar mungkin akan membuat mereka syok.


" Eh... I..itu...." Irene terlihat gagap, dia menggaruk lehernya dan menunduk malu. Sama halnya dengan Putri, gadis itu terdiam seketika setelah mendengar ucapan Rara yang memang sangat benar .


" Eh... ma..maaf Ra... A.. aku hanya terbawa suasana, a.. apa yang terjadi sebenarnya? Maaf pertanyaannya terlambat," ucap Putri dengan suara gugup sambil memilih pakaiannya.


" Aduhhh dasar mulut rongsokan, harusnya kan tanya keadaannya dulu bukan malah teralihkan sama bisikan bisikan para perawat itu, ihhh kan kalau begini jadi gak enak sama Rara... malu banget aku.... dasar mulut ini ya gak bisa dikontrol!!!" batin Putri merutuki dirinya sendiri.


Rara menatap kedua sahabatnya," Kalian selalu saja begitu," ucap Rara yang tak lagi ingin menyampaikan apa yang terjadi padanya, karena itu akan jadi trauma paling mengerikan yang dia rasakan.

__ADS_1


" Ra .." Irene memegang bahu wanita itu dan menatapnya," Apa yang terjadi? kenapa kau sampai dibawa ke sini ? dan tubuhmu ..." Irene menatap wanita itu.


Rara menghela nafas sejenak, dia mengepalkan kedua tangannya, mempersiapkan mentalnya untuk memberitahukan kejadian sebenarnya pada kedua gadis itu..


" Aku.... dilecehkan oleh Farhan, di..dia..


" APA RA!???" sontak Putri berteriak kaget saat mendengar ucapan Rara sedangkan Irene terdiam dengan ekspresi wajah yang tidak bisa dibaca. Gadis itu menggenggam botol infus kosong yang ada di tangannya dengan gemetaran.


Irene terdiam, dia tampak melamun dan menggenggam botol itu dengan cengkraman kuat.


Rara mengangguk, dia sangat sedih dengan kejadian ini. Bahkan sampai sekarang, tangan nya masih mengalami Tremor jika mengingat kejadian mengerikan itu.


" Apa yang dia lakukan padamu Ra? apa yang bajingan itu lakukan!??" tanya Irene dengan Sur dingin dan datar. Wajahnya tak mengatakan dia marah, tetapi nadanya yang berat dan dingin jelas Rara dan Putri tahu kalau gadis itu sedang menahan puncak amarahnya Sekarang.


Rara pun menceritakan apa yang terjadi pada dirinya dan bagaiman Richard menolongnya. Kronologi kejadian yang membuat air mata Rara kembali mengalir dengan deras.


Irene diam, tetapi gejolak amarahnya kini sudah menggebu-gebu. Botol infus itu hancur dan remuk di tangannya saat mendengar penjelasan dari Rara.


"Dimana bajingan itu sekarang Ra, akan kubunuh dia dengan tangan ku sendiri!!!!" geram Irene.


Mendengar cerita Rara, Irene bagai tersayat sayat. Ketika dia lebih peduli dengan apa hubungan Rara dan Richard, pria yang dia cintai nyatanya apa yang terjadi pada sahabatnya sangat mengerikan.


" Bodohnya aku yang membahas cinta lama ketika sahabat ku sendiri mengalami kejadian buruk ini, arrkhhhh bodohnya kau Irene, kalah dia kembali memangnya kenapa!? kau juga tidak pernah mengungkapkan perasaanmu padanya, dia tidak tau itu, sampai kau melupakan satu-satunya orang yang peduli padamu saat seluruh dunia menghukummu, Sadar Irene, Rara itu sahabat mu dan Richard itu bukan siapa-siapa!!! kenapa kau masih saja memiliki perasaan padanya!!!" Irene merutuki dirinya sendiri.


Tetapi yang dinamakan perasaan cinta, tidak bisa dilupakan semudah itu. Apalagi yang membuat Irene jatuh cinta pada Richard adalah ketika Richard menyelamatkan nya dari kecelakaan di masa lalu.


" Katakan padaku dimana dia Clara!!" tanya Irene dengan tatapan berapi-api.


" Dia... aku tidak tau... aku tidak tau dimana dia, karena saat aku dibawa.. traumaku kambuh," jelas Rara.

__ADS_1


Irene tampak terdiam membisu, bagaimana bisa orang yang mereka kenal baik pada Rara justru mencoba melecehkan wanita itu.


" Bagaiman perasaanmu sekarang? apa kau masih takut? sebaiknya menginap di rumahku saja, aku tidak bisa pulang karena ada jadwal operasi hari ini, kau bisa menginap di rumahku Ra," tawar Irene.


" Benar, kau bisa menginap di rumah Irene, aku ju..juga tidak pulang ke rumah hari ini, ada yang harus kuurus terkait peragaan busana mendatang, aku mungkin akan ke luar kota lagi malam ini," jelas Putri dengan wajah sedikit gugup tetapi dia berhasil mengendalikan dirinya.


Rara menatap kedua temannya.


Irene adalah dokter bedah saraf yang sangat sibuk, dia salah satu yang terbaik di rumah sakit itu, sedangkan Putri bekerja di bidang Fashion, dia adalah seorang model sekaligus kreator dalam pembuatan film. Jadwalnya padat dan banyak yang harus dia kerjakan.


" Tidak masalah, aku akan tinggal di rumah kontrakan," ucap Rara," Lagipula, kurasa hari ini aku akan dijemput ke kediaman Gege sesuai pembicaraan hari itu," batin Rara.


" Kau yakin??" tanya Putri sambil menggenggam tangan Rara.


"Aku yakin, pria itu sepertinya sudah ditangkap oleh mereka, karena seingatku


pria yang membawaku kesini datang dengan pengawal, dan sempat memukuli Farhan," jelas Rara.


"Apa hubunganmu dengan Richard!?" tanya Irene yang tidak lagi bisa menahan rasa penasaran di dalam dirinya.


Rara terdiam saat mendengar pertanyaan gadis itu, dia menatap Rara sambil memilih ujung kaosnya.


" Dia...


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2